Inspirasi Tanpa Batas

OJK: CSI Lakukan Kegiatan Investasi Melawan Hukum

0 27

Otoritas Jasa Keungan (OJK), dan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi). Seperti diberitakan Detik Finance 01 Nopember 2016, menyatakan bahwa ada tiga perusahaan yang diduga melakukan kegiatan melanggar hukum. Ketiga perusahaan itu tidak memiliki idzin usaha dari OJK. Ketiga perusahaan itu adalah: PT. Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI), PT. Dream for Freedom dan UN Swissindo.

“Satgas Waspada Invetasi telah menetapkan bahwa kegiatan PT. Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) dan Dream for Freedom termasuk kegiatan investasi yang melawan hukum atau ilegal. Pelunasan kredit yang dilakukan oleh UN Swissindo yang berkantor pusat di Cirebon adalah kegiatan ilegal karena tidak berizin dari otoritas keuangan mana pun,” jelas Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Tongam Lumban Tobing dalam jumpa pers di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016). Detik Finance

PT CSI, dalam rilis dimaksud, dinyatakan telah berbadan hukum sejak 2012. Mereka mendirikan Koperasi Syari’ah, tetapi tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dasar syariah. PT. Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) dalam idzinnya, mendirikan Koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syari’ah (KSPPS) dengan menghimpun dana masyarakat melalui investasi emas dan tabungan dengan minimal imbal hasil sebesar 5 persen dari modal yang ditanamkan nasabah.

Dream for Freedom, telah berbadan hukum sejak 2012, menawarkan produk investasi dengan menawarkan keuntungan 1% selama 15 hari dan bonus aktif 10% jika peserta dapat mengajak anggota baru. Kemudian, UN Swissindo melakukan penawaran janji pelunasan kredit dengan sasaran debitur macet dengan menerbitkan surat pembebasan utang yang mengatasnamakan Presiden.

Satgas Waspada Investasi telah menetapkan PT. Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) dan Dream for Freedom. Sebagai lembaga yang menyelenggarakan  kegiatan investasi yang melawan hukum atau ilegal. “Pelunasan kredit yang dilakukan oleh UN Swissindo yang berkantor pusat di Cirebon adalah kegiatan ilegal. Karena tidak berizin dari otoritas keuangan mana pun”. Jelas Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Tongam Lumban Tobing dalam jumpa pers di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016)

Dana Terhimpun

Tongam Lumban Tobing menyebut bahwa ketiga perusahaan tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar 5,8 trilyun. Dengan jumlah nasabah sebanyak 1.007.000 orang. Terdiri dari: CSI sebanyak 7000 orang dengan jumlah dana terserap diperkirakan sebanyak 2 trilyun,  Dream for Freedom memiliki nasabah sebanyak 700.000 peserta dengan dana terhimpun sebesar Rp 3,5 triliun. Sedangkan Swissindo memiliki anggota 300 000 dengan jumlah dana terhimpun sebanyak 300 000,000.

Tongam Lumban Tobing lebih lanjut menyatakan bahwa ketiga perusahaan dimaksud, telah beroperasi di Jakarta, Bengkulu, Palembang dan Cirebon. Ketiganya sangat mungkin dijerat pasal yang berbeda. Misalnya, untuk Dream for Freedom. Patut dianggap melakukan pelanggaran pada undang-undang perdagangan. CSI dianggap melakukan pelanggaran pada penghimpunan dana tanpa izin usaha berdasarkan undang-undang nomor 21 tahun 2008. Begitupun dengan perusahaan UN Swissindo. Masing-masing mungkin diancam  hukuman mulai dari 5 sampai dengan 15 tahun. Dua perusahaan yakni CSI dan Dream for Freedom, selama ini tengah diatasi pihak hokum di masing-masing daerah. ** (TL)

Komentar
Memuat...