Inilah 6 Penghargaan Al-Qur’an Terhadap Ilmu

0 1.903

Inilah 6 Penghargaan Al-Qur’an Terhadap Ilmu: Banyak sekali ayat al-Qur’an yang mendorong manusia untuk mencari dan memiliki ilmu pengetahuan. Seperti ketika al-Qur’an menyuruh manusia untuk mengamati alam semesta, bertafakur dan lain sebagainya. Secara singkat penghargaan al-Qur’an terhadap ilmu dapat disederhanakan sebagai berikut:

  1. Pengangkatan manusia sebagai khalifah, serta dibedakannya manusia dari makhluk lain disebabkan karena ilmu yang dimiliki.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” (QS. al-Baqarah: 31-32)

  1. Pada hakekatnya manusia tidak bisa dipisahkan dari kemampuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Maka ilmu yang disertai iman adalah ukuran derajat manusia, sehingga manusia yang ideal adalah manusia yang mencapai ketinggian iman, ilmu dan amal.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.  (QS. al-Mujâdilah: 11)

  1. Al-Qur’an diturunkan dengan ilmu Allah, dan hanya dapat direnungkan maknanya oleh orang-orang yang berilmu. Untuk memperoleh petunjuk al-Qur’an bukan saja diperlukan ketaqwaan dan keimanan, melainkan juga ilmu pengetahuan.

قُلْ ءَامِنُوا بِهِ أَوْ لا تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ سُجَّدًا

Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud.(QS. al-Rûm:22)

  1. Al-Qur’an memberikan isyarat bahwa yang berhak memimpin ummat adalah yang memiliki ilmu, sebagaimana Thalut dipilih sebagai raja Isrâil juga karena kelebihan ilmunya. Begitu juga tokoh- tokoh lain yang dipilih oleh al-Qur’an sebagai contoh orang yang berhasil juga karena ilmu yang dikuasainya.
  2. Allah melarang manusia untuk mengikuti sesuatu yang tidak ada ilmu tentangnya sebagaimana Dia menegur Nabi Nuh ketia ia memohon sesuatu yang tidak ia ketahui.

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(QS. al-Isrâ’:36).

  1. Allah memberi contoh bagaimana orang awam tertarik dengan kemewahan dunia seperti Qarun. Hanya orang berilmu yang tahu bahwa kemewahan dunia bukanlah sesuatu yang bernilai abadi dan segala-galanya.

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلا الصَّابِرُونَ

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar“.(QS. al-Qashash: 80)

Oleh Dr. Ahmad Munir, M.Ag [Dosen Ushuludin STAIN Ponorogo]

Bahan Bacaan

Abdul Karim al-Khatib, al-Tafsîr al-Qur’any  Lî al-Qur’ân, Beirut: Dâr al-Kutub, tt

Al-Râghib al-Ashfahâny, Mu’jam Mufradât Alfâz al-Qur’an, Beirut: Dâr al-Fikr, tt.

Hendar Riyadi (ed.), Tauhid Ilmu, Bandung: Nuansa, 2000

M.Quraish Shihab, Membumikan al-Qur’an, Bandung: Mizan, 1996

Mahmud ‘Abbas al-‘Aqqâd,  Falsafah al-Qur’an, Beirut: Dâr al-Fikr, tt.

Mohammad Syadid, Manhaj al-Qur’an Fi al-Tarbiyah, Beirut: Muassasah al-Risalah, tt

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.