Pasrah Pada Keadaan | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 16

17 120

Pasrah Pada Keadaan. Setelah ketiganya bergabung dalam komunikasi yang sangat intens, entah mengapa, tiba-tiba mereka diam dan senyap. Terlebih ketika Yanti yang sedang hamil itu, ikut bergabung dan seperti merasakan apa yang sesungguhnya dirasakan dua kawannya. Suasana mereka menyatu dalam lautan psikologis yang sangat dalam.

Dalam bathin, Yanti berkata: “Sesungguhnya bukan hanya kalian yang sedang bermasalah dengan asmara. Tetapi, akupun sama! Air mata Yanti-pun meleleh dengan lelehan yang pelan. Persis seperti butiran air embun di pagi hari yang disorot sinar surya yang mulai terang. Jatuh dengan cara yang sangat pelan meski pasti.

Ghina langsung menggapai Yanti dan berkata: “Hai kamu mengapa menangis? Ada apa …. kamu jangan larut dalam kesedihanmu. Nikmatilah, ini suasana jarang sekali kita miliki”. Yanti mengusap muka dan menggesekkan tangan di matanya. Ia lantas berkata: Terima kasih Ghina dan Linda. Hanya karena kalian berdualah yang membuat aku harus yakin bahwa perjalanan yang kulalui ini menjadi baik.

Keduanya menggelengkan kepala. Keduanya serempak berkata, bukan! Berkat kamulah semua keberkahan hidupmu menjadi baik. Jika bukan karena kebaikanmu atas dirimu sendiri, mana mungkin kamu tumbuh menjadi seorang profesional seperti saat ini. Dalam banyak kasus, sejak di SMA dulu, kamu adalah orang hebat. Dan kehebatan kamu menjadi nyata ketika kamu berdiri sendiri.

Linda Memulai Kejujuran

Untuk membunuh suasana senyap itu, Lindalah yang memulai segalanya. Linda mengajak kedua kawannya untuk jujur pada keadaan. Dan dialah, sang dosen Aritmatika ini yang memulai mengisyahkan perjalanan cinta dengan kekasihnya di kampus di mana dia mengabdi. Sejujurnya, ya aku tak mau berbohong, aku tak mau di dunia ini tidak ada saksi yang mendengar jeritan cintaku pada sang masestro cinta. Cinta yang bukan saja membenamkan cintaku kepada suamiku, tetapi, cinta yang mengaransemen masa depanku.

Cinta ini akan mengabadikan aku dalam segenap rasa. Dulu mungkin kita pernah merasakan cinta kepada lawan jenis kita. Tetapi, cinta di masa lalu, sering muncul, tetapi begitu mudah terlupakan. Tetapi, cinta kali ini, cinta yang tak mungkin mampu kulupakan apalagi kutinggalkan, meski mungkin kami tak pernah menyatu dalam satu rumpun keluarga layaknya, mereka yang saling mencintai.

Aku telah memiliki suami. Sama seperti dia. Dia juga telah memiliki istri. Aku meminta kepadanya, demi cintaku dan demi cintanya, biarlah kami mengabadikan cinta ini dalam naluri kami.

Ghina dan Yanti dengarkanlah aku. “Sejujurnya kini aku mabuk asmara! Ya mabuk asmara. Bukan mabuk cinta lagi. Semuanya bermula ketika secara tidak disengaja, kami bertemu di sebuah tempat yang sangat jauh dari tempat di mana kami bekerja. Aku sedang melakukan riset dan aku tidak tahu kalau dia juga sama riset di Kalimantan. Malam di mana kami bertemu, dengan guyuran hujan yang sangat dahsyat, kami tak kuasa, kami melakukan cumbu asmara”.

Dalam batas-batas tertentu, cumbuan itu, sejujurnya telah mengabadikan aku akan suatu rasa yang tampaknya tak pernah aku miliki dan tak pernah aku nikmati sebelumnya.

Ghina Juga sama Mabuk Asmara

Belum juga Linda selesai bicara, Ghina langsung tertawa lebar dan terbahak. Dia yang terbiasa hanya senyum simpul kali ini dia tertawa lebar dan terbahak-bahak. Linda dan Yanti bingung … mengapa dia tersenyum sedemikian bahagianya. Selidik punya selidik, ternyara dia juga sama. Ia bersama Lutphy bukan hanya sekedar mabuk cinta, tetapi, entah berapa kali dia juga melakukan hubungan asamara gelap dengannya.

Yanti hanya diam dan bengong. Ia bingung untuk mengutarakan bahwa sesungguhnya bayi dalam kandungannya, bukanlah hasil dari hubungan syah dirinya dengan suaminya. Tetapi, bayi dalam kandungannya adalah hasil hubungan tidak syah yang tidak secara sengaja dia lakukan bersama Alamsyah yang menjadi boss sekaligus atasannya.

Yantilah yang mengakhiri segalanya. Ia tetap tidak jujur mengutarakan sejumlah rasa dan apa yang sedang terjadi pada dirinya. Tetapi, ia berkata: “Saudaraku… jagalah rahasia cintamu sampai kapanpun. Aku pernah berada dalam suasana bathin di mana dulu suamiku “berselingkuh” dengan perempuan lain. Demi menjaga pasangan kita, biarlah hak cinta kita hanya menjadi milik kita. Selebihnya kita pasrah saja pada Tuhan. By. Charly Siera –bersambung.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Muflikha berkata

    Tidak selamanya kebohongan itu negatif, ada jga kta diharuskan untuk berbohong untuk menutupi aib atau kejelekan suami yg tidak harus orang lain ketahui.

  2. Muflikha berkata

    Sepandai-pandainya kita menyimpan batang pasti akan tercium baunya. Begitu pula sama hal nya dengan kebohongan, gk selamanya kebohongan itu bersifat jelek ada pula kebohongan yang harus kita lakukan yaitu berbohong akan kejelekan yg tidak harus orang lain ketahui.

  3. Siti MH berkata

    Seharusnya mereka bisa menjaga rasa cinta di dalam keluarganya

  4. siti khodijah mpi A-3 berkata

    Dalam realita kehidupan memang sulit di tebak dalam cerita di atas juga memang ada salah nya juga karena ada suatu tidak jujur satu sama lainnya tapi itu pun mungkin harus bisa dapat di perbaiki lagi karena perbuatan yang seperti itu memang tidak dibenarkan.

  5. Neila nur zuhrufillah berkata

    Mengambil hikmah dalam setiap kejadian

  6. KORIATUNISA berkata

    Berhati-hatilah dengan cinta karena cinta bia saja mendatangkan bencana, tetaplah berpendirian teguh dalam segala hal dan serahkan kepada Allah jika mempunyai masalah kecil bahkan besar sekalipun. karena Allah maha tauapa yang telah kita perbuat.

  7. siti alifah berkata

    pada hakekatnya manusia itu tidak luput dari maslah, allah akan menguji kita bagaimana cara kita menyikapi masalah tersebut, dan allah memberi masalah keseseorang karena ia akan mengujinya bahwa itu masalah yang akan mampu ia selesaikannya.

  8. Qorry Yafatihana berkata

    sebagai Hamba Allah tetaplah menjaga fitrahnya. menjaga suatu hubungan agar tetap bertahan itu memang sulit, tetapi inilah yang harus dilakukan oleh linda dan ghina.

  9. Luinah berkata

    Sehebat-hebatnya manusia menutupi kebohongan pasti lama kelamaan juga akan ketahuan. Apa lagi jika kita berbohong nya dengan sahabat atau keluarga pasti tidak lama juga akan tahu semuanya. Masalah itu untuk diselesaikan dengan baik bukan untuk di rahasia-rahasiakan karena akan menimbulkan kesakitan tersendiri.

  10. Peggi Agisna IPS 1/A berkata

    jagalah image, janganlah tergoyah karna kita sudah bersuami. ingat! kar,ma berlaku sampai kapan pun. jadi, jika kita sudah memiliki rumah tangga jagalah suami kita, sayangi dia sepenuhnya begitu pun kepada anaknya

  11. Lia Herliana berkata

    Masalah untuk diselesaikan bukan dipendam, ceritakanlaj kepada orang yanh kamu percayai. Masalah tak akan selesai bila dipendam mungkin malah bertambah.
    dan tetap sabar dan nikmatin proses hidup yang terus berjalan. Kita mencoba hal-hal atau tantangan yang baru sehingga perlahan kita sendiri bisa melupakan masalah itu.

  12. Fariz Aldi Dwi R TIps A/1 berkata

    Pasrah Pada Keadaan | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 16
    Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara’. Seperti pembicaraan yang mengandung kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah dan tidak khalwat. Begitu jika hal yang penting atau berhajat umpamanya hal jual beli, kebakaran, sakit dan seumpamanya maka tidaklah haram, tetapi tetap harus dalam rambu-rambu syariat.
    kejujuran sebagai kunci utama.

  13. Adelia pramesetia putri berkata

    Manusia memang tidak luput dari kesalahan, baik itu disengaja ataupun tidak disengaja. Memendam masalah memang tidak baik, cobalah untuk terbuka dengan orang di sekitar, namun tidak semua masalah bisa diceritakan kepada orang lain, jika lebih baik untuk dipendam maka pendamlah.

  14. Iqbal ismail berkata

    hidup itu sebenarnya masalah dari masalah itu belajar mengatasi masalah.agar kita tumbuh dewasa karena Allah tidak mungkin memberikan masalah sesuai kapasitas dia.

  15. Mariyo Tadris IPS/A Semester 1 berkata

    Pasrah Pada Keadaan | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 16
    Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kacuali jika bersama dengan mahrom sang wanita tersebut”. Lalu berdirilah seseorang dan berkata, “Wahai Rasulullah, istriku keluar untuk berhaji, dan aku telah mendaftarkan diriku untuk berjihad pada perang ini dan itu”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Kembalilah!, dan berhajilah bersama istrimu”
    Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara’. Seperti pembicaraan yang mengandung kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah dan tidak khalwat. Begitu jika hal yang penting atau berhajat umpamanya hal jual beli, kebakaran, sakit dan seumpamanya maka tidaklah haram, tetapi tetap harus dalam rambu-rambu syariat

  16. MUNIRUDIN berkata

    Disetiap kehidupan pasti ada sebuah masalah, dan masalah itu bisa saja menyangkut orang lain, kita dapat berbohong kepadanya namun ada kalanya semua itu akan terungkap, maka dari itu kita sebagai manusia hendaknya jujur, seperti dalam cerita di atas sosok linda yang akhirnya berterus terang.

  17. Aninda fidiya sari berkata

    Assalamualaikum.
    Pada akhirnya kebohongan akan terbongkar juga bukan, apalagi didepan seorang sahabat. Karena sahabat lebih mengetahui bagaimana kita. Dan juga dalam islam di larang dan sangat dilarang berbuat zina apalagi sudah memiliki keluarga.
    Terima kasih

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.