Impelementasi Manajemen Organisasi Kemahasiswaan

pelantikan organisasi mahasiswa UNY
0 113

Organisasi dipahami sebagai sebuah kumpulan manusia yang sudah tentu memiliki visi, misi dan tujuan yang sama. Visi, misi serta tujuan dimaksud harus selalu beriringan dalam menjalani segala dinamika yang ada dalam organisasi. Dalam implementasi manajemen organisasi kemahasiswaan, seringkali ditemukan semacam miss oriented dalam mencapai tujuan organisasi. Sehingga peran pemimpin dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai manajerial harus mampu dijalankan seoptimal mungkin.

Di beberapa organisasi kemahasiswaan, misalnya, seringkali kita temukan miss oriented dimaksud dalam tataran implementasi manajemen organisasi. Fungsi- fungsi manajemen seringkali tidak dijalankan secara optimal, padahal kajian- kajian manajemen sering dilakukan. Secara sederhana, fungsi manajemen dimaksud adalah fungsi perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengawasan (George R Terry (2003).

Fungsi- Fungsi Manajemen

Tahap pertama fungsi manajemen adalah perencanaan. Perencanaan dapat kita pahami sebagai sebuah proses awal ketika hendak melakukan sebuah pekerjaan ataupun kegiatan baik dalam bentuk pemikiran maupun penyusunan kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang optimal. Fungsi kedua adalah pengorganisasian, merupakan proses penentuan segala aspek yang berkaitan dengan perangkat pelaksanaan kegiatan secara transparan dan jelas.

Fungsi ketiga adalah pelaksanaan kerja atau aktivitas yakni suatu proses membuat anggota organisasi mampu dan bermotivasi untuk melaksanakan tugas. Dalam prakteknya, implementasi fungsi yang ketiga ini akan dipengaruhi kelihaian seorang pemimpin dalam memberi perintah kepada anggota sehingga pelaksanaan kegiatan dimaksud akan mampu mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan motivasi dalam diri setiap anggota organisasi. Fungsi yang terakhir adalah pengawasan. Hal ini dilakukan guna menjamin pelaksanaan aktivitas atau kegiatan organisasi mampu berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Pengawasan ini berkaitan erat dengan evaluasi pelaksanaan kegiatan, sehingga pada akhirnya akan ditemukan apa- apa saja yang kurang bahkan tidak optimal sehingga melahirkan sebuah rekomendasi perbaikan untuk masa yang akan datang.

Keempat fungsi manajemen diatas, seyogianya dilakukan secara sistematis dan integratif. Sistematis yang penulis maksud adalah keempatnya harus dilakukan secara berurutan atau bertahap. Artinya implementasi fungsi- fungsi manajemen ini harus dilakukan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pengawasan secara konsisten.

Seringkali ditemukan di beberapa organisasi, khususnya organisasi kemahasiswaan, tahapan ini tidak dilakukan secara optimal. Fungsi manajemen ini terkadang hanya sampai pada pelaksanaan, tanpa melakukan sebuah pengawasan yang didalamnya sudah barang tentu dilakukan evaluasi. Atau terkadang juga sebagian dari mereka melakukan evaluasi atas sesuatu yang tidak pernah direncanakan.

Sedangkan Integratif yang penulis maksud adalah antara perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dilakukan dalam satu kesatuan rangkaian aktivitas atau kegiatan organisasi artinya keempat fungsi dimaksud tidak bisa dilihat secara parsial.

Lanlan Muhria

Komentar
Memuat...