Nikah Paksa (ijbâr) dalam Lintasan Literatur Hukum Islam

0 89

Nikah Paksa (ijbâr) dalam Lintasan Literatur Hukum Islam. Nikah Paksa dalam perspektif al-Qur’an, Secara umum al-Qur’an tidak menyebutkan secara jelas tentang persoalan ijbâr (nikah paksa), akan tetapi hanya menyebutkan beberapa ayat yang menjelaskan tentang problem pemecahan (problem solving) dalam keluarga pada masa Nabi dan itupun respon yang terjadi pada masa itu. Karena memang dalam al-Qur’an hanya menjelaskan prinsip-prinsip umum yang terkandung di dalamnya.

Al-Qur’an secara eksplisit menggambarkan bahwa seorang wali (ayah, kakek dan seterusnya), tidak boleh melakukan paksaan nikah terhadap anak perempuannya, yang mana perempuan tersebut tidak menyetujuinya atau ia mau menikah dengan laki-laki yang dicintainya sementara seorang wali enggan atau tidak mau menikahkannya. Al-Qur’an menyebutkan:

“Apabila kamu menceraikan istri-istrimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu menghalangi mereka kawin lagi dengan calon suaminya apalagi telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma’ruf”. (Al-Baqarah: 234)[1]

Penafsiran terhadap ayat tersebut, sebagaimana di jelaskan al-Jazâirî, bahwa: (a) Khithâb ayat tersebut diperuntukkan kepada para wali (ayah, kakek, saudara laki-laki) untuk tidak menolak untuk tidak menikahkan perempuan yang ada di bawah perwaliannya. Dari hal ini jelas, bahwa keberadaan wali nikah pada masa Nabi adalah memang ada dan eksis. Sehingga perkawinan tanpa adanya wali dibenarkan, (b) Khithâb tersebut diperuntukkan kepada masyarakat umum, (c) Sebagai konskuensinya, bahwa enggan menikahkan atau sebaliknya memaksakan kehendak dengan paksaan adalah tidak diperbolehkan, dan (d) Dari sinilah secara implisit membolehkan wanita untuk menikah sendiri dan seorangpun tidak boleh menolaknya asal adanya kebaikan di masa depannya.[2]

Dari dzahir ayat di atas jelas, bahwa seorang wali tentu tidak boleh semena-mena terhadap perempuan yang ada di bawah perwaliannya baik itu memaksa untuk menikah dengan pilihan wali atau sebaliknya enggan menikahkannya karena tidak sesuai dengan pilihan wali.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.