Inspirasi Tanpa Batas

Pentingnya Pendidikan Formal Usia Dini

0 44

Konten Sponsor

Pentingnya pendidikan formal usia dini saat ini merupakan hal yang harusnya jadi sorotan para orangtua untuk memperhatikan pendidikan sang buah hati. Ditinjau dari aspek perkembangan kecerdasan anak balita, banyak ahli mengatakan : pada usia 0-4 tahun mencapai 50%, pada usia 4-8 tahun mencapai 80%, dan pada usia 8-18 tahun mencapai 100%.

Oleh karenanya, orang tua perlu melatih kemampuan fisik, kemampuan berfikir termasuk mengembangkan imajinasi anak maupun kemampuan bergaul.Untuk merangsang rasa ingin tahu anak dapat dilakukan dengan cara mengajak jalan-jalan, melihat gambar, membaca buku, lewat dongeng dan dengan cara lain yang dapat mengembangkan imajinasinya. (Rifa Hidayah 2009)

Berdasarkan perkembangan sosial, kebutuhan sosial anak makin kompleks, dan hubungan sosialnya makin luas, anak perlu memahami orang dewasa selain orang tua termasuk guru, anak sudah memerlukan teman sebaya, terlihat pada usia 2-3 tahun anak menunjukkan minat yang nyata terhadap anak-anak lain, karena itu perlu diupayakan tereleasasinya pendidikan usia dini. (Rifa Hidayah 2009)

Pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dicanangkan pemerintah akan sangat efektif untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan. Pendidikan ini sangat penting untuk keberhasilan masa depan anak. Yang dilakukan para pendidik dan seluruh lingkungan pendidikan membentuk kebiasaan-kebiasaan pada siswa seperti berbicara, sopan-santun secara baik dan bijaksana, karena itu akan menjadi panutan bagi siswa, sebab gelombang perkembangan yang lebih cepat pada masa awal sekolah sangat penting. (Rifa Hidayah 2009)

Pendidikan ini merupakan dasar bagi anak-anak untuk mengawali pendidikan mereka. Meski dalam proses kegiatannya pun kebanyakan bermain, menggambar dan menyanyi. Dalam permainan kelompok inilah yang nantinya akan menumbuhkan rasa solidaritas anak terhadap temannya, dan timbul kekompakan.

Lewat kegiatan dalam lembaga formal inilah anak mendapatkan berbagai hal positif yang bermanfaat. Beda halnya dengan anak yang tidak mendapat pendidikan sejak dini baik dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya. mereka akan kurang terarah dan kehilangan masa dimana mereka berhak mendapatkan pendidikan tersebut.

Memang pada faktanya anak-anak itu cenderung ingin bermain dari pada belajar, karena mereka rasa belajar itu membosankan. Namun jika masa ini dibiarkan begitu saja sangat sayang sekali, sebab pada masa-masa inilah anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang begitu kuat, dan ingatannya pun cenderung kuat. Maka disinilah kita selaraskan antara pendidikan dan permainan, dimana permainan-permainan itu mengandung edukasi yang bisa ditanggapi oleh anak-anak.

Beberapa kiat supaya anak bisa menjadi rajin

Seorang pakar pendidikan, Thymothy Wibowo, memberikan beberapa kiat supaya anak bisa menjadi rajin dan mudah belajar di sekolah. Berikut tipsnya :

  1. Saat anak pulang sekolah, tanyakan apa saja hal menyenangkan hari itu. Otomatis anak akan mencari hal-hal menyenangkan di sekolah dan secara tidak langsung membentuk mindset anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenagkan.
  2. Ketika anak tidur masukan sugesti positif dengan mengatakan bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan. Belajar sama menyenangkannya dengan bermain atau berhitung serta menghafal itu sangat mudah. Ini salah satu bentuk hypnosleep positf pada anak.
  3. Jelaskan guna materi pelajaran yang sedang dikerjakan. Sesuaikan penjelasan denga materi anak, misalnya dengan belajar perkalian, maka anak dapat menghitung jumlah koleksi mainannya atau menghitung sendiri harga action figure disebah supermarket dan membandingkannya dengan harga di mall lain.
  4. Mintalah guru lesnya (jika ada), untuk sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak hebat dan luar biasa. Pujian tulus dan memacu semangat anak untuk belajar lebih penting daripada diajari macam-macam teknik berhitung dan menghafal cepat. Mintalah bantuan orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan rasa kepercayaan dari si anak.
  5. Bila anak masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, pangkulah si anak saat membacakan dongeng. Posisikan anak diposisi nyaman dan memudahkan kita untuk memberikan ciuman serta pelukan kasih sayang. Tujuannya supaya anak dapat menghubungkan sensasi menyenangkan antara membaca buku dengan rasa cinta orang tua.
  6. Buatlah surat rahasia untuk anak, lalu kita bisa mengatakan bahwa hanya kita dan si anak yang mengetahui tentang surat tersebut dan isinya. Isi suratnya bisa kata-kata semangat untuk anak dalam kegiatan belajar mengajar, sekolahnya atau hal lain yang dapat membangkitkan semangat anak.

Peranan Media Dalam Proses Pembelajaran

Selain lembaga pendidikan formal ini juga media berperan penting dalam proses perkembangan anak. Media  dalam proses pembelajaran digunakan untuk menyampaikan pesan/materi agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Media dalam proses pembelajaran mempunyai dua peranan yaitu :

  1. Media sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, media digunakan untuk menjelaskan bahan ajar agar mudah dipahami siswa sehingga tujuan pembelajaran mampu tercapai.
  2. Media sebagai sumber belajar yaitu sebagai sumber materi yang digunakan didalam proses pembelajaran.

Seperti media cetak majalah anak-anak, buku-buku cerita yang mengandung edukasi, koran dan lain sebagainya. Ada juga media masa televisi yang berperan penting dalam pendidikan, seperti acara anak-anak Si Unyil yang membahas tentang pendidikan, dan acara dewasa Dokter OZ yang membahas tentang berbagai ilmu dalam kesehatan. Namun tak dapat dipungkiri televisi juga mengandung berbagai tayangan yang bersifat negatif.

Seperti film kartun Power Ranger yang didalamnya mengandung tentang perkelahian, Crayon Shinchan yang menampilkan kenakalan seorang anak, dan sinetron-sinetron yang pemainnya adalah anak dibawah tujuh belas tahun memerankan tokoh dewasa seperti pacaran, gank motor, dan tauran antar sekolah yang memang tak selayaknya dipertontonkan. Inilah yang menyebabkan moral anak bangsa rusak, karena mereka meniru apa yang ada dalam tontonan yang seharusnya tidak dipertontonkan.

Televisi memang memberikan dampak yang positif dan negatif bagi masyarakat. Dampak yang positif tentu akan memberikan keuntungan, akan tetapi dampak negative yang menghambat perkembangan anakdan menimbulkan agresifitas seharusnya untuk dihindari. Oelh karena itu, tayangan kekerasan dan ponografi yang ada di media termasuk televisi sebaiknya dihentikan.

Stasiun televisi mempunyai tanggung jawab mendidik masyarakat dan anak bangsa melalui pemilihan acara yang tepat. Dalam penayangan program disemua acara terutama berita kriminal, sebaiknya televisi tidak menggambarkan kekerasan dan ponografi serta tidak mengumbar penggunaan pilihan kata dan kalimat yang mengekspresikan kekerasan. Hal ini perlu, karena secara tidak langsung mempengaruhi atau mendidik pemirsa berbuat keras dan kasar. (Rifa Hidayah 2009)

Daftar Pustaka

Hidayah Rifa, M.Si., Psi. 2009. Psikologi Pengasuhan Anak. Malang: Sukses Offset

Liem Jay. 2014. Contoh artikel pendidikan tentang semangat belajar anak. [Internet] Tersedia pada : http://9wiki.net/contoh-artikel-pendidikan/. [Tanggal Akses 2014 Des 13]

Hurlock B. Elizabeth. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar