Peran dan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Peran dan Fungsi Orang Tua dalam Pendidikan Anak
0 2.547

Peran dan Tanggungjawab Orang Tua. Kondisi pekerjaan seorang bapak yang demikian padat, diperparah dengan aktifitas istri atau ibu dari anak anak tadi terkadang lebih kompleks dibandingkan dengan pekerjaan bapak. Entah karena alasan ekonomi, menghilangkan kejenuhan, atau mungkin hanya sekedar mencari alternatif pekerjaan dengan alasan sosiologis dan feminis, ibu-ibu juga bekerja sama seperti bapak-bapak di ranah publik.

Alasannya banyak. Ideologis, teologis bahkan mungkin hanya sekadar ikut-ikutan trend modernisasi. Wanita tidak mau dan merasa tidak lagi boleh menggantungkan diri baik secara total maupun partikular terhadap suami; sosial-ekonomi dan sosial budaya, yang kondisi demikian, langsung maupun tidak, akan sangat berpengaruh terhadap tatanan pendidikan dalam keluarga.

Penulis tentu tidak sedang melakukan perdebatan soal tentang soal-soal tadi, yakni tentang boleh dan tidaknya seorang ibu bekerja diranah publik. Tetapi yang menjadi perhatian penulis saat ini adalah, ada fakta ditingkat lapangan dan ini sulit untuk dibantah bahwa banyak diantara kaum ibu yang memilih beralih fungsi atau paling tidak memiliki double function dalam konteks keluarga.

Dan itu, suka atau tidak, akan mempengaruhi definisi keluarga sebagai intitusi utama dan pertama dalam konteks pendidikan bagi anak. Atau serendahnya, kondisi ini akan memperlemah posisi keluarga dalam membentuk watak dan karakter anak yang hidup didalamnya.

Peran Ibu yang Multy Function

Kondisi keluarga yang bapak ibunya bekerja, pasti akan menunjukan jurang yang lebar dalam konteks melakukan kontak langsung dengan anak. Soal ini memang dapat dieliminasi dengan misalnya memfungsikan berbagai alat teknologi komunikasi seperti handphone dan email. Alat dan media ini dianggap akan menghadirkan efisiensi.

Hubungan antar dua generasi ini (ibu-bapak dan anak-anak) beralih dari kuantitas ke kualitas. Tetapi, patut dipertanyakan dampak psikologis dan filosofis tentang kebermaknaan “hubungan kualitas” dimaksud. sebab secara psikologis yang bersipat kebatinan, ditinjau dari sudut pandang kependidikan dan kajian kefilsafatan, persoalan-persoalan yang melingkupi problem anak yang kompleks itu, tidak dapat diselesaikan hanya dengan kontak-kontak atau hanya melakukan fungsionalisasi alat-alat teknologi tadi.

Akibat dari kondisi ini, hasilnya kaya apa? ya lihat aja sendiri. Anak hidup dalam kondisi yang sulit dan orang tua kehilangan sebagian fungsi kontrol dan kewajibannya di mata anak-anak. Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...