Take a fresh look at your lifestyle.

Pentingnya Rasa Empati Pada Entrepreneurship

0 54

Empati ialah kemampuan untuk dapat memahami dan berbagi perasaan yang dimiliki orang lain, serta merupakan satu keterampilan kunci untuk entrepreneur yang ingin membuat dampak positif terhadap lingkungan sekitar mereka.

Tanpa adanya keterampilan mendasar ini, kita hanya akan menyakiti orang lain dan juga mengganggu ketertiban sosial. Apalagi, sayangnya tak ada aturan yang tertulis dan yang jelas yang dapat dirujuk jika kita akan menjadi lebih berempati terhadap sesama kita. Semuanya hanya menjadi sebuah konvensi yang telah disepakati masyarakat secara otomatis. Tidak pernah terucapkan lisan secara eksplisit namun banyak dilakukan dan juga dianut.

Setiap orang membutuhkan keterampilan empati untuk bisa beradaptasi, membuat keputusan yang baik, berkolaborasi secara efektif serta berkembang. Penelitian di ilmu saraf kognitif telah menunjukkan korelasi yang kuat antara kesadaran dan kemampuan untuk berempati. Stress, di sisi lain juga mengaktifkan naluri bertahan hidup primitif dan menghambat kemampuan pada sosial manusia, dan pada gilirannya menghambat kemampuan untuk berempati dan rasa berbelas kasih-dan bahkan membuat lebih sulit untuk bisa menyerap informasi baru.

Namun, 2 entrepreneur berikut ini menunjukkan pada kita semua bahwa empati juga bdapat menjadi nilai pondasi dalam berbisnis. Seperti apa ketiganya menerapkan empati dalam bisnis sosial mereka? Silahkan membaca.

Mary Gordon (Organisasi: Roots of Empathy)

Roots of Empathy membantu anak-anak sekolah dalam mengembangkan kompetensi emosional mereka. Dalam berbagai penelitian di sejumlah negara hal ini lebih efektif telah terbukti mengurangi tingkat agresi dan rasa intimidasi. Sejauh ini, organisasi telah mencapai lebih 500.000 anak di seluruh dunia. Mary Gordon percaya bahwa akar empati adalah ikatan antara ibu dengan anaknya.

Roots of Empathy
Roots of Empathy

Bagaimana cara kerja prosesnya? Organisasi ini akan membawa bayi baru dan ibu ke dalam kelas siswa di sekolah dasar. Selama kelas berlangsung, fasilitator terlatih akan meminta siswa untuk berinteraksi dengan bayi, dan upaya memahami bagaimana rasanya. Untuk kelas yang beruntung, Mary Gordon sang pendiri berperan langsung sebagai fasilitator. Dan dia bertanya pada siswa di kelas itu tentang bayi yang baru saja telah diajak masuk, “Bagaimana perasaan bayi tadi? Bagaimana kamu tahu rasanya? Apa yang telah menjadi pusat perhatiannya? Bagaimana perasaan Anda ketika ia sedih?”

Para siswa menjawab dengan jawaban yang jujur dan mengejutkan. Mereka berbicara tentang bagaimana kehadiran bayi tadi mempengaruhi mereka dengan cara lain yang belum pernah terpikirkan. Dari seorang siswa yang masih berusia 9 tahun, “Kita bisa tahu ketika seseorang merasa sedih, dan kami juga tahu bagaimana rasanya. Kami telah belajar bagaimana untuk merasakan empati satu sama lain “.

Para siswa diminta menyatakan harapan dan impian mereka untuk sang bayi yang bernama Abby. “Menjadi siswa pintar di sekolah,” “tumbuh besar dengan aman” dan “bahagia”. Program ini berjalan di 11 negara, dalam bahasa yang berbeda, dan seperti yang Mary Gordon tampilkan, seseorang selalu mengatakan agar bayi tersebut menjadi bahagia. “Anak-anak di seluruh dunia tak berbeda dengan harapan mereka untuk generasi selanjutnya”.

Mary Gordon
Mary Gordon

di penghujung kelas, kepala sekolah memberikan pengakuan positif upaya ini. “Ini adalah angkatan yang paling menantang di sekolah saat ini tahun lalu. Banyak anak yang mengalami kesulitan belajar. Setelah Roots of Empathy dimulai, semua orang telah melihat perubahan dramatis yang menjadi lebih baik. Kami akan meluncurkannya dalam dua kelas lagi pada awal tahun ajaran berikutnya “.

Sementara itu, program ini terus berkembang, menabur benih empati untuk generasi generasi berikutnya.

Lili Lapenna (Organisasi: MyBnK)

Dengan merancang program yang mengajarkan melek akan finansial, Lapenna membuka jalan bagi perbankan, pengeluaran dan investasi yang beretika. MyBnk adalah pelatihan anak-anak sekolah dalam membuat keputusan keuangan yang lebih bijak saat mereka tumbuh menjadi dewasa dan menghadapi tantangan pasar kerja yang kini semakin kompetitif.

MyBnK
MyBnK

“Empati memainkan peran penting dalam pekerjaan yang kita lakukan di MyBnk,” kata Lapenna. MyBnk melibatkan para penasehat dewan yang masih berusia 16-35 tahun untuk merancang ulang program-program mereka untuk membuat mereka tetap relevan.

Proyek terbaru Lapennas adalah untuk membawa karya yang ia sudah hasilkan bersama dengan anak-anak, ke segmen dewasa juga. Langkah pertama dalam merancang sebuah program adalah untuk mendapatkan umpan balik yang jujur dan mendalam dari audiens yang berbeda-beda dan melibatkan mereka dalam proses.

Lily membina dan mendidik generasi muda yang akan menjadi warga yang bekerja dengan giat dan secara finansial dapat diberdayakan untuk masa depan. Tujuannya adalah mengubah secara mendasar cara mereka menangani masalah keuangan, jasa keuangan, perusahaan, dan akhirnya sikap mereka untuk mencapai kehidupan terpenuhi. (dhirga)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar