Pengertian dan Tujuan Bimbingan Karir Bagi Peserta Didik

0 953

Kamus bahasa inggris guidance atau bimbingan dikaitkan dengan kata asal guide, yang diartikan sebagai berikut: menunjukkan jalan (showing the way), memimpin (Leading), menuntun (conducting), memberikan nasehat (giving advice). Kalau istilah Bimbingan dalam bahasa Indonesia diberi arti yang selaras dengan arti-arti yang disebutkan di atas, maka akan muncul dua pengertian, yaitu memberikan informasi dan mengarahkan, menuntun ke suatu tujuan  (W.S. Winkel, 2007:27).

Bimbingan adalah suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan potensi-potensinya demi kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan social (Hallen A, 2002:3). Menurut Crow & Crow, Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri (Prayitno, 2008:94).

Kewajiban setiap manusia untuk saling membantu atau tolong menolong termaktub dalam Al-Qur’an:

Hendaknya kalian, wahai orang-orang Mukmin, saling menolong dalam berbuat baik dan dalam melaksanakan semua bentuk ketaatan dan jangan saling menolong dalam berbuat kemaksiatan dan melanggar ketentuan-ketentuan Allah. Takutlah hukuman dan siksa Allah, karena siksa-Nya amat kejam bagi orang-orang yang menentang-Nya.”Q.S Al-Maidah: 2.

Ayat ini mewajibkan orang-orang mukmin tolong menolong sesama mereka dalam berbuat kebaikan dan bertakwa untuk kepentingan dan kebahagiaan mereka. Dilarang tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran serta memerintahkan supaya tetap bertakwa kepada Allah agar terhindar dari siksaan-Nya yang sangat berat (Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, 352). Ini merupakan hal yang vital bagi seorang pendidik terutama pembimbing-konselor untuk membantu peserta didik agar memperoleh kebahagiaan dan kepuasan dalam menjalani kehidupan.

Dari pemaparan di atas peneliti menyimpilkan bahwa, bimbingan di sekolah adalah suatu proses untuk menuntun, mengarahkan dan mengembangkan potensi peserta didik agar dapat menikmati kesejahteraan hidupnya untuk masa depan. Sedangkan pengertian karir merupakan istilah yang didefinisikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai perkembangan dan kemajuan baik pada kehidupan, pekerjaan atau jabatan seseorang, biasanya pekerjaaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang mendapatkan imbalan berupa gaji maupun uang.

Menurut Prof. Edgar H. Schein, karir diartikan sebagai suatu pandangan yang telah membudaya mengenai tingkat kemajuan yang terbatas pada tingginya gaji/upah adalah inti dari pengertian karir. Karir menurut pendapat H.L. Wilensky diartikan sebagai suatu riwayat pekerjaan yang teratur di mana dalam setiap pekerjaan yang ditekuni itu merupakan suatu persiapan untuk selanjutnya atau masa depannya. David Tiedeman mengemukakan bahwa karir diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan-pekerjaan, jabatan-jabatan dan kedudukan, yang dipegang oleh orang/seseorang seumur hidupnya (Winkel, 2007:673).

Kewajiban setiap manusia untuk terus bekerja keras untuk masa depannya termaktub dalam Al-Qur’an: “Hendaknya kalian, wahai orang-orang Mukmin, saling menolong dalam berbuat baik dan dalam melaksanakan semua bentuk ketaatan dan jangan saling menolong dalam berbuat kemaksiatan dan melanggar ketentuan-ketentuan Allah. Takutlah hukuman dan siksa Allah, karena siksa-Nya amat kejam bagi orang-orang yang menentang-Nya.”Q.S Asy-syarh (Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya:705).

Dari ayat tersebut Allah memerintahkan bila telah selesai mengerjakan suatu amal perbuatan, maka hendaklah beliau mengerjakan amal perbuatan lainnya. Sebab, dalam keadaan terus beramal, beliau (Nabi Muhammad SAW) akan menemui ketenangan jiwa dan kelapangan hati. Ayat ini menganjurkan agar Nabi saw tetap rajin dan terus menerus tekun beramal.8 Jadi, ayat ini memberikan suatu nasehat kepada kita apabila sudah selesai menyelesaikan pendidikan seperti Sekolah Menengah, maka kita harus terus beramal kebaikan. Dalam melakukan amal kebaikan itu terdapat banyak cara salah satunya yaitu dengan bekerja, melanjutkan pendidikan lanjutan, kursus, dan lain-lain.

Dari berbagai pengertian diatas dapat diartikan bahwa karir adalah suatu pekerjaan atau jabatan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya di masa depan. Berkaitan dengan sekolah. Bimbingan Karir dapatlah dipandang sebagai suatu proses perkembangan yang berkesinambungan. Membantu peserta didik melalui perantara kurikuler yang dapat membantu terutama dalam hal perencanaan karir, pembuatan keputusan, perkembangan keterampilan. Atau keahlian, informasi karir dan pemahaman diri. (Dewa Ketut Sukardi, 2004:25).

Bimbingan karir atau jabatan (vocational guidance) merupakan salah satu jenis bimbingan yang berusaha membantu siswa dalam memecahkan masalah karir. Untuk memperoleh penyesuaian diri yang sebaik-baiknya, baik pada waktu itu maupun pada masa yang akan datang  (Anas Salahudin, 2010:76).

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir di sekolah merupakan proses membantu peserta didik. Mengembangkan potensinya untuk merencanakan masa depannya dengan mempertimbangkan keadaan dirinya dengan keadaan lingkungan hidup. Dengan adanya bimbingan Karir ini peserta didik dapat mengembangkan potensinya dan memilih jurusan yang tepat dan sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Tujuan bimbingan karir

Secara umum tujuan bimbingan karir disekolah adalah. Untuk membantu para siswa memiliki ketrampilan dalam mengambil keputusan mengenai karirnya dimasa depan. Untuk mencapai hal itu diperlukan adanya pemahaan diri siswa dalam pengamatan lingkungan sekitar. Tepat bagi dirinya sendiri dalam menentukan masa depannya.

Menurut W.S. Winkel (1991:551), bahwa program bimbingan karir bertujuan agar siswa :

  1. Memahami sisi dunia kerja, serta faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk memilih program atau jurusan secara tepat.
  2. Memiliki sifat positif terhadap diri sendiri serta pandangan yang objektif dan maju terhadap dunia kerja, dan
  3. Membuat keputusan yang realistis tentang karir yang dipilih sesuai dengan kemampuannya.

Suryosubroto (1997:253). Mengungkapkan bahwa tujuan bimbingan karir di sekolah ialah. “Membantu siswa agar memperoleh pemahaman diri dan pengarahan dalam proses mempersiapkan diri untuk bekerja dan berguna kelak dalam masyarakat”.

Baca Juga: Prinsip dan Jenis Bimbingan Karir Bagi Peserta Didik

Tujuan ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: a ). Tujuan jangka pendek, yaitu untuk membantu siswa memilih jurusan bagi kelanjutan studinya, dan b). Tujuan jangka panjang, membantu siswa memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. Dengan demikian. Jelas, bahwa tujuan dari layanan bimbingan karir di sekolah terbagi menjadi dua. Yaitu tujuan jangka pendek seperti cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, identitas diri. Tujuan jangka panjang seperti membantu siswa memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. By. Wiarno, M.Pd

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.