Pendidikan Investasi Jangka Panjang

0 106

Setiap orang tua mesti menginginkan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Karena pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk kesuksesan anak di masa datang. Oleh sebab itu orang tua tidak akan sembarangan dalam memilih sekolah untuk anaknya. Orang tua rela membayar mahal demi meraih pendidikan yang berkualitas.   Menurut Psikolog dan pengamat pendidikan anak,  ada tujuh kriteria yang menjadi acuan orang tua dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak, yaitu.

  1. Pertimbangan visi misi sekolah yang akan dipilih. Hal ini karena visi misi sekolah akan menentukan kurikulum yang digunakan.
  2. Kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Hal ini karena guru dan tenaga kependidikan adalah ujung tombak yang menentukan anak akan belajar dan bermain dengan menyenangkan atau tidak.
  3. Kondisi sekolah dan lingkungan di sekitarnya, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah. Karena sarana prasarana yang cukup akan memiliki daya dukung terhadap proses belajar-mengajar yang menyenangkan bagi anak.
  4. Radius jarak antara sekolah dan rumah. Jangan sampai terlalu jauh sehingga anak lelah di jalan dan tidak semangat belajar dan juga untuk menghindari resiko perjalanan anak yang tidak diinginkan.
  5. Karakter sekolah yang sesuai dengan karakter anak dan kebutuhannya. Misalnya, anak yang suka bergerak, cocok disekolahkan di sekolah alam.
  6. Durasi bersekolah dan komposisi durasi pengajaran di sekolah, misalnya apakah kondisi anak lebih senang sekolah yang lebih banyak waktu bermain atau belajar.
  7. Pertimbangan kemampuan finansial untuk membayar biaya yang dibutuhkan, baik uang pangkal maupun bulanan ke depannya.

Selain pertimbangkan tujuh kriteria di atas, orang tua juga harus melibatkan anak dalam meilih sekolah. Orang tua harus mengetahui kriteria apa yang patut dipertimbangkan dan mengenali lebih dulu kebutuhan anak-anak dalam pendidikan. Anak juga harus diberikan hak untuk bersuara dan memilih dalam menentukan sekolah yang menyenangkan baginya untuk belajar dan bermain.

Menurut hasil penelitian juga, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan siswa dalam memilih sekolah untuk Investasi Jangka Panjang ini. Di antara faktor faktor tersebut adalah; faktor fasilitas sekolah, prestasi yang telah dicapai oleh sekolah, keleluasaan pilihan jurusan dan masa depan yang lebih baik. Dari keempat faktor tersebut, tawaran jaminan masa depan yang lebih baik, mempunyai pengaruh yang paling besar dalam mempengaruhi siswa dalam memilih sekolah. Dalam penelitian ini faktor pengaruh masa depan yang lebih baik mencapai sebesar 59,79%. Ini dikarenakan para siswa mempunyai pandangan bahwa dengan bersekolah maka mereka akan mendapatkan keahlian dan keterampilan yang lebih dan tentu saja dengan adanya bekal tersebut mereka dapat segera terjun dalam dunia kerja, dan tentu saja harapan ini yang mempengaruhi siswa dalam memilih sekolah kejuruan tersebut.

Materialistic dan Kapitalistik

Dari beberapa data empiris dan fakta teoritis yang telah dipaparkan di atas, dapat dipahami pula bahwa pendidikan di Indonesia masih dibayang bayangi oleh tujuan yang bersifat materi, praktis dan pragmatis. Semuanya hanya bermuara pada dunia materialistic dan kapitalistik. Dengan kata lain, lembaga pendidikan tidak jauh berbeda dengan industri yang didasarkan investasi materi. Nilai ruh dan filosofi humanistik belum tersentuh oleh filosofi pendidikan itu sendiri. Walau hasil kemajuan lembaga pendidikan masih diukur dari branding dan kecanggihan sarana dan prasarana beserta menejemennya, stratifikasi formal akademik pengelolanya, dan tidak jarang lembaga pendidikan mempromosikan alumninya yang sukses dalam dunia praktis dan pragmatis.

Berbalik dari data empiris dan fakta teoritis di atas, Pondok Tahfidz al-Muqaddasah memiliki data empiri yang berbalik dengan fakta teoritis.

  1. Fasilitas yang ada pada lembaga ini hanya secukupnya dan tidak menunjukkan kemewahan dan kecanggihan. Mulai dari kondisi ruang belajar, fasilitas pembelajaran dan alat alat menejemen pendidikannya.
  2. Stratifikasi akademik pendidikanya, kalau tidak dikatakan di bawah standar, tetapi lembaga ini tidak mutlak hanya berpatokan pada status formal akademik. Dengan potensi tenaga yang ada dimaksimalkan untuk mengawal proses dan perjalanan pendidikan.
  3. Kurikulum dan menejemen lembaga pendidikan juga dijalankan apa yang ada dari standar yang dianjurkan oleh dinas pendidikan. Dalam artian bahwa lembaga ini tidak pernah mengagungkan dan mengunggulkan aspek kurikulum formal dan menejemen pengelolaan pendidikan formal.
  4. Letak lembaga, juga terletak di luar jantung kota dan keramaian publik. Akses menuju lokasi lembaga ini harus mengupayakan transportasi khusus. Hal ini karena lokasi tidak berada pada akses langsung transportasi umum.
  5. Seluruh peserta didiknya diwajibkan untuk tinggal di asrama yang akan dibarengi dengan konsekuensi tanggungan finansial yang harus ditanggung oleh peserta didik. Dalam artian lembaga pendidikan ini tidak dapat mempromosikan sebagai lembaga pendidikan murah, terlebih gratis, sebagaimana dipromosikan oleh lembaga pendidikan lain agar menarik minat calon wali dan siswa.

Namun dibalik data empiris di atas, muncul fakta empiris yang sementara berbalik dengan fakta teoritis. Di mana lembaga pendidikan ini telah melakukan standar proses dan prosedur dalam menyikapi minat dan animo calon peserta didiknya. Fakta ini terdapat dalam lembaga pendidikan pesantren yang memfokuskan pada penguasaan al-Qur’an, meskipun dengan tidak meninggalkan status formalnya. Dari kesenjangan antara data empiris dan fakta teoritis, maka peneliti ingin mengkaji dan menelititi secara mendalam tentang faktor faktor yang mempengaruhi preferensi wali dalam memilih pendidikan anak tingkat dasar melalui dua dua pertanyaan dasar;  1. Bagaimana persepsi wali santri terhadap lembaga pendidikan atau sekolah tersebut, 2. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi wali dalam menentukan pilihan lembaga pendidikan.

(Investasi Jangka Panjang) (Pendidikan yang terbaik)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.