Take a fresh look at your lifestyle.

Penyebab Utama Menurunnya Gairah Seks Perempuan

0 231

Tirto menurunkan sebuah tulisan menarik. Judulnya: Gairah Seks Wanita tak Sesederhana Ujaran Hotman Paris Hutapea. Tulisan dimaksud, disusun salah seorang reporter Tirto bernama Patresia Kirnandita, dan ditayangkan pada 28 Desember, 2017. Dalam tulisan tersebut, Tirto merealis pernyataan Hotman sebagai berikut:

“Subuh-subuh, sebagian para laki ini sudah berada di Kopi Joni. Mereka berkumpul karena ranjang istri yang sudah menua. Sudah tidak bergairah. Pada saat laki-laki pada umumnya umur 50 makin kaya, makin banyak duit, istrinya makin menua. Banyak di antara mereka yang sudah jadi gendut sehingga sudah tidak bergairah di ranjang.

Kenyataan sekarang ini, 8 dari 10 laki-laki berduit punya si sayang di luar. Apakah itu salah? Apakah memang mempunyai istri lebih dari satu adalah solusi terbaik? Atau seperti sekarang ini, punya pacar di mana-mana. Berdoalah kepada istri, agar dua dari laki-laki tersebut adalah suamimu yang masih bertahan di ranjangmu. Selamat untuk para istri.” Tirto melaporkan juga bahwa video Hotman dimaksud sudah dilihat 230.917 kali. Video itu juga sudah dikomentari sebanyak 987 kali.

Kontan saja pernyataan Hotman  dalam Instagram Selasa (26/12) di video berdurasi 47 detik tersebut, membuatnya banyak menuai kritik. Misalnya, ada di antara mereka yang menyaksikan pernyataan Hotman dimaksud, bereaksi dengan menyampaikan hasil diskusi, 21 Desember 2017 lalu. Para peneliti dan aktivis feminis, sebut misalnya Ruth Indiah Rahayu sempat menyinggung soal kehidupan seks suami istri yang dapat terpengaruh oleh tekanan di tempat kerja. Karena itu, Jika kita mencoba menganalisis apa yang disampikan Ruth Rahayu, membuat istri tetap tenang, adalah jalan mendapatkan kehidupan Seks yang baik dalam keluarga.

Penyebab Utama Runtuhnya Gairah Seks

Ruth lebih lanjut menyatakan bahwa mengurus rumah tangga sembari mencari nafkah, adalah pekerjaan berat bagi istri . Ketika mereka sampai rumah, [perempuan] ngurus suami, belum lagi di ranjang. Ia lalu mengisahkan cerita dari temannya yang bekerja sebagai etnografer di perkebunan sawit tentang para perempuan di sana yang menghabiskan waktu seharian untuk bekerja. Lalu, buruh laki-laki di sana banyak yang kemudian memilih pekerja seks, untuk melayani mereka, tentu saja dengan meninggalkan istrinya.

“Kalau ditanya kenapa, [mereka menjawab]: ‘Istriku kalau di ranjang cuma tidur membujur saja. Ya sudah kayak boneka gitu aja…’ Ya, tentu saja tidak bergairah lagi alias capek karena waktu kerja mereka sudah full di ranah produksi dan reproduksi,” ujarnya.

Terkait rasa cemas, gairah seks perempuan yang minim bisa merupakan buah dari pikiran-pikiran mengganggu yang menghantui kepala mereka. Misalnya, ketika perempuan mulai menilai diri mereka atau citra tubuh mereka yang rendah sampai trauma karena pernah mengalami kekerasan seksual. Kecemasan juga dapat bersumber dari adanya konflik-konflik dalam relasi yang berdampak terhadap gairah dan kenikmatan seks perempuan.

Kecemasan ini pada akhirnya bisa menimbulkan gejala fisik seperti ketegangan otot atau kesulitan bernapas. Dilansir dari Anxiety.org masih dari sumber yang sama Tirto, perempuan yang mengalami kecemasan mengaku sulit merasakan rangsangan seksual, minim lubrikasi vagina, dan merasakan nyeri saat bersenggama. Perempuan juga bisa mengalami penurunan seks yang akut, saat mereka melahirkan atau menyusui.

Bagi perempuan yang sakit secara fisik, gairah seks juga bisa sangat menurun. Pengaruh konsumsi obat-obatan, termasuk pil KB, atau konsumsi obat karena  penyakit tertentu seperti antidepresan dan anti-kejang, dapat menurunkan gairah seks yang sangat akut. Selain itu, penyakit seperti artritis, kanker, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan penyakit saraf lainnya juga ditulis dalam Mayo Clinic bisa berefek terhadap gairah perempuan di ranjang.

Faktor Fisik dan Mental itu Penentu

Dengan nalar seperti itu, maka, lenyapnya gairah seks perempuan terhadap suaminya, dapat terjadi karena kombinasi faktor fisik dan faktor mental. Menurunnya gairah seks perempuan karena itu, tentu bukan hanya karena faktor usia dan fisik yang berpotensi menyebabkan gairah seks menurun, tetapi yang jauh lebih penting adalah persoalan psikologis atau mental mereka.

Karena itu, dengan nalar seperti ini, maka, sebenarnya tidak perlu menjadi alasan strategis bagi kaum laki-laki untuk meninggalkan istrinya gara-gara gairah seks mereka berkurang. Bisa jadi, menurunnya gairah seks mereka itu, justru karena tindakan dan perbuatan laki-laki itu sendiri, yang terlampau banyak memberi beban kepada mereka. Team Admin Lyceum

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar