Nilai Kearifan Di Balik Sebuah Pensil

0 44

Pensil memiliki banyak manfaat dalam kehidupan kita, baik itu untuk menulis sesuatu, mengisi lembar jawaban, membuat sketsa dan lain – lain. Tapi pernahkah kita berpikir tentang sejarah pensil? Saya yakin masih banyak yang belum tahu tentang sejarah pencil. Nah, tak perlu panjang lebar, berikut artikel tentang sejarah pensil.

Kata pencil berasal dari bahasa Latin yaitu penicillus, yang artinya ekor kecil karena bentuknya memang seperti kuas kecil. Pensil yang kita kenal sekarang adalah untuk menulis, menggambar Dalam bentuk batang bahan hitam itu adalah grafit. Grafit adalah bahan batuan yang didapat dari menambang. Grafit ditemukan sekitar 500 tahun yang lalu di daerah Cumberland.

Awalnya pensil terbuat bukan dari kayu seperti halnya yang sekarang kita gunakan. Melainkan dari batu yang di asah ujungnya hingga tajam, sebenarnya batu itu di gunakan oleh manusia purba untuk membunuh dan menguliti binatang buruan. Namun mulai sekitar tahun 24.000 SM mereka mulai menggunakan batu itu itu untuk menulis, berbeda dengan kita yang menulis di atas kertas, dahulu manusia purba menulis di atas batu.

Pensil – pensil yang kita gunakan sekarang ini pertama kali di temukan oleh seorang Insinyur dari Prancis bernama Nicolas Jacques Conte. Pensil yang pada awalnya terlihat kurang praktis, lalu beliau membuat pensil dari campuran bubuk granit dengan tanah liat yang di lapisi kertas dan kayu lalu di bentuk menjadi batangan dan terakhir membakarnya dalam perapian. Hasilnya, pensil menjadi nyaman dan mudah digunakan.

Kearifan yang Ada di balik Sebuah Pensil

Selain itu pensil memiliki lima keistimewaan di bandingkan pulpen dan alat – alat tulis lainnya, berikut kearifan yang ada di balik sebuah pensil :

  1. Melalui sebuah pensil, manusia mampu menghasilkan mahakarya tulis yang hebat dan megah, tapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang selalu membimbing langkahnya. Anggap saja itu tangan Tuhan, yang senantiasa mengaping manusia sesuai kehendaknya.
  2. Suatu saat pensil yang sering kita gunakan akan semakin menumpul dan pasti kita akan membutuhkan sebuah alat untuk menajamkannya kembali, tanpa peduli dengan rasa sakit yang di derita si pensil. Begitupun kita sebagai manusia kita harus siap didera derita dan rasa sakit, karna itu bisa membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih mulia.
  3. Pensil mampu mengingatkan manusia supaya menggunakan penyetip untuk menghapus kesalahan. Artinya berintropeksi diri (Bermuhasabah) bukan hal yang buruk melainkan membantu menjaganya agar tetap pada jalan menuju keadilan berpikir dan bertindak.
  4. Yang paling penting dalam sebuah pensil bukan tampilan luarnya melainkan grafit yang berada di bagian dalam. Maknanya, agar manusia senantiasa lebih memperhatikan sesuatu yang ada di dalam dirinya bukan hanya menilai dalam bentuk covernya saja.
  5. Pensil selalu meninggalkan jejak. Melihat sifat ini manusia harus menyadari bahwa setiap yang di lakukannya dalam hidup, akan selalu meninggalkan jejak. Jadi, ia harus selalu memperhitungkan setiap tindakannya.

Luar biasa sekali nilai yang ada di balik pensil, hingga mampu membuat saya meninggalkan pulpen. Mari kita perbanyak menulis!!!!***Syfa Fauziah


sifa-fauziah
Syfa Fauziah

 Tentang Penulis

Mahasiswi Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon ini, terbilang sosok muda kreatif yang Imajiner, Kecintaannya kepada dunia organisasi dan seni membawa penulis termasuk mahasiswa aktif penggiat seni. Gadis kelahiran Tasikmalaya ini kini termasuk dalam jajaran pengurus beberapa organisasi Kemahasiswaan, baik Organisasi Extra maupun Intra Kampus.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.