Pengembangan Budaya Sekolah

0 304

Budaya sekolah merupakan seperangkat nilai dominan yang didukung oleh sekolah atau falsafah yang dalam implementasinya menuntun kebijakan sekolah terhadap semua unsur dan komponen sekolah termasuk stakeholders pendidikan. Hal dimaksud akan terlihat pada cara melaksanakan pekerjaan di sekolah serta asumsi atau kepercayaan dasar yang dianut oleh para personil sekolah.

Budaya sekolah akan merujuk pada suatu sistem nilai. Ia juga merujuk pada kepercayaan dan norma- norma yang diterima secara bersama dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran sebagai perilaku alami. Perilaku dimaksud dibentuk oleh lingkungan yang menciptakan pemahaman yang sama diantara semua unsur dan para personil sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf, siswa. Bahkan, jika perlu dibentuk sebuah opini masyarakat yang sama dengan opini para personil sekolah. Koentjaraningkat (1987) menyebutkan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya cipta manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya melalui proses belajar.

Budaya sekolah akan sangat erat kaitanya dengan proses pembentukan suasana sekolah yang kondusif. Efektivitas pengembangan budaya sekolah, jika merujuk pada materi diskusi Partnership For Global Learning (2012), setidaknya harus memenuhi enam indikator sebagai berikut:

  1. Memusatkan fokus kegiatan belajar mengajar pada hasil belajar peserta didik.
  2. Menjamin keseimbangan kegiatan belajar, baik belajar secara individual, kolaborasi, dan belajar dalam interaksi sosial.
  3. Selaras dengan kebutuhan proses pengembangan motivasi para peserta didik.
  4. Sensitif terhadap perbedaan individu
  5. Menantang peserta didik dengan catatan tidak memberikan frekuensi lebih dari kapasitasnya.

Manfaat Pengembangan Budaya Sekolah

Beberapa manfaat yang bisa didapat dari upaya pengembangan budaya sekolah, antara lain sebagai berikut: (1) menjamin kinerja yang lebih baik; (2) membuka jaringan komunikasi dari segala jenis dan level, baik komunikasi vertikal maupun horisontal; (3) lebih terbuka dan transparan; (4) menciptakan kebersamaan dan rasa saling memiliki yang tinggi; (4) meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan; (5) jika menemukan kesalahan akan dengan segera dapat diperbaiki; dan (6) dapat beradaptasi dengan baik terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Selain beberapa manfaat yang disebutkan di atas, manfaat lain bagi individu (pribadi) dan kelompok dari apa yang disebut dengan pengembangan budaya sekolah ini adalah: (1) meningkatkan kepuasan kerja; (2) menciptakan pergaulan yang lebih akrab; (3) meningkatkan disiplin; (4) pengawasan fungsional akan lebih ringan; (5) muncul keinginan untuk selalu proaktif; (6) terus belajar dan berprestasi; dan (7) selalu ingin memberikan yang terbaik bagi sekolah, keluarga, orang lain dan diri sendiri. ***Solecha

Bahan Bacaan:

Nurul Zuriah, 2009, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Jakarta: PT Bumi Aksara, Cet. 3.

Irean Susanto. 2006, Model Penjaminan Mutu dalam Pembelajaran. Modul Pelatihan Surakarta

Damsar. 2011. Pengantar Sosiologi Pendidikan. PT. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.