Nilai Guna Internalisasi Nilai | Interactive Learning Part – 8

32 918

Ada beberapa nilai guna yang dapat diperoleh dengan melaksanakan model pendekatan internalisasi dalam pembelajaran. Nilai-nilai dimaksud antara lain: a). Membangun integritas; b). membangun profesionalisme; c). Menumbuhkan Karakter Inovatif, dan; d). Mengembangkan prinsip kerjasama (team work). Penjelasan keempat nilai guna dimaksud adalah sebagai berikut:

 Membangun Integritas

Menjalankan Tugas dan Pekerjaan dengan selalu memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral, yang diterjemahkan dengan bertindak jujur, menepati janji dan bertindak konsisten. Prinsip ini akan berkaitan langsung dengan kepribadian seseorang. Berikut akan digambarkan beberapa tipe kepribadian, di antaranya:

  1. Peserta didik yang suka menuntut lebih jauh. Hal ini akan dicirikan dengan kecenderungannya yang vokal dan cenderung emosional, tidak peduli (corporate) dengan aturan dan cenderung demonstratif. Bila berhadapan dengan siswa model demikian, guru yang menjadi pengajar tentu tidak perlu menghadapi siswa seperti dengan cara yang berlebihan. Hanya saja dalam internalisasi, guru diperlukan berjabat tangan dengan tegas, tatap mata secara langsung, jaga jarak, jaga penampilan dan tentu menjaga wibawa.
  2. Peserta didik yang cenderung menciptakan kehebohan. Hal ini akan dipercirikan dengan keinginanya untuk berbicara, butuh pengakuan sosial, bicara penuh antusias dan murah senyum. Sikap guru terhadap siswa model demikian dilakukan dengan cara: interupsi, panggil nama, sering simpulkan pembicaraan, kontrol pembicaraan dengan pertanyaan tertutup.
  3. Peserta didik yang tenang. Hal ini akan dicirikan dengan stabilitas emosi yang tinggi, memiliki loyalitas yang baik, santai dan tidak suka perubahan. Terhadap siswa atau peserta didik yang demikian, guru sebaiknya menawarkan solusi praktis, bersikaplah santai, jaga suasana dan tetap tenang.
  4. Peserta didik yang patuh. Hal ini dipercirikan dengan kebiasannya yang perfeksionis, selalu sesuai dengan aturan, butuh informasi dan solusi. Sikap guru ketika berhadapan dengan siswa yang demikian adalah jangan mengajak dia untuk ngobrol (Guru harus lebih banyak meng-iya-kan tanda setuju terhadap siswa dimaksud) dan selalu menjaga jarak.

Sikap Guru

Karakter peserta didik di atas, ditambah dengan sikap guru yang harus ditempuh, tujuan akhirnya adalah agar guru tetap mampu terus menciptakan suasana yang  cool and calm karena amarah tidak menyelesaikan masalah. Ingat pula bahwa peserta didik adalah, Customer Service guru dan ia adalah juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati.

Sikap ini, tetap penting dipertahankan, dan guru terus diupayakan untuk “menjaga” dan “melindungi” peserta didik agar tetap dapat dianggap: Penting, ditanggapi secara serius, diperlakukan dengan hormat,  memberikan pelayanan yang efisien dan terbaik, merasa tetap didengarkan, solutif dalam memecahkan masalah, dan tetap merasa memperoleh bantuan yang kompeten. Intinya guru harus memuaskan klien peserta didik sebagai klinnya.

Solusi lain yang dapat ditawarkan kepada siswa dengan cara kerja di atas, adalah peserta didik harus terus memperoleh pertolongan dari guru dalam bentuk: Bantuan, penghargaan dan pengakuan, rasa simpati dan dukungan, dengarkan dengan penuh empati dan pengertian, kepuasan, saling percaya, tampilkan wajah yang bersahabat, anggap peserta didik sebagai orang penting, dan pelayanan dan pembelajaran yang berkualitas. Tujuan dengan sejumlah cara yang ditempuh di atas, dalam implementasi internalisasi, guru juga dituntut memiliki kemampuan menangani keluhan mereka dengan cara:

  1. Tenang dan dengarkan dengan baik
  2. Jangan tunda penanganan
  3. Cari akar masalah (istilah komputernya : explore clien)
  4. Akui perasaan peserta didik dalam bentuk empati
  5. Tanyakan solusi yang diinginkan peserta didik
  6. Guru perlu mengunakan solusi
  7. Upaya guru tidak “mempermalukan” peserta didik, baik langsung maupun tidak langsung.[16]

Internalisasi dan Teori Skiner

Teori lain yang dapat digunakan untuk menganliasis fungsi atau manfaat internalisasi, dapat dilacak dari teori penguatan yang dikembangkan Skiner. Teori ini lebih banyak menekankan pada aspek-aspek yang berkaitan dengan faktor-faktor yang dapat memperkuat atau memperlemah seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Menurut teori ini, kuat atau lemahnya dorongan bagi seseorang melakukan suatu tindakan banyak tergantung pada faktor-faktor yang memperkuat atau memperlemah dari hasil tindakannya.[17]

Apabila suatu tindakan menghasilkan suatu yang memuaskan, maka tindakan itu cenderung akan diperkuat. Dan sebaliknya, apabila suatu tindakan menghasilkan sesuatu yang kurang memuaskan, maka tindakan itu cenderung akan diperlemah. Perinsip ini oleh sekiner disebut sebagai operant conditioning. Berdasarkan teori ini setiap rangsangan atau setimulus yang sampai pada diri seseorang akan diberi sambutan atau respon. Respon yang meberikan kepuasan akan diperkuat dan respon yang tidak memuaskan akan diperlemah.

