Definisi Peran dan Fungsi Guru serta Apresiasi Terhadap Guru

Definisi Peran dan Fungsi Guru serta Apresiasi Terhadap Guru
0 71

Guru, dalam terminologi masyarakat Indonesia sering disandingkan dengan sosok yang layak digugu dan ditiru. Semua ucapan, perbuatan dan tingkah lakunya, selalu menjadi contoh dan suri tauladan tidak hanya untuk murid-muridnya yang belajar di dalam kelas, tetapi, juga menjadi panutan dan pusat segala informasi dan pengetahuan bagi masyarakat yang berada di luar kelas. Mereka bergaul bersama dalam lingkup kehidupan sehari-hari dan menjadi solutif untuk memecahkan masalah umat. Sebetatapun rumitnya posisi masalah yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, sosok ini sering di publish sebagai kelompok yang bukan hanya ditahbiskan sebagai wujud serba bisa, tetapi, juga ditahbiskan sebagai pusat solusi atas problem yang muncul di lingkup kehidupan masyarakat luas. Dalam posisi demikian, guru memiliki peran yang demikian penting dan menjadi penentu atas segala dinamika masyarakat.

Apresiasi Terhadap Guru

Berangkat dari nalar seperti ini, menjadi dapat difahami mengapa Presiden Amerika Serikat yakni Franklin Delano Roosevelt  (1982-1945 M) yang menjadi Presiden selama empat periode (1933-1945 M) harus menyatakan suatu penghormatan terhadap mereka yang mengambil posisi sebagai guru. Beberapa saat setelah Pengeboman Pearl Harbor  yang dilakukan angkatan Laut Jepang, terhadap Armada Pasifik  yang berlabuh di Pangkalan AL Pearl Harbor, Hawai, pukul 0.7.38 di hari Minggu kelabu Desember 1941 ini, segera bertanya kepada seluruh stafnya dengan mempertanyakan ada berapa sisa guru di Hawai.

Hal yang sama berlaku ketika Perdana Menteri Jepang menyaksikan bagaimana Amerika membalas kekalahan mereka di Pearl Harbor dalam bentuk serangan bom atom di Hirosima dan Nagasaki Jepang pada 6 Agustus 1945. Perdana Menteri Jepang yang bernama Naikaku Sōri Daijin ini, menyatakan ada berapa sisa guru yang tidak membusuk atau tidak menjadi mayat di Hirosima dan Nagasaki. Kedua pemimpin negara maju itu yakin, berapapun kerusakan material dan alam rusak hebat, sepanjang masih ada guru, maka, peradaban manusia di bumi, khususnya di negeri mereka sendiri, masih dapat dilanjutkan.

Dalam literatur sejarah masyarakat dunia, hampir tidak ada satu keterangan yang mengabaikan peran guru dalam membangun peradaban negaranya. Karena itu dalam terminologi Islam, kata guru umumnya dinamakan Mu’alim, mua’dib dan murabbi. Merekalah yang memiliki sejumlah ilmu pengetahuan, mampu beradaftasi secara sosial dan memiliki sikap budi yang layak digugu dan ditiru. Bagaimana dengan guru di negeri kita? Inilah bahan diskusi selanjutnya. *** Team Lyceum

Komentar
Memuat...