Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ciptakan Budaya yang Ramah

0 298

KEARIFAN lokal sudah selayaknya diberikan sejak dini kepada anak-anak. Dari sini anak-anak mulai belajar mengenal lingkungannya yang kental dengan nilai-nilai historis, lokalitas, kearifan, tradisi dan lingkungan sekitarnya. Pendidikan berbasis pada kearifan lokal menjadi penting, saat anak menginjak usia dewasa. Mereka tak akan kehilangan jati dirinya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Leli Kurniawati dan Yudi Sukmayadi (2013) dari Universitas Pendidikan Indonesia. Pada masa kanak-kanak perhatian mereka terpusat pada dirinya sendiri, sehingga anak nampak egosentris. Keinginan untuk memiliki dan menguasai menjadi bagian dalam hidupnya. Oleh sebab itu, bagi orang tua yang memahami betapa pentingnya pendidikan bagi anak usia dini tersebut, akan mengupayakan sebaik mungkin anak-anaknya berada dalam lingkungan yang bisa memfasilitasi kebutuhan perkembangannya. Selain itu mereka memiliki harapan agar anaknya kelak bisa saling mengenal dan bergaul dengan orang lain di bawah bimbingan guru.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan. Yang menitikbertkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan, (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usai dini.

Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini

Tujuan utama adalah membentuk anak-anak yang berkualitas. Yaitu anak yang tumbuh dan berkembangan sesuai dengan tingkat perkembangannya, sehingga memilki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa. “Kearifan lokal diberikan sesuai dengan kemampuan dan keberadaan lingkungan anak-anak itu sendiri, seperti permainan tradisional, belajar membaca salawat dan sebagainya. Hal itu tentu dilakukan sebagai pengenalan saja, sebab kearifan lokal terbentuk dengan sendirinya saat anak bergaul di dalam maupun luar keluarga.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jelas penting, karena pendidikan itu dilakukan pada saat usia emas seseorang untuk menerima dengan jernih semua pelajaran, baik atau buruk akan sangat membekas dalam kehidupan selanjutnya. Boleh dikata PAUD adalah fundamen dalam struktur bangunan kehidupan seseorang.

Jika dikaitkan dengan kearifan lokal dalam pendidikan anak usia dini, maka pesantren memiliki karakter naluriah untuk mengajarkan dan mendidik. Atau mentransfer kearifan lokal itu, dan itu terjadi secara continued education (pendidikan yang berkesinambungan), baik formal maupun tidak. Hal terpenting dari semua itu dimulai dengan mengajarkan bahasa yang baik. Setelah itu diajarkan herritage of pesantren (warisan-warisan luhur pesantren).

Bahasa yang dimaksud di sini tentu bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Cirebon. Anak-anak tidak hanya diajar untuk mengetahui mana bahasa yang baik dan mana bahasa yang buruk. Diajarkan pula menggunakannya secara tepat, kemudian diajarkan pula sikap yang harus dilakukan bersamaan dengan penggunaan bahasa itu. Kemudian anak-anak diajarkan tradisi pesantren. Bagaimana sikap seorang santri seharusnya terhadap orang tua dan guru, sikap terhadap orang yang lebih tua, dan jika ini diajarkan pada saat usia dini, keberhasilannya sangat tinggi, jika didukung pula oleh kebiasaan di rumah dan lingkungannya.

Tantangan Pendidikan Anak Usia Dini

Tantangan Pendidikan Anak Usia Dini ini sekarang ini sangat besar. Anak-anak yang masih polos ini sudah dijejali dengan musik dan nyanyian dewasa yang diputar di mana-mana, begitu pula dengan suguhan tontonan terutama televisi dan hiburan di tengah masyarakat yang tidak ramah pada jiwa dan pertumbuhan anak-anak. Di sisi lain banyak orang tua yang masa bodoh, bahkan justru mengajak anak-anaknya menonton hiburan yang tidak sesuai dengan usianya.

Inilah pokok masalahnya, pendidikan terutama pada anak usia dini ini sangat penting. Tetapi, juga jangan dilupakan orangtuanya harus menciptakan iklim yang sehat dan mendukung keberhasilannya di rumah. Orangtua si anak harus bisa menjadi stimulan, bagi perkembangan jiwa anak-anak. Mendorong anak untuk mengenalkan aqidah, bahwa Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang Maha Pencipta, kreatif dan pandai menghargai orang lain. Keimanan, jiwa kreatif dan pandai menghargai orang lain ini adalah dasar dari siklus kehidupan manusia yang sangat penting, terutama bagi seorang muslim.

Tradisi Pesantren Bagi Anak Usia Dini

Di pesantren, anak-anak diajarkan kidung atau puji-pujian yang biasanya dilantunkan sesudah azan, sambil menunggu kyai datang sebelum iqomat dikumandangkan menjelang salat di masjid, puji-pujian itu bisa diambil dari Al Quran, hadis Nabi atau syair ulama terkenal. Makna dari puji-pujian itu sangat tinggi, karena lahir dari kecerdasan dan keimanan sekaligus. Tetapi ini adalah hal kecil saja untuk mengimbangi tantangan serbuan budaya yang merusak, sehingga anak usia dini pun terkena imbasnya.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini memang tengah naik daun. Model pendidikan seperti ini telah menjadi gengsi tersendiri, terutama bagi kalangan menengah. Hampir di tiap kampung PAUD dibangun kalangan pengabdi pendidikan. Mereka menempati gedung seadanya, dari rumah milik pribadi, Baperkam, halaman masjid atau memang suatu tempat yang dibangun secara khusus.

Meski demikian, di tengah popularitas PAUD yang sebelumnya dikenal sebagai “play group” masih ada sekelompok masyarakat yang menganggap sebagai pendidikan yang kurang begitu penting. Bahkan dianggap membuang waktu saja. Pendidikan anak usia dini memang sangat penting, karena PAUD ini bisa membentuk karakter dari manusia dimulai dari usia nol. Sampai tiga tahun dan jika sejak dini anak diberikan pendidikan, maka mereka akan mendapatkan pendidikan yang terasa nyaman dan penuh kasih sayang.***


Penulis           :  Nurdin M. Noer – wartawan peminat pendidikan
Penyunting  : Acep M Lutvi

Komentar
Memuat...