Inspirasi Tanpa Batas

Jadilah Trend Setter Agar Mampu Membuat Tatanan Baru Dunia Bisnis

0 12

Konten Sponsor

Jika anda ingin diabadikan jaman, maka, jadilah trend setter. Jika anda ingin meraih berbagai keberuntungan dalam hidup, jadilah juga trend setter. Jangan menjadi follower. Terlebih trend setter dalam konteks ide, gagasan dan kreativitas berfikir. Kita harus tampil menjadi sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan manusia lain dan semestinya menjadi yang terdepan.

Fakta bahwa di dunia ini, tidak ada manusia hebat, karena ia mengikuti sesuatu yang telah mapan. Adam diangkat derajatnya oleh Tuhan, misalnya ia disebut Nabi, karena ia berbeda dengan makhluk lain. Ia memiliki kreativitas lebih dibanding makhluk lain, termasuk dengan Malaikat yang taat. Adam terlampau kreatif sehingga mampu membentuk dan membuat berbagai nama. Ia akhirnya diangkat menjadi Nabi dan Rasul pertama yang wajib diimani seluruh pemeluk agama.

Idris, Nuh, Ibrahim dan Nabi-nabi lain, juga sama. Mereka diangkat menjadi Nabi dan Rasul, karena mereka berbeda. Berbeda dalam mempertahankan prinsip, kebenaran dan pengetahuan. Jangan tanya Nabi Nuh, Hud, Sulaiman, Musa, Isa dan Muhammad. Mereka adalah kreator yang menginspirasi banyak umat. Posisinya sebagai inspirator inilah yang menyebabkan mereka memperoleh tempat terhormat, bukan hanya di mata manusia, tetapi, juga di mata Tuhan.

Mengapa mereka menjadi inspirator? Karena mereka membuat sesuatu yang selalu terdepan dibandingkan dengan manusia lain. Terdepan itulah yang menyebabkan dirinya menjadi bukan hanya dikenang, tetapi, menjadi panutan yang lain.

Pebisnis Besar adalah Trend Setter

Pebisnis besar juga lahir karena mereka mampu membuat tatanan baru dalam dunia bisnis. Albert Einstein berhasil menemukan teori ketidakseimbangan, karena dia berhasil melawan ribuan ilmuan lain sebelumnya. Ilmuan yang menganggap bahwa dunia justru berada dalam tingkat keseimbangan yang sangat tinggi.

Bill Gate juga sama. Ia adalah sosok yang berhasil melakukan revolusi dunia komputer melalui window-nya. Atau Steve Jobs menemukan model baru bagi pembuatan telephon tanpa cable dalam suatu produck revolutif bernama Apple. Mereka telah tampil menjadi ciri dari jumlah manusia yang sangat sedikit, yang membedakan dengan manusia lain. Pembeda itu terletak karena mereka selalu menjadi yang terdepan.

Masalahnya, bagaimana caranya agar menjadi trend setter. Tentu saja untuk menjadi trend setter itu melelahkan. Membuat kita kadang harus berputus asa. Membuat jiwa kita kadang harus merana dan siap berada dalam lumpur terbawah sekalipun. Membuat diri kita kadang ingin lari dari keadaan yang dihadapi. Tetapi, dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang besar atas apa yang dihadapi, sambil meyakinkan diri bahwa kita adalah berbeda, dalam jangka panjang, cita-cita menjadi trend setter itu akan terlaksana.

Saya merasa bahwa apa yang dialami mereka yang pada berhasil itu, seharusnya menginspirasi kita. Menginspirasi bahwa menjadi inspirator itu, jauh lebih baik dibandingkan dengan mengajak orang lain berbuat baik. Mengajak orang lain berpikir ktisis, dengan bahasa lain, tidak jauh lebih baik dibandingkan dengan bagaimana kita mencoba menjadi kritikus yang baik.

Dalam jangka panjang, manusia-manusia yang menginspirasi itulah, yang akan menghaisi jaman. Dan mereka yang demikian, itulah pebisnis yang sesungguhnya. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar