Menyelaraskan Otoritas Dan Kredibilitas

0 48

Menyelaraskan Otoritas Dan Kredibilitas – Siapa bilang membangun otoritas adalah hal mudah? Membangun otoritas tidak cukup dengan bertampang sok galak, jaga image, atau dengan bergaya penuh wibawa. Semuanya harus ada seninya.

Orang yang memiliki otoritas sering kali dicap sebagai orang yang tak menyenangkan, kaku, dan cap yang lain yang cenderung negatif. Banyak orang pula yang menganggap bahwa cap tersebut adalah hal yang lumrah dan wajar jika seseorang ingin dianggap memiliki otoritas dan kredibilitas. Padahal menurut international trainer Randy Siegel, seseorang bisa saja tetap memiliki otoritas tanpa harus dijauhi atau bahkan dibenci orang. Artinya, seseorang tetap dapat menjadi orang yang menyenangkan dan populer walaupun dia punya otoritas tinggi. Menurut dia, ada tiga hal yang menunjukkan seseorang adalah komunikator yang baik, yaitu penerimaan masyarakat atau orang-orang di lingkungannya (likeability), otoritas, dan kredibilitas.

Penerimaan atau likeability menyangkut pada persoalan bagaimana orang lain bereaksi kepada Anda. Beberapa orang ada yang menilainya dengan cepat, misalnya dengan hanya melihat bentuk wajah, senyuman, atau ekspresi wajah yang ramah. Yang justru menarik ialah, kesan pertama yang positif justru tak dihasilkan dari penampilan Anda. Kesan tersebut malah muncul dari perasaan orang tersebut saat atau setelah dia berinteraksi dengan Anda. ”Jika mereka semakin percaya diri dan merasa nyaman, maka mereka akan semakin menyukai Anda,” ujar Riegel seperti dikutip dari situs womensmedia.com. Tentu saja, penerimaan orang lain terhadap Anda takkan cukup. Karena itulah, agar hal tersebut bisa selaras dengan otoritas dan kredibilitas, Siegel mengajukan 5 langkah untuk dilakukan.

Jangan menunggu izin

Sebagai pemimpin, Anda harus bisa berani melakukan interupsi.Walau banyak etika yang harus diperhatikan jika melakukan interupsi, namun Anda harus bisa mengontrol arah dari sebuah diskusi yang sedang berjalan. ”Intinya, agar menjadi komunikator yang efektif, Anda harus memegang kendali dalam setiap diskusi,” ujar Siegel.

Langsung pada inti

Seperti kebanyakan pemimpin pada halnya, bicaralah secara linear alias singkat dan jelas. Hindari cerita atau pembicaraan yang sifatnya pribadi atau juga penuh detail. Bicaralah jujur tanpa harus kehilangan simpati pada orang lain. ”Berbicara ngalor-ngidul dan terlalu pribadi akan membuat semuanya menjadi kontraproduktif. Karena itulah, tugas seorang pemimpin serta komunikator untuk membawa diskusi kembali ke jalur yang benar,” ujarnya.

Atur nada bicara

Kencangkan volume suara, namun jaga nada suara Anda agar jangan terlalu meninggi. Tetaplah menjaga kontak mata, jangan banyak menoleh ke kanan dan ke kiri ataupun terlalu banyak senyum. ”Hindari meninggikan nada saat berbicara karena orang lain akan sulit menangkap maksud perkataan Anda. Ini juga berarti akan membuat Anda kehilangan otoritas dan kredibilitas,” ungkap Siegel. Masih menurut Siegel, jika Anda merasa nyaman ketika berbincang dengan bawahan atau dalam forum, itu artinya Anda sudah percaya diri. Nah, jika Anda sudah merasa percaya diri dengan kemampuan, kekuatan,keahlian, nilai, dan aset yang Anda miliki maka Anda akan berbicara penuh percaya diri tanpa peduli besar-kecilnya forum dan topik yang sedang dibahas.

Hindari penyangkalan

Hindari kata-kata penyangkalan seperti ”tapi”, pemberian maaf yang tak beralasan, juga intonasi yang meninggi. Sekali lagi, hal tersebut menyangkut rasa percaya diri Anda dan manajemen tertinggi akan menghargai rasa percaya diri dan keyakinan di atas segalanya. Memang kata penyangkalan seperti, ”saya mungkin saja salah tapi….”, bisa membuat terjadinya kesepakatan antara Anda dan bawahan, namun hal ini justru akan menggerogoti otoritas Anda sebagai komunikator.

Tetap fleksibel

Strategi komunikasi ”command and control” memang penting, namun kadang kala Anda sebagai pemimpin harus tetap berlaku lembut. Gaya komunikasi ini dipercaya akan lebih efektif di beberapa situasi, misalnya ketika rekrutmen atau menahan karyawan yang cemerlang agar tak keluar dari perusahaan, atau saat akan membuat dan mempertahankan sebuah strategi bisnis dengan klien.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.