Inspirasi Tanpa Batas

Pengaruh Ideologi Marxis dan Leninis di Dunia | Sejarah Komunisme Part – 5

0 59

Konten Sponsor

Pengaruh Ideologi Marxis dan Leninis di Dunia. Gerakan komunisme yang digagas Marx dan Lenin, menjadi ideologi tunggal negara Rusia [Uni Soviet] ketika Stalin berkuasa [1924]. Gagasan utama Lenin adalah membentuk negara sosialis melalui kepemimpinan revolusioner elite kelompok kecil yang sadar dari para kelas pekerja. Inilah ideologi penting dalam apa yang disebut Lenin dengan istilah perjuangan kelas. Perjuangannya ini, ternyata baru berhasil menjadi sebuah kenyataan, ketika Lenin sudah meninggal dunia.

Penerus gagasan Lenin di Rusia, secara ideologis adalah Stalin [Stalinisme]. Melalui Stalin inilah, teori politik dan kekuasaan gaya Lenin mampu ditampilkan dalam wujud nyata kenegaraan. Ini juga yang dikemudian hari menyebabkan munculnya suatu anggapan yang menyebut bahwa Marx dan Lenin justru menjadi peletak atas menguatnya kekuasaan negara terhadap rakyat.

Selain Stalin, penerus pemikiran Marx dan Lenin, tentu kita juga mengenal gerakan Maoisme di Tiongkok yang berbasis pada pemikiran Mao Zedong. Dengan demikian dapat juga disebut bahwa varian lain dari Marxisme-Leninisme adalah Maoisme. Dia adalah pemimpin Komunis yang mendirikan Partai Komunis Tiongkok.

Komunisme di Negara-negara Berkembang

Maoisme sebenarnya adalah panggilan pejoratif Barat atas perkembangan komunis di negeri para ahli kungfu. Pejabat Uni Soviet sendiri lebih senang menggunakan kata Marxis-Leninis. Mao Zedong sendiri merasa bahwa dirinya tidak mengubah pemikiran Marx-Lenin. Ia justru hanya mengembangkan gagasan dua tokoh besar komunisme.

Pemikiran Lenin terus mengurai negara-negara lain. Sebut misalnya Negara di Asia Timur bernama Korea Utara yang beribu kota Pyongyang. Sejak tahun 1972, Juche resmi menjadi ideologi negara ketika Kim Il Sung menjadi pemimpin negara dimaksud. Ideologi ini digagas Kil Il Sung sejak tahun 1955, saat yang bersangkutan masih menjadi pemimpin partai buruh.

Hồ Chí Minh adalah revolusioner dan negarawan Vietnam. Ia menjadi Perdana Menteri negara dimaksud pada tahun 1954-1969. Dalam ensiklopedia dunia, Ho Chi Minh ternyata termasuk dalam jajaran salah satu politisi yang paling berpengaruh pada abad-20.

Fidel Castro adalah pemimpin Komunis dan Presiden Kuba terlama, bahkan mungkin di dunia. Ia memimpin Kuba selama kurang lebih 50 tahun. Ia baru berakhir masa jabatannya sebagai pemimpin negara produsen Tembako dimaksud pada tahun 2008, digantikan adiknya bernama Raul Castro. Dalam Wikipedia [2017] Saat ajalnya sudah mendekati, Castro berkata: “Walaupun aku telah menua, tetapi konsep komunis Kuba masih tetap relevan dan rakyat Kuba “akan berjaya ” dengan ideologi komunis dimaksud.

Di negeri seperti China, Korea Utara, Vietnam dan Kuba, gerakan rakyat [proletariat] berubah menjadi gerakan negara. Ketika negara-negara dimaksud, benar-benar menjadikan Komunis dan Komunis menjadi ideologi tunggal negara, maka, kekuasaan menjadi absolut. Dalam banyak kasus ia bahkan lebih otoriter dibandingkan dengan negara yang dipimpin atas dasar agama, atau apalagi negara yang dipimpin berdasarkan prinsip-prinsip kapitalisme. By. Prof. Cecep Sumarna –bersambung

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar