Inspirasi Tanpa Batas

Orkestra Cinta Adam di Jabal Rahmah| Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 26

Orkestra Cinta Adam di Jabal Rahmah| Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 26
0 99

City Tour di Kota Mekkah – Orkestra Cinta Adam di Jabal Rahmah. Setelah Shofi kembali ke Maktab, dua hari setelahnya, rombongan haji di mana Crhonos bergabung, merencakan melakukan city tour. Mereka akan berkunjung ke beberapa tempat bersejarah dalam dunia Islam di Mekkah. Crhonos sendiri sedikit banyak telah merasa fresh. Terlebih ketika Shofi kelihatan lebih segar dibandingkan dengan beberapa minggu sebelumnya.

Semalaman sepulang dari rumah sakit, Crhonos tidur pulas. Ia mulai merencanakan untuk ikut mengunjungi tempat-tempat tertentu, yang dalam berbagai literatur, sering dianggap memiliki nilai historisnya sendiri. Pada hari itu, mereka akan mengunjungi jabal nur, jabal rahmah, Masjid Namirah, Ji’ranah dan jabal qurban. Ke tempat-tempat inilah mereka akan bergerak.

Saat itu, masing-masing jama’ah sudah bebas memakai pakaian apapun. Kebanyakan jama’ah memakai topi wisata dan kaca mata hitam. Tas yang dibawa kebanyakan hanya bersipat hand carry. Jama’ah tampak menunjukkan jati dirinya sebagai manusia yang dalam anggapan kita, tentu semua hujjaj baru, memperoleh kemabruran dalam pelaksanaan ibadah haji.

Terik Matahari yang menyentuh angka 45 derajat celsius, terasa tidak ramah bagi masyarakat yang biasa tinggal di daerah tropis. Terlebih saat itu, banyak sekali angin yang menyebabkan debu berterbangan dengan begitu bebasanya. Jika tidak memiliki stamina yang kuat, sangat  mungkin terken penyakit demam dan filek berat. Tampak beberapa haji yang berasal dari negara tetangga Arab, mulai meninggalkan Kota Mekkah. Jama’ah haji asal Indonesia, tidak sedikit yang pulang ke Indonesia, atau mereka yang berangkat ke Medinah.

Di Jabal Nur Membayangkan Nabi Muhammad

Sebelum berangkat city tour, yang rencananya akan dimulai ke Jabal Nur [gunung cahaya], Crhonos dipanggil Shofi. Tangan Shofi menggapai dengan lembut memanggil anaknya. Ia dinasehati bapaknya tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan saat sampai ke tempat penuh nilai sejarah dalam dunia Islam. Di antara Nasihat Shofi itu adalah keinginannya agar anaknya benar-benar dapat mengimaginasi Nabi Muhammad dalam rukun hidup. Inilah Nabi fenomenal, kata Shofi. Kamu mesti mampu melakukan asosiasi atas kehadirannya di tempat di mana kamu mengunjunginya.

Muhammad adalah Nabi yang menjadi cincin [pemimpin] para Nabi dan rasul. Ia menjadi pemimpin bagi seluruh kenabian dan kemanusiaan sekaligus. Dialah sosok yang menjadi asas bagi terciptanya seluruh ciptaan Tuhan dalam suatu nalar filosofi mirar al Allah. Dengan nafas yang terus tersengau, Shofi berkata:

“Anak-ku. Jabal Nur, sering disebut sebagai Jabal Hira’. Menurut sejarah yang berhasil aku baca, jarak antara Kota Mekkah dan gunung dimaksud, diperkiarakan sekitar 6 kilo meter. Ia Terletak di bagian Utara kota Mekkah. Ketinggian gunung dimaksud kurang lebih 200 meter. Di bawahnya terdapat telaga yang tidak berair. Panjangnya 8 meter dengan kedalaman 6 meter.  Diperkirakan sekitar 20 meter dari puncak Jabal Nur, di situlah terdapat Gua Hira. Ia adalah gunung yang sangat bersejarah karena di situlah wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad.”

Sejujurnya, aku ingin ke sana. Tetapi, kamu tahu, aku tidak boleh banyak gerak. Menghindari sekuat mungkin debu yang menempel ke dalam rongga mulut dan hidungku. Karena itu, biarlah aku di sini. Bawa ibumu. Ajak dia berwisata religi. Jaga dia. Anggap saja bahwa dia menjadi anak-mu dalam konteks menjaganya. Pasti banyak yang dia tanyakan.

Sama banyaknya, ketika dia melihat sesuatu, dia ingin memilikinya.  Bayangkan ketika ibumu merengek, bahwa itu adalah rengengakkanmu kepadanya sewaktu masih kecil. Belilah apa yang dia inginkan, sama seperti ibumu yang selalu membeli apa saja yang kamu inginkan sewaktu masih kecil. Ini uang … aku masih punya. Dengan meneteskan air mata, Crhonos berkata:

Tidak perlu pak … aku masih punya uang. Jauh lebih banyak daripada uang yang bapak pegang. Pegang saja itu buat bapak. Bapak ingin dibeliin apa dari sana. Ia menggelengkan kepala. Tidak ada. Aku bukan saja tidak memiliki hasyrat akan apapun, tetapi, bahkan aku tak lagi memiliki kuasa termasuk atas diriku sendiri. Janganlah kau sombong berjalan di sana. Di situlah Nabi kita menjalani titah kerasulannya.

Begitu sampai di jabal nur, Crhonos membayangkan bagaimana Nabi Muhammad masuk ke dalam gua hira. Gua yang hanya mampu diisi tidak kurang dari 3 orang untuk melaksanakan shalat didalamnya. Arah gua ini, persis menembus Ka’bah. Ia membayangkan bagaimana Nabi diangkat menjadi seorang Nabi sekaligus seorang rasul. Di sinilah kata Crhonos Islam meletakkan dirinya sebagai agama tauhid, sekaligus agama perjuangan kemanusiaan.

Di Jabal Rahmah Kutuliskan Kesetiaanku

Selesai dari jabal Nur, jamaah bergerak menuju Jabal Rahmah [gunung kasih sayang]. Inilah gunung yang sewaktu Crhonos sangat belia, diyakini sebagai tempat di mana Adam dan Hawa dipertemukan kembali oleh Tuhan. Namun, setelah ia menjadi dewasa, keyakinan di mana nenek moyangnya itu berrtemu di gunung ini, tidak terlampau kuat diyakininya.

Gunung ini terletak di padang Arafah. Suatu arena di mana Adam dan Hawa, menurut Crhonos dewasa, sadar akan kesalahan yang dilakukan mereka. Di tempat ini, Adam mengakui berbagai kesalahannya dan merencanakan untuk tidak mengulanginya. Sementara itu, Gunung dengan ketinggian mencapai 32 meter dengan panjang 300 meter ini, diyakini Crhonos sebagai tempat memadu kasih sayang antara Adam dan Hawa.

Gunung yang menyimpan banyak batu besar ini, membalut romantisme kamanusiaan. Suatu orkestra cinta dua insan yang menemukan Tuhan sebagai sebenar-benarnya Tuhan. Tuhan yang melingkupinya dan melingkupi seluruh jagad raya. Tuhan yang bukan hanya sekedar membentuk dirinya dalam wujud fisik kemanusiaan, tetapi, juga memberinya bekal dan potensi dirinya sebagai hamba Tuhan. Di puncak gunung kasih sayang, Crhonos menuliskan sesuatu:

Ya Allah di gunung ini, aku menuliskan sesuatu yang menurutku sangat berharga. Aku ingin mengatakan bahwa, kasih sayang yang pernah dibalutkan hamba-Mu, Adam dengan istrinya, Hawa, telah menjadi penentu sejarah kemanusiaan. Karena cinta merekalah, kami ada. Karena mereka pula dunia dan berbagai orkestra hidup tersedia. Jadikanlah kami dalam golongan hamba-Mu yang selalu memuja kasih sayang kemanusiaan, sebagai refleksi atas kememuajaanku kepada cintah dan kasih sayang-Mu.

Di bawah dan di sekitar jabal rahmah, terhampar batu-batu besar. Di sekitarnya terdapat sebuah masjid yang terbuka. Di sinilah Nabi Muhammad melakukan wukuf sambil berkendaraan di atas untanya. Unta bernama Qush Waa’ selalu menjadi saksi ketulusan penghambaan Muhammad atas Tuhannya. Masjid ini sering disebut dengan nama Ash Shakh Raat.

Setelah itu, jamaah juga dituntun masuk ke Masjid Al Khief.  Ini adalah Masjid Jami’ di Mina. Biasanya, digunakan untuk shalat berjamaah di hari raya haji, dan shalat berjamaah di hari-hari Tasyrik. Masjid ini dianggap memiliki kelebihan, karena dalam salah satu hadist, Nabi Muhammad dalam periwyatan Imam Thabrani dari sanad Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Rasululah bersabda:  “Telah shalat di masjid khief sebanyak 70 Nabi. Salah satu di antara Nabi dimaksud adalah Nabi Musa”

Crhonos terus termangu, membayangkan di mana dan dalam bentuk apa, para Nabi itu melaksanakan shalat. Ia kemudian berdiri dengan tegap, lalu menyatakan Allah Maha Besar ….. By. Charly Siera –Bersambung

 

Komentar
Memuat...