Pembenahan Sistem Pendidikan Untuk Kebangkitan Nasional

0 58

Pembenahan Sistem Pendidikan Untuk Kebangkitan Nasional – Di era kebangkitan dan pembangunan ini, Indonesia menjadi salah satu diantaranya. Namun, jika dibandingkan dengan Negara-negara tetangga yang melesat dalam pembangunannya. Indonesia masih merangkak untuk menyusul, sehingga pada hari ini yang kita temui Indoesia adalah Negara yang masih dalam perkembangan.

Dalam hal ini, kita perlu menilik lebih dalam tentang permaalahan vital yang ada di Indonesia, salah satunya adalah pendidikaan.

Pendidikan adalah menjadi tonggak sekaligus pondasi yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu pembangunan.

Karena salah satu syarat yang dapat menetukan maju atau tidaknya siuatu Negara adalah diliha dari tingkat SDM. Namun, pada kennyataannya, sistem pendidikan di Indonesia masih sangat rancu, hingga bisa dikatakan sistem pendidikan di Indonesia dapat dikatakan belum berhasil.

Pemeritah berusaha dengan keras untuk memperbaiki sistem pendidikan dari tahun ke tahun, akan tetapiA� permasalahan-permasalahan baru bermunculan. Seperti halnya ketika diberlakukannya sistem kurtilas (kurikulum dua ribu tigaa belas) pada lima tahun silam, menimbulkan masalah baru dalam bidang pendidikan.

Nasionalisi pendidikan adalah salah satu yang Indonesia terapkan saat ini, namun keberhasilan nasionalisasi kurikulum hanya dirasakan oleh beberapa pihak. Pasalnya, perhatian pemerintah Indonesia hanya menyentuh pada masyarakat kota, namun tidak memperhatikan tentang kondisi dan keadaan pendidikan yang ada di daerah terpencil dan terbelakang. Hingga yang terjadi adalah ketidak sinergisan antara sistem dan pelaksanaannya.

Seperti halnya yang terjadi pada daerah Kalimantan, Papua dan pulau Nusa Tenggara, beberapa daerah terpencil disana mengalami kesulitan dalam bidang pendidikan, baik dalam tenaga pengajar, fasilitas, laboratorium dan buku-buku yang tersedia tidak memadai dengan sistem baru yang sekarang ini dinasonalisasikan. Mereka tergopoh-gopoh mengejar ketertinggalan, sedangkan tidak ada uluran tangan pemerintah yang membantunya.

Salah satu contohnya adalah yang terjadi di SMA Mentawai, Sumatera Barat. Dimana terjadi ketidaksinergisan antara sistem dan pelaksanaan. Tenaga pengajar yang ada di SMA Mentawai masih ada yang dari lulusan SMA bukan sarjana, dan kondisi laboratorium yang sama sekali belum tersedia sehingga para guru membuat karikatur komputer yang terbuat dari kardus untuk mengenalkan gambaran computer pada murid-muridnya.

Serta pelaksanaan UNBK tidak dilakukan oleh sekolah ini. Sekolah yang ada di Mentawai adalah salah satu contoh masalah dari sekian banyaknya sekolah di Indonesia yang mengalami kesulitan dalam berbagai aspek.

Lalu pembenahan apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki masalah ini?

Melakukan Pemerataan Pendidikan

Yang pertama ialah melakukan pemerataan pendidikan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 45 pasal 31:

  • Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan.
  • Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
  • pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakn satu sistem pendidikan Nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan Undang-Undang.
  • Negara memperioritakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
  • Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tingg nilai agam dan persatuan bangsa untuk kemajuan dan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

MaknaA� dari pasal 31 UUD 1945 tersebut adalah setiap warga Negara berhak mendapaatkan pendidikan tanpa terkecuali. Pada kenyataanya, dengan kondisi Negara Indonesia yang sangat lua dan terdiri dari ribuan pulau, mulai dari Sabang sampai Merauke, kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukaan kemajuan sebuah bangssa.

Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi pula daya kreatifitas para pemuda Indonesia dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa. Namun, di Indonesia untuk mewujudkan pendidikan yang baaik dan berkualitas sesuai dengan standar Nasional masih sangat sulit.

Berbagai permasalahan seringkali menghambat mutu pendidikan nasional, khususnya di daerah tertinggal dan terpencil.

Di suatu daerah terpencil masih banyak dijumpai kondisiA� dimana anak-anak belum terlayani pendidikaannya. Angka putus sekolah yang masih tinggi dan juga masalah kekurangan guru.

Pemerintah dan lemabaga terkait, seharusnya memperhatikan tentang perkembangan pendidikan yang ada di daerah pedalaman yang mengalami ketertinggalan. Memberikan dana pendidikan, fasilitas maupun infrastruktur daerah tersebut.

Salah satu masalah yang sulit diatasi adalah tenaga pengajar yang masih sangat minim di daerah pedalaman. Beberapa guru yang ditempatkan di daerah pedalaman pada umumnya tidak bertahan lama, mereka lalu mengajukan permintaan untuk di tempatkan di sekolah yang ada di kota.

Mereka merasa kesulitan untuk menetap disana, mulai dari akses menuju sekolah yang sangat sulit, jarak antara kediaman dan menuju ke sekolah sangat jauh terlebih lagi tidak ada alat transportasi yang dapat membantunya.

Kemudian, fasilitas sekolah yang tidak memadai, seorang guru dalam menerapkan sistem pembelajarannya tentunya membutuhkan suatu alat atau media, namun sekolah-sekolah di daerah pedalaman tidak menyediakan.

Dan masalah selanjutnya adalah kurangnya antusias murid untuk menduduki bangku sekolah. Kurangnya dukungan dari lingkungan adalah salah satu faktor penyebab dari kemalasan seorang anak untuk meraih dunia pendidikan.

Masyarakat pedalaman yang menglami krisis ekonomi, sebagian orang tua menyuruh anak-anaknya untuk bekerja dengan tujuan untuk membantu perekonomian keluarganya. Sehingga, minat anak-anak untuk mengenyam dunia pendidikan masih sangat minim.

Dari uraian diatas perlu kita telaah bersama, seharusnya pemerintah dapat menyentuh lebih dalam terhadap kondisi di daerah pedalaman.

Tenaga pengajar yang bekerja lebih keras ketimbang yan mengajar di daerah perkotaan seharusnya di beri upah gaji yang lebih, akan tetapi pada kenyataannya, gaji yang mereka terima justru lebih minim.

Dan kemudian untuk masalah pembangunan infrastruktur, hendaknya harus cepat ditangani. Dengan membangun jembatan dan membuat jalur akses transportasi akan mempermudah keberlangsungan hidup yang ada di masyarakat pedalaman.

Dan selanjutnya, dalam sector pembangunan ekonomi. Daerah pedalaman pada umumnya memiliki sumber daya alam yang melimpah namun tidak dimanfaatkan dengan baik, mereka memetik lalu mengekspornya ke daerah luar sehingga mereka sendiri idak sempat menikmatinya.

Faktor Ekonomi dapat Menghambat Pendidikan

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah seharusnya memberikan suatu bantuan yang berupa sector perusahaan yang mengelola hasil alam sendiri secara maksimal, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakatnya secara total.

Dengan masalah ekonomi yang dapat diatasi maka para orang tua tidak akan melibatkan anaknya untuk pemenuhan ekonomi keluarga dan memfokuskannya untuk mengenyam dunia pendidikan.

Stop Nasionalisasi kurikulum

Dan yang kedua ialah stop Nasionalisasi kurikulum. Di era otonomi daerah ini, seharusnya pemerintah dapat memanfaatkan dengan baik dalam hubungannya dengan sistem pendidikan.

Kurikulum yang diterapkan seharusnya menyesuaikan dengan potensi daerah yang ada, karena pemerintah daerah mempunyai kewenangan untuk memenuhi kebutuhan yang ada di daerahnya masing-masing.

Kita ambil contoh, seperti sistem pendidikan yang ada di daerah bali. Daerah bali yang menjadi daerah wisatawan dalam maupun luar sehingga mempunyai banyak peluang untuk para pemandu wisata dann perhotelan. Sehingga semua hotel dan wisata membuka ruang bagi pelajar untuk belajar langsung.

Namun, yang sering kita temui adalah ketidak sinergisan antara sistem kurikulum yang ada dengan kondisi suatu daerahnya. Sistem kurikulum yang cenderung mengekang dan membuat ruang lingkum yang formal sehingga tidak membuka ruang bebas bagi pelajar untuk menimba ilmu.

Seperti halnya daerah Kalimantan dan Papua yang memilki sumber daya alam pertambangan namun tidak tersedia sekolah pertambangan. Sehingga dalam perusahaan Freeport tidak ada masyarakat asli yang mendudki posisi manager di perusahaan tersebut, dan pemerintah justru menempatkan sekolah pertaambangan (UPN) di Yogyakarta, kan tidak nyambung.

Mengadakan Pertemuan dengan Para Ahli

Dan yang ketiga ialah, mengadakan pertemuan atau sarasehan dari semua pakar-pakarA� yang ahli dalam bidang pendidikan.

Melakukan komparasi antara tokoh maupun pakar bertujuan untuk mengupas habis permasalahan-permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia, kita perlu mengadopsi sistem yang diterapkan oleh Negara-negara maju seperti Finlandia, Cina, Singapura dan sebagainya untuk perbaikan sistem dan pengelolaan pendidikan di Indonesia.

Di hari kebangkitan ini, mari membangun pendidikan untuk menuju Indonesia lebih baik.

Salam hari kebangkitan Nasional.

Oleh : Siti Khotimah

Editor: Acep Lutvi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.