Palestina Negara tanpa Peta Dunia

1 3.665

Kajian Konflik Sosial. Perhatian umat Islam dunia selalu akan tertuju kepada Negara Palestina. Negara kecil yang tak pernah berhenti dari konflik. Karenanya selalu menjadi perhatian warga dunia. Dengan dan karena Negara Palestina pula, banyak kemudian mengundang sejumlah informasi sumir karena dianggap banyak melahirkan terorisme dalam dunia Islam.

Jika dilihat dalam peta dunia, Palestina patut disebut unik. Suatu negara yang  yang hanya memiliki tiga daerah, yakni, Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerussalem. Padahal sejumlah gerakan Gion yang digerakkan Yahudi Barat dan Eropa berlangsung,  Palestina memiliki daerah yang luas dan dikenal sangat subur.

Kedatangan para gion ke tanah Palestina, telah menjadi awal lahirnya konflik. Karena Israel malas hengkang dari Negara Palestina, maka, boleh jadi, inilah sansak konflik yang yang tidak akan pernah berhenti berperang. Ia juga akan menjadi waktu terpanjang peperangan, yang mungkin mengalahkan lamanya Perang Salib.

Suatu perang berbasis agama antara Timur dan Barat pada kisaran abad ke duabelas. Konflik  Palestina dan Israil, sampai saay ini telah berlangsung enam puluh tahun. Inilah konflik paling akut yang menyita perhatian masyarakat dunia

1 Dukungan Dua Negara Selalu Kandas

Upaya masyarakat dunia untuk mendamaikan dua negara dengan cara pengakuan atas eksistensi dua negara itu selalu berlangsung. Misalnya 30 Januari 1922, Kongres AS menyetujui dukungan terhadap pendirian Israel di Palestina. Inilah dukungan kongres negara adikuasa yang selalu mendukung Israil, yang sering disebut dengan Deklarasi Balfour-Amerika.

Namun demikian, pada tahun 1929, atau tujuh tahun setelah deklarasi itu, orang-orang Palestina memprotes kekerasan pemuda-pemuda Yahudi. Aksi ini kemudian dikenal dengan sebutan Kebangkitan Dinding Ratapan”.

Sekalipun gerakan Dinding Ratapan itu terjadi, ulah Israil tetap saja keji. Misalnya. antara tahun 1935-1948, kelompok teroris Yahudi tega membunuh secara massal dengan tujuan untuk mengusir orang-orang Palestina dari tanah air mereka. Inilah yang menyebabkan imigran Yahudi dari berbagai belahan dunia bisa tinggal didalamnya. PBB  akhirnya mengeluarkan sebuah resolusi.

Resolusi PBB keluar, malah Yahudi mendirikan negara. Bangsa Israil mendeklarasikan negaranya pada tanggal 14 Mei 1948. Para Zionis mendeklarasikan berdirinya negara Yahudi dan langsung diakui Amerika Serikat.

Sontak saja, negara-negara Arab menolak deklarasi tersebut. Beberapa jam kemudian, liga arab membentuk pasukan sekutu Arab yang terdiri dari Suriah, Mesir, Jordan, Lebanon, dan Irak. Pecahlah perang pertama Arab-Israel. Tetapi yang menarik, hasil dari perang ini, justru malah memperluas wilayah Israel. Mereka malah menguasai wilayah Yerussalem Barat.

Mesir menguasai Jalur Gaza, Jordan menguasai Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Saat inilah, ribuan warga Palestina menjadi pengungsi. Saat situasi itu terjadi, PBB malah menerima Israil sebagai anggota di tahun 1949. Namun PBB memberi Resolusi 18 dan Resolusi 194. Ini berarti Israel mengakui pendirian negara Palestina dan Israel harus mengizinkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah air mereka.

2 Yarusalem-pun Jatuh ke Tangan Irael

Seperti yang diketahui oleh dunia, resolusi ini tak pernah dipatuhi tapi Israel tetap bisa menjadi anggota PBB hingga kini. Tanggal 31 Januari 1980 Parlemen Israel menetapkan Yerussalem sebagai ibukota negara Israel. Padahal PBB sudah menetapkannya sebagai Corpus Separatum (sebuah kota yang terpisah dan tidak boleh dikuasai oleh bangsa Arab ataupun Yahudi, dan dikendalikan oleh rejim PBB. Pada 10 Juli 1980, secara resmi Israel mencaplok kota itu dan menyatakan “seluruh Yerusalem sebagai ibukota Israel”. Mereka terus mempertahankan pendapat seperti itu hingga sekarang.

Israel malah semakin menjadi-jadi. Merasa mendapat perlindungan AS dan PBB, mereka menyerang Libanon dan membantai ratusan pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila. Pelanggaran terhadap batas-batas internasional ini tidak berhasil dibawa ke forum PBB karena – seperti biasanya – veto dari AS. Selain itu Israel juga dengan enaknya melakukan serangkaian pemboman atas instalasi militer dan sipil di Iraq , Libya dan Tunisia. Pada periode ini, pada tahun 1987, Palestina mulai melancarkan Intifada I.

Pada akhir tahun 1976 angka Yahudi mencapai 46,2% dari keseluruhan penduduk Israel di Palestina jika dibandingkan antara generasi eksodus yang saat itu dengan saat sebelumnya. Pemuda Yahudi di bawah usia 20 jumlahnya mencapai 52,4%. Padahal eksodus Yahudi ke Palestina menurun sejak tahun 1970.

Ekonomi Israel adalah ekonomi kecil bentuknya, jika dibandingkandengan jumlah penduduknya. Pada laporan 1979 penduduk Israel mencapai 3,8 juta. Pada akhir tahun 1980 penduduk bertambah menjadi 3,9 juta.

Jumlah tersebut sebenarnya tidak cukup untuk membentuk sistem ekonomi untuk mewujudkan proyek-proyek ekonomi yang produktif. Karenanya kaidahnya mereka pasti membutuhkan bantuan. Misalnya, bantuan untuk proyek-proyek industri lebih dari 40% dari jumlah keseluruhan nilai produksi di bidang industri.

3 Kemerdekaan Negara Palestina Hanya dalam Mimpi

Saat ini para penduduk Israel lebih suka menetap di apartemen yang banyak didirikan di atas tanah rampasan dari Negara Palestina. Jika kita melihat peta, orang Yahudi sekarang sudah menguasai lebih dari 85% tanah Palestina. Bandingkan dengan pertama kalinya mereka menginjakan kaki di tanah Palestina yang hanya berjumlah sekitar tidak kurang dari 5% saja.

Sekarang jumlah penduduk Israel keseluruhan mencapai 7 juta 337 ribu jiwa. Ini artinya jumlah penduduk Israel meningkat 1,8% dari jumlah penduduk tahun lalu. Dan mereka telah nyata melakukan perampokan terbesar dalam sejarah umat manusia atas sebuah negeri yang bernama Palestina.

Harapan rakyat Palestina atas kemerdekaannya dengan berdirinya Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan ibukota Yerusalem Timur ternyata mengalami kegagalan karena perjanjian tersebut dilanggar oleh Israel. Sebaliknya dengan perjanjian tersebut semakin memperjelas kuatnya kontrol Israel atas daerah Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Kebijakan apartheid yang membedakan waran dan bersifat sangat diskriminatif diterapkan. Israel sendiri telah menguasai perekonomian di daerah Tepi Barat baik tanah maupun sumberdaya alamnya, dengan ditopang dengan kekuatan militer yang berfungsi untuk terus mengawasi rakyat Palestina.

Perlawanan Intifada bergolak pada akhir September 2001 setelah terjadiya bentrokan antara Palestina dan Israel dipicu oleh kedatangan Ariel Sharon yang dianggap bertanggungjawab atas pembantaian di kamp pengungsian Sabra dan Shatila. Pada bentrokan ini 7 orang Palestina tewas dalam Mesjid Al Aqsa.

Konflik di Palestina tersebut sulit untuk diselesaikan, karena begitu kompleks dan rumit, pasalnya ini menyangkut kepentingan sejumlah negara dan merupakan konspirasi besar. Konflik Palestina dengan Israel, merupakan sesuatu yang memang disengaja oleh dunia barat, karena dunia barat takut sekali jika Timur Tengah berkembang dan kemudian pro pada dunia Timur, karena kita tahu Timur Tengah kaya akan minyak jika mereka berkembang dan pro Barat, itu tidak masalah.

4 Konflik Palestina-Israel Bernuansa Agama

Di satu sisi negara Timur Tengah sendiri khususnya yang berdekatan dengan Palestina, tidak solid. Seperti Arab, apakah Arab lebih dekat ke Palestina atau ke Amerika. Demikian juga Mesir yang kadang muncul dan mudah hilang, artinya kadang disaat tertentu, satu negara berpihak pada negaraa lain. Namun pada situasi lain keberpihakan itu bisa ditarik dan berbalik.

Palestina terus melakukan perlawanan karena memiliki alasan kuat, yaitu mereka memiliki militansi tinggi karena tanah air dan tanah kelahirannya diusik, orang rela berperang karena harta rampasan, dan unsur keyakinan agama yang membuat mereka menjadi semakin militan.

Fakta yang cukup sulit dibantah, bahwa konflik Israel-Palestina berhasil membangun stigma di tengah masyarakat Islam sebagai konflik bernuansa agama. Pandangan ini setidaknya dibangun berdasarkan asumsi bahwa Palestina diyakini sebagai salah satu simbol spiritualitas Islam, dan korban yang berjatuhan di tanah Palestina secara umum adalah masyarakat Islam.

Istilah “jihad” sendiri merupakan terminologi dalam ajaran Islama yang mengandung pengetian perang yang dilakukan di jalan Allah, sehingga jika jihad dapat ditolerir dalam kasus ini, maka semakin sulit membangun fondasi keyakinan  di tengah masyarakat islam tentang adanya fakta lain di balik situasi konflik yang sejak lama terjadi antara Palestina dan Israel.

Dalam Al-Quran begitu jelas menggambarkan fakta adanya orang-orang yang terusir dan teraniaya hanya karena mereka teguh memegang aqidah mereka. Penderitaan penduduk Palestina hari ini, dan sejak setengah abad yang lampau- adalah bukti riil fakta al-Quran di atas.

Mereka teguh dengan agama mereka, yakin dengan kemuliaan Islam, karenanya mereka tidak rela Masjid Al-Aqsho dikuasai Zionis Israel. Maka merekapun bertahan, merekapun melawan, mempertahankan sejengkal tanah kemuliaan Islam dari jajahan zionis. Karena semua alasan mulia itulah hari ini banyak warga Palestina meregang nyawa.

Adanya Skenario Global di balik konflik Palestina . Allah SWT berfirman: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (Al Baqoroh 120).

5 Dukungan Penuh AS untuk Israel

Dibalik fakta keangkuhan Israel hari ini, adalah karena adanya dukungan setia Amerika. Bahkan kita lihat titik balik keberadaan negara Israel di Palestina, adalah karena kebaikan hati Inggris kepada kaum Yahudi, sekaligus kebencian mereka terhadap Islam. Dua negara besar ini selalu konsisten mendukung Zionis Israel.

Bukan hanya teknis persenjataan yang selalu disuplai, tetapi juga kebijakan-kebijakan perdamaian dan juga pengkhianatan perdamaian yang selalu diamankan oleh Amerika. Resolusi PBB untuk gencatan senjata sepekan lalu, dengan abstainnya Amerika- adalah salah satu keajaiban dunia yang menyalahi sejarah konsistensi dukungan Amerika terhadap Israel. Biasanya Amerika akan dengan mudah menentang  setiap kebijakan yang merugikan zionis, adik tirinya tersebut.

Tapi tidak ada yang berubah dari Amerika, berita hari ini menyebutkan pertemuan dua Menlu AS-Israel ; Condolize Reece dan Tzipi Livni yang mengukuhkan kesepakatan untuk menghalangi sekuat tenaga masuknya dukungan persenjataan ke Palestina. Jadi, tidak ada yang salah dengan fakta Al-Quran.

6 Kelemahan yang Berbahaya

Ada banyak kaum banyak kaum muslimin lemah tidak berdaya. Ada perubahan besar terjadi pada gaya hidup sebagian besar kaum muslimin paska tumbangnya kekhalifahan Utsmaniyah di Turki. Banyak negara muslimin dijajah oleh negara-negara Barat dan penduduknya pun mulai mengadopsi pemikiran dan gaya hidup Barat yang materialis. Akibatnya, cinta harta dan dunia mulai mengakar dalam kehidupan kaum muslimin.

Pada saat itulah, jihad yang membentengi kemuliaan Islam mulai tergerogoti. Al-Quran telah menggambarkan fakta tersebut dengan jelas. Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. (At-Taubah 38).

Kelemahan inilah yang segera ditangkap oleh musuh-musuh Islam. Mereka kini lebih berani dalam menganiaya dan menginjak-injak negeri Islam karena merasa aman dengan lemahnya semangat kaum muslimin dalam berjihad. Lihat saja penyerangan secara sistematis pada negeri muslim dalam dua warsa terakhir ini.

Dari mulai Afghanistan, Irak, Palestina, hingga negara-negara yang masuk dalam daftar tunggu penyerangan seperti; Iran, Sudan dan Suriah. Gambaran seperti inilah yang juga terjadi di Palestina, keangkuhan Israel dalam membombardir Palestina dengan penuh percaya diri, salah satunya karena mereka yakin tidak ada satu negara muslim pun yang berani mengirimkan pasukannya membela Palestina atas nama jihad.

7 Negara Menjadi Lemah

Negara-negara muslim dalam kondisi lemah dan takut menghadapi balasan Amerika dan sekutunya face to face. Akhirnya Israel melenggang begitu nyamannya dalam menebar bom cluster di bumi Palestina. Tidak ada pembelaan dari negara-negara muslim tetangganya. Hizbullah Libanon pun malu-malu untuk mengirimkan roketnya ke wilayah Israel.

Bahkan Iran yang sempat berkoar-koar pun belum sekalipun mengarahkan roketnya ke Israel. Sudan yang dipimpin oleh Jenderal Mujahid pun harus berdiam diri karena sibuk dengan konflik Darfur yang juga disutradari Amerika.

Inilah kenyataan hari ini, dan ini pulalah yang sudah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, bahwa umat Islam akan menjadi santapan bangsa-bangsa lain di akhir zaman.

Bukan karena jumlah mereka yang sedikit, bahkan banyak, tapi bagaikan buih yang terombang ambing lemah tak berdaya. Semua ini karena umat Islam terjangkiti sindrom wahn, yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW : Cinta dunia dan takut mati (HR Abu Daud).


Oleh    : Indri Wardiani [Penulis adalah Mahasiswa IAINS Syekhnurjati Cirebon – Tadris IPS/C]
Editor : Luthfi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. risma berkata

    Zionis Israel akan melihat rahmat dan keajaiban Allah SWT di tanah Palestina. Allah punya rencana yang baik untuk hambanya yang masih punya hati

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.