Inspirasi Tanpa Batas

Penyebab Rapuhnya Bangunan Kekuatan Dakwah Islam

0 90

Penyebab Rapuhnya Bangunan Kekuatan Dakwah Islam: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi dan informasi, telah membawa dampak berarti bagi perubahan kebiasaan umat Islam. Era globalisasi memiliki dampak untuk merubah hampir seluruh sistem kehidupan masyarakat. Baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, bahkan di bidang pertahanan dan keamanan.

Tingkat kemiskinan dan kesengsaraan umat Islam semakin meningkat jumlahnya. Hal ini berekses pada timbulnya berbagai masalah sosial dan keagamaan di kalangan umat Islam. Ekses yang sangat mendasar dari problematika sekarang adalah timbulnya pendangkalan iman, hilangnya kepercayaan, penyelewengan akidah. Bahkan lebih jauh mereka mulai meninggalkan Islam dan menjadi kafir.

Dalam menghadapi serbuan bermacam- macam pergeseran nilai keagamaan, pilihan hidup dan sejumlah janji- janji kenikmatan duniawi, dakwah diharapkan bisa menjadi cahaya dengan fungsi mengimbangi dan memberi arah dalam kehidupan umat. Dakwah ke depan menempatkan perencanaan dan strategi yang tepat dengan merujuk kepada metode dakwah Rasulullah SAW. Para intelektual muslim dapat merumuskan konsep dan metode dakwah untuk generasi muda, orang dewasa atau objek dakwah bagi berbagai lapisan masyarakat yang tingkat pemahaman keagamaannya tergolong rendah atau sebaliknya bagi masyarakat yang tingkat pendidikannya tergolong tinggi, sehingga materi dakwah sesuai dengan objeknya.

Tujuan dakwah yang tepat sasaran akan membuahkan hasil yang memuaskan. Membuat umat menjadi tegar dan kokoh memegang agama Allah SWT tanpa terpengaruh oleh hiruk- pikuk kemajuan zaman yang menggiurkan. Fasilitas yang ada kadang membuat umat lalai akan tugas dan fungsinya sebagai seorang hamba, mereka terlena mengisi hari-hari dengan rutinitas dan aktifitas bahkan dengan menikmati gemerlapnya kehidupan dunia. Peran penting bagi dai’ adalah mengingatkan mereka kembali kepada jalan-Nya, meneguhkan iman dan aqidahnya.

Adalah suatu kenikmatan besar dari Allah, bila seorang hamba memiliki unsur-unsur yang bisa menghantarkannya menjadi seorang penegak agama Allah dan penyeru (da’i). Karena tugas seorang da’i merupakan tugas utama para Rasul as. bahkan kedudukannyapun satu tingkat di bawah kedudukan para Rasul, yang tak lain merupakan kedudukan paling mulia dan paling agung.

Kebiasaan Umat Sekarang

Kompleksitas permasalahan umat yang muncul bukan semata-mata datang dari luar umat itu sendiri. Kebanyakan permasalahan itu muncul dari intern umat. Perbedaan paham, prinsip bahkan perbedaan tentang cara pandang dalam berijtihad. Itu semua tumbuh subur dalam wadah internal umat Islam. Banyak golongan atau kelompok yang mengklaim bahwa kelompok atau golongannyalah yang paling benar menurut syariat Islam. Tanpa sadar mereka telah memecah persatuan umat tanpa memperhatikan bagaimana meningkatkan ukhuwah Islamiah yang telah dicontohkan Rosulullah SAW.

Terlebih lagi kemajuan teknologi telah menyudutkan umat kepada hal-hal yang negatif keluar dari lajur Ihdin al shirat al mustakim. Mereka sudah hub al dunya, bergeser orientasi hidup dari duni akhirat menjadi keduniawian semata. Peran dan fungsi agama adalah untuk menyeimbangkan (balancing) antara kebutuhan, tujuan dunia dan akhirat. Banyak orang terseret oleh teknologi, bahkan terseret oleh kebutuhan hidup tanpa dilandasi keimanan.

Lebih menghawatirkannya lagi, para dai’ yang berawal dari tujuan untuk dakwah telah bergeser haluan dengan tujuan mencari keuntungan materi. Mereka masing-masing memberikan alasan bahwa dakwah membutuhkan, tenaga, biaya, akomodasi, dan lain-lain. Karena hal ini, ketika ia ingin menyampaikan pesan kebenaran yang datang dari Allah sudah mulai mematok tarip pembayaran. Nilai keikhlasan sudah terkikis oleh lembaran uang yang menutup hati. Akibatnya, bagi umat yang tidak mempunyai dana untuk menghadirkan dai’ dalam memberikan tausyiyahnya, mereka hanya berharap dengan kemurahan hati dai’ tersebut. Padahal mereka haus akan ilmu agama, mereka sangat membutuhkan cahaya Islam yang mereka dambakan.

Rapuhnya Bangunan Kekuatan Dakwah Islam

Inilah bukti rapuhnya dakwah agama kita.  Ada banyak hal yang menyebabkan rapuhnya bangunan kekuatan dakwah Islam saat ini. Di antaranya;

1. Keluarnya tujuan dakwah dari yang dicontohkan Rosulullah SAW.

Padahal Rosulullah telah mencontohkan bagaimana cara dakwah yang baik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Orientasi dakwah yang terjadi sekarang mengutamakan golongan atau kelompok tertentu, yang bertujuan memperoleh keuntungan semata.

Rosulullah telah mencontohkan dakwah dalam berbagai bentuk dan situasi, mulai dari dakwah yang sembunyi-sembunyi sampai yang terang-terangan. Rosulullah SAW berdakwah tidak mempunyai tujuan lain kecuali menyampaikan pesan Allah SWT dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dan begitu juga para sahabat-sahabatnya.

Tujuan yang lurus untuk membawa peradaban jahiliah menuju peradaban yang islami telah terwujud karena ridho Allah SWT.

2. Tidak Memiliki Program yang jelas.

Mayoritas gerakan Islam tidak memiliki acuan program-program pembinaan yang terstruktur dan pemikiran-pemikiran ilmiah yang akurat untuk menghadapi tabiat perjuangan yang di tengah jalan. Mereka cenderung hanya sebatas menyampaikan tanpa ada follow up dari dakwah sebelumnya, terputus begitu saja. Yang dibutuhkan umat adalah dakwah dalam bentuk bimbingan hidup, pemecahan permasalahan hidup dengan cara yang islami adalah solusi dakwah di tengah kehidupan umat.

3. Begesernya tujuan dahwah kepada hal yang praktis pragmatis

Terfokusnya tujuan beberapa kekuatan dakwah pada upaya meraih kepentingan-kepentingan tertentu; ikut serta dalam pemilihan umum, masuk dalam majelis ekskutif maupun legislatif, atau menjadi kekuatan oposisi yang terus menerus melakukan perlawanan terhadap sistem kekuasaan pemerintahan, inilah bukti rapuhnya kekuatan dakwah. Mereka berdalih dengan memasuki golongan tertentu dapat mewarnai dengan Islam, tapi dibalik semua itu hanyalah kepentingan semata dan keluar dari kepentingan dakwah.

Diperlukan Regenerasi

Keadaan seperti di atas tadi memperparah tatanan kehidupan umat. Umat dengan mudah meremehkan orang dengan dalih sepak terjang para dai’ yang keluar dari jalur dakwah dan bercampur dengan dunia yang penuh kepentingan duniawi atau kekuasaan semata. Umat sangat menantikan kehadiran dai’-dai’ yang low profile yang menjadi panutan ummat, di atas podium/mimbar bisa memukau mustami’ tapi ketika di luar itu tertap berbaur dengan ummat dengan perilaku yang dapat menjadi uswah hasanah.

Regenerasipun semakin gencar dilakukan, melalui pendidikan formal maupun non-formal, baik sekolah maupun pesantren diharapkan akan mendongkrak dakwah Islam secara luas. Tapi bukan berarti tanpa tantangan. Generasi muda sekarang dihadapkan dengan kemajuan tehnologi yang menyajikan berbagai hal dari yang positif sampai negatif.

Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah tantangan dakwah yang semakin hebat, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Tantangan itu muncul dalam berbagai bentuk kegiatan masyarakat modern, seperti perilaku dalam mendapatkan kepuasan duniawi yang semakin membuka peluang munculnya kerawanan-kerawanan moral dan etika umat.

Kerawanan moral dan etika umat itu muncul semakin transparan dalam bentuk kemaksiatan karena disokong oleh kemajuan alat-alat teknologi informasi mutakhir seperti siaran televisi, keping-keping VCD, jaringan Internet, dan sebagainya.

Perkuat Akidah Dengan Memadukan Ilmu dan Teknologi

Hal yang ini semakin buruk dan mencemaskan perkembangannya karena hampir-hampir tidak ada lagi batas antara kota dan desa, semuanya telah terkontaminasi dalam eforia kebebasan yang tak kenal batas. Informasi dan kemajuan teknologi dalam berbagai bidang itu tidak boleh kita biarkan lewat begitu sajatanpa kita filter. Kita harus berusaha mencegah dan mengantisipasi dengan memperkuat benteng pertahanan aqidah yang berpadukan ilmu dan teknologi. Tidak sedikit korban yang berjatuhan yang membuat kemuliaan Islam semakin terancam dan masa depan generasi muda semakin suram, bahkan hampir tidak mempunyai masa depan yang diharapkan.

Apabila kita tetap lengah dan terbuai oleh kemewahan hidup dengan berbagai fasilitasnya, ketika itu pula secara perlahan kita meninggalkan petunjuk-petunjuk Allah yang sangat diperlukan bagi hati nurani setiap kita. Di samping itu kelemahan dan ketertinggalan umat Islam dalam meng-akses informasi dari waktu ke waktu, pada gilirannya juga akan membuat langkah-langkah dakwah kita semakin tumpul tak berdaya.

Upaya kita adalah membangkitkan kembali gairah dakwah ruhul jihad demi masa depan generasi muda kita, lakukan apa yang kita mampuh. Kegiatan-kegiatan keagamaan kita dukung. Lembaga-lembaga pendidikan Islam terus kita sokong jangan sampai dikesampingkan. Lebih jauhnya lagi dimarjinalkan dengan alasan hanya sebatas mendidik agama dan tidak mengikuti perkembangan zaman.

Pompa terus adrenali para dai’ penyampai kebenaran, jangan biarkan dia lemah, lelah dalam menyampaikan dakwahnya. Adakan kegiatan yang bisa membangkitkan gairah dai’ dalam berdakwah. Jangan takut dikatakan tidak moderat hanya karena penampilan atau gaya. Gunakan sarana tehnologi untuk menyesuaikan cara dan metode dakwah. ***Wawan Ahmad Ridwan

Komentar
Memuat...