“Pelacur ” Ya, Aku Si Pelacur Itu Dalam Sajak

0 747

Lagi-lagi kita tidak akan lepas dari kerangka sosial, memang benar baik dan buruk adalah soal persepsi. Maka, Bagaimana persepsi kita jika ada seseorang yang hanya layak disebut buruk? Adakah sisi baiknya? [Puisi Pelacur Karya Intan Uswatun Hasanah]

Sepercik kata dan pertanyaan di atas sangat pas jika disandingkan denga puisi karya Intan Uswatun Hasanah yang berjudul Pelacur sebagai bentuk renung apa makna dan rahasianya di balik puisi tersebut? Selamat menikmati..

PELACUR

[Rawamangun, 03-04-2017| 22:40]

Karya : Intan Uswatun Hasanah

Aku mahluk bermuka dua
Sombongnya kulit, rambut, dan payudara ini yang selalu aku tutupi
Namun, aku mencoba setiap perjaka yang aku temui

Bukan penasaran tapi mungkin menjadi hobi di kemudian
Nafas yang beradu di tiap sudut menjadi makananku
Kini kata cinta menjadi hal yang biasa
Bahkan Tuhan saja Mungkin telah menghapus Kenikmatan di kepalaku

Aku tak bisa lagi bernafas
Sangat menjijikan jika pikiranku mulai meminta pengampunan
Hidupku sudah terasa kotor
Bahkan, bukan tuba lagi yang aku hadiahkan untuk mereka
Tapi kotoran, kotoran dari hewan yang paling menjijikan

Aku sudah seperti angin
Selalu dicicipi dan dihirup
Oleh siapa saja, dengan gratis.

Aku terus saja berjalan
Sambil menjajakkan rupa
Dan lekukkan tubuhku
Tak ada patokkan harga
Karna sejujurnya aku bukan mereka
Yang jujur menjadi pelacur

Mungkin penampilanku menipu banyak mata
Tapi rasa tubuhku masih sama seperti pekerja seks
Tak ada malu dan lenyap harga diri

Suatu saat bumi pun tak akan menerima jasadku
Tubuhku malah habis di makan ular dan cacing-cacing lapar
Karena aku bukan seorang wanita
melainkan penyenang seks
Ya, aku si pelacur itu.

[ Puisi Lain Karya Terbaik Intan Uswatun Hasanah :


Tentang Penulis :

Intan Usawatun Hasanah Gadis kelarian Kuningan 4 April 1998 ini sedang melajutkan Study di Universitas Negri Jakarta. Kecintaannya pada sastra membuat ia melajutkan Kuliah dengan mengambil Jurusan Sastra.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.