Connect with us

Filsafat Pendidikan Islam

Ruh Manusia dalam al Qur’an Perspektif Filsafat Pendidikan Islam

Cecep Sumarna

Published

on

Ruh Manusia dalam al Qur'an Perspektif Filsafat Pendidikan Islam

Ruh Manusia dalam al Qur’an Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Terdapat banyak ayat dalam al Qur’an yang menerangkan tentang ruh banyak. Ayat-ayat dimaksud tidak sulit untuk didapatkan. Berrdasarkan pengamatan dan pelacakan yang mampu penulis lakukan, setidaknya terdapat 16 ayat al Qur’an yang menerangkan secara khusus tentang konsep ruh.

Sejauh yang mampu penulis kaji, masing masing ayat dimaksud juga ternyata memiliki variasi kontek yang sangat berbeda dalam pemahaman terhadapkata ruh dimaksud. Untuk itu, dibagian ini penulis mencoba menerangkan 16 ayat tersebut dan penafsirannya yang dilakukan para mufasir al Qur’an. Ayat-ayat dimaksud adalah sebagai berikut:

Q.S Al Hijr ayat 29

“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”

Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam. Perintah dimaksud, tentu setelah penciptaan Adam disempurnakan Tuhan. Proses penyempurnaan penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruhNya.

Atas perintahnya ini, Malaikat semuanya bersujud kecuali syeitan. Syeitan menganggap bahwa diirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api. Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.

Q.S As Sajdah: 9

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” Ayat ini memiliki relevansi dengan ayat lain, yakni Q.S Shad: 72 yang artinya: “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”

Q.S Al Mujadalah: 22

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

Ibn Kasir mengartikan kata biruhim minhu pada ayat diatas sebagai jiwa yang berasal dari Tuhan. Menurut Ibn Kasir (Juz VIII: 72) ayat ini turun berkaitan dengan sikap orang orang musyrik yang selalu menentang dan menolak ajaran Allah dan Rasulullah. keimanan dan kekufuran adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah dengan jiwa dan ruh Tuhan. Orang-orang itulah yang akan dimasukan kedalam syurga yang didalamnya mengalir sungai-sungai dan kekal di dalamnya.

Karena manusia berasal dari dua karakter yng berbeda, maka secara potensial, manusia juga memiliki dua potensi yang juga ganda dan diametral (kebaikan vs kejahatan). Namun demikian, perlu dicatatkan bahwa kebaikan manusia adalah ciri dasar, yang dalam leksikon teologis sering disebut fitrah.

Karena itu, tidak salah juga jika kalangan teosofi muslim menyebut pendidikan sebagai milik manusia karena hanya memang manuia satu-satunya jenis mahluk Tuhan yang dapat dididik. Dengan kata lain, pendidikan berfungsi untuk mempertahankan fungsi kefitrahan manusia.

Dan cita-cita itu, jika dikaitkan dengan diundangkannya UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, telah memiliki relevansinya yang sangat penting untuk menjadikan manusia sebagai pusat kajian dalam pelaksanaan pendidikan. By. Prof. Cecep Sumarna

Continue Reading
108 Comments

108 Comments

  1. Avatar

    Linah Nahdiyatul Ummatus Sani

    09-10-2018 at 18:40

    Linah Nahdiyatul Ummatus Sani
    Tadris Ips A/1

    Allah memberikan ruh kepada manusia setelah Allah menciptakan fisik manusia seperti yang di jelaskan di

    Q.S Al Hijr ayat 29
    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”

    Setelah Allah menciptakan adam Allah memberikan ruh, dan pada saat itu Allah menyuruh malaikat dan syetan untuk sujud kepada adam
    Namun hanya malaikat yang mau , syetan tidak mau bersujud karena syetan menganggap dirinya yang paling sempurna .

  2. Avatar

    Fenny Sri Ayuni

    09-10-2018 at 11:02

    Ruh adalah unsur non- materi yang ada dalam jasad yang diciptakan oleh tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan.
    Sebagaimana ayat alquran pada Qs. Al hijr ayat 29
    “Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadianya, dan telah meniupkan kedalam ruh (ciptaan) ku, maka tunduklah kamu kepadaNya dengan bersujud.”
    Jadi pada dasarnya manusia diciptakan oleh tuhan untuk beribadah kepada Tuhan.
    Manusia berasal dari dua karakter yang berbeda, secara potensial, manusia juga mempunyai 2 potensi yang juga ganda dan diametral (kebaikan vs kejahatan). Namun demikian, kebaikan manusia adalah ciri dasar, yang dalam leksikon sering disebut fitrah, manusia adalah satu-satunya jenis makhluk yang dapat dididik, dengan kata lain untuk mempertahankan fungsi kefitrahan manusia.

  3. Avatar

    Dila fadila

    09-10-2018 at 10:51

    Dila fadila – semester 1
    fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan
    jurusan tadris IPS
    Ruh adalah ciptaan Allah yang diberikan kepada manusia sebagai tanda telah diciptakannya manusia seluruhnya. Seperti yang di sebutkan dalam qur’an surat Al-Hijr ayat 29.
    Ayat tersebut menurut ibnu katsir adalah menggambarkan perintah Allah kepada malaikat , jin dan syaiton untuk bersujud kepada nabi Adam setelah penciptaan Adam di sempurnakan, yaitu dalam wujud fisiknya dan ditiupkan ruhnya.
    Keimanan dan kekufuran adalah hal yang telah ditetapkan Allah dengan jiwa dan ruh tuhan .
    Karena itu manusia memiliki potensi dumetral (kebaikan dan kejahatan)
    Namun kebaikan manusia adalah ciri dasar yang dalam leksikon teologis disebut fitrah.

  4. Avatar

    Mustari

    09-10-2018 at 09:12

    Kemudian dia menyempurnakannya dan meniupkan roh ciptaan-Nya kedalam tubuh nya dan dia menjadikan pendengaran,penglihatan dan hati bagimu tetapi sedikit sekali kamu bersyukur,dia menyempurnakan penciptaan Adam dan meniupkan kedalam tubuhnya sebagian dari roh-Nya yakni dia menjadikan nya hidup dapat merasa atau mempunyai perasaan,telinga jadikan pendengar yang baik dengan mendengarkan ayat suci alquran,mata jadikanlah penglihat yang baik melihat membaca ayat suci alquran atau panorama keindahan alam yang dia ciptakan dan bersyukurlah kepada yang maha kuasa dan maha kaya.

  5. Avatar

    Fanny Indria C.O 1/A /IPS

    09-10-2018 at 08:04

    Ruh manusia adalah suatu yang diciptakan oleh tuhan sebagai peran penting yang ada dalam kehidupan, karena tanpa adanya ruh yang di maasukkan ke jiwa yang berupa mamusia, kehidupam jagat raya tidak terpenuhi dan tidak sejalan. Ruh yang ada pada jiwa berupa manusia memiliki 2 sisi yang berupa kebaikan dan kejahatan dan karena sempurnanya ruh, tuhan memerintahkan syaiton dan malaikat untuk bersujud tapi yang bersujud hanya malaikat sedangkan syaiton tidak ,karena syaiton merasa bahwa dirinya yang lebih baik dan lebih sempurna. Manusia makhluk sempurna dikarenakan punya kelebihan berupa hati dan akal yang berbeda dari ciptaam yang lain, selain itu hati dan akal juga berperan sebagai pengendalinya . tidak hanya itu manusia juga di bentuk dalam wujud yang sempurna karena dengan mengamalkan keimanan ,ketakwanan,dan kepeduliaan nya kepada sesama nya yang menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang padanya.

  6. Avatar

    Dina Mahmudatussalimah

    09-10-2018 at 06:39

    Dina Mahmudatussalimah
    FITK Tadris IPS-A/semester 1
    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Menurut pemahaman saya ruh adalah sesuatu yang hidup didalam jasad manusia, itulah sebeb awal kehidupan manusia.
    Ruh sendiri berkaitan dengan awal penciptaan seperti pada ayat yang berbunyi ” Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ruh (ciptakaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”
    Pada Ibd Nasir (jilid IV:517-518) berpendapat bahwa Allah menyuruh Malaikat dan Syaitan untuk tunduk pada Adam setelah berwujud manusia sempurna dalam bentuk fisik. Malaikat bersujud tetapi Syaitan menentang karena merasa dirinya paling mulia yang tercipta dari Api, sedangkan Adam dari tanah.
    Manusia memiliki 2 karakter yaitu (kebaikan vs kejahatan) dan perlu dicatat bahwa kebaikan manusia merupakan dasar fitrah. Yang merupakan ciptaan Allah yang hanya bisa dididik dan diberi pengetahuan lebih oleh Allah.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  7. Avatar

    Dina Mahmudatussalimah

    09-10-2018 at 06:35

    Dina Mahmudatussalimah
    FITK Tadris IPS-A/semester 1
    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Menurut pemahaman saya ruh adalah sesuatu yang hidup didalam jasad manusia, itulah sebeb awal kehidupan manusia.
    Ruh sendiri berkaitan dengan awal penciptaan seperti pada ayat yang berbunyi ” Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ruh (ciptakaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” dan ayat lainnya yang menerangkan penciptaan dan makna ruh.
    Pada Ibd Nasir (jilid IV:517-518) berpendapat bahwa Allah menyuruh Malaikat dan Syaitan untuk tunduk pada Adam setelah berwujud manusia sempurna dalam bentuk fisik. Malaikat bersujud tetapi Syaitan menentang karena merasa dirinya paling mulia yang tercipta dari Api, sedangkan Adam dari tanah.
    Manusia memiliki 2 karakter yaitu (kebaikan vs kejahatan) dan perlu dicatat bahwa kebaikan manusia merupakan dasar fitrah. Yang merupakan ciptaan Allah yang hanya bisa dididik dan diberi pengetahuan lebih oleh Allah.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  8. Avatar

    Variana Bella

    08-10-2018 at 23:45

    Ruh Manusia dalam al Qur’an Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Terdapat banyak ayat dalam al Qur’an yang menerangkan tentang ruh banyak. Ayat-ayat dimaksud tidak sulit untuk didapatkan. Berrdasarkan pengamatan dan pelacakan yang mampu penulis lakukan, setidaknya terdapat 16 ayat al Qur’an yang menerangkan secara khusus tentang konsep ruh.

    Sejauh yang mampu penulis kaji, masing masing ayat dimaksud juga ternyata memiliki variasi kontek yang sangat berbeda dalam pemahaman terhadapkata ruh dimaksud. Untuk itu, dibagian ini penulis mencoba menerangkan 16 ayat tersebut dan penafsirannya yang dilakukan para mufasir al Qur’an. Ayat-ayat dimaksud adalah sebagai berikut:

    Q.S Al Hijr ayat 29
    Q.S As Sajdah: 9
    Q.S Al Mujadalah: 22

  9. Avatar

    Khumairoh

    08-10-2018 at 23:28

    Ruh manusia menurut perspektiif filsafat pendidikan islam , setidaknya terdapat 16 ayat yang menerangkan konsep ruh, yaitu:
    1. Q.S Al Hijr ayat 29
    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”
    Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam. Perintah dimaksud, tentu setelah penciptaan Adam disempurnakan Tuhan. Proses penyempurnaan penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruhNya.
    2. Q.S As Sajdah: 9
    “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” Ayat ini memiliki relevansi dengan ayat lain, yakni Q.S Shad: 72 yang artinya: “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”
    3. Q.S Al Mujadalah: 22
    “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”
    Ibn Kasir mengartikan kata biruhim minhu pada ayat diatas sebagai jiwa yang berasal dari Tuhan. Menurut Ibn Kasir (Juz VIII: 72) ayat ini turun berkaitan dengan sikap orang orang musyrik yang selalu menentang dan menolak ajaran Allah dan Rasulullah. keimanan dan kekufuran adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah dengan jiwa dan ruh Tuhan. Orang-orang itulah yang akan dimasukan kedalam syurga yang didalamnya mengalir sungai-sungai dan kekal di dalamnya.

  10. Avatar

    Nur Raudotul Zanah dari Tadris IPA A

    08-10-2018 at 23:06

    Manusia berasal dari dua kata karakter yang berberda. Secara potensial juga manusia memiliki potensi yang juga ganda dan diatmeral ( kebaikan vs kejahatan). Perlu dicatat bahwa kebaikan manusia ciri dasar dalam leksikon teologis yang sering banget disebut fitrah.
    Tidak salah juga kalangan para teosofi muslim karena memang hanya manusia satu satunya yang dapat di didik. Pendidikan juga untuk mempertahankan fungsu kefitrahan manusia.
    Jadi ruh adalah sekumulan unsur non materi yang ada dalam jasad manusia yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. Alasan bahwa jiwa atau ruh itu adalah urusan Allah SWT yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali hanya Allah SWT (Qs Al-isr (17):85)
    Jasad adalah anggota tubuh manusia yang terdiri dari mata, mulut, telingga dsb. Dijadikan dari tanah liat yang termasuk dalam derajat paling rendah. Ada kaitan antara ruh dengan jiwa. Tetapi, jiwa banyak yang mengaitkannya dengan diri manusia padahal berkaitannya dengan derajat atau kedudukan manusia paling rendah dan paling tunggu. Jiwa dibagi menjadi dua menurut jalan nya yaitu menuju hawa nafsu, dan menuju hakikat manusia.
    Terdapat banyak ayat dalam al Qur’an yang menerangkan tentang ruh banyak. Ayat-ayat dimaksud tidak sulit untuk didapatkan. Berrdasarkan pengamatan dan pelacakan yang mampu penulis lakukan, setidaknya terdapat 16 ayat al Qur’an yang menerangkan secara khusus tentang konsep ruh. Q.S Al Hijr ayat 29

    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” ada juga surat lain yang berhubungan ruh.
    Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam. Perintah dimaksud, tentu setelah penciptaan Adam disempurnakan Tuhan. Proses penyempurnaan penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruhNya.

    Atas perintahnya ini, Malaikat semuanya bersujud kecuali syeitan. Syeitan menganggap bahwa diirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api. Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.

  11. Avatar

    Esa Ainnunnisa

    08-10-2018 at 22:16

    Assalamualaikum wr. wb
    Roh (Arab:روح) adalah unsur non materi yang ada dalam jasad yang diciptakan tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. Dalam al-qur’an ternyata kata ar-ruh itu mempunyai banyak makna tidak hanya satu arti contohnyh makna kata ar-ruh seseorang sedang berjalan, berbicara maka orang tersebut masih ada ruhnya awrtinya hidup atau masih bernyawa. Dan kita tidak mengetahui seperti apa wujud atau bentuk dari ruh tersebut maka yang tahu tentang ruh adalah Allah swt hanya urusan Allah swt.salah satunya yaitu ayat yang terdapat dalam surat Al-isra Allah berfirman “Dan mereka bertanya kepadamu (muhammad) tentng ruh katakanlah “ruh itu termasuk urusan tuhanku sedangkan kamu di beri pengetahuan hanya sedikit”.

  12. Avatar

    Esa Ainnunnisa

    08-10-2018 at 22:03

    Dalam al-qur’an ternyata kata ar-ruh itu mempunyai banyak makna tidak hanya satu arti contohnyh makna kata ar-ruh seseorang sedang berjalan, berbicara maka orang tersebut masih ada ruhnya artinya hidup atau masih bernyawa. Dan kita tidak mengetahui seperti apa wujud atau bentuk dari ruh tersebut maka yang tahu tentang ruh adalah Allah swt hanya urusan Allah swt.salah satunya yaitu ayat yang terdapat dalam surat Al-isra Allah berfirman “Dan mereka bertanya kepadamu (muhammad) tentng ruh katakanlah “ruh itu termasuk urusan tuhanku sedangkan kamu di beri pengetahuan hanya sedikit”.

  13. Avatar

    khofifah

    08-10-2018 at 21:52

    assalamu’alaikum..
    menurut para sufi, Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna di dunia ini. Hal ini, Seperti yang di katakan Syaikh al- Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi, manusia bukan saja karena merupakan khalifah Allah di bumi yang dijadikan sesuai dengan cutranya, tetapi juga karena ia merupakan madzaz (penampakan atau tempat kenyataan) Asma dan sifat Allah yang paling lengkap dan menyeluruh.
    Allah menjadikan Adam (manusia) sesuai dengan citranya. Setelah jasad Adam dijadikan dari alam jisim, kemudian Allah meniupkan ruh nya ke dalam jasad Adam. Allah berfirman, “Maka apabila aku telah menyemprnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”. (QS.Al-Hijr:29).
    jadi, jasad manusia menurut para sufi , hanyalah alat, perkakas atau kendaraan bagi ruhani dalam melakukan aktivitasnya. Manusia pada hakikatnya bukanlah jasad lahir yang diciptakan dari unsur-unsur materi, akan tetapi ruhani yang berada dalam dirinya yang selalu mempergunakan tugasnya.ruh berasal dari alam dan memerintah dan menggunakan jasad sebagai alatnya. Ruh berasal dari alam arwah dan memerintah dan menggunakan jasad sebagai alatnya. ruh berasal dari tabiat ilahi dan cenderung kembali ke asal semula. Ruh selalu dinisbahkan kepada Allah dan tetap berada dalam keadaan suci. karena ruh bersifat keruhanian dan selalu suci, maka setelah ditiup Allah dan berada dalam jasad, ia tetap suci. Ruh didalam diri manusia berfungsi sebagai sumber moral yang baik dan mulia.

  14. Avatar

    Yetti Rohayati kelas Ips A / 1

    08-10-2018 at 21:45

    Assalamualaikum wr wb
    Setelah saya membaca materi tentang ruh manusia dalam al-qur’an perspektif filsafat pendidikan islam, saya mengetahui bahwa banyak sekali ayat dalam al-qu’an yang menerangkan tentang ruh manusia.
    Manusia terdiri dari jasad dan ruh
    Jasad adalah bentuk fisik manusia itu sendiri
    Sedangkan ruh bisa menentukan baik buruknya perbuatan manusia. Ruh di tiupkan oleh Allah sejak manusia berada dalam kandungan ibu nya setelah berusia 4 bulan.
    Sebagai manusia kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala rahmat yang telah di berikan-Nya.
    Disamping itu juga kita harus menuntut ilmu, karena menuntut ilmu adalah ibadah, dan agar bisa menjadi pendidik yang baik dan berakhlak mulia

  15. Avatar

    Firda Dwi Septiani Tadris IPS A Semester 1

    08-10-2018 at 21:09

    Assalamualaikum
    Ruh merupakan suatu unsur yang terdapat di dalam jasad sebagai tanda adanya kehidupan. Terdapat 16 ayat Al-Quran yang menerapkan secara khusus tentang konsep ruh. Menurut saya terciptanya ruh itu sebagai penyempurnaan manusia yang akan selalu besyukur atas nikmat yang Allah berikan dan sebagai perintah tuhan bahwa kita sebagai manusia harus tunduk kepada Allah SWT, karena keimanan dan kekufuran adalah sesuatu yang ditetapkan Allah dan orang seperti itulah yang akan dimasukkan kedalam surganya Allah SWT. Dan manusia itu memiliki sikap diametral, yang demikian bahwa kebaikan manusia adalah ciri dasar dan manusia dilahirkan ke dunia dianggap sudah memiliki nilai fitrah beriman kepada Allah dan ajaran yang lurus.

  16. Avatar

    Aulia Sandra

    08-10-2018 at 18:55

    Ruh itu asas, pendidikan adalah tujuannya. Yang dimana tujuan sebagaimana fungsinya utk memperkukuh diri. Pendidikan hanya akan berkaitan pada ruh manusia, karena manusia memiliki 3 dzat keistimewaan sprti, an-nus, akal, dan jiwa. 3dzat trsbut yang mampu menerima pendidikan, pada hakikatnya pendidikan hadir ketika ruh didalam jasad kita hadir pula. Karena Allah tdk akan mungkin menciptakan suatu kaum jika tdk ada visi misi nya tersendiri. Dalam pendidikan, Allah membiarkan ruh kita untuk terus memilih. Antara potensi kebaikan atau keburukan. Dalam potensi kebaikan akan terlahir sbuah ke positifan, yang dimana kebaikan merupakan ciri dasar. Dalam lesikon teologis juga dikatakan bahwa kebaikan disebut juga sbuah kefitrahan. Yang dmna kefitrahan kita tergantung pada ruh kita. Sebab Allah telah berfirman pada ayat, yang ber artikan Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” dalam konteks ini berkaitan ruh dg pendidikan. Yang dimana cara besyukur kita pada penglihatan,pendengaran, maupun hati Allah meminta agar hambanya bersyukur atas nikmat yang diberikan. Yang dimana bersyukur melalui pendidikan.

  17. Avatar

    Ihya ramdhani

    08-10-2018 at 12:31

    Assalamualaikum

    Dari artikel di atas dapat kita simpulkan bahwa banyak sekali yang menerangkan tentang ruh, ruh adalah sesuatu yang di tiupkan dari ALLAH kepada jasad yaitu bertujuan untuk semata mata bersujud kepada-NYA tetapi terkadang manusia itu sendiri lupa bersyukur sehingga manusia tersebut sering mengalami konflik batin antara kebaikan dan kejahatan dalam diri nya. seperti dalam QS.As sajdah bahwasannya dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati oleh sebab itu kita sudah sepantas nya banyak bersyukur kepada sang pencipta atas apa yang telah diberikan kepada kita dari ALLAH SWT.

  18. Avatar

    Sindi Purnaningsih

    08-10-2018 at 11:20

    Aqbcjshshk

  19. Avatar

    Olga Fauzia Ifada

    08-10-2018 at 05:04

    Olga Fauzia Ifada(Tadris IPS 1/A)

    Assalamualaikum wr.wb
    Terdapat banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang ruh. Salah satunya yang paling sering kita dengar, yaitu QS. Al-Hijr ayat 29. Yang menceritakan tentang Allah meniupkan ruh kepada Nabi Adam, kemudian Allah membuat perintah agar para malaikat bersujud kepada Nabi Adam. Tetapi hanya syaitan saja yang tidak bersujud, lalu dia menganggap bahwa dirinya adalah wujud yang paling sempurna yang terbuat dari api. Begitu juga dengan ayat-ayat yang lain yang menjelaskan tentang ruh. Adapun, manusia berasal dari 2(dua) karakter yang berbeda yaitu kebaikan dan kejahatan. Kebaikan sendiri merupakan ciri dasar, jika kita berlaku baik, saling menghormati, saling membantu sesama lainnya itu juga bisa dikatakan sebagai fitrah/suci karena kita telah melalukan perbuatan yang baik. Dan ada salah satu kalangan teosofi muslim menyebutkan bahwa manusia adalah satu-satunya mahluk Allah yang mudah untuk didik. Maka, pendidikan bisa mempertahankan kefitrahan manusia.

  20. Avatar

    Mila Yunika Maulidina T. Ips A / smt 1

    07-10-2018 at 21:27

    AssalamualaikumWr.wb
    Setelah saya membaca tulisan dari bapak saya dapat mengetahui beberapa ayat Al -qur’an. Ayat-ayat dimaksud adalah sebagai berikut :
    Q.S Al Hijr ayat 29 “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”. Tuhan memperintahkan malaikat dan syaiton untuk sujud kepada Adam, tetapi malaikat saja yang menuruti perintah tuhan. Sedangkan syaiton menolak untuk sujud ke Adam, karena syaiton beranggapan dialah mahkluk tuhan yang sempurna. padahal ruh manusia ditiupkan oleh allah pada usia kandungan berusia 4bulan, maka manusia merupakan mahluk yang paling sempurna dan tinggi derajatnya yang di ciptakan oleh allah swt.
    Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel diatas, bahwa manusia terdiri dari dua karakter yang berlawanan (kebaikan vs kejahatan). Namun demikian, perlu dicatatkan bahwa kebaikan manusia adalah ciri dasar, yang dalam leksikon teologis sering disebut fitrah.
    Karena itu, tidak salah juga jika kalangan teosofi muslim menyebut pendidikan sebagai milik manusia karena hanya memang manuia satu-satunya jenis mahluk Tuhan yang dapat dididik. Dengan kata lain, pendidikan berfungsi untuk mempertahankan fungsi kefitrahan manusia.
    wassalamualaikum wr.wb

  21. Avatar

    Mohamad Aim Mubarok

    07-10-2018 at 21:26

    Manusia itu terdiri dari 3 unsur ; 1.Ruh 2.Jssad 3.Akal. Allah menciptakan ruh itu secara bersamaan, namun Allah meniupkan pada setiap jasad manusia itu secara berbeda masa atau waktu. Allah menciptakan ruh sebelum Allah menciptakan jasad sebagaimana dalam Al-Qur’an dalam surat Maryam ayat 9 yang berbunyi : Tuhan berfirman : “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.
    Ruh yang menggerakkan badan atau jasmani suatu saat akan meninggalkan badan atau jasmaninya ketika manusia menemui ajalnya atau kematian.
    Pendidikan awal manusia itu ketika ruh ditiupkan kepada janin yang ada dalam kandungan.

  22. Avatar

    Aena khusnul

    07-10-2018 at 21:09

    Ruh berupa benda (jasad) yang memiliki dimensi bersifat metafisik. Menurut filosof manusia itu memiliki 2 sisi yang berbeda yang terletak pada dimensi jasadiyah dan dimensi ruhiyah bahasa lain juga mengatakan dimensi prophan (duniawi) dan mutlak (ukhrawi). Dan manusia purba. Sering mengalami konflik antara kebaikan dan kejahatan yang ada pada dirinya. Di dalam Al-Qur’an juga banyak yang menjelaskan tentang ruh yang ada pada manusia, salah satunya yaitu dalam Qur’an surat al-hijjr ayat 29 yang artinya ” maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)ku, maka tundukkan kamu dengan bersujud”. Ada salah satu pendapat yang mengatakan bahwa dari ayat tersebut menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada nabi Adam. Kemudian semuanya bertunduk kepada nabi Adam kecuali syetan karena ia merasa bahwa dirinya paling sempurna karena hanya ia lah yang diciptakan dari api sedangkan yang lainnya dari tanah.

  23. Avatar

    Melin Andini Deski

    07-10-2018 at 20:24

    Sungguh Allah adalah Dzat yang Maha Sempurna, Tiada tandingan Selain Ia. Allah ciptakan manusia dengan akal dan fikiran agar mereka dapat membedakan yang baik dan yang buruk (Kebaikan dan keburukan)lalu Allah berikan pilihan kepada setiap Hamba – Hamba Nya untuk berbuat dan memilih apa yang ingin mereka kerjakan dimuka bumi. Ia berikan petunjuk kepada hamba – hamba nya melalui kitab Al-Quran agar mereka semua mengkaji nya. Ia ciptakan manusia dengan kesempurnaan dan tanpa kekurangan, Ia tiupkan ruh kepada janin janin yang berada dalam kandungan seorang ibu. Agar mereka menjadi pemimpin dan penegak kebenaran atas agama Allah. Seperti dalam Qs. As-sajadah ayat 9 “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalamnya Roh (Ciptaan) – Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati (tetapi kamu sedikit sekali bersyukur)”.

  24. Avatar

    Nur hasanah t.ips 1/a

    07-10-2018 at 20:18

    Ruh merupakan bagian dari jasad ruhani. Karena mereka saling memengaruhi. Jasad hanyalah alat untuk ruh dan ruh mendatamgi jasad sebagai substansi. Ruh bertugas mengatur dan bertindak pada jasad dimana dalam riwayat Qs. Al hijr ayat 29 bajwa “Allah telah menyempurnakan wujud fisik nabi adam. Yang tergabungnya ruh dan jasad”

  25. Avatar

    Evi yanah

    07-10-2018 at 20:12

    Asalamualyqum wr. Wb.
    Eviyanah semester 1 tadris ips
    Ruh manusia
    Ruh adalah nyawa manusia yang allah berikan untuk menghidupkan manusia.
    Manusia pertama yang diciptakan allah adalah nabi adam sebnarnya yg pertama adalah babi muhammad, nabi muhammad sudah di buatkan tapi masih dalam bentuk cahaya, jadi definisinya manusia pertama adalah nabi adam, nabi adam terbuat dari tanah allah memberikan pelanet bumi kepada manusia untuk bisa bersujud bertawakal dan dipergunakan dengan semestinya, allah menyuruh malaikat, jin setan untuk bersujud kepada nabi adam tetapi setan menolak karna dia berfikir bahwa dirinya diciptakan oleh api karena itu dia tidak mau bersujud kepda nabi adam .

  26. Avatar

    rizky badillah

    07-10-2018 at 19:10

    Sesungguhnya allah menciptakan manusia dengan tanah dan di sempurnakan dengan ruh. Dan dengan ruh lah adanya kehidupan dalam jasad manusia. Allah berfirman dalam al-qur’an Q.S Adh-Dhaariyat ayat 56; aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku . ruh dalam bahasa lainnya adalah yg biasa kita kenal adalah nyawa dan dengan ruh\nyawa lah manusia bisa hidup dengan sempurna. Allah memerintahkan kepada jin dan malaikat untuk bersujud kepada nabi adam dan hanya iblis lah yg tak mau bersujud dikarenakan syaiton berpendapat bahwanya dia lah (syaiton) lebih mulia dari pada nabi adam. dan manusia pun memiliki dua sifat yaitu sifat baik dah sifat kejahatan.

  27. Avatar

    Tanti Widiastuti

    07-10-2018 at 18:11

    Malaikat semuanya bersujud kepada Allah Swt kecuali syaiton karena syaiton menganggap bahwa dirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia telah diciptakan dari api. Sementara itu, manusia tercipta dari tanah. Keimanan dan kekufuran adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah dengan jiwa dan ruh Tuhan. Karena manusia berasal dari dua karakter yang berbeda, maka secara potensial manusia juga memiliki dua potensi yang juga ganda dan diametral (kebaikan dan kejahatan). Karena itu, tidak salah juga jika kalangan teosofi muslim menyebut pendidikan sebagai milik manusia karena hanya manusia sebagai makhluk Tuhan yang dapat dididik.

  28. Avatar

    Sri Haryanti

    07-10-2018 at 16:04

    Assalamualaikum
    Saya Sri Haryanti Mahasiswi Semester 1/B Jurusan Tadris Ips
    Setelah saya membaca artikel yang Bapak buat, ada banyak pengetahuan baru yang saya terima. Meliputi
    Manusia mempunyai dua unsur penting yaitu Ruh dan Jasad. Ruh adalah unsur non materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. Ruh juga merupakan sumber kehidupan yang halus, bersih dan bebas dari pengaruh hawa nafsu. Ruh merupakan salah satu unsur yang wajib ada pada manusia setelah jasad. Ruh yang bersih akan menciptakan hati dan fikiran yang baik daj bebas sehingga mampu menunjang akal untuk memperoleh dan menuntut ilmu, seperti menurut Imam Al-Ghazali : Gerak gerik jasad pun dipengaruhi oleh ruh, maka itu penting untuk menerima pendidikan, baik pendidikan yang bersifat agama ataupun umum.
    Ada juga banyak ayat yang menyinggung tentang roh, seperti
    Q.s As Sajdah :9 ” Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (Ciptaan) -Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran,penglihatan dan hati, (Tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur ”
    Adapun pada ayat yang lain
    Qs Shad:72 yang artinya ” Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya roh (Ciptaan) ku maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya ”
    Maka artinya ruh masuk dalam tubuh manusia ketika tubuh tersebut siap menerimanya. Manusia merupakan makhluk paling sempurna diantara ciptaan Allah yang lain. Manusia diberi ruh dan jasad sedangkan yang lain hanya ruh nya saja, maka pantas saja semuanya diperintahkan untuk sujud disana. Tetapi tidak dengan syaiton, dia enggan bersujud kepada Adam (Manusia).
    Sekian, Terimakasih
    Wassalam

  29. Avatar

    Amellyanti

    06-10-2018 at 00:37

    Ruh adalah lain dari badan dan mempunyai wujud sendiri .yang maksudnya ruh adalah unsur non materi yang ada dalam jasad yang diciptakanoleh Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. Hal tersebut tercantum dalam Al-Qur’an QS. Al- hijr ayat 29 ,” maka apabila aky telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalam ruh ( ciptaan) ku maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Ibnu kasir berpendapat bahwa ayat tersebut menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada nabi Adam , malaikat semuanya bersujud kecuali syeitan. Syeitan mengangap bahwa dirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api sementara manusia tercipta dari tanah.

  30. Avatar

    Fasya Hamdan Akbar

    05-10-2018 at 14:48

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Saya fasya, dari ips 1/B… Sungguh menarik tulisan bapak ini, Setelah saya membaca artikel/tulisan ini saya mendapat pengetahuan baru tentang ruh. Manusia itu terdiri dari jasad dan ruh. Dalam filsafat dan tasawuf disebutkan ada 4 istilah yang saling berkaitan yaitu an-nafs, ruh, al-qalb dan al-aql. Ruh sendiri memiliki dimensi lain yang bersifat metafisik, ruh juga adalah sesuatu yang halus, bersih dan bebas dari pengaruh hawa nafsu yang merupakan rahasia Alloh SWT. Yang hanya bisa diketahui oleh manusia tertentu setelah Alloh SWT. Memberikan kasyf kepadanya. Sebagaimana dijelaskan dalam al-qur’an “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh, katakanlah ‘Ruh itu termasuk urusanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit’ “. (Q.S Al-Isro : 85).
    Menurut imam Al-Ghozali, berkesimpulan bahwa ruh dan jasad itu memiliki hubungan yang saling memengaruhi. Gerak gerik jasad pun dipengaruhi oleh ruh, maka dari itu penting untuk menerima pendidikan. Baik pendidikan agama yang berpedoman pada Al-Quran dan Al-Hadist, dan juga pendidikan umum lain seperti, ilmu sosial, ilmu politik, ilmu ekonomi dan yang lainnya. Supaya kita pandai bersyukur dan mengarah pada jalan yang lebih baik. “Kemudian telah aku sempurnakan kejadiannya dan aku tiupkan roh (ciptaan)-ku kepadanya, maka tunduklah kamu dan bersujud (bersyukur) kepadanya”. (Q.S Shaad : 72).

  31. Avatar

    Fasya Hamdan Akbar

    05-10-2018 at 14:43

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Saya fasya, dari ips 1/B… Sungguh menarik tulisan bapak ini, Setelah saya membaca artikel/tulisan ini saya mendapat pengetahuan baru tentang ruh. Manusia itu terdiri dari jasad dan ruh. Dalam filsafat dan tasawuf disebutkan ada 4 istilah yang saling berkaitan yaitu an-nafs, ruh, al-qalb dan al-aql. Ruh sendiri memiliki dimensi lain yang bersifat metafisik, ruh juga adalah sesuatu yang halus, bersih dan bebas dari pengaruh hawa nafsu yang merupakan rahasia Alloh SWT. Yang hanya bisa diketahui oleh manusia tertentu setelah Alloh SWT. Memberikan kasyf kepadanya. Sebagaimana dijelaskan dalam al-qur’an “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh, katakanlah ‘Ruh itu termasuk urusanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit’ “. (Q.S Al-Isro : 85).
    Menurut imam Al-Ghozali, berkesimpulan bahwa ruh dan jasad itu memiliki hubungan yang saling memengaruhi. Gerak gerik jasad pun dipengaruhi oleh ruh, maka dari itu penting untuk menerima pendidikan. Baik pendidikan agama yang berpedoman pada Al-Quran dan Al-Hadist, dan juga pendidikan umum lain seperti, ilmu sosial, ilmu politik, ilmu ekonomi dan yang lainnya. Supaya kita pandai bersyukur dan mengarah pada jalan yang lebih baik. “Kemudian telah aku sempurnakan kejadiannya dan aku tiupkan roh (ciptaan)-ku kepadanya, maka tunduklah kamu dan bersujud (bersyukur) kepadanya”. (Q.S Shaad : 72). Terimakasih
    Wassalamualaikum Wr. Wb

  32. Avatar

    Fasya Hamdan Akbar

    05-10-2018 at 14:36

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Saya fasya, dari ips 1/B… Sungguh menarik tulisan bapak ini, Setelah saya membaca artikel/tulisan ini saya mendapat pengetahuan baru tentang ruh. Manusia itu terdiri dari jasad dan ruh. Dalam filsafat dan tasawuf disebutkan ada 4 istilah yang saling berkaitan yaitu an-nafs, ruh, al-qalb dan al-aql. Ruh sendiri memiliki dimensi lain yang bersifat metafisik, ruh juga adalah sesuatu yang halus, bersih dan bebas dari pengaruh hawa nafsu yang merupakan rahasia Alloh SWT. Yang hanya bisa diketahui oleh manusia tertentu setelah Alloh SWT. Memberikan kasyf kepadanya. Sebagaimana dijelaskan dalam al-qur’an “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh, katakanlah ‘Ruh itu termasuk urusanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit’ “. (Q.S Al-Isro : 85).
    Menurut imam Al-Ghozali, berkesimpulan bahwa ruh dan jasad itu memiliki hubungan yang saling memengaruhi. Gerak gerik jasad pun dipengaruhi oleh ruh, maka dari itu penting untuk menerima pendidikan. Baik pendidikan agama yang berpedoman pada Al-Quran dan Al-Hadist, dan juga pendidikan umum lain seperti, ilmu sosial, ilmu politik, ilmu ekonomi dan yang lainnya. Supaya kita pandai bersyukur dan mengarah pada jalan yang lebih baik. “Kemudian telah aku sempurnakan kejadiannya dan aku tiupkan roh (ciptaan)-ku kepadanya, maka tunduklah kamu dan bersujud (bersyukur) kepadanya”.

  33. Avatar

    Alvin Adam

    03-10-2018 at 21:14

    Bismillah
    @alfin adam ips c smt 1
    Manusia terdiri dari ruh dan jasad, karenanya Allah Swt menundukkan keduanya secara keseluruhan, baik ketika di mahsyar, diberi pahala maupun disiksa. Ruh adalah makhluk. Beberapa hadits mengidentifikasikan bahwa ruh adalah materi yang lembut. Bagi sementara pihak yang berkata bahwa ruh adalah qadim, merupakan kekeliruan besar.

    Ahli hakikat dari kalangan ahli sunnah berbeda pandangan soal ruh. Ada yang berpendapat, ruh adalah kehidupan, yang lain berpandangan ruh adalah kenyataan yang ada dalam hati, yang bernuansa lembut. Allah Swt menjalankan kebiasaan makhluk dengan mencipta kehidupan dalam hati, sepanjang arwahnya menempel di badan. Manusia hidup dengan sifat kehidupan, tetapi arwah selalu di cetak di dalam hati dan bisa naik ketika tidur dan terpisah dengan badan, kemudian kembali kepada-Nya

  34. Avatar

    Saefullah

    03-10-2018 at 20:06

    Dengan dasar qur’an diatas, perlu sekiranya manusia tidak memikirkan untuk apa manusia diciptakan dll, ada dua pendapat yang berkembang dikalangan manusia tentang masalah pertanyaan diatas, sperti dikisahkan syaikhul islam dan lain lainya. Diantara orang yang mngatakan lebih dahulu penciptaan roh ialah muhammad bin nashr al marwazi dan abu muhammad bin hazm. Orang orang yang berpendapat dalam bahwa roh lebih dahulu diciptakan dari pada badan, berhujah dengan firman allah : ” sesungguhnya kami telah menciptakan kalian,
    Lalu kmi bentuk tubuh kalian, kemudian kami katakan kepada para malaikat, ‘bersujud lah kalian kepada adam, maka mereka pun bersujud”(al a’raf:11).

  35. Avatar

    inayah . ips A / 1

    03-10-2018 at 14:55

    Ruh yaitu ciptaan Allah yang di berikan kepada setiap manusia sejak zaman Nabi Adam bisa kita kenal dengan sebutan jiwa atau nyawa, yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata.adapun jasad yaitu wujud manusia yg jelas-jelas bisa kita lihat atau nampak,Hal ini manusia mempunyai dua perbedaan yaitu jasadiyah dan ruhiyah .

  36. Avatar

    MELIYAH T ips A smt 1

    03-10-2018 at 00:17

    Ruh merupakan suatu bentuk non fisik yang di ciptakan oleh Allah swt,yang mana,mampu memberi suatu kehidupan kepada manusia,maksudnya adalah dengan adanya ruh,manusia dapat hidup.Ruh sendiri merupakan pelengkap atau penyempurna,seperti yang di jelaskan di QS.As sajadah ayat 9 yang artinya: kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan kedalam ruh (ciptaan) Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran dan hati (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.Ayat ini memiliki hubungan dengan ayat lain,yakni: QS Shad ayat 72 yang artinya: maka apabila telah ku sempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadaNya.

  37. Avatar

    miyah casmita 17

    02-10-2018 at 22:22

    Ruh di sebut kan dalam teori filsafat pendidikan Islam adalah berupa benda fisik(jasad) yang ada di dalam diri manusia Sebagi peserta Didik menurut kajian teori ruh pendidik dapat menyeimbangkan antara perbuatan yang di lakukan oleh jasad dan rohani manusia itu sendiri.
    Allah menciptakan manusia dengan ruh nya masing-masing untuk mendekat kan kepada sang pencinta nya jangan hanya untuk melakukan hal negatif di dunia sebaiknya manfaat kan ruh kita untuk hal positif seperti memperbanyak ibadah dan dikir.
    Tuhan menciptakan ruh sebagai tanda adanya kehidupan manusia di muka bumi inih
    Dan mengenai tulisan bapak inih sangat menarik untuk saya perdalam isi dan bagus dalam memilih kata kata yang di gunakan terimakasih
    Miyah casmita semester 1 ips C

  38. Avatar

    Tiara Novasari

    02-10-2018 at 19:10

    Banyak ayat al-qur’an yang menjelaskan tentang ruh manusia, yang mana ruh manusia itu adalah pemberian dari Tuhan. Salah satunya surat al-hijr ayat 29 Allah meniupkan (memberi) ruh kepada Adam kemudian menyuruh malaikat dan syaiton bersujud (menghomati) Adam malaikat bersujud akan tetapi syaiton tidak karena ia sempurna, merasa lebih baik diciptakan dari api sedangkan adam diciptakan dari tanah.
    Dan manusia diciptakan dari dua karakter yang berbeda yaitu kebaikan dan kejahatan, yang berpontensi untuk kembali ke fitrahnya.

  39. Avatar

    Sri Wahyuningsih kelas IPS/A semester 1

    02-10-2018 at 18:49

    Assalamualaikum, terdapat banyak al-Quran yang menerangkan tentang ruh, ayat29 dalam q.s al hijr misalnya menurut isi kandungan yang saya cermati, malaikat diperintahkan oleh Allah untuk bersujud dihadapan adam, perintahnya pun diturunkan setelah Alah menyempurnakan ciptaanya (adam) atau yang dimaksud ketika adam sudah berwujud fisik kemudian Allah meniupkan ruhnya. Dan dari perintah ini pula ada makhluk allah yaitu syiton yang merasa dirinya paling sempurna sehingga tidak mau bersujud kepada adam, syaiton beranggapan bahwa manusia hanya terbuat dari tanah sedangkan dirinya terbuat/berasal dari api.
    Adapun yang saya dapatkan dari q, s al mujadallah : 22 Allah akan ridho terhadap merekan yang merasa puas terhadap (limpahan rahmat) nya, dan juga Allah tidak akan mendapayi kaum tersebut diakhirat yang menentang Allah dan rosulnya, isi kandungan tersebut juga termasuk sikap orang-orang yang musyrik yang selalu menolak dan menentang ajaran Allah dan rosulnya. Orang-orang tersebut yang tidak akan dimasukkan ke syurga nantinya. Manusia juga memiliki 2 karakter potensial yaitu (kebaikan vs kejahatan) kebaikan manusia itu termasuk ciri-cirinya atau sering disebut jug fitrah, nah oleh karena itu juga kalangan teosofi muslim menyebutkan pendidikan sebagai milik manusia karena memang manusia jenis makhluk tuhan yang dpat di didik atay berfungsi untuk mempertahankan kefitrahan manusia.
    Mungkin itu yang dapat saya pahami menurut sudut pandangan sya setelah membaca Artikel bapa. Wassalamualaikum wr wb

  40. Avatar

    Sri Wahyuningsih kelas IPS/A semester 1

    02-10-2018 at 18:31

    Assalamualaikum, terdapat banyak al-Quran yang menerangkan tentang ruh, ayat29 dalam q.s al hijr misalnya menurut isi kandungan yang saya cermati, malaikat diperintahkan oleh Allah untuk bersujud dihadapan adam, perintahnya pun diturunkan setelah Alah menyempurnakan ciptaanya (adam) atau yang dimaksud ketika adam sudah berwujud fisik kemudian Allah meniupkan ruhnya. Dan dari perintah ini pula ada makhluk allah yaitu syiton yang merasa dirinya paling sempurna sehingga tidak mau bersujud kepada adam, syaiton beranggapan bahwa manusia hanya terbuat dari tanah sedangkan dirinya terbuat/berasal dari api.

  41. Avatar

    Nur Azizah

    02-10-2018 at 14:31

    Tuh sangat besar kaitan nya dengan ayat-ayat Alquran dimana ada banyak ayat Alquran yang menerangkan tentang ruh,ada 16 ayat Alquran yg menerangkan secara khusus tentang konsep ruh.
    Q.s Al-hijr ayat 29,proses terbentuk nya manusia itu di awali dengan konsep pembentukan secara fisik seperti bentuk tubuh,bentuk wajah,dan sebagainya.
    Setelah itu Allah meniupkan ruh kepada jasad manusia tersebut agar lebih sempurna, seperti Allah menciptakan nabi Adam, sebelum Allah meniupkan ruh nya, Allah menciptakan nabi Adam dengan bentuk fisik nya terlebih dahulu lalu untuk menyempurnakannya Allah meniupkan ruhnya.
    Q.s As-sajdah:9,menerangkan bahwa menciptakan wujud fisik manusia berupa penglihatan, pendengaran,hati dan masih banyak lagi tetapi tidak sedikit dari manusia yang kurang bersyukur.
    Q.s Al-mujadalah:22, manusia berasal dari dua karakter yang berbeda maka secara potensial juga ganda dan diametral (kebaikan vs kejahatan) namun demikian perlu di catatkan bahwa kebaikan manusia adalah ciri dasar yang dalam sering di sebut fitrah.
    Manusia terdiri dari ruh dan jasad karena Allah SWT menundukkan keduanya secara keseluruhan baik ketika di Mahsyar,di beri pahala maupun di siksa,ruh adalah makhluk.Ketika hadis mengidentifikasikan bahwa ruh adalah materi yang lembut.
    Bagi sementara pihak ruh adalah QADIM,al-ruh merupakan dimensi jiwa manusia yang sifatnya spiritual dan potensi yg berasal dari tuhan.Dimensi ini menyebabkan manusia memiliki sifat ILAHIYYAH (sifat ketuhanan)dan mendorong manusia untuk mewujudkan sifat manusia itu dalam kehidupannya di dunia.

  42. Avatar

    Miyah casmita

    02-10-2018 at 13:54

    Ruh dalam teori filsafat pendidikan Islam .dapat berupa fisik(jasad) manusia jadi seorang manusia hidup harus mempunyai ruh
    Ruh manusia berdasarkan Al quran perspektif filsafat pendidikan terdapat banyak ayat yang menjelaskan tentang ruh slaah satu nya di surat “q.s Al hijr ayat 29” berbunyi maka apabila aku telah menyempurnakan kejadian nya,dan telah meniupkan ke dalam nya ruh (ciptaanku) maka tunduklah kamu kepada nya dengan bersujud .
    Jdi sebagai manusia harus lah kita beribadah dan hendak tunduk kepada sang pencipta
    Terimakasih

  43. Avatar

    Indah ningsih

    02-10-2018 at 11:44

    Manusia berasal dari dua karakter yang berbeda, manusia juga memiliki dua potensi yang juga ganda dan diamentral (kebaikan dan kejahatan). Allah telah menerangkan dalam al-qur’an tentang perjalanan ruh manusia seperti dalam surah al-hijr ayat 29 ” maka apabilah aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupka kedalam nya ruh (ciptaan)Nya maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” mksdnya bahwa ketika seblum ruh itu ditiup kan ke dalan janin manusia ruh dan Allah sudah membuat perjanjian .. dimana ruh mengatakan ” bala syahid” kepada allah swt .

  44. Avatar

    Ristianah

    01-10-2018 at 22:48

    Dalam surat Al-Hijr ayat 29 menerangkan bahwa :
    “Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”
    Ibnu kasir (Jilid IV :517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada adam, perintah di maksud, tentu setelah penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai, di bentuk dalam wujud fisiknya kemudian, Tuhan meniupkan ruhnya.
    Jadi, Tuhan menciptakan Ruh kepada manusia untuk beriman dan bersujud kepadaNya. Dan manusia adalah satu-satunya makhluk Tuhan yang dapat di didik.

  45. Avatar

    Solehuddin al ayyubi

    01-10-2018 at 19:44

    Assalamualaikum wr.wb
    Banyak dalam alqur’an yang menerangkan tentang ruh.
    Manusia di ciptakan mempunyai 2 sifat yang berbeda yaitu kebaikan dan kejahatan.
    Awalnya allah menciptakan ruh itu suci dan bersih
    Dan ruh tersebut sudah di beri amanat atau janji oleh oleh allah untuk menempati janin.
    Setelah ruh masuk kedalam janin
    Tergantung pada diri kita untuk mau melakukan hal kebaikan atau kejahatan, karena suatu saat nanti suatu perbuatan tersebut akan di pertanggung jawabkan saat di akhirat nanti seperti contohnya tangan,telinga,mata dan organ tubuh lainya. Apakah di dunia bagian organ tubuh tersebut melakukan hal kebaikan atau kejahatan,tapi ada satu 1 organ tubuh pas di akhirat yang akan di kunci yaitu mulut.
    Karena organ tubuh itu akan mempertanyakan haknya di dunia sebagai mana mestinya.
    Wassalamualaikum wr.wb

  46. Avatar

    Sindi Purnaningsih

    01-10-2018 at 17:58

    Assalamualaikum,Ruh mempunyai beberapa makna tetapi mempunyai arti yang sama,ruh ditiupkan oleh Allah kepada manusia yaitu bertujuan untuk menyempurnakannya,ruh ditiup oleh Allah kedalam diri manusia itu pada usia dikandungan 4 bulan dimana segala sesuatu yang akan kita dapat didunia atau bisa disebut juga takdir sudah ditentukan atau sudah di bukukan oleh Allah SWT,Terdapat beberapa ayat yang menceritakan tentang tentang ruh,salah satunya yaitu QS Al Hijr:29 yang artinya “Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya,dan telah meniupkan kedalamnya (ruh) ciptaan-Ku ,maka tunduklah kamu kepada-Nya dengan bersujud” Dan ibn kasir berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada adam.
    Manusia berasal dari dua karakter yang berbeda dan manusia juga memiliki dua potensi yg berbeda yaitu kebaikan dan kejahatan

  47. Avatar

    Jack Wolf

    01-10-2018 at 13:03

    Ruh- adalah jiwa manusia yang ditiupkan oleh Allah setelah membentuk fisik manusia, lalu Allah menjadikannya kamu pendengaran, penglihatan tetapi manusia sedikit sekali bersyukur. manusia makhluk tertinggi derajatnya diantara makhluk ciptaan Allah lainnya, maka Dari itu Allah memerintahkan malaikat Dan syaiton bersujud kepada Nabi adam. Tapi syaiton menolaknya Karena dia berfikir derajat syaiton lebih tinggi Dari manusia, Karena syaiton diciptakan Oleh Allah Dari api sedangkan manusia Dari tanah. Manusia memiliki karakter Yang berbeda, maka manusia berpotensi menjadi jahat ataupun baik. Namun pada dasarnya bahwa kebaikan adalah ciri dasar manusia atau Dalam leksikon teologis disebut dengan fitrah. Karena itu, tidak Salah juga jika teosofi Muslim menyebut bahwa pendidikan itu milik manusia. Karena manusia satu-satunya jenis makhluk Allah Yang dapat di didik. Dengan kata lain pendidikan berfungsi untuk menjaga ke fitrahan manusia.

  48. Avatar

    Fajar Gilang Ramadhan

    01-10-2018 at 12:27

    Assalamualaikum
    Ruh adalah benda fisik atau jasad namun memiliki dimensi lain yang bersifat metafisik. Karena manusia berasal dari dua karakter yang berbeda yaitu terletak pada dimensi jasadiyah dan dimensi ruhiyah maka manusia pula memiliki dua potensial yang ganda yaitu berupa kejahatan dan kebaikan . Namun kebaikan manusia adalah ciri dasar atau bisa disebut juga fitrah manusia oleh karena itu Muslim menyebut pendidikan sebagai milik manusia sebab hanya manusia satu-satu nya makhluk ciptaan Allah yang dapat di didik sebab itu manusia butuh pendidikan untuk mempertahankan fitrah tersebut.
    Manusia pula terdiri dari dua unsur yaitu jiwa dan raga jika salah satu unsur tersebut hilang maka itu bukan manusia .
    Dalam surah al-hijr ayat 29 manusia adalah makhluk yang paling sempurna oleh karena itu Allah SWT memerintahkan para malaikat dan syetan untuk bersujud kepada Adam , malaikat semua bersujud kecuali syetan ia beranggapan dirinya lah yang paling sempurna karena ia diciptakan oleh Allah dari api sedangkan manusia dari tanah oleh sebab itu syetan dikeluarkan dari surga karena tidak menuruti perintah Allah SWT.
    Dalam surah yang lain yaitu As-Sajdah ayat 9 “Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan kedalam nya ruh atau ciptaan Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran , penglihatan , dan hati, tetapi kamu sedikit sekali bersyukur “.
    Yang membedakan manusia dengan ciptaan Allah lainnya adalah akal , manusia dibekali akal sedangkan makhluk Allah yang lain tidak dibekali akal oleh sebab itu Allah memerintahkan manusia untuk menjadi Khalifah atau pemimpin di muka bumi ini .
    *Nama*
    Fajar Gilang Ramadhan
    *Kelas* Ips 1B

  49. Avatar

    Endang kurniawati

    01-10-2018 at 11:58

    Di Qs.Al-hijr ibnu katsir berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam.perintah di maksud tertentu setelah penciptaan adam di sempurnakan tuhan. Proses penyempurnaan ini adalah ketika adam selesai di bentuk dalam wujud fisiknya,kemudian tuhan meniupkan ruhnya atas perintahnya ini,malaikat semua bersujud kecuali syetan.syetan menganggap bahwa dirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia,karena ia di ciptakan dari api.sementara itu, manusia tercipta dari tanah.
    Ibnu kasir mengartikan kata biruhim minhu pada ayat di atas sebagai jiwa yang berasal dari tuhan.menurut ibnu katsir ( juz Vlll: 72)ayat ini berkaitan dengan sikap orang – orang musyrik yang selalu menentang dan menolak ajaran allah dan Rasulullah keimanan dan kekufuran adalah sesuatu yang telah di tetapkan Allah dengan jiwa dan ruh tuhan.orang – orang itulah yang akan di masukkan ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai- sungai dan kekal di dalamnya.

  50. Avatar

    Aenu Muhtalifah intan

    01-10-2018 at 11:36

    Assalamualaikum wr.wb
    Ruh manusia dalam al quran perspektif filsafat pendidikan islam,
    Ruh setidaknya terdapat 16 ayat al quran yang menerangkan secara khusus tentang konsep ruh.
    Karena manusia berasal dari dua karakter yang berbeda,maka secara potensial yang juga ganda dan dia metral(kebaikan dan kejahatan).
    Dalam Al quran pun banyak ayat manusia,salah satunya yaitu ayat yang terdapat dalam surah as sajadah:9 yang artinya:kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaannya)dan dia menjadikan kamu pendengaran,penglihatan dan hati

  51. Avatar

    ARENA MOLFIYAH

    01-10-2018 at 11:29

    Ruh diberikan oleh Allah sejak dalam kandungan sampai meninggal.Dalam surahAl Isra ayat 85 dijelaskan bahwasanya ruh itu sebagian rahasia Allah yang tidak dapat dilihat/dirasakan oleh seorang manusia.Ruh itu diberikan oleh Allah kepada janin seorang ibu agar seorang bayi yang dilahirkan kedunia dapat memenuhi amanat amanat yang diberikan oleh Allah sebelum dilahirkan didunia

  52. Avatar

    NURHAYANI

    01-10-2018 at 11:20

    Ruh manusia dalam Al-Quran perespektif filsafat pendidikan islam .Berdasarkan pengamatan dan pelacakan yang mampu penulis lakukan,setidaknya terdapat 16 ayat Al-Quran yang menerangkan secara khusus tentang konsep ruh.
    Dalam( Q.S Al-Hijr ayat 29)”Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya ,dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan).ku,maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersyujud ”
    Ibn kasir (jilid IV: 517 -518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat utuk bersyujud kepada adam.Perintah dimaksud ,tentu setelah penciptaan adam disempurnakan Tuhan.Proses penyempurnaan penciptaan adam ini adalah ketika adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya ,kemudian Tuhan meniup ruhnya.Atas perintahnya ,malaikat semua bersujud kecuali syeitan .Syeitan menganggap bahwa dirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api .Sementara itu ,manusia tercipta dari tanah .
    Dalam (Q.S AS-sajdah :9)
    “Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan )-nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran ,penglihatan dan hati ;(tetapi )kamu sedikit sekali bersyukur.”
    Dalam( Q.S Al-Mujadalah :22)
    “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada ALLAH dan hari akhirat ,saling berkasih-sayang dengan orang -orang yang menantang ALLAH dan Rasulnya,sekalipun orang-orang itu bapak-bapak,atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.
    Ruh dalam teori filsafat pendidika islam ,dapat berupa benda fisik (jasad),tetapi sekaligus memiliki dimensi lain yang bersifat metafisis .Metafisis itu sendiri yaitu study tentang kebenaran atau realitas dari suatu ilmu.Karena,manusia memiliki dua dinensi yang berbeda secara diametral .Maka secara teoritik ,manusia selalu memiliki bentuk ganda yang juga diametral .Manusia selalu bertarung diantara kebaikan dan kejahatan.
    Menurut saya,ini yang menjadi masalah secara teoritik karena manusia memiliki bentuk ganda yang artinya manusia itu selalu bertarung dalam kebaikan dan kejahatan hal itulah yang menjadi masalah dalam teori filsafat pendidikan islam.Maka dari itu pendidikan harus bisa memberi motifasi kepada ruh dan jasad.Yaitu,dengan cara berdzikir agar hati terasa damai dan jasadpun ikut melakukan kegiatan positif agar manusia bisa mengendalikan hawa nafsu yang bisa berdampak baik ataupun buruk.
    Karena itu,tidak salah juga kalangan teosofi muslim menyebut pendidikan sebagai milik manusia karena hanya memang manusia satu-satunya jenis makhluk Tuhan yang dapat dididik dengan kata lain,pendidikan berfungsi untuk mempertahankan fungsi kefitrahan manusia.

  53. Avatar

    Nuff Ilhannuf

    01-10-2018 at 11:01

    Ruh Manusia dalam al Qur’an Perspektif Filsafat Pendidikan Islam
    Dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang menerangkan ruh, seperti dalam Q.S Al-Hijr ayat 29 yang artinya “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” Dimana salah seorang ahli berpendapat bahwa Allah SWT memerintahkan malaikat dan syaitan untuk bersujud kepada Nabi Adam setelah proses penciptaannya selesai, berbentuk fisik, kemudian Allah sudah meniupkan ruh kedalam jasadnya,para malaikat pun mematuhi apa yang diperintahkan tuhan-Nya tetapi, berbeda dengan syaitan, ia tidak mematuhi perintah Allah, ia menganggap dirinya lebih mulia juga memiliki wujud yang paling sempurna karena diciptakan dari api, Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.
    Dalam ayat lain seperti Q.S As Sajdah: 9 yang artinya : “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” Ayat ini memiliki relevansi dengan ayat lain, yakni Q.S Shad: 72 yang artinya: “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”
    Manusia diciptakan oleh Allah dengan diberi akal dan juga nafsu, dari dua hal tersebut menghasilkan kebaikan dan kejahatan. Namun demikian, perlu dicatatkan bahwa kebaikan manusia adalah ciri dasar, yang dalam leksikon teologis sering disebut fitrah. Dengan diberinya akal kepada manusia, seorang teosofi muslim menyebut pendidikan sebagai milik manusia karena hanya memang manusia satu-satunya jenis mahluk Tuhan yang dapat dididik.
    Dan cita-cita itu, jika dikaitkan dengan diundangkannya UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, telah memiliki relevansinya yang sangat penting untuk menjadikan manusia sebagai pusat kajian dalam pelaksanaan pendidikan.

  54. Avatar

    iin Muthmainnah

    01-10-2018 at 10:59

    Manusia itu terdiri dari jasad dan juga ruh. Jasad itu bisa terlihat dan ruh itu tidak dapat dilihat. Terdapat banyak ayat dalam al Qur’an yang menerangkan tentang ruh . Ayat-ayat dimaksud tidak sulit untuk didapatkan.setidaknya terdapat 16 ayat al Qur’an yang menerangkan secara khusus tentang konsep ruh.Ayat-ayat dimaksud salah satunya adalah Q.S Al Hijr ayat 29 disitu dijelaskan

    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”

    Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam. Perintah dimaksud, tentu setelah penciptaan Adam disempurnakan Tuhan. Proses penyempurnaan penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruhNya.

    Atas perintahnya ini, Malaikat semuanya bersujud kecuali syeitan. Syeitan menganggap bahwa diirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api. Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.Ayat-ayat dimaksud adalah sebagai berikut:Q.S Al Hijr ayat 29

    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”

    Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam. Perintah dimaksud, tentu setelah penciptaan Adam disempurnakan Tuhan. Proses penyempurnaan penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruhNya.

    Atas perintahnya ini, Malaikat semuanya bersujud kecuali syeitan. Syeitan menganggap bahwa diirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api. Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.Ayat-ayat dimaksud adalah sebagai berikut:Q.S Al Hijr ayat 29

    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”

    Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam. Perintah dimaksud, tentu setelah penciptaan Adam disempurnakan Tuhan. Proses penyempurnaan penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruhNya.

    Atas perintahnya ini, Malaikat semuanya bersujud kecuali syeitan. Syeitan menganggap bahwa diirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api. Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.Ayat-ayat dimaksud adalah sebagai berikut:Q.S Al Hijr ayat 29

    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”

    Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam. Perintah dimaksud, tentu setelah penciptaan Adam disempurnakan Tuhan. Proses penyempurnaan penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruhNya.

    Atas perintahnya ini, Malaikat semuanya bersujud kecuali syeitan. Syeitan menganggap bahwa diirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api. Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.Ayat-ayat dimaksud adalah sebagai berikut:Q.S Al Hijr ayat 29

    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”

    Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam. Perintah dimaksud, tentu setelah penciptaan Adam disempurnakan Tuhan. Proses penyempurnaan penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruhNya.

    Atas perintahnya ini, Malaikat semuanya bersujud kecuali syeitan. Syeitan menganggap bahwa diirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api. Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.Ayat-ayat dimaksud adalah sebagai berikut:Q.S Al Hijr ayat 29

    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”

    Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam. Perintah dimaksud, tentu setelah penciptaan Adam disempurnakan Tuhan. Proses penyempurnaan penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruhNya.

    Atas perintahnya ini, Malaikat semuanya bersujud kecuali syeitan. Syeitan menganggap bahwa diirinya adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api. Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.
    Dapat dilihat juga dalam Qur’an Surat Al Mujadalah ayat 22

    “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

    Ibn Kasir mengartikan kata biruhim minhu pada ayat diatas sebagai jiwa yang berasal dari Tuhan. Menurut Ibn Kasir (Juz VIII: 72) ayat ini turun berkaitan dengan sikap orang orang musyrik yang selalu menentang dan menolak ajaran Allah dan Rasulullah. keimanan dan kekufuran adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah dengan jiwa dan ruh Tuhan. Orang-orang itulah yang akan dimasukan kedalam syurga yang didalamnya mengalir sungai-sungai dan kekal di dalamnya. Disini menurut saya ada kaitannya dengan karakter setan yang awalnya beriman kepada Allah, namun ketika Allah menciptakan nabi Adam yang Allah ciptakan dari tanah lalu Allah meminta setan dan malaikat untuk bersujud kepada nabi Adam namun setan tidak mau karena setan beranggapan dia lebih tinggi tingkatannya karena setan diciptakan dari api sedangkan nabi Adam diciptakan dari tanah. Disini awal mula setan itu ingkar. Karena manusia berasal dari dua karakter yng berbeda, maka secara potensial, manusia juga memiliki dua potensi yang juga ganda dan diametral (kebaikan vs kejahatan).

  55. Avatar

    Desi Citra Damayanti

    01-10-2018 at 10:58

    Ruh dalam teori filsafat pendidikan islam dapat berupa benda fisik (jasad) tetapi sekaligus memiliki di mensi lain yang bersifat metakrisis .
    Ibn kasir berpendapat bahwa dalam quran surat al- hijr ayat 29 tentang perintah tuhan kepada malaikat untuk berjusud kepada nabi Adam.
    Adam ini adalah ketika adam selesai di bentuk dalam wujud fisik nya, kemudian allah swt menupkan ruh nya.
    Atas perintah nya ini malaikat semuanya bersujud kecuali syetan, syetan menggangap bahwa dirinya paling mulia, karna di ciptakaan dari api sementara, manusia dari tanah
    Dalam surat as sajadah ayat 9 yang artinya ”kemudian dia menyempurnakan dam meniupkan kedalam roh ciptaan nya dan dia menjadikan nya .Bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi kamu sedikit sekali untuk bersyukur”. Dan di jelaskan pula dalam quran surat shad ayah 72 yang artinya : ”maka apabila kusempurnakan kejadian nya dan kutiupkan kepadanya ruh maka hendak lah kamu bersyukur”. Maksud dari kedua surat tersebut adalah menyuruh kita bersukur apa yang telah allah kasih pada kita dengan cara menjalan kan perintah nya mejauhi semua larangan nya. Keimanan dan kekufuran adalah sesuatu yang telah di tetapkan oleh Allah swt dengan jiwa dan ruh tuhan. Karena manusia berasal dari dua karakter yang berbeda, Maka secara potensial manusia juga memiliki potensi yang juga ganda diamental (kebaikan vs kejahatan).Namun demikian perlu di catatkan bahwa kebaikan manusia adalah ciri dasar dalam leksikon teologis sering di sebut fitrah.

  56. Avatar

    Fajar Gilang Ramadhan

    01-10-2018 at 09:36

    Assalamualaikum
    Ruh adalah benda fisik (jasad) namun memiliki dimensi yang bersifat metafisik. Karena manusia berasal dari dua karakter yang berbeda maka manusia pula memiliki dua potensial ganda yaitu kejahatan dan kebaikan , kebaikan manusia adalah ciri dasar atau disebut juga dengan fitrah , jadi manusia butuh pendidikan untuk mempertahankan fitrah tersebut. Manusia pula adalah bentuk yang paling sempurna oleh karena itu Allah memerintahkan para malaikat dan syaiton untuk bersujud kepada manusia .

  57. Avatar

    Siti Rosiah

    01-10-2018 at 06:40

    SITI ROSIAH TADRIS IPS B

    Ruh adalah suatu unsur yang ada dalam jasad yang di ciptakan tuhan sebagai perantara adanya kehidupan.
    Manusia berasal daru dua karakter yang berbeda . maka secara potensial manusia juga memiliku dua potensi yang juga ganda dan diametral . namun demikian perlu di carat bahwa kebaikan manusia adalah ciri dasar yang dalan konteks teologis sering di sebut fitrah.

  58. Avatar

    ANTON RUDIONO semester 1/b tadris ips

    01-10-2018 at 05:53

    pengtahuan tentang RUH memang terbatas pada dasarnya manusia haruslah menjaga kesucian RUHnya dengan kebajikan dan kebaikan yang telah syariat tunjukan agar RUH kembali kepada ALLAH ,

  59. Avatar

    ANTON RUDIONO semester 1/b tadris ips

    01-10-2018 at 05:47

    perkara RUH adalah rahasia ALLAH swt hanya sedikit sekali pengetahuan tentang RUH karena memang perkara RUH adalah rahasia mutlak ALLAH, dari artikel di atas setidkanya memberikan kita sedikit wawasan dan informasi mengenai RUH dalam perspektif filsafat pendidikan ,maka seyogyanya kita harus senantiasa menajaga kesucian RUH kita dengan perbuatan -perbuatan baik

  60. Avatar

    ANTON RUDIONO semester 1/b tadris ips

    01-10-2018 at 05:45

    perkara RUH adalah rahasia ALLAH swt hanya sedikit sekali pengetahuan tentang RUH karena memang perkara RUH adalah rahasia mutlak ALLAH, dari artikel di atas setidkanya memberikan kita sedikit wawasan dan informasi mengenai RUH dalam perspektif filsafat pendidikan ,

  61. Avatar

    ANTON RUDIONO semester 1/b tadris ips

    01-10-2018 at 05:44

    perkara RUH adalah rahasia ALLAH swt hanya sedikit sekali pengetahuan tentang RUH karena memang perkara RUH adalah rahasia mutlak ALLAH, dari artikel di atas setidkanya memberikan kita sedikit wawasan dan informasi menganenai RUH dalam perspektif filsafat pendidikan ,

  62. Avatar

    ANTON RUDIONO semester 1/b tadris ips

    01-10-2018 at 05:41

    perkara RUH adalah rahasia ALLAH swt hanya sedikit sekali pengetahuan tentang RUH karena memang perkara RUH adalah rahasia mutlak ALLAH, swt sebagai seorang manusia biasa tentu pengetahuan tentang Ruh sedikitnya harus kita ketahui agar kita tahu darimana kita ? untuk apa kita hidup? dan tujuan kita ada di alam dunia ini melaui bacaan artikel di atas sedikitnya memberikan kita gambaran tentang konsep RUH dalam persepektif filsafat pendidikan yang mana tujuan utama penulis agar kita senantiasa menjadi manusia yang SUCI lahir dan batin.

  63. Avatar

    Siti Amanah

    01-10-2018 at 05:39

    Ruh merupakan anugerah Allah yang diberikan untuk menandakan adanya kehidupan. Banyak ayat al-qur’an yang menjelaskan secara rinci tentang ini. QS.AL-HIJR:29 menerangkan tentang penciptaan adam dan perintah untuk bersujud padanya setelah Allah sempurnakan fisiknya dan Allah tiupkan ruh kedalamnya. Tetapi syaitan menolak untuk bersujud pada Adam . Adam nerupakan manusia pertamaa yang Allah ciptakan. Allah tiupakan ruh pada kandungan berumur 4 bulan. Setelah Allah tiupkan ruh kedalamnya Allah sempurakan pendengaran,penglihatan dan hati tapi manusia kurang bersyukur. Manusia merupakan makhluk Allah yang paling sempurna karena Allah menitipkan akal padanya untuk berpikir. Manusia memiliki dua karakter yang berbeda dan juga dua potensi yang ganda dan diametal( kebaikan vs kejahatn) sifat itu tak bisa lepas dari manusia. Namun, kebaikan merupakan ciri dasar atau fitrah manusia. Karena itu manusia Allah berikan akal pikiran untuk berpikir dan mamahami hakikat penciptaanya serta bersyukur atas nikmat dan anugerah yang Allah berikan pada kita. Terimakasih

  64. Avatar

    Hilman Haryono T.IPS 1.B

    01-10-2018 at 00:21

    Manusia ciptakan terdiri dari ruh dan wujud ruh merupakan sesuatu sumber kehidupan moral yg baik halus dan bersih. wujud adalah bertempat nya ruh manusia .
    Manusia tercipta dengan keistimewaan yg lebih dikatakan. Dalam Q.S.Al Hijr ayat 29
    Maka apa bila kau telah menyempurnakan kejadian nya ,dan aku telah meniupkan kedalam nya ruh (ciptaan)ku maka tunduk lah kamu kepadanya .
    Manusia juga berasal dari dua karakter berbeda maka secara potensial manusia juga memiliki dua potensi yg juga ganda dan diametral (kebaikan vs kejahatan )

  65. Avatar

    Ijah Khodijah

    30-09-2018 at 23:32

    Ruh dalam teori Filsafat Pendidikan Islam, dapat berupa benda fisik (jasad), tetapi sekaligus memiliki dimensi lain yang bersifat metafisis. Pendekatan Filsafat Pendidikan Islam, akan meletakkan Al-Qur’an sebagai acuan utama mengenai pembahasan tentang bagaimana sesungguhnya posisi manusia yang secara filosofis memiliki dua sisi yang berbeda yaitu terletak pada dimensi jasadiyah dan dimensi ruhiyah. Seperti yang dijelaskan dalam Q.S Al-Hijr ayat 29: “Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna diantara makhluk yang lainnya, karena selain memiliki akal dan fikiran, manusia juga memiliki fisik yang sempurna dan Allah meniupkan ruh-Nya. Dijelaskan tentang proses penciptaan manusia dalam hadist Arba’in Nawawi “Sesungguhnya setiap diri kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, lalu menjadi ‘alaqah selama 40 hari juga, lalu menjadi mudhghoh selama 40 hari juga, lalu diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh padanya, dan menuliskan empat perkara yang telah ditetapkan: rezekinya, ajalnya, amalnya dan celaka serta bahagianya. Maka demi Allah yang tiada illah selain-Nya, jika seseorang diantara kalian mengerjakan amalan ahli surga, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. Kemudian ia didahului oleh ketetapan (Allah), lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka maka ia pun masuk neraka. Ada seseorang diantara kalian mengerjakan amalan ahli neraka, sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. Kemudian ia didahului ketetapan (Allah), lalu ia melakukan perbuatan ahli surga, maka ia pun masuk surga.” (Diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim). Kita sebagai manusia patut bersyukur kepada Allah dengan cara menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Karena manusia berasal dari dua karakter yang berbeda, maka secara potensial, manusia juga memiliki dua potensi yang juga ganda dan diametral. Misalnya, manusia selalu bertarung diantara kebaikan dan potensi lain yakni kemungkinan berbuat jahat. Namun, kebaikan manusia adalah ciri dasar, yang dalam leksikon teologis sering disebut fitrah. Karena itu, tidak salah jika kalangan teosofi menyebut pendidikan sebagai milik manusia karena hanya manusia satu-satunya makhluk ciptaan Allah yang dapat di didik. Jadi, pendidikan berfungsi untuk mempertahankan fungsi kefitrahan manusia.

