Palu Arit atau Rectoverso dalam Pecahan Uang Kertas Rupiah

0 19

Rectoverso bukan ornament palu arit. Itulah ungkapan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Kalbar, Dwi Suslamanto, terkait dengan adanya keributan sosial baik di media elektronik maupun di masyarakat dalam lingkaran tertentu, akibat beredarnya uang pecahan 100 ribu rupiah baru. Dalam pecahan uang dimaksud, sebagian kalangan masyarakat Indonesia menilai adanya kekagetan baru. Karena uang dimaksud dianggap memiliki logo yang mirip dengan gambar palu dan arit.

Postingan yang menceritakan tentang gambar dimaksud, dengan sangat cepat menyebar ke bilik-bilik dan ke dinding kamar dan ke hati masyarakat Indonesia. Umumnya mereka mengkhawatirkan, kalau lambang yang terdapat dalam uang dimaksud, merupakan bagian penyusupan doktrin Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia. Jika asumsi ini benar, maka, banyak kalangan mengatakan bahwa hal ini telah menjadi indikator penting adanya kebangkitan Partai Komunis di Indonesia.

Rectoverso bukan Palu Arit

Rectoverso bukan Palu Arit
Rectoverso bukan Palu Arit

Dwi Suslamanto, menegaskan bahwa, pada setiap uang kertas Rupiah yang masih berlaku. Mulai dari pecahan 1.000 sampai dengan 100.000 rupiah, selalu  terdapat unsur pengaman. Unsur itu disebut rectoverso (gambar saling isi). Hal ini dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kanan atas di bawah angka nominal. Dan pada bagian belakang uang di sudut kiri atas di bawah nomor seri.

Rectoverso sendiri adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas pada posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang. Dalam uang kertas, selalu terdapat suatu ornamen khusus (gambar) tidak beraturan.

Gambar dimaksud, baru akan tampak berarturan, jika uang kertas dimaksud di terawang ke arah cahaya. Dalam hal uang kertas rupiah, rectoversonya membentuk ornamen lambang “BI” yang merupakan singkatan dari Bank Indonesia.

Sejauh ini, menurut Dwi, rectoverso adalah unsur pengaman yang sulit dipalsukan. Semua lembaran uang, selain digunakan pada uang kertas Rupiah, hal ini juga digunakan banyak negara. Lihat berita Tribun Sabtu, (12/11/2016). Rectoverso digunakan juga negara lain seperti pada uang kertas Malaysia yaitu Ringgit yang membentuk ornamen bunga dan uang kertas Euro yang membentuk ornamen nilai nominal.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.