Mengapa Masih Ada Saja Orang Yang Terjebak Investasi Bodong?

3 15

Saat ini Masyarakat Indonesia sudah terbukti, masih banyak yang terjebak investasi bodong dan perusahaan skema piramida. Keuntungan yang tinggi dengan modal awal yang terbilang kecil menjadi salah satu penyebab utama.

Akan tetapi, pertumbuhan perekonomian yang rendah menjadi masalah utama bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang menjadi korban perusahaan investasi bodong. Karena keinginan mereka cepat menjadi kaya dengan cara yang mudah.

Dari 1975 perusahaan investasi bodong dan perusahaan dengan skema piramida pada penjualan langsung sudah memberikan kerugian kepada masyarakat, terbukti sampai 2015 total kerugiannya mencapai Rp126,507 triliun. Dilansir dari okezone.

Rendahnya Perekonomian Nasional

Perekonomian nasional Indonesia yang statusnya rendah juga berpengaruh terhadap pertumbuhan perusahaan investasi bodong di Indonesia. Bahkan, rendahnya perekonomian nasional menjadi kesempatan yang tepat bagi para pelaku untuk mengelabui masyarakat yang ingin mendapatkan uang dengan cara yang mudah. Saat perekonomian rendah, banyak yang dipecat, dan di situ mudah tergiur dengan investasi ini.

Perusahaan investasi bodong ini memang menggoda dengan keuntungan yang nyata. Di mana, masyarakat sudah tinggal memilih ingin berinvestasi dengan nominal jumlah berapa dan sudah ada pula keuntungan yang didapat setiap bulannya. Orang berkata main di awal supaya menang di awal. Itu cita-citanya. Kenyataannya layaknya judi. Jika sudah menang, akan terus bertambah dan bertambah. Pada akhirnya berhenti ketika habis, bukan ketika menang.

Jebol. Contohnya, bunga 30 persen dapat Rp300 ribu. Bagaimana dengan yang Rp10 juta – eh benar, Rp100 juta benar, terus Rp1 miliar dan akhirnya jebol. Nah duit ini menang juga dari siapa? Pasti dari yang buntung, karena bukanlah profit produk. Karena uang panas ini cepat habisnya.

Imbauan yang dilakukan APLI dan juga Satgas Waspada Investasi terhadap masyarakat yang menjadi korban memang sulit untuk terealisasi. Penyebab utamanya, keuntungan yang nyata. Guna memberikan efek jera, APLI masih menunggu PP yang mengatur sanksi mengenai investasi bodong ini dan perusahaan dengan skema piramida.

Tujuan PP tersebut, untuk memberikan keleluasaan bagi para penyidik dalam Kepolisian untuk menindak langsung para pelakunya. Perusahaan penjualan langsung di Indonesia yang tergabung dengan APLI atau memiliki izin usaha resmi jumlahnya sekitar 200-an lebih dari total sekitar 280 perusahaan. Di mana, 60 perusahaan diduga merupakan perusahaan investasi yang bodong. PP sudah jalan tapi law enforcement belum percaya diri melakukan tindakan. Harapannya dengan PP tersebut, polisi PD jadi menindak tanpa aduan.

(keuntungan yang tinggi) (terjebak investasi)

  1. Liris Wian berkata

    Investasi bodong adalah penanaman modal yang kenyataannya investasi yang ditawarkan kepada konsumen tidak dapat dipertanggungjawabkan. Biasanya konsumen selalu diiming-imingi keuntungan yang berlipat ganda dari modal yang akan ia tanamkan. Sudah banyak korban dari investasi bodong ini, oleh karena itu untuk menghindari jatuhnya korban yang semakin banyak kita harus waspada. Memang, tidak semua investasi yang ditawarkan kepada masyarakat adalah investasi bodong. Karena ada juga produk-produk investasi yang memang secara nyata memberikan keuntungan bagi konsumen. Karena prinsip investasi sesungguhnya adalah memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Apabila ada yang menawarkan investasi dengan keuntungan yang besar dalam jangka waktu yang pendek perlu kita curigai dan harus kita telusuri apakah perusahaan investasi tersebut legal atau ilegal. Karena semuanya berawal dari kehati-hatian atau kewaspadaan kita sendiri. #1415104059

  2. Khavid Khalwani/1415104050/T.IPSB/3/IAIN SNJ CIREBON berkata

    Banyak orang yang terjebak dengan investasi bodong ini karena masih banyak orang yang tidak merasa puas dengan apa yang sudah didapatkan. Atau karena kondisi yang mendesak untuk mendorong investasi tersebut sehingga menjadi kesempatan bagi perusahaan investasi bodong. Maka dari itu kita harus berfikir panjang dan arif mengenai hal ini agar lebih bisa memilih cara yang terbaik untuk mendapatkan suatu jalan yang terbaik untuk kita dengan proses usaha yang benar. Sekecilpun hasil usaha kita selagi kita bersyukur maka akan terasa besar nikmatnya.

    1. Eltendi Dhirgan berkata

      sudah menjadi sifat dasar manusia untuk tidak merasa puas. karena manusia akan selalu terdorong untuk mendapatkan lebih.
      Yang menjadi masalah adalah kurangnya pengetahuan masyarakat itu sendiri tentang investasi yang layak dan benar.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.