Inspirasi Tanpa Batas

Pandangan Islam Terhadap Waria dan Hak Waris Untuk Waria

Menarik jika kita ulik mengenai pembahasan ini. Akan banyak pertanyaan-pertanyaan muncul tentang waria. Banyak pernyataan-pernyataan yang pro maupun kontra terhadap waria dengan alasan masing-masing. Bagaimana dengan pandangan anda? Silahkan baca artikelnya dan berikan komentar anda!

0 73

Konten Sponsor

Menurut pandangan umum, menyatakan bahwa kecenderungan seksual dalam Islam adalah potensi bawaan lahir. Akan tetapi hal tersebut juga berkaitan dengan lingkungan. Ini seringkali dinamakan kecenderungan beragama. Kecenderungan beragama pada setiap manusia adalah melalui sebuah perjanjian lama, tetapi pengenalan agamanya sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Misalnya anak yang dilahirkan dalam tradisi Kristiani, secara kultur ia akan menjadi Kristiani. Begitupun yang dilahirkan dalam keluarga Islam, secara kultural ia menjadi Muslim.

Dalam pengenalan seksual, Islam telah memberi keterangan moral. Orientasi seksual yang benar ialah yang bersifat heteroseksual, bukan homoseksual atau yang lainnya. Diluar itu, Allah menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan, bersuku-suku, dan berbangsa-bangsa. Tujuannya sama untuk menjadi hamba Allah dan pemimpin di dunia.

Zunly Nadia dalam buku Waria (Laknat atau kodrat?) menyatakan Al-Qur’an tidak memaparkan gender diluar laki-laki dan perempuan. Pasangan, posisi, etika, hukum sudah jelas tertera untuk laki-laki dan perempuan. Banyak ayat-ayat yang menyatakan mengenai hal ini. Bisa dilihat dalam Q.S. Al-Hujurat : 13, Q.S Al-Najm: 45, Q.S Al-Lail: 3, Al-Syura:49-50.

Penciptaan manusia terjadi karena adanya hubungan secara biologis. Dijelaskan dalam Q.S Al-Insan: 2-3 yang artinya : “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang becampur (laki-laki dan perempuan). Karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur da nada pula yang kafir”.

Ada ayat lainpun yang menjelaskan mengenai proses kejadian manusia. dimulai dari pencampuran benih laki-laki dan perempuan. Menjadi segumpal darah, menjadi daging dan dengan waktu tertentu lahirlah kedunia. Hasil dari persatuan menghasilkan zygote. Al-Qur’an menyebutkan bahwa dengan segala kehendak-Nya manusia diciptakan dengan sempurna dan tidak sempurna. Baik fisik maupun nonfisik.

Problem waria dari segi agama dapat dilihat dalam kitab-kitab fiqih klasik. Karena selama ini yang menjadi acuannya adalah fiqih. Dari sisi ini seorang waria dapat diterima sebagai realitas sosial sehingga sama sekali tidak ada diskriminasi atas keberadaannya.

Menarik jika kita ulik mengenai pembahasan ini. Akan banyak pertanyaan-pertanyaan muncul tentang waria. Banyak pernyataan-pernyataan yang pro maupun kontra terhadap waria dengan alasan masing-masing. Secara substansial memang tidak ada persoalan tentang waria. Dalam artian bahwa ia adalah makhluk cipataan Allah. Makhluk yang sederajat dengan manusia lain. Berhak mendapat keadilan dan perlindungan hukum. Yang menjadi persoalannya ialah teknis dari perlakuan hukum.

Penetapan hukum secara Islam sangat ditentukan oleh keadaannya secara lahir. Dari berbagai banyak contoh, penulis memilih persoalan hukum waris bagi waria. Penjelasannya sebagai berikut.

Hak Waris Untuk Waria

Dalam hal ini pembagian harta waris bagi waria dapat dilihat dari jenis kelamin atau ciri-ciri yang lebih dominan. Jika laki-laki lebih dominan, maka ia mendapat hak sama seperti laki-laki. Begitupun sebaliknya. Namun jika sulit ditentukan jenis kelaminnya, maka ulama fikih menetapkan status kewarisan dengan berpedoman pada indikasi fisik. Bukan kepada jiwa. Para ulama fikih merujuk pada sabda nabi, “Diceritakan Abu Bakr ibn Abi Syaibah dari Husyaim dari Mughairah dari Syibak dari ‘Ali tentang masalah waria. Dia berkata bahwasannya waria diwarisi dari tempat kencingnya”. (HR Ibn ‘Abbas).

Sudah jelas dalam hadist diatas, bahwa pembagian warisan bagi waria dilihat dari jenis kelamin. Tetapi  jika seseorang memiliki kelamin ganda, maka pilihlah pada ciri-ciri yang lebih dominan. Pembaca bisa mencari referensi lain untuk memperkuat penjelasan mengenai waria.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar