Inspirasi Tanpa Batas

Pendidikan Karakter Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

0 1.688

Pendidikan Karakter Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Fenomena kriminalitas dalam berbagai bentuknya yang semakin memprihatinkan. Bagi sebagian kalangan membuat simpulan bahwa pendidikan di negeri ini tidak menunjukkan keberhasilannya; kalau tidak disebut sebagai suatu kegagalan. Karenanya berbagai upaya dilakukan dalam pembenahan pendidikan. Baik dalam tatanan filosofis, epistemologis maupun dalam tataran teknis proses pendidikan di berbagai jenis dan jenjangnya.

Menarik untuk dijadikan bahan diskusi, dimana ketidakberhasilan pendidikan tersebut terfokus pada praktek pendidikan yang selalu mengedepankan aspek kognitif (knowing), sementara aspek apektif dan psikomorik (doing dan being) seringkali diabaikan. Akibatnya, siswa bisa jadi berprestasi/ pintar, tetapi mereka kering nilai- nilai yang pundamental untuk kehidupannya.

Melihat fenomena seperti itu, penulis berasumsi bahwa internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat urgen untuk di diskusikan sekaligus juga di jalankan.

Pendidikan dalam Tatanan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan adalah elemen penting dalam pembangunan bangsa karena melalui pendidikan, dasar pembangunan karakter manusia dimulai. Berbicara soal pendidikan karakter, sebenarnya sejak tahun 70-an, di Sekolah Dasar kita dibekali pendidikan karakter  bangsa seperti  bidang studi PMP dan PSPB sampai akhirnya diberikan bekal lanjutan model Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) sekalipun tingkat keberhasilannya belum dapat dirasakan

Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan salah satu hal penting untuk membangun dan mempertahankan  jati diri bangsa.  Sayang, pendidikan karakter di Indonesia perlu diberi perhatian lebih khusus karena selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai. Pendidikan karakter yang dilakukan belum sampai pada tingkatan interalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan di Indonesia saat ini cenderung lebih mengedepankan penguasaan aspek keilmuan dan  kecerdasan, namun mengabaikan pendidikan karakter. Pengetahuan tentang kaidah moral yang didapatkan dalam pendidikan moral atau etika di sekolah-sekolah saat ini semakin ditinggalkan. Sebagian orang mulai tidak memperhatikan lagi bahwa pendidikan tersebut berdampak pada perilaku seseorang. Padahal pendidikan diharapkan mampu menghadirkan generasi yang berkarakter kuat, karena manusia sesungguhnya dapat dididik, dan harus sejak dini. Meski manusia memiliki karakter bawaan, tidak berarti karakter itu tak dapat diubah.

Perubahan karakter mengandaikan suatu perjuangan yang berat; suatu latihan yang terus- menerus untuk menghidupi nilai- nilai yang baik dan tidak terlepas dari faktor lingkungan sekitar. Era keterbukaan informasi akibat globalisasi tidak selamanya berdampak positif bagi pengembangan pengetahuan dan pengalaman. Tetapi dampak negatifpun segera dirasakan seperti mulai lunturnya nilai- nilai kebangsaan yang dianggap sempit. Seperti patriotisme dan nasionalisme yang dianggap tidak cocok dengan nilai-nilai globalisasi dan universalisasi.

Definisi Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia yang paripurna (insan kamil).

Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan. Termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

Pendidikan karakter sebagaimana didefinisikan Megawangi (2004) adalah “Sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif  kepada lingkungannya”.

Definisi lainya dikemukakan oleh Fakry Gaffar (2010 ). Pendidikan karakter “Sebuah transformasi nilai-nilai kehidupan untuk ditumbuhkembangkan dalam kepribadian seseorang sehingga menjadi satu dalam perilaku kehidupan orang tersebut. Definisi terakhir ini mengisyaratkan tiga ide fikiran penting, yakni:1) proses transformasi nilai-nilai, 2) ditumbuhkembangkan dalam kepribadian, dan 3) menjadi satu dalam perilaku.

Sejalan dengan definisi di atas, Dharma Kesuma (2011) mengemukakan definisi pendidikan dalam setting sekolah sebagai “Pembelajaran yang mengarah pada penguatan dan pengembangan perilaku anak secara utuh yang didasarkan pada suatu nilai tertentu yang dirujuk oleh sekolah”. Definisi tersebut mengandung makna:

  • Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang terintegrasi dengan pembelajaran yang terjadi pada semua mata pelajaran.
  • Diarahkan pada penguatan dan pengembangan perilaku anak secara utuh. Asumsinya anak merupakan organisme manusia yang memiliki potensi untuk dikuatkan dan dikembangkan.
  • Penguatan dan pengembangan perilaku didasari oleh nilai yang dirujuk sekolah (lembaga).

Tujuan Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter yang diselenggarakan dalam setting persekolahan (lembaga) bertujuan untuk:

  • Menguatkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting dan perlu. Sehingga menjadi kepribadian/ kepemilikan peserta didik yang khas sebagaimana nilai-nilai yang dikembangkan;
  • Mengoreksi perilaku peserta didik yang tidak bersesuaian dengan nilai- nilai yang dikembangkan oleh sekolah;
  • Membangun koneksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarakat dalam memerankan tanggung jawab pendidikan karakter secara bersama.

Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik. Melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku baik bagi perubahan dalam hidupnya sendiri. Pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi lebih adil, baik, dan manusiawi. *** Wawan Ahmad Ridwan

Komentar
Memuat...