Take a fresh look at your lifestyle.

Organisasi Mahasiswa Sebagai Media Pembentukan Karakter Bangsa

0 1.119

Proses pembentukan karakter bangsa dapat diterapkan pada tingkat perguruan tinggi melalui keikutsertaan mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan. Menjadi seorang mahasiswa tidak semudah yang di bayangkan ketika pada masa SMA. Mahasiswa dihadapkan pada culture syock, dimana perubahan yang sangat drastis akan terjadi pada dirinya.

Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebut kata “mahasiswa” sebagai sebutan akademis untuk peserta didik yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. Secara harfiah, kata “mahasiswa” terdiri  dari dua suku kata yaitu “maha” yang berarti tinggi dan “siswa” yang berarti subjek pembelajar. Maka, mahasiswa dapat diartikan sebagai pelajar yang tinggi atau seorang yang belajar di perguruan tinggi/ universitas.

Peran mahasiswa hampir tidak pernah lepas dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia hingga saat ini. Di perguruan tinggi, sejak awal mahasiswa di kenalkan pada sebutan dirinya seagai mahasiswa. Misalnya, sejarah pergerakan mahasiswa, ciri- ciri mahasiswa dan lain sebagainya. Dari sini, kita dapat melihat bahwa ada tugas dan tanggung jawab moral yang dimiliki mahasiswa selain hanya duduk kuliah dan memahami disiplin ilmunya masing- masing, tetapi perlu adanya skill yang harus di tanamkan dan di pupuk sejak dini.

Mahasiswa selalu memiliki keinginan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan nilai intelektual dan integritas terhadap masyarakat. Keinginan- keinginan dimaksud, tidak serta merta di peroleh di bangku kuliah, tapi justru hal itu di dapat dalam sebuah organisasi. Mahasiswa di berikan kebebasan untuk memilih wadah dimana dia akan memanfaatkan waktu dan tenaganya agar tujuan bersama dalam organisasi itu dapat tercapai.

Organisasi Mahasiswa

Organisasi mahasiswa menjadi salah satu media yang cukup tepat untuk membentuk karakter bangsa. Dalam organisasi, setiap anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan program- program yang telah disusun berdasarkan visi dan misi bersama. Hal ini dapat dimaknai sebagai latihan dalam menumbuhkan sikap disiplin, tanggungjawab dan pekerja keras. Proses pengambilan keputusan secara musyawarah mufakat menjadi contoh lain yang kemudian melatih mahasiswa membentuk sikap toleransi, sabar dan ikhlas menjalankan tugas berdasarkan kesepakatan bersama.

Beberapa organisasi intra kampus menjadi lahan untuk di gunakan seoptimal mungkin dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan diri, baik pengembangan intelektual, social, kreatifitas, dan lain sebagainya. Organisasi dimaksud misalnya; pertama, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) –di tingkat Universitas dan Fakultas– yang merupakan lembaga eksekutif mahasiswa yang mewadahi dan menaungi aspirasi keluarga besar mahasiswa. Kedua, ada pula yang di sebut dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang merupakan organisasi intrakampus yang berada pada jurusan keilmuan dalam ruang lingkup fakultas tertentu. Ketiga, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang merupakan wadah aktivitas mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para mahasiswa yang ada di dalamnya.

Pembentukan Karakter Bangsa

Organisasi berperan penting dalam pembentukan karakter bangsa. Hal ini terlihat jelas dengan adanya program- program yang ada dalam organisasi dimaksud yang berfungsi terhadap pengembangan kepribadian dan softskill dari para anggota serta terjadinya proses regenerasi. Hal inilah yang kemudian menjadikan organisasi dimaksud sebagai salah satu media pembentukan karakter kepribadian bangsa.

Harus di akui bahwa organisasi intrakampus memberikan pengaruh yang luar biasa tehadap pembentukan kualitas mahasiswa itu sendiri. Tentu ada kosekuensi tersendiri dari aktifitas organisasi dimaksud. Hal itu terlihat dari pengorbanan yang di lakukan, mulai dari pengorbanan pikiran, waktu dan tenaga bahkan materi. Contoh sederhana adalah dalam hal pengelolaan suatu kegiatan atau program kerja organisasi. Kegiatan- kegiatan organisasi biasanya di lakukan dengan menggunakan prinsip: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan atau evaluasi. Konsep sebagaimana di sebutkan tadi sesungguhnya mengajarkan mahasiswa bagaimana melakukan rencana, mengatur, mengaktualisasi dan mengontrol apa yang di kerjakan.

Berorganisasi Membutuhkan Time Management

Harus di ingat bahwa dalam berorganisasi dibutuhkan time management yang baik. Hal ini dimaksudkan agar kewajiban pertama mahasiswa –kuliah– tidak menjadi terabaikan.  Dalam proses ini, secara tidak sadar mahasiswa akan berlatih mengembangkan diri, berkomunikasi dengan orang banyak, merangsang kepekaan terhadap masyarakat, juga diajarkan menjadi pemimpin yang amanah dan bertanggungjawab. Dari sinilah fungsi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dipupuk agar tumbuh dan berkembang menjadi penerus bangsa kedepan.

Mahasiswa yang demikian diharapkan lahir menjadi pemimpin bangsa masa depan yang tangguh, berakhlak mulia, memiliki intelektualitas serta kritis terhadap kondisi bangsa. Di Indonesia, mahasiswa hadir sebagai sosok fenomenal yang memiliki peran strategis dalam perubahan tatanan kehidupan masyarakat. Sumpah Pemuda 1928 dan gerakan reformasi 1998 misalnya, menjadi bukti historis yang menegaskan peran strategis mahasiswa dalam berbagai dinamika kebangsaan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar