Inspirasi Tanpa Batas

Multisensorik Membantu Anak Pengidap Disleksia Belajar Membaca Dan Menulis

0 15

Konten Sponsor

Multisensorik merupakan cara mengajar yang lebih dari satu indra dalam satu waktu dilibatkan dalam prosesnya. Anak-anak yang kesulitan membaca akan terasa sulit untuk menangkap kosakata baru, apalagi jika kata tersebut memiliki ejaan yang tidak biasa. Teknik penggunaan semua indra (penglihatan, pendengaran, gerakan dan sentuhan), sangat membantu proses belajar anak pengidap disleksia.

Berikut beberapa latihan multisensorik yang bisa dilakukan untuk membantu anak dalam kesulitan membaca:

1 Mengajarkan secara detail

Ajarkan anak dengan cara menunjukkan satu kata, misalnya  “kuda” lalu bacakan dengan suara jelas dan lantang. Kemudian, minta anak untuk mengeja huruf membentuk kata tersebut. Tanyakan huruf hidup apa saja yang dia lihat, huruf apa yang  dia lihat di awal, tengah, dan akhir kata. Cara ini akan sangat membantunya untuk menganalisis kosakata tersebut dan memprosesnya dengan detail.

2 Membuat Huruf Menggunakan Pasir Atau Krim

Teknik menggunakan pasir atau krim ini melibatkan indra penglihatan, sentuhan, gerakan, dan suara agar anak dapat menghubungkan huruf dan suara. Dimulai dengan menebarkan segenggam pasir atau sesendok besar krim cukur (whipping cream) di atas kertas atau meja.

Lalu, minta anak untuk mencoba membuat kata “kuda” menggunakan jari di atas pasir atau krim tersebut. Ketika mereka menulis, mintalah untuk mengeja bunyi setiap huruf yang dibuat. Kemudian setelah itu cobalah untuk menyatukan setiap suara bersama-sama untuk menyebutkan “kuda” dengan keras dan jelas.

3 Belajar Menulis di Udara

Teknik menulis di udara akan memperkuat hubungan antara suara dan setiap huruf melalui “memori otot”. Cara ini dapat membantu memperkuat anak agar bisa membedakan bentuk huruf yang berdekatan bunyinya, missal “b” dan “d”.

Cobalah gunakan jari telunjuk dan jari tengah, untuk membuat huruf imajinasi di udara, usahakan siku dan pergelangan tangan tetap lurus. Setiap kali membuat satu huruf di udara, minta anak untuk mengeja bunyi huruf tersebut dengan keras.

Langkah-langkah ini akan membantu anak untuk membayangkan bentuk huruf yang mereka tulis. Bisa juga dilakukan improvisasi dengan meminta anak untuk memberikan warna pada hurup tertentu, misalnya kuning untuk “b”, hijau untuk “d”.

4 Menggunakan Balok Huruf

Menyusun kata dengan menggunakan balok mainan yang berwarna-warni berbentuk huruf, dapat membantu anak untuk menyelaraskan suara dengan huruf. Agar meningkatkan latihan anak, Anda bisa mengkategorikan warna berbeda untuk mengelompokkan huruf hidup dan huruf konsonan, misalnya Ungu dan Pink.

Ketika anak-anak menyusun kata, minta mereka untuk mengeja bunyi huruf-huruf tersebut. Lalu setelah selesai menyusun kata, minta mereka mengatakan kata utuhnya dengan jelas.

5 Baca, Susun, Tulis

Gunakan selembar kertas karton, buat tiga kolom: Baca, Susun dan Tulis. Lalu, sediakan spidol dan balok huruf yang berwarna-warni. Kemudian tuliskan kosakata yang ingin diajarkan pada kolom Baca dan minta dia untuk melihat huruf-huruf pembentuk kata tersebut.

Selanjutnya, anak itu akan menyusun kata tersebut di kolom Susun, menggunakan balok huruf. Terakhir, minta anak itu untuk coba menuliskan kata tersebut di kolom Tulis sambil membacakannya dengan suara jelas dan lantang.

6 Ketukan Jari

Menggunakan ketukan jari ketika mengeja huruf mengajarkan anak agar bisa merasa, meraba, dan mendengar. Kemudian usahakan untuk membentuk satu kata, beserta bunyi keseluruhannya.

Seperti, kata “Baci”. Mintalah untuk mengetukkan jari telunjuk ke ibu jarinya ketika mengucapkan huruf “B”, jari tengah dengan ibu jari untuk huruf “c”. Kemudian Lanjutkan jari manis dengan ibu jari saat mengucapkan “a”dan terakhir gunakan ibu jari dengan jari kelingking untuk huruf “i”.

7 Bantuan Gambar

Sebagian anak, mengingat kata akan lebih mudah jika mereka menghubungkannya dengan gambar. Ini adalah salah satu cara untuk melakukannya :

Tulis kata yang ingin diberikan pada kedua sisi kertas, misalnya kata “dua”. Pada satu sisi, Anda bersama anak bisa menggambar langsung pada kata tersebut. Misalnya, menambahan dua buah mata di atas huruf U untuk menggambar wajah tersenyum; atau menggambar angsa yang melambangkan bentuk angka “2”.

Menggunakan kata berilustrasi ini, latih si anak untuk mengasosiasikan kata tersebut dengan gambar dan huruf-huruf pembentuknya. Misalnya gambar dua pasang mata untuk mewakili kata “dua”.

Kalau sudah lancar membaca dengan cepat dan lebih mudah, alihkan latihan ke sisi lainnya dimana hanya ada teks kata “dua”.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar