Pemilik Semesta Cinta | Misteri Sang Ksatria Cinta Part – 1

Misteri Sang Ksatria Cinta-Part 1
0 277

Dengan terhenyak, Alberta melemparkan tas laptopnya ke kasur empuk di mana dia biasa tidur. Ia marah kepada dirinya sendiri. Ia selalu bertanya, mengapa mata dan hatinya tak pernah mampu melupakan sosok yang membuatnya hanyut dalam segenap rasa dan angan. Sosok yang selalu membuat diri berhasyrat untuk selalu mencintainya. Mengapa sosok ini sangat sulit dilupakan.

Saat laptop itu dilempar, dia benar-benar kalut dan keki. Entah mengapa! Sosok wanita yang terus membayangi dirinya itu, telah membuatnya lemah dan luruh dalam segenap angan yang sulit dia hindari. Kesulitan itu akan terasa semakin rumit karena sosok itulah yang sulit digapainya. Dia bukan wanita biasa. Dia pemilik semesta cinta di bathin terdalamnya.

Momen penting yang menyebabkan Alberta sedih dan kalut di siang hari itu, karena entah mengapa, Tablet yang dia biasa bawa, tiba-tiba menampilkan short film dalam sebuah akun yang menjadi mihrabnya. Film itu sejatinya bertutur tentang hal yang biasa. Mengisahkan tentang betapa sedihnya seorang wanita jika ditinggal pergi oleh laki-laki yang dicintainya. Hanya karena ditulis diatasnya just for myself, maka, dengan penuh ke-Ger-an, ia menganggap bahwa film itu, menginspirasi sang pengirim, bahwa seolah-olah ia harus meninggalkan dirinya yang sangat dicintainya itu.

Mihrab Penuh Misteri

Dalam mihrab itu, Alberta tanpa ragu, akhirnya menulis sepenggal kalimat dengan menyatakan: problemnya, aku tak mau menjadi manusia yang membuat orang lain, terlebih kamu yang aku cintai, luka karena mengenang apa yang terjadi sebelumnya. Kecuali kalau orang yang dicintaiku itu, memilih kebahagiannya sendiri, dengan cara aku harus berlalu darinya. Jika itu yang terjadi, maka, biarlah aku bukan akan mengenangnya, tetapi, akan tetap menjaga semua rasa yang aku miliki. Sampai kapanpun rasa dimaksud, tampaknya akan sangat sulit akan lewati.

Kamu harus tahu, aku akan tetap mengabdi kepada rasaku sendiri. Aku tidak akan mengabdi pada rasa orang lain, termasuk atas rasa dirimu. Cinta dan segenap rasa yang aku miliki terhadapmu adalah milikku. Bukan milikmu. Pengabdian atas semua rasa ini akan aku lakukan dengan atau tanpa siapapun yang kurindukan, termasuk dirimu. Aku akan tersenyum bahagia saat kebahagiaan itu benar-benar nyata pada dirimu. Meski takdir tak mengharuskan aku atau kamu berada dalam posisi berdampingan. Wahai kekasihku, yakinlah bahwa kau akan tetap hidup dan menyanyi bahagia, meski hanya dalam rumah bathinku.

Rumah bthinku atasmu, tak pernah sirna ditelan waktu. Aku juga tak mungkin memdatkan jiwaku untuk sesuatu yang menurut ukuranku tidak produktif. Dan sejak di mana aku mengenal lalu aku menyatakan betapa aku mencintaimu, seluruh rongga dalam bathinku telah penuh diisi dirimu.

Mengenang Kebahagiaan

Mengenangmu adalah kebahagiaan terindah yang aku miliki. Jangan ragu, pergilah dengan segenap kebaikan yang kamu miliki. Biarlah aku tetap di sini menantimu dengan segenap keramaian musisi yang kukreasi sendiri. Ia akan tetap menyanyi bahagia dalam lubuk terdalamku. Yakinlah nama dan segenap rasa yang kau miliki, akan selalu menjadi energiku.

Energi yang menjadi dorongan akan pentingnya menjalani hidup ini demi menggapaimu. Menggapaimu memang mimpi. Tetapi saat aku merencanakan penggapaianku sendiri, meski hanya sebatas mimpi, sebenarnya adalah kebahagiaan juga. Jadi, bagiku, memilikimu secara fisik atau tidak, tetap aku bahagia. Karena membayangkan dirimupun, sudah termasuk ke dalam kebahagiaanku.

Hanya kalau boleh nitip sesuatu, demi rasa yang kau miliki, demi cinta yang kau semai, demi jiwa yang tetap harus bahagia, demi hidup yang harus tetap lurus, jagalah rasa orang yang dengan tulus dan teruji waktu akan rasa cintanya kepadamu. Meski tentu aku tahu itu bukan untukku. Selebihnya, jika ada rasa lain selain dirinya, biarlah itu hanya menjadi milikku. Charli Siera.  Cerita Bersambung.

Komentar
Memuat...