Take a fresh look at your lifestyle.

Menuju-Mu | Kumpulan Puisi Prof. Dr. H. Cecep Sumarna Part – 18

0 191

Puisi adalah ekspresi bathin. Tidak ada yang mampu memberi warna apalagi tafsir atas sebuah karya puisi. Maknanya kadang sulit dibaca, meski tutur kata yang terungkap, disusun dalam prhase yang biasa.

Puisi adalah ekspresi jiwa. Karena itu, pemeragaan atas karya puisi hanya mampu dilakukan secara tepat oleh mereka yang menulisnya. Sulit dan hampir tidak mungkin, sebuah karya puisi dibaca dengan tepat, oleh mereka yang tidak menyusunnya. Karena itu, puisi layak disejajarkan sebagai ekspresi kejiwaan.  Berikut ada dua karya puisi yang ditulis Cecep Sumarna. Selamat menikmati sajian kami.

Menuju-Mu

Langkah kakiku selalu diiringi-Mu
Gerak bathinku selalu dalam perlindungan-Mu
Ucapanku yang melankolis ku yakin selalu didengar-Mu
Bahkan desah bathinku ku yakin Kau mendengarkannya dengan syahdu

Ku ingin setiap kataku dapat menyentuh-Mu
Ku ingin setiap tetesan keinginanku membalut-Mu
Ku ingin setiap nalar cintaku dapat mendorong-Mu
Mendorong-Mu agar tetap mencintaiku

Malam pasti datang bersama kegelapan
Kuyakin bersamanya bulan dan bintang bercahaya akan menerangiku
Sinar surya-Mu di siang hari kadang tertutup awan tebal
Tapi aku yakin tak berapa lama dunia akan kembali terang

Jalanku menuju-Mu memang terjal dan berliku
Tapi akan terus kugapai untuk menjaga rasa cintaku pada-Mu
Dakianku digunung-Mu kadang melelahkan dan membosankan fisik tubuhku
Tapi Kau kirimkan kebahagian bathin yang tak mampu kutampakkan selain kepada-Mu

Kenapa semua harus tetap berjalan dan kujalankan…?
Padahal Kau tahu tubuhku sudah dilumuri keringat yang menyesatkan
Karena aku ingin Kau tahu
Bahwa betapa aku sudah berada di batas ambang cinta-Mu

Terbang Bersama-Mu

Malamku adalah kumpulan desah nama-Mu
Meski aku belum sempat bangun menghampiri-Mu
Ku yakin Kau tetap terjaga tuk melihat dan menyaksikanku
tertidur lelap dalam genangan aktivitas bathin yang penuh misteri

Mengingat dan membayangkan segenap kebaikan-Mu
adalah perjuangan menyesakkan di kemanusiaanku
semoga kasih-Mu tak luntur di makan waktu
Hanya karena beberapa saat aku absen menyebut-Mu

Mengingat dan mengenang-Mu
Adalah keindahan yang sulit terbantahkan
Mengingat dan memuji-Mu dalam waktu yang kumiliki
adalah harapan masa depan di segenap perjalananku

Jika bukan karena-Mu
Aku yakin telah terjatuh
Jika bukan karena karunia-Mu
Aku Yakin ku telah memberhentikan segalanya

Tuhan … lindungilah aku
bukan hanya dalam lelap tidurku
tetapi dalam segenap aktivitas kemanusiaan
yang kujalani di hari-hariku.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar