Take a fresh look at your lifestyle.

Organisasi Kedaerahan – Jembatan Mahasiswa Bermasyarakat

0 56

Konten Sponsor

Mahasiswa adalah seseorang yang mempunyai tekad bulat untuk mencari ilmu pengetahuan ke jenjang yang lebih tinggi ataupun luas, setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah sederajat.

Cita-cita Mahasiswa

Berbagai pilihan dan berbagai pula alasan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, ada yang ingin supaya mudah mencari pekerjaan, dan ada pula yang memang ingin memper kuat kompetensi di bidang bakat diri. Segala cara di lakukan demi terpenuhi keinginan dan pilihannya, ibarat sebuah lagu “Gunung pun ku daki lautpun ku sebrangi”, jauh dekatpun tidak jadi masalah demi sebuah ilmu yang mereka cari.

Memang ada betulnya seperti kata mutiara yang pernah di ungkapkan imam safi’i dalam Novel habiburrahman el shirazy.  “Air keruh karena diam tertahan, jika mengalir ia akan menjadi jernih. Jika tidak, akan keruh menggenang”, sama hal nya di ibaratkan kita yang tak ingin keluar dari zona nyaman, yang tak ingin mencari pengetahuan ke dunia luar dan terpaku hanya pada satu titik saja di wilayahnya ataupun hanya satu pan ilmu. tidak akan mungkin ada perubahan yang lebih, yang ada malah (GAPTEK) gagap tekhnologi dan (GAPMU) gagap Ilmu. Sebenarnya ilmu bisa di cari dimana saja dan kapanpun, tanpa  harus meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi, karena dengan ilmu kehidupan kita akan menjadi mudah dan menjadikan lebih bermakna.

Kiprah Mahasiswa

Setingginya cita-cita di daki, seluasnya lautan ilmu di sebrangi. Jangan pernah kita lupa, bahwa kita berasal dari sebuah daerah, sebuah kampung ataupun sebuah kawasan yang suatu saat kita akan kembali. Apalagi seorang mahasiswa, mahasiswa yang sebagaimana banyak di bicarakan kalangan, adalah sebagai agen of sosial control (agen perubahan sosial). Harus membawa perubahan signifikan, walaupun pada kenyataannya dimanapun suatu saat kita akan bermasyarakat, kita tidak akan tahu.

Dalam meciptakan sebuah kualitas, perlu perjuangan dalam mencapainya (proses kuantitas). Biasanya selain di dunia kuliah, mahsiswa selalu berperan aktif di dunia organisasi. Dan penulis setuju dengan hal tersebut, Karena menurut pandangan penulis sendiri, untuk faham bermasyarakat tidak cukup hanya dengan kuliah kerja nyata (KKN), ataupun peraktek kerja lapangan (PKL) saja, perlu ada pengembangan diri yang di gali melalui organisasi, khususnya organisasi extra dan intra kampus. karena pada saat nanti tidak sedikit masyarakat yang berpendidikan non formal lebih di terima di lingkungan masyarakat dari pada mahsiswa yang berpendidikan formal.

Jembatan Mahasiswa Bermasyarakat

Masyarakat selalu identik dengan suatu wilayah yang mempunyai budaya tertentu, bahasa tertentu, keadaan tertentu dan karakteristik tertentu pula. Dan hal tersebut yang suatu saat akan menjadi patokan, supaya dalam kehidupan bermasyarakat kita bisa lebih menyelarasakan. Sehingga menciptakan persatuan dan kesatuan di tataran masyarakat. Bagi seorang mahasiswa, hal tersebut yang harus lebih di banagun.

Organisasi Kedaerahan adalah salah satu Contoh organisasi yang harus kita masuk di dalamnya. Karena tidak hanya organisasi ini selalu saja exis pada tataran kampus tetapi mereka juga selalu exis membangun wilayah masyarakatnya, sekarang dan nanti. Organisasi kedaerahan yang merupakan suatu wadah yang menghimpun mahasiswa dan mahasiswi daerah- daerah tertentu sesuai dengan kesepakatan, mampu menciptakan kekuatan jalinan antar personal lebih kuat dalam dunia kesehariannya. Dan jika kita ada di dalam organisasi tersebut, Kita akan mengetahui, menjiwai, merasakan lebih dalam seperti apa karakter, budaya, bahasa yang ada di dalamnya. Bahkan kita akan mengetahui keadaan sosial di wilayah kita dengan saling berinter aksi dan diskusi.

Bukan berarti penulis mengatakan, kita tidak boleh mengikuti organisasi lain. Juga bukan berarti di luar organisasi kedaerahan tidak ada yang lebih bagus. Bahkan masih banyak jembatan bermasyarakat di luar organisasi kedaerahan yang lebih baik lagi. Tetapi untuk hal bermasyarakat sebagaimana pengalaman penulis sendiri, sangat penting untuk bekal suatu hari nanti. Karena barangkali kita di takdirkan untuk kembali ke wilayah yang sama dan mengabdi di sana. Maka masuklah organisasi kedaerahan tersebut, kembali untuk bermasyarakat dan memasyarakat, dari masyarakat untuk masyarakat pula. Insyaallah ada tambahan untuk bekal nanti bermasyarakat. (Kiki Ahmad Bulkini)