Inspirasi Tanpa Batas

Menilik Penantian Status Hukum Baru Basuki Tjahaya Purnama, Bagaimana Sikapnya?

0 6

Kayaknya tidak berlebihan, jika disebut kalau Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dinobatkan sebagai Man of The Years. Bagaimana tidak! Hampir dalam satu tahun terakhir, ia bukan saja telah menjadi buah bibir media massa; cetak-elektronik, tetapi juga menjadi perbincangan hangat di kursi-kursi empuk birokrat dan di kursi reot para penarik becak. Ia dipuja sekaligus dihujat. Dicaci maki sekaligus mencintai. Dibenci sekaligus disayangi. Itulah Ahok.

Saat ini, ia memperoleh status baru sebagai tersangka. Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia sudah memeriksa dirinya dalam posisi sebagai tersangka pada 22 November 2016. Berbagai berita menyebutkan bahwa dia telah dicecar dengan 22 pertanyaan dari penyidik Polri. Ahok tampak tetap tenang, dan dalam beberapa pragmentasi hidupnya, ia masih bisa bernyanyi dengan para aktris di tempatnya kampanye Rumah Lembang.

Ahok juga tampak seperti masih biasa meski berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap oleh Polri dan sejak 25 Nopember 2016, Markas Besar Polri dimaksud telah menyodorkan berkas perkara kasus penistaan agama ke Kejaksaan Agung. Tidak kepalang tanggung, pihak Kejaksaan Agung, memberi manda kepada 10 jaksa dari kejaksaan agung, 2 dari kejaksaan tinggi dan satu dari kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Inilah bukti, menurut Kapolri Tito Karnavian, bahwa pihak kepolisian begitu serius menangani kasus Ahok.

Sikap Ahok

Di sisi lain, Ahok sendiri memberikan apresiasi terhadap pelimpahan berkas dari Markas Besar Polri ke Kejaksaan Agung. Ia mengungkapkan bahwa semakin cepat sidang semakin bagus. Inkumben calon Guberner DKI ini mengatakan, proses hukum yang bergerak cepat dapat membuktikan bahwa dirinya tidak sedikit pun memiliki niat untuk menistakan ajaran agama mana pun, serta menafsirkan ajaran agama mana pun. Dengan masuknya berkas ke Kejaksaan Agung ini, maka permasalahan pun akan lebih memperoleh kejelasan. Ia juga menambahkan bahwa dirinya merasa tidak bersalah atas apa yang dituduhkannya.

Lepas dari berbagai persoalan tadi, satu hal yang menarik dari fenomena Ahok belakangan ini adalah, ternyata betapa mahalnya Gubernur Jakarta non aktif ini dalam konteks Indonesia. Meski tidak jelas ujung akhirnya akan seperti apa, tetapi yang pasti, inilah bagian tertentu yang telah menyebabkan sebagian energi pemerintah dan bahkan rakyat Indonesia, habis.  Lyceum.id

Komentar
Memuat...