Menilik Operasi Tangkap Tangan oleh KPK Terhadap Gubenur Bengkulu Ridwan Mukti

Bagaimana pasca penagkapan Ridwan Mukti? Mari Menilik Operasi Tangkap Tangan oleh KPK Terhadap Gubenur Bengkulu Ridwan Mukti
0 22

Indonesia tidak butuh rumah murah untuk rakyat miskin. Subsidi yang digelontorkan pemerintah untuk pengembangan kawasan rumah subsidi, tampaknya perlu dievaluasi. Mengapa? Karena rumah-rumah Indonesia, sebentar lagi akan sepi. Mari Menilik Operasi Tangkap Tangan oleh KPK Terhadap Gubenur Bengkulu Ridwan Mukti.

Mereka pada pindah. Ke mana? Ke Prodeo. Ini memang ilustrasi dan sedikit yang nyata. Tetapi, berita di koran-koran, kita sudah layak jenuh mendengarkan dan membaca berita rantaian urutan pejabat-pejabat yang masuk ke dalam penjara.

Miris memang menyaksikan kondisi bangsa saat ini. Saat berbagai upaya perbaikan terus dilakukan, maka, istilah korupsi semakin merajalela. Berlaku di mana-mana. Istilah koruptor, kini tidak lagi melekat kepada manusia biasa, tetapi, juga kepada orang-orang yang secara teoritis seharusnya tidak terkena.

Misalnya karena seseorang itu shaleh. Kalau dulu, Bengkulu itu lubuknya kecil tetapi buayanyo banyak. Cemooh baru hari ini, Bengkulu itu lubuknya kecil, buayo galo (buaya semua). Inilah pernyataan Ridwan Mukti, saat menandatangani Fakta Integritas anti Korupsi di Sport Center Bengkulu pada hari selasa, 1 Januari 2016.

[BACA JUGA : Melihat KPK di Negara -Negara  Selain Indonesia]

Penandatangan Pakta Integritas Gubernur asal multi partai ini, dihadiri Ketua KPK, Kepala BNN, Kajati Bengkulu, eks Ketua MK Mahfud MD, dan Ketua Ombudsman. Tentu mereka adalah tokoh-tokoh nasional dan lembaga-lembaga yang sangat kompeten dalam penanganan kasus-kasus hukum.

Penandatanganan Pakta Integritas tadi, dimaksudkan untuk membangun kultur baru dalam konteks pengelolaan kelembagaan negara. Namun demikian, belum terlalu lama penandatangan pakta integritas yang diikuti 1.108 pejabat eselon 2,3 dan 4 itu, ia malah kena Operasi Tangkap Tangan oleh KPK. Ridwan lebih lanjut menyatakan bahwa pakta integritasnya itu, baru langkah awal. Ia ingin menumbuhkan kultur antikorupsi di Bengkulu. Ia juga menegaskan para pejabat yang melanggar pakta integritas itu harus mundur.

Ironis memang. Ridwan Mukti justru kena operasi tangkap tangan KPK bersama Lily Martiani Maddari [istrinya]. Selain itu, terdapat setidaknya tiga pengusaha Bengkulu. [Red]

Komentar
Memuat...