Take a fresh look at your lifestyle.

Penolakan Albert Eistein pada Dunia Politik dan Perang

0 37

Albert Einstein, pemilik rambut acak-acakan ini, ternyata adalah ilmuan yang paling konsisten dalam mengembangakan ilmu. Ia tidak tergoda dalam kepentingan bisnis dan kepentingan politik, termasuk ketika sains yang dihasilkannya, dimaksudkan untuk kepentingan politik negara. Dengan tegas ia menolak dan menyatakan tidak. Ia ingin tetap konsisten menjadi ilmuan sejati dalam bidang fisika. Berikut ini beberapa penolakan Eisntein terhadap dunia ekonomi-bisnis dan politik.

Saat Albert Eistein mengembangkan teori E = MC2, situasi politik Amerika Serikat sedang yang dipimpin Roosevelt, sedang berperang dengan kelompok fasisme. Amerika Serikat yang membentuk Blok Sekutu dengan Jerman yang sedang melakukan konsolidasi Fasisme. Jerman waktu itu, telah berhasil memiliki Bom yang dianggap sangat dahsyat dalam meluluh lantakan suatu pemerintahan. Dengan alasan demi keamanan negara, Amerika melalui presiden dimaksud, merencanakan untuk mengembangkan teknologi bom yang sama atau bahkan lebih dahsyat dibandingkan dengan Jerman.

Penolakan Eisntein terhadap DuniaPerang

Teman Einstein yang bernama Leo Szilard dari Hongaria itulah, yang konsisten membujuk Einstein untuk membuat bom demi kepentingan bisnis, meski dibungkus dengan menggunakan kepentingan negara. Leo menyebut bahwa bom atom dapat dibuat dengan menggunakan rumus Einstein di atas. Cukup lama Einstein menolak meski pada akhirnya ia setuju dengan catatan bahwa hasilnya tidak boleh dicampuradukan dengan urusan perang, apalagi untuk kepentingan bisnis. Kesetujuan Einstein ini, dibuktikan dengan terbitnya suatu surat untuk Presiden Amerika Serikat dimaksud.

Surat itu berisi ide untuk membuat bom menyaingi Jerman. Surat itu bertajuk: ‘The Manhattan Project’ yang isinya menguji dan mengembangkan energi nuklir. Implikasi nyata dari proyek ini adalah dibangunnya sebuah pusat uji nuklir di padang pasir New Meksiko. Einstein tetap tidak mau terlibat dalam urusan perang, terlebih ketika Jerman kalah dalam Perang Dunia I. Ia mendesak presiden Roosevelt untuk menghentikan ‘The Manhattan Project’, tetapi usahanya tidak pernah berhasil. Bahkan, pemerintah Amerika mulai menciptakan bom atom, khususnya ketika pemerintahan dipimpin penerus Roosevelt yakni Harry Truman.

Saat Harry Truman menjadi Presiden, perang dunia ke dua berlangsung. Jepang melakukan serangan ke Pearl Harbour dan membuat presiden Truman marah. Presiden ini memutuskan melemahkan Jepang dengan menggunakan bom atom. Akhirnya Bom Atom yang berisi pembelahan inti atau reaksi fisi, yaitu reaksi pembelahan yang disebabkan interaksi suatu unsur dengan neutron berhasil menembakkan uranium 235 dan plutonium 239 dengan neutron, juga menghasilkan radioaktif yang dahsyat tanggal 6 Agustus 1945, di Hiroshima dan 9 Agustus 1945 di Nagasaki. Setelah beredar berita terhadap pengeboman Hiroshima Nagasaki, sebagian ilmuwan ‘The Manhattan Project’ diliputi perasaan bersalah, tentu yang paling utama Albert Einstein itu sendiri, meski seperti kami sampaikan tadi ia menolak dengan keras.

Penolakan Einstein pada Dunia Politik

Einstein juga menolak terlibat dalam dunia politik. Hal ini terbukti ketika tahun 1952, ia ditawari menjadi Presiden Israel di sebuah negara yang merupakan hasil dari perampasan tanah atas warga Muslim Palestina. Keinginan warga Israil untuk mengangkat Eistein ini, bukan hanya karena ia dianggap cerdas, tetapi juga dikenal sebagai pengikut Yahudi yang taat.

Apa komentar Einstein saat tawaran itu datang kepadanya. Ia menyatakan bahwa terlalu naif untuk masuk dalam dunia politik. Dia berkomentar, “Rumus fisika dan matematika lebih menarik buatku daripada politik dan menjadi presiden. Politik adalah kehidupan kekinian dan selalu berjangka pendek. Sedangkan rumus fisika yang aku buat adalah sesuatu yang abadi dan bakal tumbuh secara abadi beserta dengan ilmu-ilmu yang lahir karenanya.” Karena itu, pikiran yang bodoh jika aku malah terlibat dalam dunia politik. Akhirnya, Israil tetap tidak mampu meyakinkan Eisntein untuk menjadi Presiden.

Apa yang terjadi hari ini setelah penolakan Eistein di atas? Fakta menunjukkan benar bahwa Eistein lebih abadi dibandingkan dengan para pengusaha yang ada pada waktu itu. Ia lebih bersinonim dengan kata kecerdasan atau bahkan kejeniusan. ** Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar