Take a fresh look at your lifestyle.

Pengertian Bimbingan dan Konseling

0 688

Konten Sponsor

Munculnya layanan bimbingan dan konseling dalam berbagai setting kehidupan sosial, merupakan respon terhadap pentingnya memfasilitasi perkembangan konseling secara optimal dalam membangun harmoni sosial. Kata memfasilitasi adalah proses memberi berbagai kemudahan melalui pemahaman diri dan lingkungan yang tepat, pengarahan, dan pengembangan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki. Potensi yang dimaksud adalah latent power, yakni kemampuan yang belum tampak, belum mewujud, belum menjadi perilaku nyata, atau belum menjadi prestasi. Bimbingan dan konseling merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan individu.

Bimbingan dan Konseling merupakan terjemahan dari istilah “guidance” dan ”counseling” dalam bahasa Inggris. Secara harfiah, istilah “guidance” berasal dari akar kata “guide” yang berarti: (1) mengarahkan (to direct), (2) memandu (to pilot), (3) mengelola (to manage), dan (4) menyetir (to steer). Selain itu, “guidance” mempunyai hubungan dengan “guiding” yang berarti menunjukkan jalan (showing a way), memimpin (leading), menuntun (conducting), memberikan petunjuk (giving instructions), mengatur (regulating), mengarahkan (governing), dan memberikan nasihat (giving advice). Sedangkan kata “counseling” dari kata benda counsel yang berarti nasihat.

Berdasarkan pengertian tersebut, sesuai dengan istilahnya, maka bimbingan dan konseling diartikan secara umum sebagai suatu proses bantuan (helping). Namun perlu diingat bahwa “tidak setiap bentuk bantuan adalah bimbingan” (Surya, M., 1988). Pendapat beberapa ahli tentang bimbingan dan konseling sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing, akan penulis uraikan di sini. Melalui keterangan para ahli dimaksud, kita akan mendapat gambaran yang komprehensif tentang apa makna bimbingan dan konseling.

Shertzer dan Stone (Yusuf, S., 2006) menyatakan bahwa bimbingan sebagai “… process of helping an individual to understand himself and his world.” Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu memahami diri dan lingkungannya. Kartadinata, S. (2003), mengartikan bimbingan sebagai “… proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal.”

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan bimbingan, selanjutnya kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan konseling. Menurut Shertzer dan Stone (Yusuf, S., 2006), “Counseling is an interaction process which facilitaties meaningful understanding of self and environment and result in the establishment and/ or clarification of goals and values of future behavior.” Konseling merupakan proses interaksi yang bermakna pemahaman diri dan lingkungan, serta hasil dari pembentukan dan atau pengklarifikasian tujuan serta nilai-nilai perilaku masa depan.

English dan English (Willis, 2004) mendefinisikan konseling sebagai: “Suatu hubungan antara seseorang dengan orang lain, dimana seorang berusaha keras untuk membantu mengatasi masalah dan dapat memecahkan masalahnya dalam rangka penyesuaian dirinya’. Nurihsan (2006) menyatakan bahwa: “Konseling membantu individu agar lebih mengerti dirinya sendiri, mampu mengeksplorasi dan memimpin diri sendiri, serta menyelesaikan tugas-tugas kehidupannya”.

Lebih lanjut lagi Kartadinata (2009) menyatakan bahwa bimbingan dan konseling adalah:

Guidance is the process of helping individuals understand themselves and the world. In the school setting, guidance focuses on creating an optimal learning environment for each student. Guidance is done with the whole class on a regular weekly basis. Counseling is a confidential between the counselor and a student or a small group of students. Students participate in counseling to help them resolve or cope constructively with their problems and developmental concerns (individual or small group).

Pengertian Bimbingan

Bimbingan adalah proses membantu individu memahami diri sendiri dan dunia. Di lingkungan sekolah, bimbingan berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang optimal bagi setiap siswa. Bimbingan dilakukan di dalam seluruh kelas yang dilakukan secara rutin dalam kurun waktu mingguan. Sedangkan konseling merupakan rahasia antara konselor dan siswa atau kelompok kecil siswa. Siswa berpartisipasi dalam konseling untuk membantu mereka menyelesaikan atau mengatasi masalah yang mereka hadapi secara konstruktif dan mengembangkan mental mereka (baik secara individu maupun kelompok kecil).

Selanjutnya Kartadinata (2009) mengemukakan bahwa layanan bimbingan dan konseling merupakan layanan keahlian. Penggunaan istilah bimbingan dan konseling tetap dipertahankan dengan alasan: (1) layanan ini berlangsung dalam setting pedagogis; (2) konseling merupakan salah satu teknik dalam memfasilitasi perkembangan peserta didik; (3) menegaskan keunikan profesi dalam kaitannya dengan profesi sejenis, dan (4) de facto di lapangan.

Berdasarkan berbagai uraian yang dikemukakan tersebut, dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan bimbingan adalah proses membantu individu memahami diri sendiri dan dunia yang ada di sekitarnya. Sementara konseling merupakan sarana yang digunakan untuk membantu mereka menyelesaikan atau mengatasi masalah yang mereka hadapi. M. Fud Anwar