Inspirasi Tanpa Batas

Metode Penelitian Tindakan Kelas

Karena Penelitian Tindakan Kelas hanya khusus dimiliki guru, maka, metode yang digunakannya juga bersipat khusus. Karena ia bersipat khusus, maka, seorang guru yang akan melakukan penelitian tindakan, diharap mampu memahami kekhususan penelitian. Salah satu kekhususan dimaksud, terlihat dari metode yang digunakan. Coba anda baca tulisan ini …..

0 47

Konten Sponsor

Metode apa yang tepat digunakan peneliti dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas? Atas pertanyaan sejenis ini, ada yang bertanya, mengapa kata metode dalam penelitian, harus dikhususkan untuk PTK. Memangnya ada perbedaan antara penelitian tindakan kelas dengan penelitian lain? Itu pertanyaan lanjutannya.

Terhadap pertanyaan sejenis ini, jawabannya tentu saja berbeda. Memang dalam kacamata umum penelitian, setap tindakan penelitian tidak memiliki perbedaan signifikan dalam penggunaan metode. Hanya saja, karena Penelitian Tindakan Kelas kajiannya sangat khusus, maka, metodenya, pasti juga khusus. Kekhususan inilah yang bakal membedakan penelitian tindakan kelas dengan penelitian lainnya.

Namun demikian, haruslah juga disebutkan bahwa secara umum dan dilihat dari karakternya, Penelitian Tindakan Kelas harusnya lebih bersipat kualitatif [natural setting]. PTK tidak boleh menggunakan ke luar dari prinsip natural setting dimaksud.  Inilah perbedaan spesifik antara PTK dengan penelitian lain. Natural setting itu pula yang menyebabkan dalam beberapa hal, PTK lebih tepat jika menggunakan metode kualitatif.

Hal Khusus dalam Penelitian Tindakan Kelas

Deskripsi di atas menjelaskan bahwa di letak inilah, sekali lagi, yang penting kita kaji dan karenanya membedakan dengan penelitian lain. Mengapa? Sebab dengan penyebutan Penelitian Tindakan Kelas, segala hal tentang penelitian tersebut, selalu bersipat spesifik.

Dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas, seorang guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Perhatikan Setting Penelitian. Penelitian Tindakan Kelas harus mampu mengambarkan lokasi dan siswa atau subjek yang sedang dilakukan “tindakan”. Perhatikan dengan serius bahwa dalam Penelitian Tindakan Kelas, tidak mengenal ada istilah populasi, yang karenanya tidak mengenal istilah sample. Sampel adalah keseluruhan populasi.
  • Sasaran atau Objek Penelitian. Guru yang sedang melakukan Penelitian Tindakan Kelas, harus mampu menyusun target dari penelitian yang dilakukannya. Misalnya, guru yang sedang melakukan penelitian, dengan berbagai uji coba yang akan dilakukannya terhadap siswanya itu, akan mampu memberi perubahan atas segenap tindakan yang dia lakukan. Target yang dicapai bukan hanya mempertimbangkan hasil, tetapi bagian terpentingnya justru adalah proses pembelajaran itu sendiri.
  • Rencana tindakan. Guru yang sedang melakukan Penelitian Tindakan Kelas harus mampu secara detail merencanakan [bukan siklus] seluruh tindakan yang akan dia lakukan. Perencanaan Tindakan yang secara rill akan dilakukan guru dari mulai awal [perencanaan], sampai akhir penelitian dan bahkan penyusunan laporan.

Pengumpulan Data

Data yang harus dikumpulkan guru yang sedang melakukan Penelitian Tindakan Kelas harus mampu memotret segala dinamika langsung di kelas. Karena itu, dibutuhkan teknis khusus yang mampu merekam seluruh kegiatan dan mampu menjelaskan seluruh informasi yang menyangkut indicator yang terdapat dalam tindakan. Alat perekam, alat tulis, alat video dan pemotoan, menjadi penting yang tidak boleh diabaikan.

Guru yang sedang melakukan penelitian tindakan, misalnya harus mampu mendeskripsikan suasana diskusi di antara peserta [siswa] yang sedang doberi tindakan. Apakah diskusinya berlangsung dengan baik atau tidak! Apa saja masalah yang muncul dalam forum diskusi dimaksud? Bagaimana pula siswa menggunakan alat peraga, alat bantu pembelajaran, dan akses mereka terhadap sumber belajar. Semua ini harus mampu dideskripsi oleh guru yang sedang melakukan penelitian tindakan, secara akurat.

Guru yang sedang melakukan tindakan, juga dipandang penting untuk menjelaskan proses refleksi yang akan dia lakukan. Selain tentu, guru juga dituntut mampu menjelaskan kepada siswa tentang cara dia mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa dalam tindakan dimaksud.

Analisis Data

Yang terakhir adalah analisa data. Data yang diperoleh guru melalui teknik pengumpulan data di atas, harus dianalisa dengan cermat. Analisa data yang dilakukan guru dimaksud, harus juga mampu menjelaskan tentang seberapa besar keberhasilan tindakan yang dia lakukan. Perbaikan di sini tentu yang dimaksud adalah memperbaiki proses belajar siswa yang sedang diberi tindakan.

Sangat mudah tentu saja. Karena itu, Penelitian Tindakan Kelas, dalam kasus tertentu, sesungguhnya mungkin hanya berisi beberapa lembar saja. Meski tidak menutup kemungkinan, jumlah lembar dimaksud sangat banyak, jika masalah yang sedang diberi tindakan banyak mengandung ruang untuk terus dilakukan uji coba. Cobalah memulai wahai guru-guru kita semua. By, Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar