Pemula Dalam Bisnis Waralaba? Yuk Ikuti Tips Ini

0 12

Pemula Dalam Bisnis Waralaba – Selain pemikiran tentang modal, merencanakan tujuan berbisnis termasuk bisnis dengan waralaba menjadi hal wajib. Selain waralaba, saat kini juga dikenal business opportunity (BO) atau kemitraan non waralaba.

Apapun bentuk usaha yang akan Anda pilih, apakah waralaba atau BO tersebut. Namun ada banyak hal yang mendasar yang harus diperhatikan untuk pemula yang mau dan berencana memulai buka usaha (franchisee) atau juga embeli waralaba serta bermitra dengan BO.

Menentukan Tujuan Bisnis

Menurut Konsultan Bisnis FT Consulting Utomo Njoto, yang paling penting terhadap berbisnis selain modal adalah menentukan tujuan bisnisnya. Apa yang hendak Anda capai dalam bisnis yang akan digeluti nanti.

“Yang paling utama adalah tujuan. Tujuannya apa Anda berbisnis ini. Misalkan mau mendapatkan penghasilan Rp 20 juta, Rp 50 per bulannya, itu berarti carilah bisnis yang mengarah ke situ. Jika hanya niat ya nanti kalau di tengah jalan bosan ya nanti malah bakal berhenti,” kata Utomo, dikutip dari situs Detik.com.

Selain menentukan tujuan, tentukan apakah hanya mau berinvestasi atau terlibat langsung mengelola dalam bisnis tersebut. Tentukan batasan dana yang aman untuk Anda dan rumah tangga Anda.

“Karena berbisnis atau franchise tak menihilkan adanya risiko namun hanya meminimalkan. Anda harus punya dana cadangan hingga waktu 12 bulan pertama. Dana aman tersebut jika misalkan bisnisnya rugi, kamu nggak akan stress, jadi uang untuk bisnis itu di luar uang sehari-hari,” katanya.

Setelah hal tersebut, tentukan bisnis yang Anda sukai apakah kuliner, pendidikan, ritel, spa, laundry, jadi temukan minat Anda.

“Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai bisnis waralaba, sejarahnya, syarat suksesnya, profilnya, faktor yang dapat menyebabkan gagal, sistem supportnya, penjelasan kinerja keuangan,” ujar Utomo.

Tak hanya hal tersebut, kunjungi gerainya untuk lebih tahu kondisi dalam lapangan. Kenali pendiri, pemilik, dan manajemennya. “Bisa dipercaya atau tidak. Pelajari dengan cermat seluruh isi dalam perjanjiannya. Apa saja berbagai opsi untuk keluar atau mundur kalau bisnisnya rugi,” katanya.

Kemudian Anda cari lokasi yang strategis. Sebaiknya jika bisa dekat rumah tinggal Anda untuk kemudahan mengawasi serta mengelolanya.

“Biaya transportasi juga harus diperhitungkan. Ngawasin kinerja karyawan, pilihan terbaik buka dekat rumah. Yang penting juga kalau toh rugi nggak akan bikin stress. Jangan sampai semua tabungan dipakai untuk bisnis. Usahakan balik modal dalam waktu di bawah 24 bulan,” tandasnya.

Komentar
Memuat...