Muhadjir Effendy tak Mungkin Berani Hapus Pendidikan Agama di Sekolah

0 33

Muhadjir Effendy tak Mungkin Berani Hapus Pendidikan Agama di Sekolah | Beberapa hari ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, membuat sebuah terobosan yang dipandang bombastis. Ia dituding akan menghapus mata pelajaran PAI di sekolah sebagai salah satu bagian dari upaya melakukan reformasi pendidikan.

Inilah berita terpanas minggu ini terkait dengan isu pendidikan nasional. Sampai-sampai beredar isue akan lahirnya reformasi kabinet jilid IV di era Jokowi yang salah satu isunya adalah melengserkan Muhadjir Effendy. Langkah Kemendikbud dianggap terlalu mengada-ada dan membahayakan

Saat membaca dan mendengar informasi ini, saya tertawa kecil. Merasa sedikit kagum karena merasa pernah membuat hipotesis atas gagasan ini. Meski dalam hati, saya tidak yakin. Mengapa? Sebab mata pelajaran PAI berada di sekolah saja, itu merupakan jerih payah M. Natsir saat dia menjadi Perdana Menteri di awal-awal Indonesia merdeka. Secara ideo politik, Natsir itu Muhamadiyah. Jadi agak sulit, tentu secara ideologis, kalau Mendikbud asal Muhamadiyah ini, harus menghapus mata pelajaran PAI.

Muhadjir sadar bahwa tanpa M. Natsir, sulit menempatkan PAI menjadi mata pelajaran wajib di sekolah. Mengapa? Sebab di zaman dulu, pendidikan nasional sangat berorientasi pada pendidikan Barat yang sekular. Jadi ketika PAI dibubarkan, ia akan memiliki dosa sejarah yang cukup panjang terhadap Muhamadiyah dan tentu terhadap bangsa Indonesia.

Kabar ini mengemuka dari pernyataan Mendikbud Muhadjir Effendy kepada wartawan soal pendidikan agama merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 yang salah satunya memuat tentang kebijakan sekolah selama 8 jam sehari dan lima hari dalam sepekan.

Keraguan itu Ternyata Benar

Keraguan penulis itu ternyata benar. Setelah informasi ini berkembang liar, Muhadjir membantah akan menghapus Pendidikan Agama di sekolah. Hal ini dibenarkan Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ari Santoso, yang menyatakan bahwa upaya untuk meniadakan pendidikan agama, tidak ada di dalam agenda reformasi sekolah.

Ari lebih lanjut menyatakan bahwa judul pemberitaan pembubaran PAI di sekolah tidak tepat. Ada konteks yang terlepas dari pernyataan Mendikbud usai raker dengan Komisi X DPR RI. Demikian Ari menyatakan melalui media Antara, Rabu, 14 Juni 2017.

Bagi penulis sendiri, jika benar asumsi yang berkembang di masyarakat itu benar, maka, yang akan menuai banjir peserta didik adalah pesantren. Mengapa? Karena pendidikan non formal akan menjadi lembaga formal lain yang khusus mengajarkan keterampilan keagamaan yang tidak diselesaikan di sekolah. Hal ini, setidaknya memperoleh pembenaran, jika hipotesis saya benar sebagaimana telah digagas dalam disertasi saya di tahun 2007. By. Prof. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.