Menunda Menikah Tidak Menjamin Kebahagiaan Yang Sejati Dalam Pernikahan

0 39

Pertanyaan klasik “Kapan Nikah?” sejatinya harus didalami dan cermati juga. Logikanya semakin banyak yang menanyakan hal itu, maka jelas semakin tercermin bahwa orang tersebut sudah selayaknya menikah dengan usia dan kematangan yang ada.

Jika merasa jatuh cinta dan ingin bersama selamanya buktikanlah dengan pernikahan. Apakah sesederhana itu? Yupzz.. jika kalian percaya, maka bisa sesederhana itu juga. Menunda menikah tentu tidak menjamin kebahagian yang sejati dalam menjalani pernikahan. Banyak pasangan muda yang membuktikan bahwa pernikahan bisa menyenangkan dan langgeng jika mereka mengusahakannya. Walaupun pada saat menikah, usia mereka pernah diragukan.

Lalu Berapa Usia Ideal Untuk Menikah?

Banyak penelitian dan temuan Usia Ideal Untuk Menikah, 7 dari 10 penelitian meyatakan usia 22-25 tahun adalah usia yang sangat ideal untuk membangun rumah tangga.  Dalam sebuah artikel Lois M. Collins dari situs pribadinya Dia menulis temuannya bahwa, “Mereka yang berusia 20 Tahun dan selebihnya tidak terbukti menjadi lebih berbahagia atau memiliki pernikahan yang lebih baik.

Dalam salah satu catatannya mempelajari 5 data yang menemukan “kemungkinan terbaik mengenai pernikahan yang utuh dan kualitas tertinggi ada di antara mereka yang menikah antara usia 22 dan 25.

Usia dalam Pernikahan Bukan Jaminan Untuk Kebahagian Dalam menjalani Kebahagiaan Rumah Tangga

Lalau, berapa usia ideal untuk menikah? Menunda Menikahan Tidak Menjamin Kebahagian Yang Sejati Dalam Pernikahan karena Usia dalam Pernikahan Bukan Jaminan

Ini cukup menggelitik karena apa yang Lois M. Collins pikiran telah terjadi, Lois M. Collins sendiri sangat sadar mengenai resiko pernikahan di usia remaja. Dampaknya masyarakat terbalut pemikirian klasik dan memiliki penafsiran bahwa jika usia lebih dewasa dalam menikah selalu lebih baik”.

Namun kita juga perlu tahu logika sederhan berikut, bahwa jika usia 22 lebih baik daripada usia 18, maka usia 26 adalah lebih baik daripada usia 22 dan jika usia 30 adalah lebih baik daripada usia 26, Menurut Carroll. Hal ini tidak akan menjamin kebahagiaan dan pada poin-poin tersebut, usia bukanlah masalah utama yang akan menghancurkan sebuah pernikahan.

Hal yang perlu diingat bahwa perikahan itu tentang pilihan hidup, tentang nilai-nilai, tingkat pertanggungjawaban seseorang dan lain sebagainya.  Dengan menyegerakan menikah, tentu kita akan menjadi jauh lebih baik dalam memahami apa yang membuat hubungan yang sehat daripada hanya sekedar menentukan dan memikirkan usia berapa kita akan menikah.

Perlu diingat juga, pernikahan yang bahagia tidak didapatkan secara otomatis. Jadi, jika telah menemukan seseorang yang dicintai, yang dengannya Anda berbagi kesamaan nilai-nilai, ambillah langkah untuk menyegerakan menikah.

Pada akhirnya peran orang tua memberi saran dan mendidik anak-anaknya mengenai pentingnya berkencan dengan baik adalah hal yang wajib. Orang yang layak yang akan menjadi pasangan yang baik.

Biarkan mereka mengetahui bahwa kehidupan pernikahan bisa menjadi indah dan diberkati, dan bahwa hal ini haruslah dikejar, bukan ditunda sampai karir Anda tercapai dan semua masalah Anda teratasi. Didik mereka melalui penelitian yang menunjukkan bahwa di awal usia 20an adalah saat yang tepat untuk menikah. [aL/dari berbagai sumber]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.