  66. Avatar

    Dadoll Ay

    30-09-2018 at 22:16

    Assalamu’alaikum..
    Ruh adalah sesuatu yang mutlak jadi milik manusia, Dan Allah SwT meniupkan Ruh kepadanya lalu hiduplah Adam AS sesuai firman Allah dalam QS al hijr ayat 29.
    Dan ada yang berpendapat bahwa manusia merupakan makhluk yabg terdiri dari 3 dimensi yaitu
    – Tubuh
    – Jiwa
    – Ruh
    Yang mana tubuh dan jiwa akan hidup jika adanya Ruh.

  67. Avatar

    nihaya assaadah

    30-09-2018 at 22:02

    Ruh itu sesuatu yang di ciptakan sebelum jasad itu di ciptakan. Ruh itu ibarat mesin dalam kendaraan, jika makhluk tidak mempunyai ruh maka makhluk tidak akan hidup. Manusia bukan sekedar apa yang nampak dari kasat mata, yang membutuhkan sandang, pangan, papan. Hakikat manusia terletak pada sesuatu yang sangat berharga di dalam tubuh kasarnya yaitu ruh, artinya bahwa eksistensi manusia memiliki jasad sebagai bentuknya dan ruh sebagai makna keberadaannya.

  68. Avatar

    Masngadah

    30-09-2018 at 22:01

    Assalamu’alaikum
    Ruh adalah sesuatu yang mutlak yang dimiliki manusia, Dan Allah SWT meniupkan Ruh kepadanya lalu hiduplah Adam AS sesuai firman Allah dalam QS Al hijr ayat 29.
    Dan ada yang berpendapat bahwa manusia merupakan makhluk yang terdiri dari 3 dimensi yaitu tubuh jiwa dan Ruh yang mana tubuh dan jiwa akan hidup jika adanya Ruh.

  69. Avatar

    Zamaludin Muhamad

    30-09-2018 at 21:48

    Dalam pikiran dan pemahaman yang saya dapat dari artikel di atas…
    Jadi kita sebelum menjadi manusia itu Tuhan menciptakan ruh terlebih dahulu kemudian jasad…
    Ruh dulu karna tuhan menciptakan ruh dulu di alam barzah… mereka di simpan hingga waktunya tiba untuk hidup di dunia… ketika ruh sudah terbuat dan jasad di buat tuhan meniupkan ruh yang sudah di ciptakan dahulu itu ke dalam jasad untuk menjadikan mahluk yg sempurna…
    Manusia sebenarnya tidak islam ketika ia lahir tapi mereka tidak beragama… hanya mungkin kembali lagi kepada agama orang tuanya… mereka terbawa agama oleh orang tuanya
    Soal dimensi potensial ada kebaikan dan kejahatan.
    Ruh di ciptakan tanpa nafsu dan akal jasad juga sama… kemudian mereka di sempurnakan melalui cara di akulturasikan… oleh sebab itu manusia sempurna dengan akalnya… dalam pandangan saya sebenarnya manusia ketika lahir belum Sempurna sama sekali. Karna mereka hanya bisa hidup tanpa memilah kebajikan dan keburukan. ketika akal mereka belum di gunakan untuk apa.. maka manusia itu belum bisa di katakan sempurna…

  70. Avatar

    Firas Zulfa

    30-09-2018 at 21:28

    Ruh adalah sesuatu yang Allah masukan ke dalam jasad manusia yang di tiupkan nya pada usia 4 bulan di dalam kandungan ibu
    Ruh juga diartikan sebagai nyawa yang terdapat di dalam diri manusia yang bisa menghidupkan manusia untuk menjalankan semua kehidupan yang mereke kehendaki
    Dalam Qs.al-isra ayat 85 di jelaskan bahwasanya ruh itu sebagian rahasia Allah SWT yang tidak dapat di lihat oleh manusia
    Contoh nya seorang bule yang kulit nya tidak berwarna sama sekali kemudian ia berjemur di bawah sinar ultra violet apakan akan tampak sinar ultra violet itu lantas tidak begitupun dengan ruh

  71. Avatar

    Rahmattopik Rahmat

    30-09-2018 at 21:25

    Roh ( Arab: ﺭﻭﺡ , ruuh ) adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan.
    Menurut pandangan Islam, manusia itu makhluk terakhir yang di ciptakan Allah SWT. Setelah di ciptakan nya makhluk-makhluk lain nya seperti malaikat, jin, alam semesta, hewan dan tumbuhan dan masih banyak makhluk makhluk Allah di muka bumi ini.
    Karena manusia itu di ciptakan untuk sebagai khalifah(pemimpin).
    Dalam QS.Al-Araf ayat 172, yang artinya: …dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172).
    Adapun dalam ayat lainya yaitu QS.Al-Hijr ayat: 29. Yang artinya:
    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”
    Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) yang intinya Proses penyempurnaan penciptaan Nabi Adam ini adalah ketika Nabi Adam selesai di bentuk dalam wujud fisik nya/dalam wujud manusia kemudian Allah SWT meniupkan ruh-Nya. Kemudian malaikat bersujud semua kepada Nabi Adam kecuali syeitan, Syeitan menganggap bahwa diirinya itu adalah wujud yang paling sempurna dan paling mulia karena ia diciptakan dari api. Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.

  72. Avatar

    Fajrul Falah

    30-09-2018 at 21:19

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Izin berkomentar pak prof.
    Saya Muhammad Fajrul Falah dari Jurusan T.Ilmu Pengetahun Sosial semester 1 kelas D

    Ruh adalah sesuatu yang di ciptakan oleh tuhan yang melekat pada jiwa manusia, Sejak nabi adam di ciptakan. Tuhan memerintahkan kepada malaikat dan syaiton untuk bersujud kepada adam, Setelah penciptaan adam di sempurnakan melalui wujud fisiknya, Kemudian tuhan meniupkan ruhNya. Pada proses tersebut malaikat mau bersujud, tetapi syaiton menolaknya. Karena ia menganggap bahwa dirinya makhluk yang paling sempurna dan mulia yang di ciptakan dari api, sedangkan manusia di ciptakan dari tanah. Pada dasarnya, manusia terbagi oleh dua karakter (baik dan jahat).tetapi karakter tersebut bisa kita pertimbangkan melalui pendidikan, teosofi muslim berkata ” hanya manusia, makhluk hidup Tuhan yang dapat didik “.

  73. Avatar

    Firaszulfa Anrisya (IPS 1/D)

    30-09-2018 at 21:01

    Ruh adalah sesuatu yang Allah masukan ke dalam jasad manusia, yang di tiupkan nya pada usia 4 bulan di dalam kandungan seorang ibu
    Ruh juga di artikan sebagai nyawa yang terdapat di dalam diri manusia untuk menghidupkan dan menjalankan segala kehidupan nya di dunia yang mereka kendaki
    Dalam Qs.al-isra ayat 85 di jelaskan bahwasannya ruh itu sebagian rahasia Allah SWT yang tidak dapat di lihat oleh manusia lain di karenakan ruh itu sesuatu yang ghaib yang tidak dapat di lihat oleh manusia
    Contohnya seorang bule yang kulitnya tidak berwarna sama sekali kemudia ia berjemur di bawah sinar ultra violet apakah lantas akan tampak sinar ultra violet itu lantas tidak begitupun dengan ruh.

  74. Avatar

    Siti nur aisah amini

    30-09-2018 at 20:39

    Di dalam al quran sendiri banyak yang menjelaskan tentang ruh. Contoh nya dalam surat al hijr:29 , surat as sajdah:9 , dan surat al mujadalah:22.
    Sedangkan menurut saya yang di maksud ruh adalah sumber kehidupan dan sumber moral yang baik. Manusia di ciptakan oleh Allah itu terdiri dari ruh dan jasad. Ruh dengan jasad merupakan hubungan yang saling mempengaruhi. Manusia ditiupkan ruh sejak ada dalam kandungan ibu yang sudah menginjak 4 bulan. Ketika ditiupkan ruh maka Allah sudah menentukan kelahiran dan kematian manusia itu.

    Sedangkan Ibn kasir berpendapat bahwa proses penyempurnaan penciptaan Adam adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruh nya. Allah pun memerintahkan semua malaikat bersujud pada Adam tetapi tidak dengan syaitan karena syaitan menganggap dirinya lah yang paling sempurna dan paling mulia. Keimanan dan kekufuran adalah sesuatu yang telah di tetapkan Allah dengan jiwa dan ruh tuhan. Dan manusia itu berasal dari dua karakter yang berbeda,maka secara potensial, manusia juga memiliki dua potensi yang juga ganda dan diametral ( kebaikan vs kejahatan).

  75. Avatar

    Firaszulfa Anrisya (IPS 1/D)

    30-09-2018 at 20:25

    Ruh adalah sesuatu yang Allah masukan ke dalam jasad manusia yang di tiupkan pada usia 4 bulan di dalam kandungan seorng ibu.
    Ruh juga diartikan sebagai nyawa yang terapat di dalam diri manusia untuk menjalani segala kehidupan di dunia dan menjalankan aktifitas yang mereka hendaki.
    Dalam Qs. Al-isra ayat 85 di terangkan bahwasan nya ruh itu sebagian rahasia yang hanya diketahui oleh Allah SWT dan tidak dapat diketahui oleh seorang manusia sekalipun karena bahwasan nya ruh itu sesuatu yang ghaib atau halus dan tidak bisa di lihat oleh manusia tetapi harus diimani
    Contoh nya ketika seorang bule yang kulitnya tidak berwarna sama sekali kemudia ia berjemur dengan sinar ultra violet apakan sinar ultra violet itu akan nampak kepada kulit tentu nya tidak begitupun dengan ruh yang hanya diketahui oleh Allah SWT saja.

  76. Avatar

    Ilhan Nuf, IPS 1/B

    30-09-2018 at 20:14

    Ruh Manusia dalam al Qur’an Perspektif Filsafat Pendidikan Islam
    Dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang menerangkan ruh, seperti dalam Q.S Al-Hijr ayat 29 yang artinya “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” Dimana salah seorang ahli berpendapat bahwa Allah SWT memerintahkan malaikat dan syaitan untuk bersujud kepada Nabi Adam setelah proses penciptaannya selesai, berbentuk fisik, kemudian Allah sudah meniupkan ruh kedalam jasadnya,para malaikat pun mematuhi apa yang diperintahkan tuhan-Nya tetapi, berbeda dengan syaitan, ia tidak mematuhi perintah Allah, ia menganggap dirinya lebih mulia juga memiliki wujud yang paling sempurna karena diciptakan dari api, Sementara itu, manusia tercipta dari tanah.
    Dalam ayat lain seperti Q.S As Sajdah: 9 yang artinya : “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” Ayat ini memiliki relevansi dengan ayat lain, yakni Q.S Shad: 72 yang artinya: “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”
    Manusia diciptakan oleh Allah dengan diberi akal dan juga nafsu, dari dua hal tersebut menghasilkan kebaikan dan kejahatan. Namun demikian, perlu dicatatkan bahwa kebaikan manusia adalah ciri dasar, yang dalam leksikon teologis sering disebut fitrah. Dengan diberinya akal kepada manusia, seorang teosofi muslim menyebut pendidikan sebagai milik manusia karena hanya memang manusia satu-satunya jenis mahluk Tuhan yang dapat dididik.
    Dan cita-cita itu, jika dikaitkan dengan diundangkannya UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, telah memiliki relevansinya yang sangat penting untuk menjadikan manusia sebagai pusat kajian dalam pelaksanaan pendidikan.

  77. Avatar

    Ilhan Nuf

    30-09-2018 at 19:51

    Ruh Manusia dalam al Qur’an Perspektif Filsafat Pendidikan Islam
    Dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang menerangkan ruh, seperti dalam Q.S Al-Hijr ayat 29 yang artinya “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” Dimana salah seorang ahli berpendapat bahwa Allah SWT memerintahkan malaikat dan syaitan untuk bersujud kepada Nabi Adam setelah proses penciptaannya selesai, berbentuk fisik, kemudian Allah sudah meniupkan ruh kedalam jasadnya, tetapi syaitan tidak mematuhi perintah Allah karena menganggap dirinya lebih mulia karena diciptakan dari api.
    Manusia diciptakan oleh Allah dengan diberi akal dan juga nafsu, dari dua hal tersebut menghasilkan kebaikan dan kejahatan. Dengan diberinya akal kepada manusia, seorang teosofi muslim menyebut pendidikan sebagai milik manusia karena hanya memang manuia satu-satunya jenis mahluk Tuhan yang dapat dididik.

  78. Avatar

    Istikanatul mustafidah tadris IPS D semester 1

    30-09-2018 at 18:53

    menurut saya pernyataan tersebut sesuai dengan kenyataan bahwa manusia memang lah mempunyai dua unsur utama:
    1. jasadiyah
    2. ruhiyah
    maka manusia pasti di hadapkan dengan dua pilihan seperti kebaikan dan keburukan. pendidikan Islam pasti mampu menjawab hajat hidup manusia karena pendidikan Islam berpacu pada sumber yang menjadi pedoman umat Islam yakni Al Qur’an dan hadits. Pendidikan Islam merupakan metode pendidikan yang berpedoman pada dua sumber utama, jadi mustahil apa bila pendidikan Islam menyimpang dari dua sumber Pokok tersebut pendidikan Islam harus di terima oleh masyarakat Indonesia karena substansi pendidikan tersebut mengajar kan kebenaran yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

  79. Avatar

    Firaszulfa Anrisya (IPS 1/D)

    30-09-2018 at 17:23

    Ruh merupakan suatu power dari Allah yang menyebabkan setiap manusia menjalani kehidupan dan aktifitas yang mereka kehendaki.
    Ruh juga merupakan sesuatu yang ghaib di karenakan wujudnya yang sangat halus dan keberadaan nya tidak dapat di lihat oleh manusia
    Hakihat dri ruh itu sendiri agar kita dapat menghargai dan memaknai hal yang ada di dunia ini
    Seperti yang di jelaskan dalam QS. Al-isra ayat 85 bahwasan nya ruh itu akan tetap menjadi rahasia yang kepastiannya hanya bisa diketahui oleh Allah SWT

  80. Avatar

    Fajrul Falah

    30-09-2018 at 17:06

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Saya Muhammad Fajrul Falah semester 1 Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial kelas D
    Ruh adalah sesuatu yang di ciptakan oleh tuhan yang melekat pada jiwa manusia, Sejak nabi adam di ciptakan. Tuhan memerintahkan kepada malaikat dan syaiton untuk bersujud kepada adam, Setelah penciptaan adam di sempurnakan melalui wujud fisiknya, Kemudian tuhan meniupkan ruhNya. Pada proses tersebut malaikat mau bersujud, tetapi syaiton menolaknya. Karena ia menganggap bahwa dirinya makhluk yang paling sempurna dan mulia yang di ciptakan dari api, sedangkan manusia di ciptakan dari tanah. Pada dasarnya, manusia terbagi oleh dua karakter (baik dan jahat).tetapi karakter tersebut bisa kita pertimbangkan melalui pendidikan, teosofi muslim berkata ” hanya manusia, makhluk hidup Tuhan yang dapat didik “.

  81. Avatar

    FirasZulfa Anrisya (IPS/1D)

    30-09-2018 at 17:01

    Ruh merupakan salah satu dimensi ghaib karena wujudnya yg sangat halus sehingga keberadaannya tidak bisa di indrakan oleh manusia
    Ruh merupakan suatu power dari Allah yang menyebabkan setiap makhluk menjalani hidup dan aktifitas yang ia kehendaki
    Hakikat nya ruh merupakan hal yang harus kita ketahui agar kita lebih mampu menghargai dan memaknai setiap hal yang ada di dunia ini
    Dalam al-Qur’an, ruh juga digunakan bukan hanya satu arti. Term-term yang digunakan al-Qur’an dalam penyebutan ruh, bermacam-macam. Diantaranya yang tercantum dalam QS.Al-isra ayat 85

    “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (QS. Al-Isra’: 85)

    pernyataan di atas menunjukkan bahwa ruh akan tetap menjadi “rahasia” yang kepastiannya hanya bisa diketahui oleh Allah semata.

  82. Avatar

    Rahmalia Nisfi Laili Tadris Ips D semester 1

    29-09-2018 at 21:01

    Ruh adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. Manusia adalah makhluk tuhan yang paling sempurna, maka tuhan memperintahkan malaikat dan syaiton untuk sujud kepada Adam, tetapi hanya malaikat saja yang mau menuruti perintah tuhan. Sedangkan syaiton menolak untuk sujud ke Adam, karena syaiton beranggapan dialah yang paling sempurna diantara makhluk tuhan. Manusia berasal dari dua karakter yang berbeda, maka secara potensial, manusia juga memiliki dua potensi yang berbeda ialah diametral (kebaikan vs kejahatan).

  83. Avatar

    Nita Anita

    06-12-2017 at 16:08

    Nita anita/ mpi. A smt.3
    manusia berasal dari dua karakter yng berbeda, maka secara potensial, manusia juga memiliki dua potensi yang juga ganda dan diametral (kebaikan vs kejahatan). Namun demikian, perlu dicatatkan bahwa kebaikan manusia adalah ciri dasar, yang dalam leksikon teologis sering disebut fitrah.

    Karena itu, tidak salah juga jika kalangan teosofi muslim menyebut pendidikan sebagai milik manusia karena hanya memang manuia satu-satunya jenis mahluk Tuhan yang dapat dididik. Dengan kata lain, pendidikan berfungsi untuk mempertahankan fungsi kefitrahan manusia.

  84. Avatar

    siti muthoharroh

    30-11-2017 at 10:14

    banyak dalam al-qur’an yang menerangkan tentang ruh manusia. manusia di ciptakan dari dua karakter yang berbeda yaitu kejahatan dan kebaikan. contohnya dalam al-qur’an surat assajdah ayat 9 bahwa telinga berfungsi untuk mendengarkan, mata berfungsi untuk melihat dan hati sebagai alat untuk memahami. lsehingga kita bisa memahami bahwa pentingny a ruh dan jasad serta sikap perbuatan kita baik atau jahat.

  85. Avatar

    maemunah fadillah

    22-11-2017 at 19:09

    Ruh merupakan benda fisik(jasad), namun memiliki dimensi lain yang bersifat metafisik. Manusia secara filosofis memiliki dua sisi yang berbeda, perbedaan tersebut terletak pada dimensi jasadiyah dan dimensi ruhiyah. Yang sering disebut juga dengan dimensi prophan(duniawi) dan mutlak (ukhrawy). Dari kedua perbedaan inilah manusia pun sering mengalami konflik batin antara kebaikan dan kejahatan dalam dirinya. Dalam Alquran pun banyak ayat yang menjelaskan tentang ruh manusia, salah satunya yaitu ayat yang terdapat dalam surat As Sajadah: 9
    yang artinya: “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalamnya ruh(ciptaan)Nya dan Dia menjadikan kamu pendengaran, pengelihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

  86. Avatar

    Dahlia

    01-11-2017 at 20:22

    Dahlia
    Assalammu’alaikum…..
    manusia terdiri dari jasad dan ruh. Namun kenyataannya manusia lebih memperhatikan kebutuhan jasadnya .misalkan seseorang sakit gigi, maka di periksakannyalah giginya ke dokter. sedangkan seseorang yang masih bernafas dan bergerak maka orang tersebut masih ada ruh nya. kata nafas dan ruh dalam bahasa indonesia diterjemahkan sebagai nyawa, dalam surat (Al-Qadr 1-5) yang artinya “sesungguhnya kami telah menurunkanya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.Pada malam itu turunlah para malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan izin Allah.

  87. Avatar

    Suyana

    28-10-2017 at 10:11

    asalamua’alaikum
    Ruh adalah sesuatu yang mutlak jadi milik manusia sebagai anugrah yang di berikan kepada manusia sejak nabi adam di ciptakan allah meniupkan ruh kepadanya lalu hiduplah adam sesuai dengan firman allah dalam suratQ.S Al Hijr ayat 29 yang artinya

    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”
    adapun sekarang ruh yang di tiupkan allah sejak kita dalam kandungan ibu kita saat berumur 4 bulan yang menentukan nasib kita di dunia yang di antaranya kelahiran dan kematian kita sudah allah tentukan kemudian sekarang kita yang sudah terlahir harus tetap belajar supaya tetap menjadi manusia yang ber akhlakul karimah karena sesuai fitrah manusia sejak lahir terlahir adalah baik maka kita harus menjadi manusia yang baik dan yang menentukan kita jadi kurang baik adalah kitanya sendiri yang terpengaruh oleh beberapa lingkungan atau suasana yang negatif

  88. Avatar

    akhmadafifudin

    26-10-2017 at 22:37

    Assalamualaikum.
    Dalam tulisan bapak sangat manarik dan sangat bagus, membuat pembaca lebih memiliki wawasan yang banyak. banyak orang yang berfikiran tentang pertanyaan yang kritis salah satunya ” allah menciptakan antara roh dengan badan atau jasad duluan mana ? “. Allah berfirmaan dlam alqura’an ” dan mreka bertanya kepadamu (muhammad) tentang ruh, katakanlah ‘ruh itu termasuk urusanku. Sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit “(al isra:85) .
    Dengan dasar qur’an diatas, perlu sekiranya manusia tidak memikirkan untuk apa manusia diciptakan dll, ada dua pendapat yang berkembang dikalangan manusia tentang masalah pertanyaan diatas, sperti dikisahkan syaikhul islam dan lain lainya. Diantara orang yang mngatakan lebih dahulu penciptaan roh ialah muhammad bin nashr al marwazi dan abu muhammad bin hazm. Orang orang yang berpendapat dalam bahwa roh lebih dahulu diciptakan dari pada badan, berhujah dengan firman allah : ” sesungguhnya kami telah menciptakan kalian,
    Lalu kmi bentuk tubuh kaliab, kemudian kami katakan kepada para malaikat, ‘bersujud lah kalian kepada adam, maka mereka pun bersujud”(al a’raf:11).
    Dasar alqur’an diatas memang kalau dilihat atau dipandang dengan segi ilmu keagamaan, Akan tetapi dasar diatas jika dilihat dari ilmu kesehatan atau ilmu kedekoteran bahwasanya antara jiwa dan roh ciptakan duluan badan, hal ini terlihat ketika perkembangan janin ketika berumur 4 bulan dan allah telah meniupkan ruh. Dalam kaitanya dengan pendidikan bahwasanya pendidikan merupakan suatu proses kedewasaan seseorang.
    Terima kasib

  89. Avatar

    akhmadafifudin

    26-10-2017 at 22:35

    Assalamualaikum.
    Dalam tulisan bapak sangat manarik dan sangat bagus, membuat pembaca lebih memiliki wawasan yang banyak. banyak orang yang berfikiran tentang pertanyaan yang kritis salah satunya ” allah menciptakan antara roh dengan badan atau jasad duluan mana ? “. Allah berfirmaan dlam alqura’an ” dan mreka bertanya kepadamu (muhammad) tentang ruh, katakanlah ‘ruh itu termasuk urusanku. Sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit “(al isra:85) .
    Dengan dasar qur’an diatas, perlu sekiranya manusia tidak memikirkan untuk apa manusia diciptakan dll, ada dua pendapat yang berkembang dikalangan manusia tentang masalah pertanyaan diatas, sperti dikisahkan syaikhul islam dan lain lainya. Diantara orang yang mngatakan lebih dahulu penciptaan roh ialah muhammad bin nashr al marwazi dan abu muhammad bin hazm. Orang orang yang berpendapat dalam bahwa roh lebih dahulu diciptakan dari pada badan, berhujah dengan firman allah : ” sesungguhnya kami telah menciptakan kalian,
    Lalu kmi bentuk tubuh kalian, kemudian kami katakan kepada para malaikat, ‘bersujud lah kalian kepada adam, maka mereka pun bersujud”(al a’raf:11).
    Dasar alqur’an diatas memang kalau dilihat atau dipandang dengan segi ilmu keagamaan, Akan tetapi dasar diatas jika dilihat dari ilmu kesehatan atau ilmu kedekoteran bahwasanya antara jiwa dan roh ciptakan duluan badan, hal ini terlihat ketika perkembangan janin ketika berumur 4 bulan dan allah telah meniupkan ruh. Dalam kaitanya dengan pendidikan bahwasanya pendidikan merupakan suatu proses kedewasaan seseorang.
    Terima kasib

  90. Avatar

    Evi selviyana puspitasari

    26-10-2017 at 15:43

    Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang memiliki jiwa dan ruh dimana antara keduanya itu saling berkaitan, jiwa dan ruh pun sangat penting menerima pendidikan baik agama yang berpacu atau berpedoman paa alqur’an dan alhadits dan juga pendidikan umum yang beredokan pada ilmu2 sosial dan lainnya.

  91. Avatar

    M.fatkhurizqo

    26-10-2017 at 13:04

    Assalamualaikum.
    Jadi manusia itu harus memiliki pendidikan yang berbasis agama karena di zaman sekarang banyak org pintar tapi kurang ahlaknya akhirya korupsi maka manusia itu harus berpedoman di al qur’an karena tidak manusia mempunyai jiwa yang sempurna sebagai petunjuk,

  92. Avatar

    Musfiq amrullah

    26-10-2017 at 10:16

    Assalumalaikum
    Setelah saya membaca tulisan dari bapak saya dapat mengetahui beberapa ayat Al -qur’an seperti Qur’an. Ayat-ayat dimaksud adalah sebagai berikut:

    Q.S Al Hijr ayat 29

    “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kep[adanya dengan bersujud.”
    Dan ditafsirkan

    Ibn Kasir (Jilid IV: 517-518) berpendapat bahwa ayat ini menggambarkan tentang perintah Tuhan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam. Perintah dimaksud, tentu setelah penciptaan Adam disempurnakan Tuhan. Proses penyempurnaan penciptaan Adam ini adalah ketika Adam selesai dibentuk dalam wujud fisiknya, kemudian Tuhan meniupkan ruhNya.
    Kemudian dari ayat di atas dan tafsir ayat di atas ketika Allah swt meniupkan ruh berarti dalam hal ini ruh dapat diyakini sebagai zat yang menjadikan seseorang masih tetap hidup

  93. Avatar

    Rismawati

    26-10-2017 at 09:55

    Bismilah..
    Menurut syekh Abdul Qadir Al Jailani Allah SWT pertama kali menjadikan cahaya atau nur yang disebut Nur Muhammad SAW, dari sifat jamalnya (keindahanNya). Rasulullah bersabda: bahwa yang mula” diciptakan oleh Allah adalah ruh Muhammad, ia diciptakan dari cahaya ketuhanan, dan selanjutnya diciptakan pertama kali adalah Qalam (pena) dan akal.
    Ruh adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. Dan pada persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana di sebutkan dalam (QS. Al A’raf:172).
    Dengan kesaksian dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia dianggap sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitrah beriman kepada Allah dan ajaran yang lurus.

  94. Avatar

    uun unesih

    26-10-2017 at 09:05

    bismillah..
    sesuai dengan tema yakni tentang ruh manusia dalam al-qur’an bahwasanya banyak sekali ayat ayat yang menerangkan tentang ruh manusia dalam al-qur’an terutama dalam bacaan ini. seperti ayat al- qur’an yang telah dijelaskan dalam Q.S As- sajdah: 9 bahwasanya Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” Ayat ini memiliki relevansi dengan ayat lain, yakni Q.S Shad: 72 yang artinya: “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”
    ayat ini mengatakan bahwasanya setelah diciptakannya ruh manusia. intinya manusia makhluk paling sempurna dan manusia harus tunduk kepada manusia serta manusia juga harus selalu bersyukur atas nikmat allah yang telah diberikan.
    membicarakan tentang pendidikan, pendidikan memang sangat penting, karena manusia hidup di dunia harus di didik dan pendidik. dengan adanya pendidikan, seperti yang diungkapkan oleh daoed joesoef yakni pendidikan merupakan segala bidang penghidupan dalam memilih dan membina hidup yang baik yang sesuai dengan martabat manusia. dalam hal ini bahwasanya pendidikan sangat penting bagi kehidupan kita dan pendidikan yakni hal yang tidak lepas dari kehidupan. terima kasih

  95. Avatar

    Reza Fawziyyah

    26-10-2017 at 07:38

    Dalam bahasa arab ruh berasal dari al-qur’an yang bermakna pancaran zat kehidupan yang menggerakkan suatu makhluk ciptaan-Nya menjadi hidup, yang berasal dari zat kemana hidup-Nya. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan kata “ROH” yang berarti “NYAWA”. Al-qur’an sudah banyak menjelaskan Q.S Shad ayat 71-72 “Sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah, maka apabila telah ku sempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepada-Nya roh (ciptaan) ku. Maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya”.
    Ayat tersebut sudah jelas menjelaskan bagaimana Allah SWT menciptakan makhluk nya dengan sepenuh hati, maka kita sebagai makhluk Allah harus selalu bersyukur tentang apa yang sudah diberikan oleh Allah.

  96. Avatar

    Nur iqrima Diniyatin Hidayah

    25-10-2017 at 21:54

    Bismillah….
    Aristoteles (384-322 SM) berpendapat bahwa manusia merupakan makhluk yang terdiri dari 3 dimensi yaitu tubuh, jiwa dan ruh. Yang mana tubuh dan jiwa akan hidup jika adanya ruh. Dan ruh akan ada jika tubuh dab jiwa memerlukannya. “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” nah, disini sangat di jelaskan bahwa Allah telah meniupkan ruh kedalam tubuh manusia. Bahwa ruh manusia di ciptakan untuk bersyukur dan sebagai manusia terdidik. Manusia adalah manusia yang tinggi derajatnya daripada, yang makhkuknya. Kenapa? Karena manusia di ciptkakan dengan sangat mulia. Manusia juga membutuhkan yang namamnya pendidikan, pendidikan adalah suatu kebutuhan manusia. Yang mana, Dengan adanya pendidikan dalam jiwa manusia, manusia tersebut akan menjaga ruhnya dan menjaga manusia dalam keadaan fitrahnya. Maka dari itu, dengan adanya pendidikan yang akan mengisi akal manusia supaya dapat berfikir kreatif dan tetap menjaga nya manusia dalam kefitrahannya.

    • Avatar

      Lisna_Fitrianti

      26-10-2017 at 10:10

      Saya sependapat dengan Iqrima,
      Bahwasanya manusia yang telah dikaruniai ruh oleh Allah Subhannahuwata’ala untuk tetap dijaga kefitrahannya dengan pendidikan.
      Karena dengan pendidikan manusia bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel diatas, bahwa manusia terdiri dari dua karakter yang brlawanan (kebaikan vs kejahatan). Oleh sebab itu peran pendidikan sangat mempengaruhi karakter dalam diri manusia tersebut.

  97. Avatar

    Dede Chrismaylindra

    25-10-2017 at 21:21

    Dalam Q.S As Sajdah: 9 di jelaskan bahwa “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” Ayat ini memiliki relevansi dengan ayat lain, yakni Q.S Shad: 72 yang artinya: “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”
    Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa setelah ditiupkannya roh kepada jiwa manusia, maka manusia merupakan makhluk Allah swt. yang paling suci dan yang paling mulia.
    Maka dengan itu semua makhluk ciptaan Allah haruslah tunduk terhadap manusia, begitu juga manusia sebagai makhluk ciptaan Allah haruslah terus bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada manusia karena yang sebagimana kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna di antara semua makhluk ciptaan Allah, seperti yang telah di sebutkan pada surah al hajj : 9 diatas.
    Maka kita sebagai manusia senantiasa terus bersujud dan bersyukur kepada Allah swt. Atas karunia yang telah Dia berikan kepada kita.

  98. Avatar

    Siti Hayyun

    23-10-2017 at 21:07

    sesungguhnya manusia itu memiliki dua unsur pokok yakni gumpalan tanah (materi/badan) seperti yang di jelaskan pada surat Al-Hajj ayat 5 : ” Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya “.
    dan disempurnakan oleh ruh seperti ayat yang telah dijelaskan diatas tadi.
    kedua unsur pokok tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, ruh menjadi faktor utama dalam kehidupan manusia selama ada dimuka bumi, tanpa ruh manusia/badan tidak akan mampu berfikir dan merasa.
    dari penciptaan manusia yang berasal dari segumpal tanah dan disempurnakan oleh Allah dengan ruh ini bukan serta merta Allah menjadikanya tanpa tujuan. Allah menyempurnakan manusia dengan diberikanya ruh adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi dan menjadi hamba Allah yang taat

  99. Avatar

    dedehidayatulloh

    23-10-2017 at 15:36

    bahwa ruh yang kita miliki adalah suatu hak bagi manusia.
    pada ayat yang dijelaskan di atas tentang penciptaan manusia yang pertama yaitu nabi Adam as. bahwa yang dijelaskan dalam (Q.S Al-Hijr ayat 29)”maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu (kepada)Nya dengan bersujud”. Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang sempurna karna di berikan akal dan fikiran sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. maka, soal peniupan roh kepada manusia itu dijelaskan dalam hadist Arba’in Nawawi “Sesungguhnya telah disempurnakan penciptaan salah seorang dari kalian dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk sperma, kemudian dia menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus kepadanya malaikat, kemudian ditiupkan ruh kepadanya, lalu malaikat tersebut diperintahkan untuk menulis empat perkara; untuk menulis rizkinya, ajalnya dan amalannya dan nasibnya (setelah mati) apakah dia celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Dia. Sesungguhnya salah seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya satu hasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga dia memasukinya. Dan salah seorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli neraka, hingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya sehasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli surga hingga dia memasukinya. (HR Bukhari dan Muslim) maka, manusia pun wajib bersyukur karena telah ditetapkan nya nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah SWT pada saat janin berumur 4 bulan di dalam kandungan seorang ibu. diantaranya rizkinya, ajalnya dan amalannya dan nasibnya. kenapa hal tersebut? karena itu akan menumbuhkan rasa bersyukur kepada Allah SWT, sehinggga akan mengingatkan kita kepada hal-hal yang baik. Allah pun, di dalam Q.S Al-Baqarah ayat 34, yang artinya Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. lantas apa yang dimaksud sujud nya yang diperinthkan allah di atas? itu adalah sebagai penghormatan kepada ciptaan Allah yang mulia lantas kita harus bersyukur karena manusia memiliki derajat yang paling tinggi di antara makhluk yang lain. Adapun kesombongan iblis tidak mau bersujud kepada Adam itu merupakan kesombongan karena perintah Allah SWT saja tidak dilakukan. Maka sebagai manusia jangan sampai mengikuti perbuatan syetan itu. jadi peran pendidikan sendiri untuk manusia adalah untuk mempertahankan kefitrahan manusia. karena manusia adalah makhluk Allah yang diberikan akal sehat dan nafsu, oleh karena nya pendidikan sendiri berperan sebagai tolak ukur atau pedoman yang membedakan antara yang benar dengan yang salah. Wallahu alam bii sawab…

    • Cecep Sumarna

      Cecep Sumarna

      23-10-2017 at 16:38

      Wach semakin mantap nich pengetahuan saudara. Saya sangat senang membaca barasi ini

    • Avatar

      ELOK ALFAIN LUTHFIE/ kel.4

      23-10-2017 at 21:41

      Assalamu’alaikum
      Manusia terdiri dari ruh dan jasad, karenanya Allah swt menundukkan keduanya secara keseluruhan. Ruh yaitu kehidupan atau kenyataan yang ada di dalam hati kita, ketika ruh manusia di yakini sebagai dzat yang menjadikan seseorang itu masih hidup. Ruh muncul melalui syaraf dari jantung ke otak lalu dari otak ke seluruh anggota tubuh.
      Inilah yang menjadi dasar terwujudnya semua aksi anggota badan. Terimakasih

    • Avatar

      dhini apriliani

      28-10-2017 at 04:53

      asalamualaikum
      ruh manusia ditiupkan oleh allah pada usia kandungan berusia 4bulan, ruh dan jasad itu saling berkaitan. manusia merupakan mahluk yang paling sempurna dan tinggi derajatnya yang di ciptakan oleh allah swt, yang si maksud sempurna yaitu manusia di ciptakan oleh allah secara lengkap seperti di beri akal dan fikiran untuk mengetahui mana yang baik dan buruk, di beri mulut untuk berbicara, di beri kaki untuk berjalan dll. karena itu kalangan teosofi muslim menyebut pendidikan sebagai milik manusia karena memang hanya manusia satu-satunya mahluk yang di ciptakan allah yang dapat di didik manusia sendiri di didik untuk mempertahankan fungsi ke fitrahan manusia

  100. Avatar

    Lisna_Fitrianti

    23-10-2017 at 10:25

    Bismillah..
    Ketika berbicara mengenai ruh, banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan lebih rinci. Ruh diciptakan sebagai wujud adanya kehidupan dalam diri manusia. Seperti yang telah dijelaskan pada artikel diatas bahwasanya manusia disempurnakan melalui ruh yang ditiupkan oleh Allah, oleh karenanya manusia dapat melihat, mendengar, serta hati yang senantiasa bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
    Dengan di tiupkannya ruh, khususnya qolbu manusia dapat merasakan kehalusan dan kelembutan yang ada dalam jiwa manusia, tentu saja ini ada maksud dan tujuannya. Diantaranya adalah hati yang dapat merasa, berinteraksi dan berpikir. Sifat hati inilah yang mengajak manusia pada jalan yang lurus, mencari kebenaran sejati, mengajak pada kebajikan. Meskipun tidak semua hati manusia selalu berjalan lurus, karena begitu mudahnya hati manusia berguncang sehingga ia sangat mudah tersentuh pada hal-hal yang bersifat sensitif. Oleh karenanya manusia di perintahkan untuk selalu berdzikir membersihkan hati agar selalu terjaga kefitrahannya.

    • Avatar

      Nur iqrima Diniyatin Hidayah

      25-10-2017 at 22:12

      Saya sependapat dengan lisna,
      Manusia di ciptakan oleh Allah untuk terus beriman dan mencari keridhoan an Allah. Maka dari itu, setiap insan manusia di muka bumi ini, terus mencari keridhoan allah dan tak henti hentinya bersyukur atas apa yang Allah telah ciptakan untuk kita kita di muka bumi ini. Maka dari itu, manusia hati dan akal harus berjalan beriringan untuk tetap menjaga kefitrahan manusia sebagai manusia. Hati yang terus berdzikir kepada Nya dan akal untuk menerima pendidikan yang masuk. Sehingga nantinya, akal yang akan mengolah dan hati yang akan merasakan. Sehingga jika akal dan hati dapat berintegrasi baik, maka manusia tersebut dapat sesuai dengan fitrahnya manusia.

    • Avatar

      Lisna_Fitrianti

      26-10-2017 at 10:23

      Benar apa yang dikatakan lisna bahwasannya Manusia disempurnakan oleh ruh yang ditiupkan oleh Allah. Dan khususnya qolbu manusia dapat merasakan kehalusan dan kelembutan yang ada dalam jiwa manusia. Disamping itu juga manusia butuh pendidikan dan pengetahuan untuk bagaimana menjaga qolbu atau hati agar tetap fitrah dan tetap bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita. Karena tanpa pendidikan jiwa kita lemah.

  101. Avatar

    ikbal pauji

    22-10-2017 at 23:26

    Sebagai makhluk yang diametral, maka manusia harus diberi pendidikan. Pendidikan yang mampu meningkatkan potensi kebaikan yang ada dalam diri masing2 manusia, dan dilain sisi mampu meredam potensi kejahatan yang ada. Pendidikan tsbut harus mampu menyentuh atau mencapai sifat ilahiyat yang ada pada Ruh manusia (Rohani) sebagai dasar kefitrahan manusia sehingga nilai dari suatu pendidikan trsbut dapat tercerminkan/ terinternalisasikan dalam sikap dan prilakunya secara nyata.
    Senada dengan hal tersebut, saya kira ketika manusia itu dididik dengan benar, dengan baik, bahkan Rohani (Ruh)-nya terdidik dengan optimal maka akan dapat dipastikan kemungkinan besar prosentase kecerdasan spiritualnya (SQ) pun akan baik pula.
    Bila diibaratkan pendidikan itu adalah jasad, maka yang menjadi ruhnya adalah tujuan pendidikan yang sesuai dengan fitrah atau potensi setiap manusia yang lahir.
    Menurut saya, ini yang kemudian menjadi problem besar (fenomena negatif) bagi kondisi ‘pendidikan’ sekarang. Karena seharusnya pendidikan (khususnya pendidikan islam) itu mampu mewujudkan beberapa goal mendasar, seperti terwujudnya pribadi-pribadi insan kamil/manusia seutuhnya; sehat jasmani dan rohani, dapat hidup serta berkembang secara wajar dan normal kemudian bertaqwa kepada Allah SWT. Akan tetapi nyatanya hal tersebut belum sepenuhnya terwujud (bahkan masih sangat jauh untuk dikatakan berhasil). Ironis sekali.
    Saat ini orientasi dari pendidikan masih berkutat ( atau lebih berorientasi) pada ‘selembar bukti tanda pendidikan’ (ijazah) semata dalam rangka kualifikasi pekerjaan dan juga gaji. Asumsi tersebut bisa dibilang sangat kental dalam pikiran masyarakat sehingga lambatlaun mempengaruhi cara pandangan mereka mengenai pendidikan. Dengan demikian pemenuhan pendidikannya pun hanya sebatas demikian (ijazah-pekerjaan-gaji) dan berimbas pada orientasi serta asumsi masyarakat ttg pendidikan yang tidak sesuai dengan fitrah.
    Hal tersebut juga akan memicu lunturnya esensi serta eksistensi dari pendidikan yang berfungsi mempertahankan fungsi kefitrahan manusia.

  102. Avatar

    ikbal pauji

    21-10-2017 at 09:22

    Secara tematik (Maudhu’i) dalam Al-Qur’an serta kitab-kitab tafsir yang mashur, ternyata kata Ar-Ruh ini mempunyai makna yang banyak (tidak hanya mengarah pada satu arti). Berdasarkan QS As-Sajdah ayat 9 (sebagaimana tertulis diatas) kita tahu bahwa telinga bisa berfungsi sebagai alat pendengaran, mata bisa difungsikan untuk melihat, serta hati sebagai alat untuk memahami. semua terjadi apabila Ruh telah ditiupkan oleh Allah Swt. Dengan Ruh ini pula-lah kiranya Allah memuliakan manusia. Sehingga dapat dipahami betapa pentingnya ruh bagi jasad kita serta terhadap sikap perbuatan kita (baik atau jahat).
    Ruh ini pun bersifat lathifah (lembut) sehingga kita sebagai manusia akan sulit untuk mendeskripsikan ruh itu sendiri, dengan demikian kita tidak tahu ruh itu seperti apa. Maka yang tahu tentang hakikat Ruh adalah Allah swt. sebagaimana tertuang dalam QS Al Isra’ 17: 85.
    Selain dengan pendidikan, cara untuk tetap mempertahankan eksistensi ruh supaya manusia tetap dalam ranah kefitrahan yaitu dengan memberi ruh kita makanan yang bersifat ilahiyat. Ternyata ruh pun butuh makan seperti halnya jasad, makanan ruh itu salah satunya dengan dzikir. Ketika porsi dzikir kita telah Balance dengan kebutuhan makanan si Ruh itu sendiri, otomatis ruh tersebut akan lebih mengarahkan jasad untuk berbuat hal yang baik dan me-nafi-kan keburukan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.