Menurut Skiner, setiap respon yang terjadi dari suatu setimulukan, akan menjadi setimulus baru yang mendorong berperilaku. Dalam konseling klien hendaknya diberikan setimulus atau rangsangan yang dapat memberikan kepuasan, dan selanjutnya diberikan penguatan terhadap respon-respon yang dinilai baik.

 Menumbuhkan Karakter Inovatif

Memiliki pemikiran yang bersifat terobosan dan atau alternatif pemecahan masalah yang kreatif, dengan memperhatikan aturan dan norma yang berlaku. Dalam posisi ini, internalisasi nilai-nilai pendidikan keagamaan menjadi penting dilakukan. Di letak ini, internalisasi harus dianggap sebagai visi baru pendidikan dalam kerangka meningkatkan budaya inovatif di kalangan peserta didik.

Pencapaian visi adalah proses yang terus berjalan. Karena itu, visi yang telah dirumuskan tidak cukup jika hanya diumumkan satu kali untuk kemudian dilupakan, melainkan harus disampaikan berulang-ulang. Baik itu di awal pembelajaran, setiap pertemuan dengan peserta didik bahkan bila perlu melalui  surat, memo, ­e-mail, kartu anggota atau ditempel pada dinding sekolah. Hal ini berguna untuk mengingatkan peserta didik tentang visi pendidikan dalam menanamkan pemahaman akan pentingnya visi baru tersebut yang hendak dicapai dunia pendidikan.

Visi pendidikan dan pembelajaran yang demikian tentu untuk dicapai. Ia  bukan hanya sekedar dibuat. Hidupkan visi internalize niali dimaksud dalam setiap aktivitas pendidikan.

Guru sendiri baik dalam pengambilan keputusan, penentuan target, maupun dalam tingkah laku sehari-hari, harus menunjukkan visi baru dimaksud. Visi baru dimaksud, tentu akan terasa lebih penting untuk mereka yang menjadi pemimpin di lembaga pendidikan. Penting bagi para pemimpin organisasi untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai dan visi pendidikan. Saat peserta didik melihat pemimpin mereka menjiwai visi tersebut, mereka akan memiliki rasa percaya terhadap pemimpin dan termotivasi untuk meniru apa yang dilakukan pemimpin mereka.

Mengembangkan Teamwork.

Nilai guna lain dari diimplementasikan model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan internalisasi adalah untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak didik dengan dengan orang. Kemampuan mereka dalam membangun network berfungsi untuk menunjang tugas dan pekerjaan yang akan diemban mereka.

Secara sederhana, lembaga pendidikan sebagai sebuah produsen sumber daya manusia adalah organisasi yakni sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama, yakni peningkatan kemampuan memiliki sikap kebersamaan. Dalam implementasinya, organisasi di lembaga pendidikan akan muncul elemen-elemen seperti pemimpin, sistem, komunikasi dan sebagainya.

Jika tujuan sudah ditetapkan, maka pergerakan sepelan apapun adalah sebuah kemajuan. Namun jika tidak punya tujuan, bergerak sekencang apa pun bisa jadi malah menuju kehancuran. Ketidakpahaman akan visi rawan terjadi pada organisasi yang melakukan pergantian kepengurusan setiap periode waktu tertentu. Yang berarti dalam organisasi tersebut selalu muncul orang-orang baru, dan kehilangan pemain-pemain lama. Orang-orang baru tersebut biasanya datang dengan visi dan tujuan yang ada di kepala mereka masing-masing. Nah, penanaman visi dan tujuan organisasi ini menjadi suatu tantangan tersendiri dalam organisasi.

Mengembangkan prinsip kebersamaan ini, sejalan dengan suatu rumusan manusia sebagai homo social. Konsep ini mengacu pada perilaku manusia yang menuntut kerjasama dan melakukan hubungan dengan lingkungan sosial untuk mandiri dan dapat berinteraksi atau untuk menjadi manusia sosial. Interaksi adalah komunikasi dengan manusia lain, suatu hubungan yang menimbulkan perasaan sosial yang mengikatkan individu dengan sesama manusia, perasaan hidup bermasyarakat seperti tolong menolong, saling memberi dan menerima, simpati dan empati, rasa setia kawan dan sebagainya.[24]

Internalisasi dalam Interaksi Sosial

Melalui proses interaksi sosial tersebutlah seorang anak akan memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, sikap dan perilaku-perilaku penting yang diperlukan dalam partisipasinya di masyarakat kelak. Hal ini sejalan dengan yang dikatakan Zanden (1986) bahwa kita terlahir bukan sebagai manusia, dan baru akan menjadi manusia hanya jika melalui proses interaksi dengan orang lain.

Artinya, sosialisasi merupakan suatu cara untuk membuat seseorang menjadi manusia atau untuk menjadi mahluk sosial yang sesungguhnya. Pengaruh paling besar selama perkembangan anak pada lima tahun pertama kehidupannya terjadi dalam keluarga. Orangtua, khususnya ibu mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak, walaupun kualitas kodrati dan kemauan anak akan ikut menentukan proses perkembangannya. Sedang kepribadian orangtua sangat besar pengaruhnya pada pembentukan pribadi anak.

Beberapa hasil penelitian yang dilakukan Rohner, dkk (1986) di Amerika menunjukkan bahwa seorang ibu yang memperlakukan anak dengan kasar, baik fisik maupun verbal akan menghasilkan pribadi anak yang cenderung kasar setelah dia dewasa kelak . Sampai saat ini, keluarga masih tetap menerapkan bagian terpenting dari jaringan sosial anak sekaligus sebagai lingkungan pertama anak selama tahun-tahun formatif awal untuk memperoleh pengalaman sosial dini, yang berperan penting dalam menentukan hubungan sosial di masa depan dan juga perilakunya terhadap orang lain

  1. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Internalisasi adalah sebuah proses memasukkan nilai dan terdapat dua metode pembelajaran
    1. Metode keheningan, bagaimana mengaktifasi otak kanan kita dengan cara ber’itikaf yang bisa menjiwai dirinya sendiri.
    2. Metode refleksi, yaitu mengulang apa yang terjadi dan membayangkan dinamika hidup dengan cara bertafakur.

  2. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Assalamualaikum..
    Dalam pembahasan diatas mengenai internalisasi nilai merupakan upaya penanaman nilai kedalam jiwa seseorang sehingga nilai tersebut tercermin pada sikap dan perilaku yang di tampakan ke dalam kehidupan sehari-hari . Adapun pengertian yang lainnya yaitu pembentukan kepribadian utuh atau pengumpulan nilai.
    Tujuan dari pembelajaran yaitu knowing,doing dan being atau dalam istilah aspek kognitif,psikomotor dan afektif dapat tercapai dengan baik, serta mencerminkan nilai dan sikap yang ideal dalam kehidupan sehari-hari. 2 teori yang di gunakan sebagai alat analisis yaitu psikologi dan psikoanalisis. Dalam metode yang di gunakan ada dua yaitu keheningan dan refleksi. 2 metode ini tidak bisa dipisahkan karena saling berkaitan.

  3. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Setelah saya baca kemudian memahaminya, menurut persefektif saya Internalisasi nilai-nilai adalah sebuah proses atau cara menanamkan nilai-nilai normatif yang menentukan tingkah laku yang diinginkan bagi suatu sistem yang mendidik sesuai dengan tuntunan Islam menuju terbentuknya kepribadian muslim yang berakhlak mulia.

  4. Asyifa Nuraeni Kartika Ali (MPI/4) berkata

    Assalamualaikum.
    Menurut saya internalisasi nilai adalah suatu upaya berbagi pengetahuan (luar) kepada yg belum mangetahuinya, maupun bentuk ilmu pengetahuan, pembelajaran, maupun pengalaman yg dimiliki seseorang yg diberikan kepada orang lain(dalam).
    Ada 3 metode dalam internalisasi nilai, pertama agar peserta didik tahu (knowing), kedua agar peserta didik mampu mengerjakan atau melaksanakan (doing)/dan yang ketiga yaitu agar peserta didik menjadi seseorang yg ia ketahui.
    Terimakasih

  5. pujiati MPI/4 berkata

    internalisasi nilai adalah pengumpulan nilai-nilai dan sikap-sikap berasal dari kata interen yaitu didalam, internalisasi dapat tercapai melalui keheningan dan refleksi, refleksi terjadi apabila adanya keheningan., karena refleksi dapat dilakukan dengan suasana sepi, sunyi dan senyap dengan begitu refleksi akan dengan mudah terjadi. keheningan dalam islam biasa disebut iktikaf.

  6. siti halimah Mpi/4 berkata

    Suatu proses membangun dan mengembangkan dimensi dimensi kejiwaan, untuk memadukan suatu nilai yang di implementasikan kedalam kehidupan sehingga menjadi suatu sikap yang dapat diukur menjadi perubahan yang terpadu

  7. uyunurrohmah MPI4 berkata

    internalisasi adalah proses mengumpulkan nilai atau mengumpulkan sikap tertentu agar terbentuk kepribadian yg utuh. internalisasi memiliki 2 metode yaitu metode keheningan dan metode refleksi. 3momen dalam proses membangun pengetahuan yaitu: eksternalisasi, obyektifikasi, dan internalisasi. 2 kerangka teori yang dapat digunakan alat analisis yaitu psikolohi dan psikonalisis. tujuan internalisasi yaitu: knowing, doing dan being. 3 pendekatan implementasi motivasi untuk melakukan internalisasi nilai yaitu isi, proses dan pengetahuan. internalisasi memiliki 2 metode yaitu refleksi dan keheningan. Ada beberapa nilai guna yang dapat diperoleh dengan melaksanakan model pendekatan internalisasi dalam pembelajaran/ Nilai-nilai dimaksud antara lain: a). Membangun integritas; b). membangun profesionalisme; c). Menumbuhkan Karakter Inovatif, dan; d). Mengembangkan prinsip kerjasama (team work).

  8. Dewi Sartika berkata

    assalamu’alaikum wr. wb.
    menurut pendapat saya pentingnya internalisasi (internalization) adalah suatu proses memasukkan nilai atau memasukkan sikap ideal yang sebelumnya dianggap berada di luar, agar tergabung dalam pemikiran seseorang dalam pemikiran, keterampilan dan sikap pandang hidup seseorang.
    Secara konseptual, eksternalisasi pengetahuan adalah proses di mana terjadi pertukaran pengetahuan personal, sehingga pengetahuan dikomunikasikan di antara anggota yang ada. Obyektifikasi pengetahuan adalah proses di mana pengetahuan menjadi realitas obyektif, sehingga pengetahuan tersebut diakui organisasi (komunitas). Sedangkan internalisasi pengetahuan adalah proses di mana pengetahuan yang terobyektifikasi tersebut digunakan personal tertentu dalam mensosialisasikan sikap tertentu atau dari apa yang disebutnya dengan nilai. Internalisasi pengetahuan dilakukan melalui kegiatan pencarian dan menemukan kembali pengetahuan yang tersimpan.
    tujuan menurut A.Tafsir adalah 1.Agar peserta didik tahu atau mengetahui (knowing). 2.agar peserta didik mampu mengerjakan apa yang ia ketahui itu (doing) 3.agar peserta didik menjadi orang seperti yang ia ketahui itu.
    Internalisasi nilai dalam proses pembelajaran itu pun dalam soal pendidikan agama dan ilmu-ilmu sosial lainnya, impelementasinya setidaknya membutuhkan motivasi dari seluruh elemen pendidikan. Tidak hanya guru, atau dosen, tetapi, juga pemimpin lembaga pendidikan dimaksud.
    Secara teoretik, implementasi motivasi untuk melakukan internalisasi nilai itu, setidaknya membutuhkan tiga pendekatan, yaitu; 1) isi (content), 2) proses, 3) dan, pengetahuan. Teori dengan pendekatan isi lebih banyak menekankan pada faktor apa yang membuat individu melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu atau nilai tertentu. Tergolong kedalam kelompok teori ini masuk misalnya teori jenjang kebutuhan dari Maslow, yang sepintas terkesan secular karena menjauhkan dimensi keberagaman.
    Dalih integrasi pendidikan nilai dalam pendidikan keagamaan, pada implementasinya menjadi tidak tepat sasaran karena pendidikan nilai diberikan dengan metode hapalan dengan porsi yang minim untuk memenuhi evaluasi proses pendidikan yang hanya mengukur ranah kognitif semata. Tentunya hal tersebut bertolakbelakang dengan prinsip pendidikan nilai yang mencakup ranah afektif dan tidak dapat terukur dengan model evaluasi pendidikan sebagaimana ditentukan oleh sistem pendidikan nasional.
    Student Report Cards (SRC) adalah sebuah inovasi metode penyampaian pendidikan nilai yang dapat digunakan oleh lembaga pendidikan formal sebagai sarana untuk menginternalisasikan pendidikan nilai dalam keseharian peserta didik. Metode ini diadopsi dari metode buku penghubung yang pernah digunakan oleh sekolah dasar sebagai sarana penghubung antara pihak sekolah dan orang tua peserta didik dalam monitoring keseharian peserta didik dalam pengerjaan tugas-tugas sekolah. Selain itu, aplikasi metode SRC yang minim biaya ini juga dapat memberikan kontribusi positif untuk menumbuhkan kebiasaan menulis, rasa percaya diri, dan kreatifitas dalam diri peserta didik sejak usia dini.
    Harapannya aplikasi metode SRC ini dapat menjadi ‘tambalan’ dalam ‘kekosongan’ metode penyampaian pendidikan nilai yang selama ini disampaikan dengan metode hapalan sebagaimana telah berlangsung selama puluhan tahun pada sebagian besar lembaga pendidikan formal di negeri ini.
    Melalui proses pendidikan, manusia diharapkan dapat memperoleh ‘kemanusiaannya’, sehingga dapat menyadari realitas sosial yang terjadi disekitarnya dan menyadari perannya untuk berperilaku sebagaimana mestinya atas realitas sosial tersebut. Terkait dengan adanya educational state role, maka pemerintah menyelenggarakan lembaga-lembaga pendidikan formal dalam rangka pemenuhan kewajiban tersebut sebagaimana diamanatkan oleh grundnorm negara Indonesia, UUD 1945.
    Nim: 1415104027
    kelas: ips 3/a

  9. Liris Wian berkata

    Liris Wian
    Tadris IPS-B/III
    1415104059
    IAIN Syekh Nurjati Cirebon

    Mengintegrasikan nilai dalam pembelajaran sangatlah penting. Integrasi adalah cara alternatif yang harus dipilih untuk menjadikan pendidikan lebih menyeluruh. Gagasan integrasi (nilai-nilai islami [agama] dan umum) ini bukanlah sebagai wacana untuk meraih simpatik akademik, melainkan sebuah kebutuhan mendesar yang harus dijalankan sebagai pedoman pendidikan yang ada, mengingat pendidikan selama ini dipengaruhi oleh dualisme yang kental antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Tujuan pendidikan tidak dapat tercapai tanpa aturan-aturan, namun dengan dorongan moral komponen pembentuk itu sangat penting. Oleh karena itu, pendidik seharusnya tidak hanya sekedar membekali dan menjejali siswa dengan pengetahua n tentang tujuan serta analisis dari hubungan antara tujuan dan alat.

  10. mar'atus solekha berkata

    berdasarkan teori operant conditioning ( skiner ) setiap guru, dosen, dan pendidikan lainnya, di harapkan mampu menumbuhkan kebutuhan berprestasi peserta didik, dan peserta didik perlu dilakukan di dorong untuk dilakukan berbagai tindakan yang berorientasi kualitas, nah apakah semua guru, dosen, dan pendidikan lainnya sudah menerapkan hal tersebut ?? #1415104062

  11. Fauzi Ikhsan Maulana berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Permisi, mohon maaf apabila ada kata kata dibawah ini yang kurang berkenan dihati bapa/ibu yang sangat saya hormati dan teman teman seperjuangan yang saya cintai

    Nama saya Fauzi Ikhsan Maulana dari T-ipsB
    Kalo menurut pandangan saya sebagai mahasiswa, internalisasi dalam pembalajaran itu cukup baik karena didalamnya berisi nilai nilai yang bermanfaat bagi peserta didik yang sedang menuntut ilmu
    Dan menurut saya metode internalisasi tersebut harus dengan cara yang seringan mungkin agar peserta didik mampu memahami benar metode yang disampaikan oleh pendidik kepada peserta didiknya sehingga peserta didik tersebut mampu berinovatif, kreatif dan positive ,
    Dan insyallah bermoral baik…..amin..
    Sekian pedapat dari sayang kurang dan lebihnya mohon maaf
    Billahitofiiq walhidayah wassalamu’alaikum wr wb.
    Terimakasih
    #1415104037

  12. muhamad rida berkata

    Assalamualaikum wr wb
    Muhamad Rida Subagja (1415104070) dari tadris IPS B semester 3
    yang saya pahami dalam bacaa di atas tadi, bahwa seseorang bisanya baik ataupun tidak baik dalam kehidupan itu dipengaruhi oleh pendidikannya itu sendiri, nah dengan itu saya kurang setuju. menurut saya yang dpat mempengaruhi kualitas seseorang itu buykanlah dalam pendidikan nya saja, tetapi faktor pendidikan dan faktor empiris atau lingkungan. karena lingkungan itu adalah suatu tempat yang dialaminya sehari hari dengan dibarengi pergaulannya. dan ada pertanyaan. pendidikan itu dibagi3. formal, non formal, dan informal. manakah yang paling berpengaruh untuk terbentuknya karakter seseorang??
    Wassalamualaikum

  13. muhamad rida berkata

    assalamua’alaikum wr. wb.
    Muhamad Rida Subagja (1415104070) dari tadris IPS B semester 3
    ketika saya mencoba memahami apa yang telah dipaparkan bacaan di atas. seorang pelajar itu baik ataupun kurang baiknya itu ditentukan oleh pendidikan, dalam bacaan di atas tadi pendidikan lah yang terus dibahas karena pendidikan itu memanglah sangat penting baik terbentuknya karakter untuk siswa. tapi entahlah saya merasa kurang setuju jika yang dapat merubah baik atau kurang baiknya siswa itu dari pendidikan saja. menurut saya siswa baik atau tidak baiknya itu yag pertama memang benar adalah faktor pendidikan, tetapi ada lagi menurut saya, yaitu faktor empiris atau lingkungan. lingkungan sangat berpengaruh sekali bagi kehidupan yang dialami manusia. karena sebik baiknya manusia jika ditempatkan ditempat yang lingkungannya tidak baik maka dengan sendirinyalah akan terbawa bawa ke perilaku yang tidak baik, mungkin itu menurut saya, mohon maaf jika ada kesalahan. dan saya ingin bertanya pendidikan itu dibagi3, ada formal, non formal dan informal. pendidikan manakah yang paling berpengaruh terhadap seseorang untuk membentuk suatu kepribadian orang itu sendiri???
    wassalamualaikum wr wb

  14. Hubeb isaf berkata

    Nama : Muhamad Farhan
    NIM : 1415104068
    Semester 3
    Jurusan : T. IPS. B
    Assalamualaikum…
    Menurut pendapat saya mengenai internalisasi nilai adalah suatu ilmu pengetahuan, pengalaman yang di miliki oleh seseorang dan memberikannya ke orang lain. Dan dengan adanya internalisasi nilai yang diberikan oleh pendidik maka kita sebagai anak didik akan mempunyai karakteristik yang inovatif, profesional, dan moral yang baik, serta skill

    Iyah mungkin itu yang dapat saya sampaikan.. Terimakasih,,
    Wassalamu’alaikum..

  15. muawwww (@muawwww1) berkata

    Assalamualaikum menurut saya dengan adanya internalisasi ini sangat baik bagi pendikan sekarang karena dengan adanya internalisasi ini bisa mengumpulkan nilai pendidikan untuk membentuk suatu kepribadian yang baik dan salah satu metode inilah yang harus digunakan para pendidik untuk memberikan kesempatan kepada anak didik agar menjadi anak didil yang bermutu. Terimakasihi

  16. Irin Nadiah berkata

    Menurut saya kesimpulan ny bahwa internalisasi sebagai proses penanaman nilai kedalam jiwa seseorang sehingga nilai tersebut tercermin pada sikap dan prilaku yang ditampakkan dalam kehidupan sehari – hari (menyatu dengan pribadi). Suatu nilai yang telah terinternalisasi pada diri seseorang memang dapat diketahui ciri – cirinya dari cara berfikirnya atau dari tingkah laku.

  17. Iin Nurjanah berkata

    Assalamu’alaikum wr wb.
    Dapat saya simpulkan bahwa internalisasi adalah suatu teknis pengetahuan pendidik yang diberikan pada suatu kelompok, Tujuan internalisasi itu salah satunya ialah dapat membantu para siswa dalam mengetahui suatu konsep, agar peserta didik mampu melaksanakam atau mengerjakan apa yang diketahuinya. SRC adalah suatu metode yang sangat baik diterapkan dalam sekolah formal. Karena dalam metode ini diharuskan siswa untuk membuat catatan keseharian pribadinya dalam suatu catatan tertentu. Sehingga dengan hal ini dapat menambat daya ingat (intelektual) sang anak semakin baik

  18. Lisnawati berkata

    Assalamu’alaikum wr wb.
    Internalisasi pada hakikatnya adalah suatu cara untuk menanamkan nilai kepribadian baik kepada siswa. Internalisasi ini juga dapat dilakukan oleh pihak pendidik .
    Menurut saya dalam metodr ini SRC sanfat efektif digunakan untuk menanamkan nilai dimana siswa dituntut untuk menuliskan kegiatan sosial yanh dilakukannya, SRC ini bisa melatih kejujuran siswa dan menumbuhkan sikap apektif yang baik dan dengan internalisasi nilai ini, efek negatif dari globalisasi akan berujung pada sigat hedonis, konsumtif dapat diatasi dengan baik. SRC ini sebagau cara terbaik dalam mendidik siswa diharapkan siswa mampu mengkaji merenung dan dapat mengaplikasikan nilai nilai terpuji dalam kehidupannya..sehingga siswa dapat dengan mufah bergaul ditengah masyarakat yang multikultural ini.

    ##1415104060

  19. leli auliyah berkata

    Assalamualaikum, komentar saya terkait pendidikan pembelajaran dan internalisasi nilai adalah bahwa pendidikan dan pembelajaran tak akan berpengaruh terhadap siswa jika tidak ada internalisasi nilai, potensi setiap siswa terkait kreatifitas, motivasi belajar, tentu berbeda beda, motovasi siswa yang baik tentu akan menciptakan suatu internalisasi nilai yang di ajarkan dalam suatu proses pendidikan tersebut berjalan sesuai harapan..
    Peran yang sangat penting bagi calon pendidik yakni menumbuhkan kesadaran akan penting nya internalisasi nilai terhadap siswanya. Karna banyak siswa yang menganggap proses pendidikan hanya sebuah transfer ilmu saja…

  20. Hendri setiawan berkata

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Pak saya pengen bertanya
    Bagaimana respon Mahasiswa terhadap proses internalisasi nilai-nilai karakter pada materi filsafat pendidikan ??

    Wassalamu’alaikum Wr Wb

  21. Iin Sri Inayatul Maula berkata

    Assalamualaikum..
    Setelah saya sedikit memahami tentang internalisasi nilai dalam pembelajaran saya dapat mengetahui bahwa peranan internalisasi nilai dalam pembelajaran itu membawa pengaruh besar terhadap kita jika kita mampu menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari hari. Manfaat itu akan menjadikan kita menjadi lebih profesional dalam bidang apapun menjadikan kita berfikir kreatif serta inovatif akan tetapi tergantung kita, kita menerapkan nya atau tidak, karena segala sesuatunya harus dijalankan dengan terus menerus atau istiqomah. Ilmu/nilai yang telah kita ketahui itu laksanakan, terapkan kemudian terapkan secara terus menerus agar manfaatnya dapat kita rasakan .

  22. Hubeb isaf berkata

    Sedikit menyimpulkan tentang interalisasi jadi menurut saya interalisasi nilai itu adalah sebuah metode yang merupakan sebuah nilai yang tepat untuk di laksanakan dalam sebuah lingkungan yang bersifat formal (sekolah) karena sangat berpengaruh sekali kepada anak didik kita di era globalilasi ini… Dan SRC yaitu sebuah bentuk cara untuk di sampaikan dalam sebuah media agar peserta didik bisa mengerti dan langsung ke prakteknya….

  23. khumaeroh berkata

    Menurut saya internalisasi nilai memang sangat diperlukan pada era ini salah satunya agar menjadi pribadi yang utuh dan bermoral yg baik khusunya agar bangsa ini tdk rusak yg dengan berbagai metode yg banyak itu.salah satunya metode SRC bisa digunakan pada sekolah formal khususnya tapi tidak semua anak didik itu jujur dalam mengisi SRC tsb apalagi diera ini,sebaiknya SRC ini dlm tingkatan pendidikan itu ada perbedaan dlm mngisi SRC tsb

  24. faizatul khasanah berkata

    Internalisasi pengetahuan sangat di butuhkan di era yang sekarang ini, karena khususnya bagi para pendidik internalisasi pengetahuan berperan dalam pembentukan nilai dan sikap anak didik. Sehingga nantinya individu atau anak didik akan menerapkan sikap yang telah di dapat.
    ada dua kerangka teori yang dapat di jadikan alat analisis dalam mengkaji teori internalisasi yaitu teori psikoanalisis dan psikologi yang keduanya mempunyai tujuan yang sama.
    diharapkan dengan adanya metode internalisasi di dalam dunia pendidikan peserta didik mampu mengetahui, melaksanakan, dan mampu meniru apa yang telah di dapatkan.
    Terimakasih

  25. komala suci rani berkata

    Assalamu’alaikum wr wb
    Saya mengambil kesimpulan bahwa internalisasi ini adalah sebuah upaya penanaman nilai kedalam jiwa seseorang sehingga nilai tersebut tercermin pada sikap dan perilaku yang di tampakan ke dalam kehidupan sehari-hari .
    Jika tahapan-tahapan internalisasi yaitu tahap tranformasi nilai,transaksi nilai dan tran internalisasi ini dapat dilaksanakan sebaik mungkin maka tujuan dari pembelajaran yaitu knowing,doing dan being atau dalam istilah aspek kognitif,psikomotor dan afektif dapat tercapai dengan baik, serta mencerminkan nilai dan sikap yang ideal dalam kehidupan sehari-hari.
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr wb.

  26. iyet nuryeti antinah berkata

    Diatas telah dijelaskan bahwa model Src adalah suatu sarana yang dapat digunakan oleh suatu lembaga pendidikan formal. Yang dimana fungsinya yaitu untuk menginternalisasikan pendidikan nilai dalam keseharian peserta didik. Dan dengan melaui Src , maka peserta didik dapat melakukan pencatatan terhadap perbuatan baik yang mereka lakukan terhadap sesamanya.

    Maka dari itu saya amat mendukung jika disekolah sekolah diadakan metode evaluasi pendidikan SRC ini. Karena dengan adanya src ini, akan menambah daya ingat anak serta dapat menambah kreativitas anak.
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  27. Maulida Zulfah berkata

    Di era globalisasi ini dimana perkembangan teknologi semakin maju, yang seakan-akan teknologi mempengaruhi manusia dan dimana para peserta didik sudah mempunyai gadget atau handphone, bahkan mereka aktif dimedia sosial, seperti facebook, twitter, instagram, dan sebagainya. Contohnya, sedang dalam proses belajar ada peserta didik yang bermain facebook dan itu akan mengganggu proses belajar mengajar, yang sebenarnya bisa membuat mereka malas belajar, telat beribadah, bahkan sampai ada yang lupa makan, sanking asiknya bermain media sosial, itu mungkin dilihat dari segi negatifnya. Kalau dilihat dari segi positifnya mungkin bisa menghilangkan bosan atau jenuh dengan bermain media sosial. Permasalahannya disini adalah Peran internalisasi sangat penting sekali. Mengingat internalisasi adalah pengumpulan nilai atau pengumpulan sikap tertentu agar terbentuk menjadi kepribadian yang utuh.
    Peran orang tua dan guru juga sangat penting, harus bisa menjaga, mendidik dengan baik, mengetahui pergaulannya. Mengingat masalah-masalah sosial yang membuat peserta didik terjerumus dalam pergaulan bebas. Tidak hanya peran orang tua, guru, atau pun dosen, tetapi juga pemerintah harus bisa memotivasi para peserta didik agar lebih giat belajat dan semangat. Karena Pendidikan adalah menjadi peranan penting dalam membentuk pribadi dan membentuk karakter seorang manusia.
    Nim : 1415104063

  28. Khavid Khalwani berkata

    Assalamualaikum.. Sedikit berargumen mengenai internalisasi nilai pembelajaran.
    Pada sistem pendidikan di Indonesia sudah banyak kurikulum yang dirubah, tetapi dengan adanya perubahan kurikulum sering sekali menuai akan permasalahan baru di dunia pendidikan. Entah itu dari infrastruktur nya maupun kondisi peserta didiknya yang masih belum siap menerima perubahan yang ada. Atau bisa juga dari sisi pemerintah nya yang kurang mensosialisasikan programnya mengenai sistem pendidikan kepada pendidik dan peserta didik. Tetapi akan sangat fatal jika kesalahannya itu dikarenakan oleh pendidik yang belum memiliki keterampilan lebih menangani mengenai kurikulum. Kurikulum disini bisa saja diartikan pelajaran. Dari guru sendiri hanya membutuhkan konsisten mengenai metode internalisasi yakni refleksi dan keheningan. Apabila pendidik konsisten dan meyakinkan dengan segala perkataannya dan terbukti terhadap kepribadiannya maka peserta didik secara tidak langsung akan inspirasi kemudian termotivasi. Kemudian saya sangat setuju dengan student report cards, yakni sarana yang dapat digunakan oleh lembaga pendidikan formal untuk menginternalisasikan pendidikan nilai dalam keseharian peserta didik. Jadi, peserta didik dituntut agar melakukan kebaikannya dalam kehidupan sehari- harinya serta kemudian hasil laporan tersebut di laporkan terlebih dahulu kepada pendidik, hasil dari laporan tersebut kemudian di publikasikan dalam masing dan selanjutnya memberi reward terhadap peserta didik yang melakukan kebaikan dengan jujur. Dan kalau menurut saya, pendidikan pembelajaran internalisasi nilai iini setiap pendidik harus menguasai suasana peserta didik dan harus konsisten dengan apa yang dikerjakannya. Dan harus memiliki kkedekatan yang kuat antar peserta didik agar lebih mengetahui apa yang mereka butuhkan di dalam ranah pendidikan yang pada akhirnya akan menjawab semua masa depan mereka. Maka dari itu pendidik harus memahami betul mengenai etika profesi keguruan, karna di dalamnya terdapat suatu nilai-nilai yang dapat meng internalisasikan pendidikan pembelajaran. Terimakasih..

    1. Muhamad Farhan berkata

      Nama : Muhamad Farhan
      NIM : 1415104068
      Semester 3
      Jurusan : T. IPS. B
      Assalamualaikum…
      Menurut pendapat saya mengenai internalisasi nilai adalah suatu ilmu pengetahuan, pengalaman yang di miliki oleh seseorang dan memberikannya ke orang lain. Dan dengan adanya internalisasi nilai yang diberikan oleh pendidik maka kita sebagai anak didik akan mempunyai karakteristik yang inovatif, profesional, dan moral yang baik, serta skill

      Iyah mungkin itu yang dapat saya sampaikan.. Terimakasih,,
      Wassalamu’alaikum..

  29. khozim berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    menurut argument saya yang namanya intetrnalisasi itu bukan hanya proses memasukan nilai dan sikap ideal ke rana pendidikan saja baik itu di sekolah dasar ataupun di setiap lembaga universitas manapun tetapi bagaimana kita bisa melakukan proses internalisasi ini ke dalam tata negaraan supaya tindakan kriminalitas di negara ini tidak terlalu tinggi, karena jika saya perhatikan banyak dari kalangan mentrinya sendiri banyak yang melanggar norma-norma yang telah di tetapkan di dalam UUD 1945.

  30. kuripah berkata

    Menurut pendapat saya, SRC (Student Report Card) dapat dikembangkan/diterapkan kembali dilembaga pendidikan formal atau sekolah, karena dengan diterapkannya metode SRC peserta didik dapat menginternalisasikan pendidikan nilai maupun pendidikan keagamaan dan bisa meningkatkan kembali moral serta budi pekerti peserta didik.

  31. Hikmah Rokhimah berkata

    Dalam mengkaji teori internalisasi terdapat dua kerangka teori yaitu teori psikologi dan psikoanalisis, dari kedua teori tersebut menurut saya teori psikologi lebih efektif karena teori tersebut bertujuan untuk mendorong kesadaran seseorang terhadap nilai-nilai tertentu dan bagaimana orang tersebut dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi dalam teori tersebut yang berperan aktif dalam menginternalisasikan nilai-nilai tertentu adalah seseorang itu sendiri. Dimana seseorang tersebutlah yang mencari, menerima, melakukan, dan menerapkan suatu nilai-nilai yang telah ia dapatkan. Sedangkan teori psikoanalisis hanya mengandalkan transformasi nilai dari sekelompok orang. #1415104042

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.