Inspirasi Tanpa Batas

Menjadi Pesta Olahraga Terbesar Asia, Inilah Sejarah Asian Games Dari Masa Ke Masa

Sering orang Indonesia menyangka bahwa Perhelatan Asian Games itu Pehelatan Olahraga Negara-negara ASEAN. Padahal, Pagelaran Asian Games Adalah perhelatan Akbar yang diikuti Negara di Benua Asia dan jauh lebih meriah. Dengan sejarah panjangnya. Asian Games sering Identik dengan sebutan Olimpiade Mini. Seperti apa Pesta Olahraga Terbesar Asia ini, berikut ini Sejarah Asian Games Dari Masa Ke Masa.

0 135

Konten Sponsor

Asian Games adalah ajang olahraga yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali, dengan atlet-atlet dari seluruh negara di Benua Asia Asia yang terdaftar dalam Dewan Olimpiade Asia (OCA). Dalam penyelenggaraannya, pesta olahraga terbesar Negara-negara di Benua Asia ini melibatkan ratusan cabang olahraga dan ribuan atlet. Hingga Tahun 2017 ini, Asian Games tercata telah 17 kali diselengarakan dengan melibatkan 9 Negara yang menjadi Tuan Rumah.

Sejarah Awal Asian Games

Asian Games awalnya merupakan ajang olahraga di Asia kecil, atau lebih dikenal dengan sebutan Far Eastern Championship Games (FECG). Tujuan diadakannya FECG yaitu untuk menunjukkan kesatuan dan kerja sama antar tiga negara, yaitu Kerajaan Jepang, Kepulauan Filipina, dan Republik Tiongkok. Dalam sejarahnya,  Far Eastern Championship Games pertama kali diadakan di Manila (sekarang Ibukota Filipina) pada tahun 1913. Pada tahun 1938 ketika Jepang menyerbu Tiongkok dan terjadi aneksasi terhadap Negara Filipina Far Eastern Championship Games dihentikan. Tentu alasannya adalah keamanan yang disinyalir dari meluasnya Perang Dunia II ke wilayah Pasifik.

Guru Dutt Sondhi Pencetus Terbentuknya Asian Games

Pasca Perang Dunia II, sejumlah negara di Benua Asia menerima kemerdekaannya. Negara-negara yang baru merdeka tersebut meninginkan sebuah kompetisi yang baru di mana kekuasaan Asia tidak ditunjukkan dengan kekerasan dan kekuatan Benua Asian diperkuat oleh saling pengertian. Pada saat Olimpiade London pada Agustus 1948, perwakilan Negara India, Guru Dutt Sondhi mengusulkan kepada para pemimpin kontingen dari negara-negara Asia untuk mengadakan Asian Games.

Usulan Seluruh Guru Dutt Sondhi tersebut di setujui oleh seluruh perwakilan peserta Olimpiade dari kawasan Asia. Kemudian, para perwakilan tersebut membentuk Federasi Atletik Asia. Panitia persiapan FAA dibentuk untuk membuat rancangan piagam untuk federasi atletik amatir Asia. Barulah pada Februari 1949, federasi atletik Asia terbentuk dan menggunakan nama Federasi Asian Games (Asian Games Federation). Dalam kesepakatan AGF menyatakan bahwa Asian Games akan diselenggarakan setiap empat tahun sekali.

Negara India dengan Kota New Delhi Sebagai Tuan Rumah Pertama Asian Games

Sesuai dengan kesepakatan dalam pertemuan Asian Games Federation mayoritas peserta menyepakati untuk mengadakan Asian Games pertama pada 1951 di New Delhi, ibu kota India. Asian Games New Delhi diselengarakan pada Tanggal 4 – 11 Maret 1951. Sebanyak 489 atlet dari 11 Negara Peserta Asian National Olympic Committee (NOC) dengan 8 cabang olahraga. Seluruh cabang ini di peryandingkan di Stadion Nasional New Delhi. Logo resmi Asian Games Pertama menggambarkan matahari yang terang berwarna merah dengan 16 sinar dan lingkaran putih di tengah cakram matahari dan sebelas cincin, mewakili setiap negara peserta, dengan latar belakang putih, yang melambangkan kedamaian.

Perkembangan Asian Games Dari Masa Ke Masa

Seiring berkembanya dunia Olahraga, sejak diselengarakannya Asian Games Pertama yang di ikuti oleh 11 Negara kini hampir seluruh Negara di Kawasan Asia Ikut serta dalam pesta olahraga akabar tersebut. Cabang olahraga yang di pertandingkan pun ada yang di hapus dan ada yang ditambahkan. Jika dahulu hanya 8 cabang olahraga, kini ada 40 Cabang olahraga. Walaupun Pada tahun1962, Terjadi perselisihan atas diikutsertakannya Taiwan dan Israel, kemudiian pada tahun 1970, Korea Selatan  dan Tahun 1977, Pakistan yang membatalkan rencananya untuk menjadi tuan rumah, namun penyelenggaraan Asian Games telah dihelat sebanyak 17 kali hingga Tahun 2017 ini. Dan pada Tahun 2018 di perhelatan yang Ke-18, Indonesia ditunjuk jadi Tuan Ruamah untuk yang ke-2 kali sejak 56 Tahun yang lalu.***Ali Alamsyah

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar