Connect with us

Filsafat

Peran Filosof dan Susastra dalam Membangun Budaya Bangsa|Pendidikan Multi Budaya Part-2

Cecep Sumarna

Published

on

Peran Filosof dan Susastra dalam Membangun Budaya Bangsa

Kemegahan dunia, tidak pernah didesain para enginer, employee apalagi politisi. Gaya arsitektur, model bangunan dan bahkan bentuk-bentuk jalan, hampir dapat dipastikan, terdesain secara imaginer yang saham imaginasinya dimiliki secara mayoritas oleh ahli sastra dan filosof. Susastra dan filosof adalah peletak peradaban dan budaya suatu bangsa. 

Dalam kaca mata tertentu, bentuk ketatanegaraan, jika anda analisa dalam perspektif sejarah juga sama. Tata negara, selalu disusun dalam rumusan kreatif mereka yang mengidamkan suatu tata letak kota berdasarkan prinsip imaginer yang kadang kontemplatif, Bayangkan bagaimana Plato mengidamkan konsep negara ideal dalam apa yang disebut garda. Socrates juga sama. Ia mengasumsikan sebuah kota dan negara ideal, dalam perspektifnya.   

Apa yang terjadi di Athena dan beberapa negara bagian di Yunani Kuna pada lima atau empat abad sebelum masehi, pada dasarnya lahir atas kreativitas berpikir kaum demagog (para ahli cerita) yang tidak lain sebagai sastrawan dan filosof mereka. Di atas segalanya, merekalah yang pertama kali mengawali pentingnya pembuatan kota dan bahkan negara yang ideal menurut cita rasa seni kontemplatif yang cenderung filosofis.    

Karena itu, kota-kota dalam sebuah negara, seringkali dipopulerkan bukan oleh para arsitektur dan teknisi yang membangun kota dimaksud, apalagi oleh para kyai dan murabbi yang secara pribadi jauh dari dunia seni dan filsafat. Dunia dan berbagai artefak kejayaannya, selalu tercipta karena karya imaginasi sastrawan-filosofis yang kemudian diejawantahkan oleh para engineer yang dimiliki bangsa itu. Karena itu, susastra dapat disebut sebagai pembuka kemajuan, sekaligus dapat disebut penutup kemajuan. Buka tutup kemajuan, terletak salah satunya oleh kemampuan para susastra dan filosof.

Negara Dikenal Karena Banyak Filosof dan Susastra

Sebut dalam dunia temporer tentang kedigjayaan Amerika Serikat, China dan bahkan India belakangan ini. Mereka populer bukan hanya oleh George Washington, apalagi oleh George Walker Bush, tetapi, justru oleh mereka yang memilki kemampuan mengimaginasi agar George Washington dan George Walker Bush mengimaginasi bagaimana negera mereka harus maju dan bertahan dalam kemajuannya.

Hal yang sama berlaku bagi China yang tampak luar biasa belakangan ini. bukan hanya oleh Deng Xiaoping, tetapi mungkin oleh Confucius dan Chow Yun Fat. India yang tampak hebat bukan hanya oleh Mahathma Gandhi, tetapi, bahkan mungkin oleh Rabindranath Tagore dan Syakhrukan.

Filosof dan Susastra akan mendorong rakyat dan pemerintahannya, membangun negara dalam lakon penuh kemanusiaan.  Jangan ditanya soal popularitas negara beserta produk yang dimilikinya. Popularitas negara dimaksud seringkali justru kalah bahkan oleh Sylvester Stallon melalui film Rambo, atau penyanyi sekelas Mariah Carry dan Jhon Lenon.

Intinya, hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya.

Negeri kecil nan gersang seperti Arab Saudi sekalipun, yang jika tidak dilahirkan para Nabi dan Shalihin di tempat itu, hampir tidak mungkin ada penghuni bumi, patut dan secara faktual memang harus dianggap besar. Yang membesarkan negara yang kecil dimaksud, perannya justru lebih banyak diperagakan Filosof, seniman dan sastrawan religius yang membingkai dakwah ke dalam irama seni yang sangat filosofis.

Filosof dan Susastra selalu berada dalam ruang padat penuh pesona. Ia bukan hanya menyentuh dimensi-dimensi ragawi manusia, tetapi juga dimensi bathiniyah manusia. Filosof dan Sastrawan mampu menyedot perhatian manusia sampai ke ruang tanpa batas. Mereka juga bukan hanya memikat manusia karena olahan struktur bahasa yang dibuatnya, tetapi makna-makna yang dikandungnya memiliki kepadatan isi yang menyinggung siapapun yang jauh dari dimensi kemanusiaan untuk bergerak menuju titik kulminasi kemanusiaan.

Mengingat Hermeus

Adalah Heurmeus yang secara historis dipandang sebagai manusia pertama yang mendesain Kota Athena. Kota lain di Yunani, seperti Babylonia menjadi kota dunia patut diduga secara imaginatif ada dalam lakon dia. Hermeus membangun kota-kota besar melalui karya demagognya, penuh filosofi dan nilai kesusastraannya dikenang sampai saat ini.

Ia melantunkan bait-bait suci ilahiyat ke dalam bahasa manusia. Ia menyusun kerangka nalar melalui pendekatan hati, sehingga jika diibarratkan persis seperti tenunan indah dalam desain pakaian yang cukup mempesona. Filsafat bahasa dalam rangkaian sastra yang dimilikinya, dianggap mampu memintal bahasa Tuhan ke dalam bahasa manusia, sehingga tutur katanya dianggap memiliki nilai magnetik yang bukan hanya memikat orang, tetapi juga mendorong manusia untuk memiliki kesadaran kemanusiaan.

Berkat karyanya itu, itu, iapun sering disebut Dewa yang membumikan bahasa Maha Dewa ke dalam Bahasa Bumi. Dengan posisi Hermeus yang demikian, masyarakat Yunani Kuna menyebutnya dengan istilah Dewa. Saya sendiri lebih senang memanggil Heurmeus sebagai Idris, Nabi kedua yang wajib diimani umat Muhammad dari 25 Nabi yang lainnya.

Mengenang Leonardo Davinci

Melompat terlalu jauh ke alam abad pertengahan, kita juga disuguhi informasi tentang kemampuan Leonardo Davinsi yang mampu mendesain sebuah lukisan Monalisa. Karya terbesar abad pertengahan yang tampaknya belum banyak tandingnya sampai hari ini sekalipun. Karya imaginer seniman abad pertengahan ini memang sangat kontroversial dan cenderung ditinggalkan para pengikut Nasrani yang shaleh karena kedalaman maknanya. Banyak orang memandang bahwa lukisan dimaksud cenderung berbau sex materialisme. Bagi saya, karya ini adalah kesadaran pertama yang membangunkan manusia bahwa Monalisa bisa jadi adalah Magdalena of Isa.

Karya lukis Davinsi ini, seperti hendak menyembunyikan Magdalena yang sesungguhnya. Magdalena ingin digambarkan sebagai pewaris keturunan Isa al Masih sebagaimana dilukiskan dalam Novel The Davinci Code, The Jesus Family, atau dalam buku The Holly Blood and The Holly Grail karya termasyhur Dan Brown. Davinsi ingin berkata bahwa Magdalena bukan saja cantik, menarik, tetapi juga suci.

Magdalena adalah satu-satunya wanita yang bukan hanya sekedar memperoleh pewarisan atas keturunan Isa, tetapi, juga pemegang kunci rahasia keturunan Isa. Ia adalah satu-satunya wanita yang kakinya dicuci oleh Isa, lalu air hasil pencucian itu diminum Isa sebagai bentuk ketakjuban dan penghargaan yang besar terhadap seorang wanita yang oleh kebanyakan orang disebut sebagai wanita tanpa susila. Ia adalah wanita suci sepanjang sejarah seperti sucinya Maryam yang menjadi ibu kandung syah bagi Isa.

Apapun itu, Hermeus, davinsi dan jutaan sastrawan lain dalam lakon historis manusia di bumi, yang jelas, pikirannya hanya dapat difahami sedikit orang. Ia selalu tetap misteri. Karena karakternya yang demikian, maka, mereka kemudian menjadi legenda. Legenda kemanusiaan yang mengabadikan diri dalam hati mereka yang mencintainya.

Darimana Indonesia akan Besar

Tulisan ini sengaja disusun untuk menginspirasi pembaca dengan maksud memberi penghormatan pada filosof dan susastra. Tulisan ini, secara esensial mengkaji soal Filsafat, theologi dan sosiologi. Tulisan ini, hendak mendiskusikan esensi ketuhanan, keberagamaan dan perilaku hidup keseharian manusia dan bagaimana manusia membentuk budaya suatu negara.

Tema ini, disusun untuk menjawab kegelisahan para pengikut penulis baik di Website, Facebook, BBM maupun di twiter saya yang baik langsung maupun tidak langsung, turut serta terlibat dan menyusun tulisan ini dengan melampirkan suatu tanda baca, Bagaimana dengan Indonesia. Darimana Indonesia, membangun bangsanya agar menjadi besar.

Continue Reading
175 Comments

175 Comments

  1. silmy awwalunnisa

    silmy awwalunnisa

    21-05-2019 at 21:51

    Dunia kontenporer. dunia ini memang hadir berkar adanya susastra dan filosof, dengan adanya damagog yang menceritakan tentang ini dan itu mengenai dunia yang sejak zaman nol di ciptakan maka pembentukan dan perencanaan akan semakin berkembang. maka benar jika dikatakan dunia ini terlahir dengan adanya susastra dan filosof

  2. Avatar

    Ayuning Sutiman

    20-05-2019 at 22:41

    Dari pembahasan ini kiranya untuk kemajuan indonesia itu saya rasa dari kalangan para susatra ini sudah ada yang muncul untuk negara kita seperti B.J. Habibie dan lain sebagainya..
    Dan saya rasa untuk kemajuan negara kita kita bisa untuk lebih mengoptimalkan potensi para generasi muda untuk terus menggali dan mengasah ilmu serta kemampuan kemampuannya didalam bidang apapun guna untuk membesarkan nama negara indonesia itu sendiri. Karna tak bisa dipungkiri bahwasannya popularitas itu pun sangat perlu untuk ng Up atau menggangkat nama suatu Negara agar bisa dikenal oleh banyak orang, banyak kalangan dan banyak negara.

  3. Avatar

    Afni nursofiya

    15-05-2019 at 22:47

    filosof dan susastra tentunya sangat penting,bagi suatu negara pastinya tidak akan terlepas akan adanya peran filosof dan susastra.filosof dan susatra Di sini dapat memberikan peran besar untuk memajuan bangsa, yang dimana para filosof dan susatra memiliki sebuah karya yang sangat besar sehingga tulisannya dapat Di kenal disetiap negara.

  4. Avatar

    Rizka Mawadah A

    06-04-2019 at 10:07

    setelah meneliti artikel di atas dapat di simpulkan mengenai sastra dan filosof, dari artikel diatas dijelaskan bahwa negara yang berdiri dan kemudian menjadi maju dikarenakan dan di sebabkan tidak jauh dari adanya sastra dan filsof. susastra dan filosof mampu menciptakan karyanya tersendiri untuk mendukung kemjuan dari negara itu sendiri. bila dikaitkan dengan sastrawan atau seseorang yang mempunyai karya itu dapat menimbulkan suatu kemajuan yang pesat bagi negara itu sendiri serta dari adanya filsof dapat juga digali potensi dari negara itu sendiri apakah negara tersebut dapat berkembang tanpa adanya suatu karya atau dapatkah negara bisa maju paling depan dalam artian menjadi maju hanya karena sebuah karya.
    leonardo davinci ataupun seniman yang lain dapat berpengaruh pabila karyanyan diakui dan diketahui maknanya. begitu juga dengan mariah carry dan artis lainnya dapat membuat negara menjadi maju apabila dia terkenal dan mendapat prestasi yang banyak dalam bidang seni. dalam konteks ini peran sastra dan filsof dalam membangun suatu budaya pada bangsa indonesia itu cukup berpengaruh karena dengan adanya suatu karya yang ciptakan oleh para sastrawan dan filosf.

  5. Avatar

    Ade Rossy Indra Pertiwi

    04-04-2019 at 23:08

    Menurut saya tentang artikel di atas bahwasanya benar hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya.bahkan ada yang terkenal negaranya karena artisnya sehingga negara tersebut semakin besar atau terkenal.Seperti karya sastra kisah-kisah fiksi 1001 malam dari sastrawan Islam dan pemikiran-pemikiran filosof Islam tentang keesaan Tuhan merupakan karya-karya yang dapat kita telusuri dan menjadi pemikiran yang dapat dikembangkan. Sastra dan hasil pemikiran manusia merupakan hasil dari pemikirannya dalam memahami ajaran agama, jika Islam yang diimani maka dalam pengetahuan ketuhanan, pluralisme masyarakat dan perilaku hidup keseharian manusia juga proses terbentuknya budaya dan peradaban akan tertata baik dan sejahtera, seperti yang terjadi pada masa-masa kejayaan agama Islam.

  6. Avatar

    Peggi Agisna.T.IPS 4A

    04-04-2019 at 22:04

    Bentuk bangunan maupun jalanan tidak dapat didesain oleh para insinyur apalagi petisi karena mereka hanya diejawantahkan. Hal itu dapat didesain oleh susastra dan filosof.
    pada abad ke 5 SM di Yunani Kuno tepatnya di Athena terlahir para ahli cerita yaitu sastrawan dan filosof mereka yang pertama membuat pentingnya pembuatan kota dan negara yang ideal. Kota kota yang sekarang populer itu bukan karena teknisi dan arsitektur melainkan sastrawan filosof karena selalu tercipta karya imaginasi yang kemudian disimpulkan oleh para imaginer. Jadi susastra dan filosof ini disebut sebagai pembuka kemajuan maupun penutup kemajuan. Seperti halnya negara di Amerika Serikat yang populer itu bukan karena George Washington maupun George Walker Bush tetapi mereka memiliki kemapuan imaginasi bagaimana negara mereka maju dan bertahan dalam kemajuan. Nah, yang dimaksud kemampuan disini yaitu susastra dan filosof. Susastra dan filosof akan terus mendorong rakyat dan pemerintahanya untuk membangun negara, menyentuh dimensi ragawi manusia dan bhatiniyah manusia, mampu menyedot pehatian manusia samapi ke ruang tanpa batas.
    Darimana indonesia membangun bangsanya agar menjadi besar yaitu dengan adanya susastra dan filosof yang terus muncul, hadir dan terus mendorong dalam diri manusia untuk memiliki kemampuan kesadaran akan negaran agar negaranya menjadi suatu negara yang lebih baik lagi.

  7. Avatar

    Ummie Habibah

    04-04-2019 at 20:35

    Assalamualaikum, Berbicara tentang peran filosof dan susatra, memang tak akan pernah jauh dari mahalnya suatu ide dan karya seni dari susastra itu sendiri. Namun berbalik keadaannya kepada bangsa ini, yang tak selalu mengingat jasa orang terdahulu. Hanya sedikit ingat lalu tak diperhatikan. Padahal peran susastra itu sendiri adalah mereka membantu dalam dunia peradaban manusia hingga modern seperti sekarang ini. Seperti yang sudah bapak jelaskan diartikel, bahwa sangat banyak susastra dan filosof dari luar negeri yang karya filosofnya sampai sekarang bisa kita nikmati. Karena negara yang maju adalah negara yang selalu mengenang dan mengakui apa yang warga negaranya buat dan diperuntukan untuk negaranya.
    terimakasih..

  8. Avatar

    Ega sopana

    04-04-2019 at 11:55

    Mengenai Peran Filosof dan Susastra dalam Membangun Budaya Bangsa.
    Sangat setuju sekali sebuah negara terkenal dengan adanya filosof dan susastra yang terdahulu. Saya ambil contoh sebuah slogan yang berada di gedung G yang bertulisan “Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya.” kata kata tersebut diterbitkan oleh seorang sastra china yaitu Mahat Magandhi. Disini sangatlah mengispirasi semua orang yang mengetahui maknanya.

  9. Avatar

    Khofifah

    04-04-2019 at 10:31

    Yang saya tangkap dari artikel tersebut bahwa yang namanya suatu hal apapun itu tidak lepas dari seni, sejarah, dan filosof. Adanya seni itu mengandung sebuah sejarah dan filosof, termasuk sejarah tidak bisa lepas dari seni, Dan juga tidak bisa lepas dari filosof. pada intinya seni, sejarah dan filosof ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena adanya suatu perihal atau kejadian apapun itu karena ada nya tiga hal tersebut. Dan suatu hal apapun tidak jauh dari seni, sejarah, dan filosof. Jadi ketiga hal tersebut saling berkaitan, karena hidup tanpa adanya 3 hal tersebut akan hampa. Dapat di contohkan seperti ini jika hidup tanpa ada nya seni itu akan hampa, hidup tanpa sejarah mungkin kita tidak bakal menghargai apa yang sudah kita dapatkan dan hidup tanpa filosof bisa dikatakan tidak ada artinya.

  10. Avatar

    Windi Nurdiana Sari

    04-04-2019 at 10:13

    Saya setuju dengan artikel bapa.
    Bahwa peranan filsof dan sastrawan ini sangat keterkaitan untuk membangun suatu negara dan budaya bangsa. Karena yang pertamakali mengawali pentingnya pembuatan kota dan bahkan negara itu terjadi karena adanya filsof dan sastrawan.

  11. Avatar

    Luinah

    04-04-2019 at 10:11

    Bahwasannya segala sesuatu yang ada didunia ini tidak mungkin bisa berdiri tanpa adanya orang-orang hebat. Suatu bangsa bisa maju tercipta karena hasil karya imaginasi susastra dan filosof. Hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Jadi, Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya.

  12. Avatar

    Annisa nur khalipah

    04-04-2019 at 05:36

    Saya setuju dengan artikel bapak di mana dengan adanya peran filosofi dan sastrawan dalam suatu negara itu akan membuat negara kita maju,karena peran keduanyh ini sangat penting dimana di suatu negara ini bisa ada nyah keanekaragaman budaya dan hal lainnyh.

  13. Avatar

    siti alifah Ips.A/4

    04-04-2019 at 05:29

    Pengaruh kearifan lokal yang membentuk suatu beradaban bagi suatu bangsa sekarang mulai kita rasakan sendiri sebagi bangsa indonesia jika dibandingkan dengan negara jepang maupun korea yang notabene adalah negara dengan penghormatan terhadap kearifan lokal maupun sejarah yang sangat tinggi. Jika dibanding dengan indonesia, dua negara tersebut sangat maju perkembangn teknologinya, namun dua negara tersebut tidak kalah jika ditanyakan tentang penghormatan terhadap budayanya sendiri. Hal ini terbukti bahwa mereka malah mampu membuat trend setter yang akhirnya diikuti oleh negara-negara yang sedang mencari jati dirinya.Namun tak menampik mereka juga sangat menjaga oroginalitas kearifan lokal yang mereka miliki.

  14. Avatar

    Iqbal ismial

    04-04-2019 at 00:47

    dari situ kita bisa mengertikan bahawa negara yang besar itu terkenl dengn sastrawan diman kalunegara mau di akui oleh negara lain harus,bisa mengembangkan sastrawan diman diman ilmu sastrawan itu dinaim,semua bisa melakukan tergantung kemauan diman ada kemaun disitu pasti ada jaln.begitu pun filosofis,
    kita sebagi genrasi bangsa setidaknya kita bisa mengnalnya deng menpelajarinya

  15. Avatar

    siti khotimah

    04-04-2019 at 00:14

    Filsuf dan seniman adalah simbol dari keindahan, yang kelak akan ciptakan keindahan dalam negerinya.
    Tanpanya, negeri akan gersang akan makna estetik.

  16. Avatar

    Rudi Permana

    03-04-2019 at 23:54

    Para filosof dan susastra disuatu bangsa bagaikan bintang penghias langit.
    Adapun karya atau ide itu mahal sebab tiap satu kepala dengan kepala lain itu beda isi, dan berbicara mengenai islam yg dikenalkan awal mula oleh nabi muhammad SAW memiliki suatu mukjizat yg kita tahu bersama yaitu Al-qur’an, dimana kalam ilahi tersebut sangat indah, dan mampu mengalahkan penyair penyair termasyhur dan didaulat Al-qur’an kalam terindah…

  17. Avatar

    Toifah

    03-04-2019 at 23:53

    Assalmu’alaikum.wr.wb
    Setelah menyimak artikel diatas saya memiliki 2 pandangan yang berbeda yaitu
    1. Saya setuju dengan pernyataan yang tertulis dalam artikel bahwa sastrawan dan filsuf memiliki perangan yang dangat vital dalam suaatu negara karna melalui hasil tulisan sastrawan dan ide-ide kritis filsuf dapat memhasilkan suatu kolaborasi yang baik untuk perkemabangan negara,denga hasil tangan sastrawan dapat menyampaikan pemikiran-pemikiran brilian yang akan sampai pada pembaca atau pendengar biasa saja melalui karya tersebut dapat mendoktrin mereka menuju peradaban yang baik
    2. Saya tidak setuju dengan pernyataan sebuah negara di populerkan bukan oleh para kyi dan murobbi yang jauh akan nilai seni dan filsafat justru bnyak para kyai dan ulama yang termasuk filsafat dan sastrawan seperti halnya buya hamka yang termashur di asia hingga timur tengah.

  18. Avatar

    Farrin Nurul Aina

    03-04-2019 at 23:49

    Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai jasa pahlawannya, pun demikian dengan filsof dan susatra. Filsof dan susatra merupakan peletak peradaban dan budaya. Maju tidaknya sebuah negara tidak lepas dr filsof dan susatra. Filosof dan susatra merupakan peletak peradaban dan budaya. Seperti hermeus manusia pertama yang mendesain kota athena
    Leonardo davinci pelukis lukisan monalisa. Banyak sekali filsof di dunia seperti ibnu rusyd yg terkenal dalam bidang filsafat, kedokteran dan fiqih. Al-ghazali dengan tasawuf dan filsafat nya. Kemajuan perdaban tidak lepas dr peran serta mereka.
    Begitu juga di Indonesia ada beberapa susatra yg memiliki karya yg luar biasa sperti chairiil Anwar dan Ws rendra.
    Sebenarnya dengan kita mengenal atau mencari tahu tentang karya mereka itu sudah termasuk menghargai dan menghormati susatra dan filosof.
    Dengan adanya karya yg dihasilkan oleh mereka bisa menjadi motivasi untuk kita muda mudi agar bisa menciptakan suatu karya yg baru untuk peradaban

  19. Avatar

    fariz maulana ibrahim

    03-04-2019 at 23:41

    peran filosof dan susastra sangat penting dalam memajukan bangsa, karena suatu bangsa yang besar memiliki ciri khas tersendiri, ciri khas tersebut bisa dibsngun oleh filosof dan susastra.Intinya, hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya. jadi artikel ini mengingatkan bahwa peran susastra dan filosof sangat penting dalam memajukan bangsa.

  20. Avatar

    Ifa Nurfaizah

    03-04-2019 at 23:38

    Suatu negara tidak akan besar tanpa adanya sastrawan dan filosofi, kedua tokoh tersebut sangat berperan penting. Negara yang bagus adalah negara yang memiliki kesejahteraan rakyatnya, menghargai kebudayaan-kebudayaan terdahulu serta melestarikannya. Ada pribahasa yang menyebutkan bahwa ” baldatun thoyyibatun warobbun ghofuruun” yang artinya negara yang baik dan tuhan yang maha pemaaf. Dalam arti disini ketika semua rakyatnya taat dan patuh pada tuhannya insyaallah negara itu aman.
    Dan kita juga jangan melupakan sejarah-sejarah terdahulu yang sudah membangun negara ini menjadi lebih berkembang dengan baik.

  21. Avatar

    Zainal Ma'arif

    03-04-2019 at 23:38

    Betul apa yang ada dalam pernyataan diatas. Pada intinya terbentuk nya Indonesia ialah karena orang-orang terdahulu. Namun pada kenyataan hampir semua orang lupa, bahwa adanya Indonesia itu karena peran dari mereka filosof dan sustara. Maka dari itu kita harus belajar sejarah, agar kita tau asal-usul adanya Negara Indonesia. Terimakasih.

  22. Avatar

    fariz maulana ibrahim

    03-04-2019 at 23:36

    peran filosof dan susastra sangat membantu dalam memajukan bangsa indonesia,apalagi indonesia merupakan bangsa yang besar dari segi jumlah penduduk,perbedaan agama,ras,budaya,bahasa dan lain lain, ciri khas suatu bangsa sangat penting dimiliki oleh setiap negara,ciri khas tersebut bisa dibangun melalui filosof dan susastra.Intinya, hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya. jadi artikel ini sangat membantu untuk kita semua agar selalu ingat bahwa peran filosof dan susastra sangat penting bagi suatu bangsa

  23. Avatar

    Maemunah Fadillah

    03-04-2019 at 23:36

    Terkenalnya suatu negara tidak pernah lepas dari peran para filosof dan susastra yang ada disuatu negara tersebut. Mereka dikenang karna karya-karya mereka, karya-karya yang tidak hanya terlihat dan terdengar indah, namun juga memiliki makna-makna yang mendalam. Karya-karya sperti inilah yang akhirnya selalu dikenang dan menjadi sejarah bagi peradaban manusia.
    Seperti halnya negara indonesia yang terkenal dengan keberagaman suku bangsa dan budayanya pun tidak pernah lepas dari peran para filosof dan susastera yang ada.

  24. Avatar

    Toifah

    03-04-2019 at 23:36

    Setelah menelaah artikel di atas saya memiliki beberapa pandangan terkait pernyataan yang tertulis di artikel tersebut diantaranya
    1. Saya setuju dengan isi artikel bahwa peran sastrawan dan filsuf sangat berpengaruh besar untuk kemajuan dan perubahan negara bahkan peran mereka sangat fital dalam peradaban mereka mampu mengambarkan peradaban yang terdapat di negaranya ke negara2 laim,dan melalui tangan-tangan sastrawan dan pemikiran filsuf mampu menuangkan apa yang menjadi pemikiran mereka yang mampu mengritik negara untuk menjadi lebih baik dan mereka pula mampu menyampaikan pesan melalui imajimasi mereka ke pembaca ataupun pendengar sehingga akan mempengaruhi pola pikir dan pandangan massa.

    2.saya tidak setuju dengan pernyataan yang menyatakan sebuah negara sering kali di populerkan bukan oleh para arsitektur dan para teknisi yang membangun kota apalagi oleh para kyai dan murobbi yang secara pribadi jauh dari seni dan filsafat
    Mengapa saya tidak setuju? Karena sastrawan akan menghasilkan karya dari apa yang mereka lihat dan ketahui tidak semua hal berasal dari pribadinya sendiri para filsuf pun demikian dua hal nya sama-sama membahas kehidupan manusia jika seorang arsitek mampu menghasilkan maha karya maka tidak menutup kemungkinan bagi para sastrawan mencari tau dan menuliskan hasil yang ia ketahui, selain itu dari kyai pun tidak menutup kemungkinan untuk menjadi sastrawan dan toko filsuf seperti buya hamka yang namanya terkenal sebagai ulama, politisi, sastrawan, yang tersohor di kawasan asia hingga timur tengah pahlawan nasional 2011 ini berasal dari suamatra barat beliau mengharumkan nama indonesia .

  25. Avatar

    Evanti Adriani

    03-04-2019 at 23:27

    Peran filosof dan susastra dalam membangun budaya bangsa memang benar nyata nya. Karena mereka lah bisa dikatakan sebagai pembuka dan penutup kemajuan bangsa. Mereka lah yang berperan penting dalam membangun peradaban bangsa. Karya mereka yang terkang yang mampu membuat pencita karya berfikir kontemplatif, membuat kesadaran penikmatnya penuh dengan kritis. Mereka bak pahlawan yang berjasa yang akan membawa bangsa ini pada kemajuan. Namun lebih miris nya bangsa ini masih rendah dalam hal pengapresiasian akan karya orang, masih suka menganggap mereka para pencipta karya tak ternilai, seperti para seniman yang mampu menuangkan imaginer nya dalam sebuah karya namun masih dianggap sebelah mata, masih dianggap sebuah pekerjaan yang membosankan dan tidak membawa kemajuan bangsa. Bangsa ini akan maju bukan hanya karena SDA & SDM nya saja yang maju, tapi karena peradaban yang baik, karena karya yang mendunia pun bisa membawa bangsa ini dikenal si kancah dunia. Belajar lah jadi susastra dimana ia bukan hanya bermanfaat dimasanya saja, namun bermanfaat dimasa yang akan datang dengan cipta karyanya. Terima kasih telah membuat saya berfikir kritis, dan kontemplatif.

  26. Avatar

    Rhio Maheso Jenar

    03-04-2019 at 23:25

    Setelah saya membaca artikel tersebut. Menurut pendapat saya filosof dan susastra sangat penting, suatu negara tidak terlepas akan perannya filosof dan susastra. Karena filosofis dan susastrawan juga sangat penting bagi tumbuh besarnya suatu negara. Negara Indonesia negara kebanggaan kita sendiri bisa menjadi negara yang besar jika orang-orangnya bisa membentuk dan melestarikan budaya dalam negeri ini.

  27. Avatar

    Sumyati

    03-04-2019 at 23:19

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Saya setuju dengan artikel bapak yang di atas karna menurut saya adanya suatu negara yang besar karna adanya susastra dan filosof-filosof yang di kenal oleh negara lain, contohnya negara arab saudi tempat lahirnya para nabi & sholihin itu juga bisa di sebut negara yang beaar karna banyaknya seorang filosof agama di dalamnya.
    Terimakaah…
    Wasalamualaikum Wr. Wb

  28. Avatar

    Evanti Adriani

    03-04-2019 at 23:15

    Peran filosof dan susastra dalam membangun budaya bangsa ini memang benar nyatanya. Dimana merekalah yang menjadi peran peradaban suatu bangsa, dengan karya karya nya yang luar biasa, yang kadang di pandang sebelah mata oleh orang lain. Namun karya mereka lah yang membuat bangsa ini besar. Filosof dan susatra ini tidak berbeda jauh dengan pahlawan, yang sama sama memberi peran besar untuk kemajuan bangsa, mungkin hanya terletak pada segi aplikasi, dimana para filosof dan susatra memiliki sebuah karya karya besar yang mampu tertuang dalam tulisan, dan pahlawan adalah seorang pembuuka kemerdekaan bangsa ini, hanya saja mereka tak miliki hasil karya tulisan, namun mereka mampu membawa bangsa ini merdeka dari penjajah dan memiliki peradaban yang sangat luar biasa. Mungkin dalam hal ini, pemerintah dan kita semua harus bekerja sama dalam memberi sebuah apresiasi kepada filosof dan susastra, bahkan pada seniman yang sering dianggap sebelah mata oleh banyak orang, yang sering dianggap pekerjaan yang membosankan. Negera ini akan maju jika peradaban nya pun maju. Rasa saling menghargai pun harus terus di junjung tinggi, apalagi atas sebuah karya yang mampu dilahirkan untuk membangun budaya bangsa.

  29. Avatar

    Arif rahman hakim haryanto T.IPSD (4)

    03-04-2019 at 23:14

    Assalamualikum wr.wb
    Setelah saya membaca artikel ini bahwasanya negara dikenal itu karena banyak filosof nya dan sustranya,tapi apakah dengan semua itu negara bisa dikenal? Bagaimana dengan hasil produk atau SDA nya yang melimpah dan bisa saja di kenal oleh banyak negara? Banyak negara negara yang dikenal dengan hasil alam yang ada.

  30. Avatar

    Mohammad ade rifki pasya

    03-04-2019 at 23:14

    Yah memang demikian dalam landasan filosofis dan kesusastraan. Tapi klaim dari landasan teologis pun punya alasanya juga terkait pembangunan. Adalah memang yang membangun demikian. Teringat saat alexander agung hendak wafat dan ditanya akan menyelamatkan apa jika wafat dia bilang iliyad homer yang akan diselamatkan. Sebuah cerita tentang dew dewi yunani. Dan juga teringat saat dinasti moghul mencapai pucak kejayaanya saat kesusatraan dan arsitektur dijunjung tinggo dimulai pada masa sultan babur

  31. Avatar

    Sumyati

    03-04-2019 at 23:09

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Menurut saya, adanya susastra dan filosof tersebut menjadi negara yang besar, mana kala didalam suatu negara tidak ada orang-orang yang berkedudukan tinggi atau susastra para sholihin maka negara tersebut belum di sebut negara yang besar, karna adanya susastra dan filosof itu menjadikan negara yang di kenal oleh negara lain…
    Contohnya di negara yang dikenal sebagai negara lahirnya dan meninggalnya para nabi, negara tersebut juga bisa di sebut negara yang besar…
    Oleh karna itu saya berusaha agar saya bisa mengikuti susastra-susastra dan filosof-filosof yang mampu membesarkan negara.
    Terimakaah…
    Wasalamualaikum Wr. Wb

  32. Avatar

    Sumyati

    03-04-2019 at 23:07

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Menurut saya, adanya susastra dan filosof tersebut menjadi negara yang besar, mana kala didalam suatu negara tidak ada orang-orang yang berkedudukan tinggi atau susastra para sholihin maka negara tersebut belum di sebut negara yang besar, karna adanya susastra dan filosof itu menjadikan negara yang di kenal oleh negara lain…
    Contohnya di negara yang dikenal sebagai negara lahirnya dan meninggalnya para nabi, negara tersebut juga bisa di sebut negara yang besar…
    Oleh karna itu saya berusaha agar saya bisa mengikuti susastra-susastra dan filosof-filosof yang mampus membesarkan negara….
    Terimakaah…
    Wasalamualaikum Wr. Wb

  33. Avatar

    Siti maryatul qibthiyah

    03-04-2019 at 23:06

    Saya setuju bahwasannya Kemegahan dunia, tidak pernah didesain para enginer, employee apalagi politisi. Susastra dan filosof adalah peletak peradaban dan budaya suatu bangsa,pada dasarnya lahir atas kreativitas berpikir kaum demagog (para ahli cerita) yang tidak lain sebagai sastrawan dan filosof mereka di atas segalanya,merekalah yang pertama kali mengawali pentingnya pembuatan kota dan bahkan negara yang ideal menurut cita rasa seni kontemplatif yang cenderung filosofis.

  34. Avatar

    Sri haryati

    03-04-2019 at 23:05

    Tanpa adanya peran susastra dan filosofis hampir tidak ada negara besar. Peran filosofis yang justru lebih banyak dipergakan adalah yang membesarkan negara kecil.

  35. Avatar

    Aji Santoso

    03-04-2019 at 23:05

    Assalamualaikum, WR.WB.
    Setelah membaca artikel dari prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag mengenai peran filosof dan susastra membangun budaya bangsa, membuat saya terkesan dan tentunya saya dapat memperoleh ilmu baru yang sebelumnya saya belum mengetahuinya. terkait peradaban sebuah bangsa tentunya tidak lepas dari peran manusia-manusia yang turut membangun sebuah peradaban sebuah negara seperti halnya Hermeus dan Leonardo Davinci yang turut andil dalam membangun sebuah negara besar lewat karya-karyanya yang begitu mengguncang dunia sehingga bisa di kenal dalam kancah dunia dimana hermeus telah membangun kota-kota besar salah satunya athena melalui karya demagognya dan leonardo davinci lewat karya lukisan monalisa yang mengandung banyak makna sehingga turut membangun peradaban sebuah negara. Bukan kedua tokoh itu saja yang kita kenal melainkan di berbagai penjuru dunia seperti kedigjayaan amerika serikat, china, bahkan india yang membangun negaranya agar bertahan dalam kemajuan dan masih banyak yang lainnya. Kemudian ketika kalimat di akhir tulisan ditanya bagaimana dengan indonesia?darimana indonesia membangun bangsanya agar menjadi besar? lantas saya berfikir kembali mengenai bangsa kita ini yang dimana sudah di jelaskan bahwa salah satu untuk membangun kemajuan negara dalam peradaban dunia adalah salah satunya peran filosof dan susastra membangun peradaban bangsa sangat penting dengan melalui karyanya seseorang tidak hanya mengembangkan imajinasi yang biasa digunakan untuk membangun bangsa, tetapi juga sebagai media untuk mewariskan nilai kearifan lokal kepada generasi muda. Kearifan lokal inilah yang membentuk jati diri bangsa indonesia. Dan juga kita sebagai manusia yang paham akan persoalan seperti ini harus menghormati dan mengahragai karya-karya anak bangsa dimana agar terciptanya negara yang berbudaya dan manusia yang berbudaya
    Terimakasih
    Wassalamualaikum, WR.WB
    Nama : Aji Santoso
    NIM : 1708104009
    Jurusan/Semester : T.IPS/ 4 Kleas A

  36. Avatar

    Hasan Hariri

    03-04-2019 at 22:58

    tidak bisa dipungkiri memang keberadaan suatu negara tidak bisa terlepas dari pengaruh filsuf dan susastrawan dalam membangun dan memajukan peradaban negara tersebut.di Indonesia sendiri menurut saya cakupan untuk memajukan dan membangun peradaban oleh filsuf dan susastrawan lokal telah cukup terpenuhi dan sudah memadai namun faktor yang mendalam yang menjadi problem di bangsa ini adalah kurangnya perhatian dan apresiasi bagi mereka (filsuf dan susastrawan) baik dari lingkungan masyarakat maupun petinggi negara yang menjadikan mereka menjadi mati suri untuk menuangkan fikiran dan karyanya dan akhirnya lumpuh total. mereka yang kontribusinya besar dalam memajukan dan membuat negara menjadi dikenal dikancah internasional dengan karya karyanya maupun pemikiranya hanya segelintir saja yang diakui padahal pada kenyataannya masih banyak yang berkontribusi besar namun kurang diperhatikan

  37. Avatar

    Farrin Nurul Aina

    03-04-2019 at 22:44

    Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai jasa pahlawannya, pun demikian dengan filsof dan susatra. Filsof dan susatra merupakan peletak peradaban dan budaya. Maju tidaknya sebuah negara tidak lepas dr filsof dan susatra. Filosof dan susatra merupakan peletak peradaban dan budaya. Seperti hermeus manusia pertama yang mendesain kota athena
    Leonardo davinci pelukis lukisan monalisa. Banyak sekali filsof di dunia seperti ibnu rusyd yg terkenal dalam bidang filsafat, kedokteran dan fiqih. Al-ghazali dengan tasawuf dan filsafat nya. Kemajuan perdaban tidak lepas dr peran serta mereka.

  38. Avatar

    Ismatun Aniah

    03-04-2019 at 22:38

    Saya setuju dengan penulis bahwasannya, tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di dalamnya. negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengambangkan filosof dan susastra didalam nya. peran filosof dan susastra dalam suatu negara itu penting untuk kemajuan suatu negara mencapai peradaban yang maju dan baru untuk membangun suatu negara . begitu pula dengan indonesia, kita sebagai generasi dizaman sekarang dimana teknologi yang berkembang begitu pesat dan cepat, tidak hanya satu atau dua orang untuk membangun suatu negara, tetapi semua masyarakat seluruh warga indonesia harus ikut serta dalam membangun suatu negara bersama-sama. dan dengan didukung teknologi yang cangi serta peran para fitosof dan susastra yang berbakat dapat membantu suatu kemajuan untuk negara.

  39. Avatar

    Luinah

    03-04-2019 at 22:37

    Bahwasannya segala sesuatu yang ada didunia ini tidak mungkin bisa berdiri tanpa adanya orang orang hebat. Suatu bangsa bisa maju tercipta karena hasil karya imaginasi susastra dan filosof.

  40. Avatar

    Lulu Lutfriatil Fazriyah

    03-04-2019 at 22:35

    Setuju, para susastra dan filosof merupakan seseorang yang mengkaji secara mendalam tentang masalah umum dan mendasar tentang persoalan seperti eksistensi, pengetahuan, nilai, akal, pikiran, dan bahasa.
    Peletak peradaban dan budaya suatu bangsa adalah Susastra dan Filosof dibuktikan dahulu di Yunani Kuno. Karena filsuf dan sastrawan merupakan pemikir yang jenius dan sangat berperan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Sehingga hasil pemikirannya dapat dijadikan sebagai pengembangan segala aspek kehidupan manusia.

  41. Avatar

    Dwi Setiyani

    03-04-2019 at 22:35

    peran filosofi dan susastra dalan membangun atau memajukan sebuah negara itu sangatlah penting karena filosofis tersebut bisa menciptakan ciri khas dari suatu negara yaitu dengan hasil karya nya Sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat, situasi yang demikian itu jelas menguntungkan bagi masa depan bangsa, khususnya dalam melahirkan generasi masa depan bangsa yang cerdas, bijak, terampil, cendekia, berbudi pekerti luhur, berderajat mulia, berperadaban tinggi, dan senantiasa berbakti kepada Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu, dibutuhkan paradigma pendidikan kejiwaan yang berorientasi pada karakter bangsa, yang tidak sekadar memburu kepentingan kognitif (pikir, nalar, dan logika), tetapi juga memperhatikan dan mengintegrasi persoalan moral dan keluhuran budi pekerti.

  42. Avatar

    Lailatul Intikhobah

    03-04-2019 at 22:34

    Intinya hampir tidak ada negara besar tanpa susastra dan filosof didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra didalamnya.
    Jadi filosof dan susastra sangat berperan penting dalam membangun budaya bangsa tersebut. Karena pada dasarnya didalam negara-negara yang besar terdapat para filosof dan susastra yang ikut andil dalam menjadikan besarnya negara tersebut. Oleh karena itu, susastra dapat disebut sebagai pembuka kemajuan sekaligus dapat disebut juga penutup kemajuan. Buka tutup kemajuan, terletak salah satunya oleh kemampuan para susastra dan filosof itu sendiri.

  43. Avatar

    DZIKRI

    03-04-2019 at 22:33

    Saya akui dalam hal ini oeran seorang susastra dan filosof adalah penting dalam memajukan eksistensi sebuah kota bahkan negara-negara yang ada di dunia tetapi ada satuhal yg mengganjal bagi saya mengenai penghormatan terhadap para kiyai ataupun arsitektur bangunan yg dikenalkan oleh susastra karena bapa sendiri menekankan adanya artikel ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kedua unsur tersebut. Maka dari itu, baik sadar ataupun tidak menurut sy itu bukanlah sesuatu yang berbudaya. Dimana sejatinya eksistensi seseorang meningkat itu tidak bisa meningkat dengan sendirinya melainkan di topang oleh pendukung lain seperti disebutkan tadi salah satunya kiyai yg menjadi benteng spiritual bagi mereka dan lain sebagainya

  44. Avatar

    Anjelia Anggraeni

    03-04-2019 at 22:25

    Menurut saya, filosof dan susastra hampir tidak ada negara besar tanpa berperan didalamnya. Negara sebesar apapun Tidak mungkin dianggap besar, jika negara yang dimaksud tidak memiliki perhatian yang serius dalam mengembangkan filosof dan susastra didalamnya. Karena dengan adanya karya-karya mereka negara ini akan dikenal dengan negara-negara lain. Jdi filosof dan susastra sangatlah berpengaruh untuk negara

  45. Avatar

    Dede uyun nurhayati (IPS C/4

    03-04-2019 at 22:22

    Susastra dan Filosof adalah peletak peradaban dan budaya suatu bangsa. Karena menurut saya negara dibangun dan dikembangkan oleh para tokoh-tokoh ahli filosof dan sastra untuk membangun suatu negara yang didasari oleh masayarakat dan pemerintah. Karena negara itu merupakan lembaga tertinggi dan sekelompok masyarakat yang menempati wilayah tertentu yang memliki aturan dari pemerintah yang sah. Didalam negara juga terdapat berbagai macam budaya yang dijadikan satu kesatuan. Jadi tidak ada negara besar dan kecil tanpa peranan ahli sastra dan filosf didalamnya.
    Jadi Peranan filosof dan sastra itu memiliki peranan yang baik untuk membangun dan mengembangkan suatu negara. Karena itu para sastra dan filosof disebut sebagai pembuka dan penutup kemajuan.

  46. Avatar

    indriani rachmawati

    03-04-2019 at 22:21

    iya memang peran filosof itu memang penting buat memabangun bangsa dan negara mereka masing-masing. bagimana cara untuk membangun bangsa, yaitu dengan cara pertama kita harus menghormati satu sama yang lain, yang kedua kita harus bertanggung jawab kepada sesama manusia, yang ketiga kita harus sadaran terhadap apa manusia butuhkan , yang keempat keadilan,adil satuindividu ke indivdu yang lain tanpa melihat apa yang mereka punya, kelima kita harus peduli satu sama lain yang ke enam kepercaya terhadap manusia . yang dimana keenam tersebut itu kita harus melaksanakan agar terciptanya kerukunan dan tidak ada saling salah paham atau sebagimana. kenapa sih peran filosof harus dilakukan, agar terciptanya saling menghormati satu sama lain,terciptnya tanggung jawab terhadap orang, jangan jadi manusia yang tidak pertanggung jawab terhadap kewajiban mereka masing-masing, terciptanya sikap peduli terhadap orang lain, sebagian warga indonesia itu tidak peduli sama manusia yang lainnya malah mereka masa bodo, agar terciptanya keadilan, di indonesia keadilan itu tidak terjamin karena keadilan di indonesia itu melihat orang yang berada, agar terciptanya kepercayaan satu sama yang dimana kepercayaan ini sangat penting bagi manusia karena kalo kita tidak percaya terhadap orang yang akan timbul salah pahamana terhadap mereka. jadi filosof itu membangun peran bagi bangsa negara agar terciptanya keharmonisan terhadap negara yang satu dengan negara yang bukan hanya di negara mereka sendiri tetapi juga harus ke negara yang lainnya. dan tidak ada salah paham terhadap kedua pihak yang satu dengan yang lainnya. kalo ada salah satu negara tidak percaya agar terjadi perang negara. agar tidak terjadi itu kita harus saling percaya terhadap orang tersebut atau negara tersebut.

  47. Avatar

    Khiyarotunnisa

    03-04-2019 at 22:18

    Assalamualaikum w. r. w. b saya Khiyarotunnisa dari T. IPS C semester 4
    Di dalam negara indonesia peran susastra dan filosof itu sangat berpengaruh, karena susastra dan filosof merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Di mana susastra dan filosof itu disebut pembuka dan penutup kemajuan bangsa. Akan tetapi para susastra dan filosof juga haruslah mendapat dukungan dari pemerintah, agar seimbang dalam memajukan suatu bangsa. Di indonesia banyak para susastra dan para filosof yang terkenal dan berpengaruh dalam memajukan bangsa Indonesia. Jadi sudah dapat di katakan bahwa peran mereka itu sangatlah berpengaruh.
    Akan tetapi saya kurang setuju dengan pernyataan yang mengatakan bahwa kota-kota dalam suatu negara kurang di populerkan atau seringkali bukan oleh para kiyai atau murabbi, bahkan arsitektur. Menurut saya bukan seperti itu, malah mereka juga ikut berpengaruh dalam kemajuan suatu bangsa, karena pemikiran mereka juga tidak kalah saing dengan para susastra dan para filosof, seperti halnya sunan gunung djati beliau itu walaupun kiyai atau sering di kenal dengan wali tapi beliau faham mengenai dunia seni. Saya pernah mengunjungi keraton kesepuhan di mana banyak sekali hiasan dinding yang bernilai seni. Jadi dari situ dapat saya simpulkan bahwa peran kiyai juga berpengaruh dalam membangun bangsa yang besar.
    Terimakasih
    Wassalamualaikum w. r. w. b

  48. Avatar

    Anjelia Anggraeni

    03-04-2019 at 22:13

    Setelah saya membaca artikel tersebut, menurut saya, hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya.
    Sedangkan menurut Plato Hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan. Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Jadi berdirinya suatu negara itu tidak terlepas akan perannya filosof Dan susastra karena dengan adanya karya-karya mereka negara ini akan dikenal oleh negara-negara lain.

  49. Avatar

    Mut Mainah

    03-04-2019 at 22:09

    Pesan saya singat, hargailah setiap karya anak bangsa, agar tidak diakui oleh negara lain.

    #SaveReogPonorogo

    • Admin

      Admin

      04-04-2019 at 19:45

      Thank … tetapi narasi semacam ini, kurang dapat merangsang orang untuk mengikuti alur berpikir

      • Avatar

        suyana

        05-04-2019 at 14:04

        Nama : Suyana
        Smester: 4 B
        Jurusan: T. IPS
        Pada artikel yang sya fahami di sini yaitu faktor bangsa atau negara akan besar di antaranya harus menghrgai para tokoh dari kesusastraan maupun filosof yang berilmu di negaranya yang akan membangun negara ini sesuai dengan kaidah yang sesuai dengan pemikiran pemikiran yang di cita citakan oleh pendirinya..karena tokoh filosof atau kesusastraan memiliki eksistensi yang pnting guna membesarkan bangsa atau negaranya
        Jika di tanya bangsa kita indonesia akan besar dari mananya menurut sya itu ketika generasi bangsa ini menghargai para tokoh filosof maupun kesusastraan yang telah hadir yang membangun negara kita ini karna skrng ini sdikit skli di indonesia pnghrgaan nyata terhadap orang orang yg bisa di bilang berjasa di negara kita ini ..misalnya saja Bj habibi yang memiliki potensi membangun negri ini dengan kecerdasan dan keilmuan yang tinggi malah di asingkan ke jerman dan kemudian menjadi warga negara jerman..inilah makna yang harus kita perbaiki di mana di negri kita ini msih kurangnga apresiasi atau penghrgaan pda tokoh filosof maupun kesusastraan bhkan di bidang lain pun masih sulit.sehingga orang orang pun mungkin bisa saja tidak mau menghsilkan kreasi yang hebat jika tidak adanya penghargaan dari orang sekitarnya

  50. Avatar

    Saepulloh Asep

    03-04-2019 at 22:09

    Assalaamualaikum wr.wb
    sebelumnya saya mohon maaf jika komentar saya kurang pas dan kurang jelas,,
    menurut ibnu rusyd, pada masanya para filsufah yang menyandang stts ini karena mereka menguasai metode tertinggi dalam ilmu pengetahuan. ia berpendapat bahwa Al-qur’an menganjurkan umat islam untuk mempelajari alam akan mendekatkan seseorang dengan sang pencipta, kaitannya dengan artikel diatas adalah, seorang sastrawan dan filosof adalah salah satu penggerak kemajuan suatu bangsa, karena mereka d anugrahi oleh Allah SWT. fikiran yg luas sehingga mereka bisa menjadi salah satu penggerak kemajuan suatu bangsa.
    wassalaamualaikum wr.wb

  51. Avatar

    Fathurrakhman aji

    03-04-2019 at 22:06

    Terbentuknya suatu budaya tidak akan lepas dari para filosof dan susastra karena mereka memiliki kreativitas dalam berfikir yang sangat imajinatif dan tidak terbatas. Disitu mereka akan mengungkapkan pengalaman jiwa manusia yang ditimba dari kehidupan kemudian direka dan disusun dengan bahasa yang indah sebagai saranya sehingga mencapai syarat estetika yang tinggi, begitulah susastra membentuk karya-karya yang akan menjadi sebuah budaya yang juga akan diakui oleh dunia. Tanpa kita sadari kita telah menggunakan karya dan wujud dari hasil pemikiran filosof dan susastra, yang demikian kita harus selalu mengagumi, menjaga, melestarikan, dan mengembangkan hasil pemikiran dan budaya yang positif.
    Tidak lepas dari esensi ketuhanan yaitu Tuhan yang memberi kelebihan, kecerdasan dan akal sehat yang harus kita gunakan untuk selalu beriman kepada-Nya dan dapat mengabdikan diri dan menjunjung tinggi kebudayaan suatu bangsa dan negara.

  52. Avatar

    Siti Aisah

    03-04-2019 at 22:04

    Peran susastra dan filosofi sangatlah penting di dalam negara berkembang dan negara maju.karena untuk tidak terperangkap terhadap kemungkinan perubahan ilmu pengetahuan dan perubahan teknologi yang semakin pesat

  53. Avatar

    Khofifah Rahmayanti

    03-04-2019 at 22:02

    Nama: khofifah Rahmayanti
    T.ips 4/A
    Sedikit memberikan komentar untuk artikel diatas mengenai pembahasan peran dan fungsi serta pengaruh besar yang diberikan oleh para susastra dan filosof. Memang dibenarkan merekalah yang memberikan apresiasi pada peradaban dan perkembangan budaya suatu Civilization society dan negara negara pada umumnya. Pada umumnya manusia tak mungkin dapat hidup tanpa seni dan teori teori yang memacu berfikir. Namun semua itu bisa menjauh kan dari dampak yang negatif, dimana pemikiran para filosof dapat disangkutkan kedalam kitab kitab suci selain al’quran yang terjamin keontentikanya sehingga memicu adanya penyelewengan dalam ajaran agama. Karya yang dihasilkan para susastra dan filosof juga berpengaruh pada hancurnya peradaban zaman disuatu negeri seperti contoh aliran musik yang negatif dan memicu pada pemujaan setan untuk mendapatkan ketenaran dan kekayaan lebih yang di sebut satanisme. Namun dari pandangan pandangan seperti ini, tak dapat dipukul rata untuk semua filosof dan sastra karena banyak susastra dan filosof yang religius dimana hasil karya dan pemikirannya tidak mengacu pada faktor menjauh kan manusia dari ajaran agama

  54. Avatar

    Nadia Natasha Fitriyana

    03-04-2019 at 22:00

    Ya saya setuju, bahwasanya memang demikian kemajuan atau berkembangnya budaya di suatu bangsa tdk terlepas dari tangan tangan para filosof dan susastra dengan karya karyanya yang tdk hanya terkenal di negrinya saja melainkan ke setiap penjuru dunia. Mengapa peran filosof dan susastra sangat berpengaruh ya karena Sastra dan filsafat bagaikan sisi mata uang, permukaan yang satu tidak bisa dipisahkan dengan permukaan lainnya. Hal itu saya katakan karena baik sastra maupun filsafat sama sama membicarakan tentang dunia manusia. filsafat lebih mencari hakikat dari hidup manusia sedangkan sastra hanya sebatas hal hal umum dan tidak lebih dalam dari filsafat.

  55. Avatar

    Qori Saeful Ramadhan

    03-04-2019 at 22:00

    Ya terkadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan terkadang sesuatu yang baru datang yang lama ditinggalkan padahal peranya sangat mempengaruhi negara negara adidaya bahkan indonesia sendiri sepertinya hanya hasil saja yang diperlukan bukan bagaimana hasil iti dicapai.

    Qori saeful R
    Ips D semester 4

  56. Avatar

    Mut Mainah

    03-04-2019 at 21:56

    Assalamualaikum wr.wb
    Nama : Mut Mainah
    Kelas : IPS C
    Membangun keindonesiaan tidak pernah selesai selama hayat masih dikandung badan. Selama masih ada negara yang bernama NKRI dan masih ada rakyat yang mendukungnya, pembangunan di Indonesia terus akan tetap berkelanjutan. Namun, mau dibawa ke arah mana pembangunan Indonesia dalam era global dan pasar bebas dunia ini. Secara asasi, baik susastra maupun filosof, sebenarnya merupakan refleksi pengarang atas keberadaan manusia.Secara garis besar filosof dan susatra berpean baik di Indonesia dalam membangun bangsanya menjadi besar melalui filosof dan sastra Indonesia terdiri dari Tan malaka, Ki Hajar dewantara, dll
    Dengan karyanya yang sangat terkenal akan membantu memberikan semangat pada generasi muda agar bisa terinspirasi seperti filosof yang ada. Dalam lingkup kecil yang biasa saya temui dijalanan karya lukisan perlu kita hargai dan patut dicontoh agar tujuan untuk membangun bangsa agar menjadi besar terwujud.
    Terima kasih
    Wassalamualaikum wr.wb

  57. Avatar

    Siti hamidah

    03-04-2019 at 21:44

    Susastra dan filosof adalah peletak peradaban dan buadaya suatu bangsa.filosof dan susastra akan mendorong rakyat pemerintahnya membangun sebuah negara intinya hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof didalamnya negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosof dan susastra didalamnya

  58. Avatar

    Nina Nur'aeni

    03-04-2019 at 21:38

    Berbicara mengenai peran filosof dan susastra dalam membangun budaya bangsa memang sudah tidak dipungkiri lagi, banyak sekali karya karya dari mereka yang membuat harum nama bangsa mereka masing masing. Seperti yang sudah bapak tulis “hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya” itu menandakan bahwa peran filosof dan susastra itu sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan budaya di suatu bangsa. Secara asasi, baik karya sastra maupun filsafat merupakan suatu hasil refleksi penulis atas keberadaan manusia. Hanya saja, jika sastra merupakan refleksi evaluatif, filasafat merupakan refleksi kritis. Itulah salah satu perbedaan antara satra dan filsafat.

  59. Avatar

    Mut Mainah

    03-04-2019 at 21:38

    Assalamualaikum wr.wb
    Membangun keindonesiaan tidak pernah selesai selama hayat masih dikandung badan. Selama masih ada negara yang bernama NKRI dan masih ada rakyat yang mendukungnya, pembangunan di Indonesia terus akan tetap berkelanjutan. Namun, mau dibawa ke arah mana pembangunan Indonesia dalam era global dan pasar bebas dunia ini. Secara asasi, baik susastra maupun filosof, sebenarnya merupakan refleksi pengarang atas keberadaan manusia.Secara garis besar filosof dan susatra berpean baik di Indonesia dalam membangun bangsanya menjadi besar melalui filosof dan sastra Indonesia terdiri dari Tan malaka, Ki Hajar dewantara, dll
    Dengan karyanya yang sangat terkenal akan membantu memberikan semangat pada generasi muda agar bisa terinspirasi seperti filosof yang ada. Dalam lingkup kecil yang biasa saya temui dijalanan karya lukisan perlu kita hargai dan patut dicontoh agar tujuan untuk membangun bangsa agar menjadi besar terwujud.
    Terima kasih

  60. Avatar

    Cahya Hadi Kusuma

    03-04-2019 at 21:27

    Peran sastarawan dan filosof ini ternyata mempunyai suata peranan yang sangat besar dalam membangun suatu tatanan atau ketatanegaraan. Untuk mencapai suatu susunang tatanan negara yang baik dan ideal tidak terlepas dari banyaknya sastrawan dan filosof tersebut karena mereka merupakan orang-orang yg mau memikirkan dan mempelajari budaya nya, imajinasinya dalam bentuk intelektualnya.

  61. Avatar

    JUWILAH

    03-04-2019 at 21:27

    Ketika kita mempertanyakan dari mana Indonesia membangun bangsanya agar menjadi besar?
    Sebenarnya ini pertanyaan besar dan PR yang paling besar untuk generasi muda sekarang. Terlebih lagi ketika kita kaitkan kembali dengan peran filosof dan susastra dalam membangun budaya bangsa itu sendiri, dimasing-masing negara yang disebutkan diatas tadi seperti Amerika Serikat, Cina, dan India mereka memiliki kebanggaan tersendiri terhadap apa yang negara mereka miliki. Contoh dari negara amerika mereka memiliki persenjataan yang sangat lengkap yang pastinya siapapun tunduk pada negara Amerika tersebut. Cina mempunyai kekuatan persaudaraan yang sangat kuat sehingga besar peluang mereka ketika susastra dalam membangun budaya bangsa itu sebagai tolak ukur pembuka dan penutup suatu kemajuan bangsa.
    Jadi ketika memang Indonesia pun menginginkan suatu peradaban budaya bangsa yang maju maka Indonesia pun harus membangun revolusi dalam hal budaya bangsa dan mencetak generasi yang cinta akan kebudayaan bangsanya sendiri.

  62. Avatar

    Arifah

    03-04-2019 at 21:21

    Memang peran filosofis dan sutradara membangun sebuah negara sangat penting, membangun sebuah negara tanpa filosofi bagaikan negara tanpa jati diri, seorang filosofis mencipkana sebuah budaya, sebuah karya seni yang akan menciptakan sebuah karya seni yang bersejarah contohnya saja Leonardo Davinci. Beliau seorang pelukis terkenal dan seorang filosofis yang menghasilkan sebuah mahakarya yang luar biasa sehingga dari lukisan tersebut membawa cerita yang terselip didalam lukisan tersebut sehingga dapat menjunjung sebuah negara yang begitu maju akan cerita atau karya seni dan menghasilkan filosofi filosofi dan sutradara lain yang dari berbagai negara.

  63. Avatar

    Melly Nur Oktaviani

    03-04-2019 at 21:21

    Setelah saya membaca artikel tersebut bahwa filosof dan susastra mempunyai peran penting dalam suatu negara. Filosof dan susastra ini merupakan peletak peradaban budaya suatu bangsa. Dengan adanya filosof dan susastra, maka akan mendorong rakyat dan pemerintahannya untuk membangun negara yang penuh kemanusiaan. Peran filosof dan susastra adalah untuk membangun suatu negara yang ideal. Oleh karena itu, imaginasi dan kreativitas dari para filosof dan susastra merupaka hal penting dalam membangun suatu negara yang ideal. Dan dalam setiap negara, hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di dalamnya. Karena negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara tersebut tidak mengembangkan filosof dan susastra di dalamnya.
    Agar Indonesia dapat membangun bangsanya menjadi besar, maka kita sebagai generasi muda harus berinovasi menciptakan ide-ide baru yang kreatif dan mau bergerak dalam tindakan nyata.

  64. Avatar

    M naufal asyari

    03-04-2019 at 21:19

    Indonesia akan besar dengan sumber daya alam yang sangat melimpah dari ujung barat sampai ketimur.indonesia sudah dikenal dengan negri dengan tradisi emas olimpiade bulutangkisnya dari zaman susi susanti dan alan budi kusumah sampai dengan tontowi ahmad dan liliana natsir, indonesia besar dikenal oleh mereka bahwa indonesia menjadi negara hebat, yah indikator menjadi negara hebat adalah ekonomi dsb, namun dari banyak hal yang terjadi indonesia tetap akan menajdi besar dengann penerus muda yang hebat yang, selalu ada semboyan mati satu tumbuh seribu, indonesia akan selalu menjadi negara yang besar dan hebat dengan apa yang ada didalamnya dan saya bangga lahir ditanah yang subur dab luar biasa ini, indonesia akan selalu hebat dengan apa yang indonesia miliki.

  65. Avatar

    Maemunah Fadillah

    03-04-2019 at 21:15

    Nama suatu negara menjadi besar dan terkenal tidak lepas dari peran para filosof dan susastra yang ada pada suatu negara. Mereka banyak dikenang oleh orang-orang bukan hanya karna keindahan kata atau karna keindahan lukisan atau arsitektur yang mereka buat, melainkan karna makna-makna yang terkandung di dalamnya yang dapat menyentuh jiwa orang-orang yang mendengar atau melihatnya. Oleh karena itu, hasil karya mereka menjadi dikenang dan tetap abadi dalam sejarah peradaban di suatu bangsa.

  66. Avatar

    Umi solichah

    03-04-2019 at 21:13

    Saya setuju kalau hampir tidak ada negara besar tanpa ada peran dan susastra dan filosof didalamnya. Namun menurut saya bukan hanya filosof dan susastra saja yang bisa memajukan suatu negara, kita juga sebagai generasi penerus suatu negara bisa membuat negara lebih besar namun pengaplikasiannyalah yang berbeda, yaitu dengan cara mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi yang semakin canggih. Akan tetapi ketika berbicara suatu kemajuan atau membangun suatu negara, tidak cukup hanya dengan usaha perorangan saja, butuh kepekaan dan apresiasi serta dukungan dari pemerintah atau pemerhati-pemerhati tinggi lainnya. Jika hal itu tidak diperhatikan bagaimana Indonesia membangun bangsanya agar menjadi besar.
    Dan saya tidak setuju dengan pernyataan bahwa para kyai dan murabbi itu secara pribadi jauh dari dunia seni dan filsafat. Justru banyak kyai dan murabbi yang sudah menjadi sastrawan, salah satunya adalah K.H. Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan gus Mus.

  67. Avatar

    Maemunah Fadillah

    03-04-2019 at 21:12

    Nama suatu negara menjadi besar dan terkenal tidak lepas dari peran para filosof dan susastra yang ada pada suatu negara. Mereka banyak banyak dikenang oleh orang-orang bukan hanya karna keindahan kata atau karna keindahan lukisan atau arsitektur yang mereka buat, melainkan karna makna-makna yang terkandung di dalamnya yang dapat menyentuh jiwa orang-orang yang mendengar atau melihatnya. Oleh karena itu, hasil karya mereka selalu dikenang dan tetap abadi dalam sejarah peradaban bangsa.

  68. Avatar

    Malikul arzak ips A/4

    03-04-2019 at 21:09

    Assalamualaikum
    Dari paparan artikel diatas sangat lah bagus sodara bahwasanya jelas Tidak ada negara tanpa adanya peran susastra dan filosof dalam suatu bangsa. Kita harus menghargai susastra dan filosof. Seorang susastra dan filosof sangat berperan penting dalam kemajuan suatu bangsa.mungkin sekian semoga saja generasi penerus bangsa ini mempunyai pemikiran seperti filosof dan susasatra yang sudah ada sebelumnya
    Merdeka

  69. Avatar

    Siti lailiyah

    03-04-2019 at 21:04

    Menurut saya sendiri dari pernyataan diatas yaitu negara indonesia ini bisa menjadi negara yg maju dan menjadi negara yang besar itu dengan kita sebagai warga negara indonesia bisa membentuk budaya dan kesusastraan dalam negara ini. Dengan adanya kita membentuk budaya dan kesusastraan itu agar negara indonesia bisa menciptakan kreatifitas, dan mendorong manusia untuk mengembangkan filosof dan kesusastraannya agar negara ini lebih maju dan berkembang.

  70. Avatar

    Ainun Wiliyanti

    03-04-2019 at 21:01

    Ya saya sangat setuju, bahwasanya sebuah negara besar tidak pernah lepas dari peran seorang susastra dan filosof di dalamnya, maka dari itu negara harus memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra, dan kita juga harus menghargai para filosof dan susastra.

  71. Avatar

    M. Didi wahyudi

    03-04-2019 at 21:01

    Pilosof atau susastra dari dahulu emang sangat berperan dalam perkembangan zaman, diantaranya pada abad pencerahan, salah satu keluarga de medici yg dikenal dengan sebutan the godfather, karena berhasil membesarkan 5 anak muda berbakat dalam bidang arsitektur dan sains/keilmuannya, salah satu nya yaitu yang sudah disebutkan di atas yaitu leonardo da vinci dengan lukisan fenomenalnya yaitu monalisa, dan ada tokoh yg menonjol dari didikan de medici yaitu galileo galiley yg terkenal dengan teori heliosentriknya

  72. Avatar

    Adelia Pramesetia Putri

    03-04-2019 at 20:59

    Susastra dan filosof merupakan peletak peradaban dan budaya suatu bangsa. Susastra dan filosof bisa disebut pembuka kemajuan sekaligus penutup kemajuan di suatu negara berkat kemampuannya. Filosof dan sastrawan mampu memikat perhatian manusia sampai ke ruang tanpa batas.

  73. Avatar

    Mukhammad Hasanudin

    03-04-2019 at 20:54

    Filosof dan susastra bagaikan sisi mata uang, permukaan yang satu tidak bisa dipisahkan dengan permukaan lainnya. Hal itu saya katakan karena baik susastra maupun filosof sama sama membicarakan tentang dunia manusia. Hanya saja filosof lebih mencari hakikat dari hidup manusia sedangkan susastra hanya sebatas hal hal umum dan tidak lebih dalam dari filosof.

  74. Avatar

    Mohammad Nasrullah

    03-04-2019 at 20:53

    Benar sekali bahwa peran yang ada dalam suatu negara di lihat dari fungsinya bukan dilihat dari nama ataupun pangkat,seorang yang kreatif akan membangun suatu negara, hendaknya kita bisa menghargai dan memberi penghargaan pada seseorang yang memberikan perubahan yang baik pada suatu negara.sikap yang baik adalah kita bisa menghargai

  75. Avatar

    Siti Haryanti

    03-04-2019 at 20:47

    Setelah membaca artikel ini saya menjadi tersadar bahwa memang benar selain bumi ini diciptakan oleh tuhan namun ada juga peran manusia hebat yang membuat atau membentuk isi dunia ini dengan keberagaman, kemanusiaan dan perilaku hidup keseharian manusia dan bagaimana manusia membentuk budaya suatu negara menjadi terstruktur. Seperti yang telah disebutkan Megahnya dunia tidak di design atau di rencanakan oleh seseorang atau designer melainkan oleh kreativitas  Susastra dan filosof yang merupakan peletak peradaban dan budaya suatu bangsa yang menjadikan dunia ini menjadi seperti apa yang diinginkan dengan adanya bangunan-bangunan, sistem pemerintahan, dll. Yang terdesain secara imaginer yang saham imaginasinya dimiliki secara mayoritas oleh ahli sastra dan filosof. seperti yang telah disebutkan dalam artikel ini banyak tokoh atau filosof yang berperan penting dalam setiap bidangnya seperti socrates, plato, dll. Setiap negara di dunia ini pastinya hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya.

  76. Avatar

    Tuti Alawiyah

    03-04-2019 at 20:36

    Menurut saya,negara yang maju karena kepemimpinannya yang kreatif untuk mempengaruhi anggotanya agar selalu kreatif dalam menjalankan tugas bermasyarakat. Indonesia juga bisa menjadi negara yang kreatif selagi pemimpin dan masyarakatnya sama-sama kreatif misalkan membangun masyarakat agar berbudaya di masing-masing lingkungannya dan bergotong royong untuk mengaktifkan sistem kemasyarakatannya.
    Kepemimpinan yang handal akan menciptakan masyarakat yang cerdas dan berbudi luhur.

  77. Avatar

    Intan Tresna Dwi

    03-04-2019 at 20:34

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Terkait dengan artikel “Peran Filosof dan Susastra dalam membangun budaya bangsa” bahwasanya semua yang terkait dengan kemegahan dunia baik itu bentuk jalan, model bangunan dan arsitektur itu hasil dari imaginasi para ahli sastra dan filosof, kenapa demikian? Dalam persfektif sejarah juga di sebutkan mengenai bentuk ketatanegaraan itu hasil dari para ahli sastra dan filosof seperti di beberapa negara di dunia. Para filosof dan sastra memikat manusia kareja olahan struktur bahasa yang mampu mengikat hati manusia yang tidak pernah menyinggung hati manusia, hati manusia yang tidak bisa tersentuk secara fisik namun apabila di maknai dengan untaian kata ia akan mampu menyentuh sisi kemanusiaan manusia mengenai segala hal. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia? Akankah besarnya negara Indonesia akan di dominasi oleh para filosof dan para sastrawan negara? Yang mampu membuat untaian kata untuk menyentuh hati manusia dalam segala sisi kehidupan. Terkait di artikel bahwasanya tata kenegaraan di dunia itu dimiliki oleh mayoritas filosof dan sastra, para susastra dan filosof adalah peletak peradaban dan budaya suatu bangsa, susastra yang dapat mengubah suatu bangsa melalui karya yang di buatnyaa melalui tulisan tulisan yang dapat menyentuh sisi kemanusiaan manusia.
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  78. Avatar

    Melly Nur Oktaviani

    03-04-2019 at 20:27

    Menurut saya tentang artikel diatas bahwa filosof dan susastra mempunyai peran penting dalam suatu negara. Karena filosof dan susastra merupakan peletak peradaban budaya suatu bangsa. Dan dengan adanya filosof dan susastra, maka akan mendorong rakyat dan pemerintahannya untuk membangun negara lakon penuh kemanusiaan. Peran filosof dan susastra adalah untuk membangun suatu negara yang ideal. Oleh karena itu, imaginasi dan kreativitas dari para filosof dan susastra merupakan hal penting dalam membangun suatu negara yang ideal. Agar Indonesia dapat membangun bangsanya menjadi besar, maka kita sebagai generasi muda harus berinovasi dalam menciptakan ide-ide baru yang kreatif dan mau bergerak dalam tindakan nyata.

  79. Avatar

    Muhammad Irfan Fadhillah

    03-04-2019 at 20:23

    Peran filososof dan susastra mememang banyak sekali, tapi seringkali kita melupakan hasil jeripayahnya yang sudah menghasilkan sesuatu yang berguna bagi peradaban manusia.
    Selain itu pula karyanya telah di nikmati oleh kita semua, tetapi tak sedikit pula karyanya yang terbengkalau begitu saja. Selain itu mengenai peranan susastra dalam kehidupan kita mungkin sudah banyak di jumpai dan di rasakan begitu banyaknya susastra-susastra yang tak kalah pula karyanya seperti hal nya filosof hanya memapu berkarya meski dalam teknis yang berbeda.
    Mengenai leodardo davinci sang pelukis Monalisa yang pada saat itu dan sampai saat ini karya nya masih kita bisa nikmati.
    Oleh karena itu kita selaku penikmat karya mereka semua seharusnya sudah mulai terbuka pikirannya akan hal ini atau bahkan termotivasi untuk membuat karya agar kelak ia bisa merasakan ketika karya yang telah anda ciptakan tak mendapat penghargaan. Bagi mereka uang yang tak ternilai harga nya adalah suatu penghargaan meskipun sebesar biji Zarrah sekalipun.
    Prihal penghargaan di Indonesia ini masih miris akan hal ini. Kita tengok kebelakang pada masa pemerintahan Dari presiden Soeharto kepada B.J. Habibie.
    Pada kala itu seorang yang ahli dalam bidang nya bapak Habibie atas kejeniusannya bisa meniptakan pesawat terbang yang luar biasa sehingga mencengangkan dunia. Tetapi, karya mya itu tidak adanya dukungan dari pemrintah yang sampai akhirnya beliau pergi ke jerman. Kemudian di sana beliau mendapatkan gelar yang luar biasa ketika kejeniusan nya bisa menciptakan pesawat adalah hal yang sangat luar biasa.
    Disini saya sedikit bisa menyimpulkan tak dengan stetmen
    “Karya termahal bukan dibeli dengan uang, karya termahal bisa dibeli dengan pengkuan” .

    • Admin

      Admin

      03-04-2019 at 20:26

      Mantaap sekali

    • Avatar

      Aam melawati

      03-04-2019 at 23:33

      Dalam setiap negara di dalamanya memiliki masing masing seorang pemimpin dimana tugas pemimpin sendiri mengayomi masyarakat dan dewan dewan pemerintahan yang membantu berjalannya program pemimpin igu sendiri. Bahkan setiap negara memiliki filosofi dan suastra nya masing masingpula untuk bergujuan negara bisa menjadi maju dan berkembang . Tanpa kita sadari perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan di masa penjajahan dahulu itu sangat menyedihkan. Namun di zaman sekarang negara yang kita tempati sudah menjadi negara merdeka yang bebas dari penjajah semuaitu yang melakukan adalah semua para pahlawan filosofiyang paham mengerti akan cinta tanah air dinegara ini jadi adanya para ilmuwan suastra bahkan pemimpin pemimpin yang berjiwa pancasila sangat mencintai negaranya dan disanalah letak adanya latar belakang atau sejarah berdirinya sebuah negara atau ciri ciri dari filsuf dan pemimpin yang dulu merebut kemerdekaan.

    • Avatar

      fariz maulana ibrahim

      24-04-2019 at 07:49

      menurut saya setelah membaca artikel di atas mengingatkan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat indonesia bahwa filosof dan sastrawan perannya sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa,indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. jika budaya kita sendiri tidak dikembangkan maka kemajuan negara kita akan terhambat. sastrawan itulah yang berperan dalam mengembangkan budaya, bayangkan saja seiringnya waktu budaya kita dirampas oleh negara negara lain, hal itu tidak terlepas dari kurangnya perhatian dan melestarikan budaya itu sendiri. saran saya khususnya buat mahasiswa dan generasi bangsa cintailah budaya, dan tidak menutup kemungkinan kalian akan menjadi sasatrawan untuk kemajuan bangsa.

  80. Avatar

    Rina agustiana

    03-04-2019 at 20:20

    Nama : Rina agustiana
    Kelas : 4/A

    Setelah saya membaca artikel ini saya dapat menyimpulkan sedikit mengenai tentang Peran Filosof dan susastra dalam Membangun Budaya Bangsa.
    maju nya suatu Negara itu pasti di belakang nya ada seorang peran dan peran itu memiliki sebuah prinsip atau krakter masing-masing didalamnya.Sebesar apapun Negara nya tidak mungkin dianggap besar jika, negara yang dimaksud tidak memiliki perhatian khusus, serius dan benar-benar ingin mengembangkannya yang berkaitan dengan filosofi dan susastra di dalamnya. Apabila kita ingin membangun Negara kita agar menjadi Negara yang maju kita harus memiliki orang-orang hebat didalamnya, mendorong rakyat dan pemerintah untuk membantu membangun negara dalam lakon penuh kemanusian, dan juga mendorong manusia untuk memiliki kesadarn kemanusiaan, itu adalah kunci utama untuk membangun Negara maju yaitu kesadaran untuk berubah jangan hanya diam, tetapi kita harus bergerak dan meminta
    Terimakasih

  81. Avatar

    Dhini apriliani

    03-04-2019 at 20:17

    Asalamualaikum
    Kemegahan dunia ini, tidak pernah didesain oleh para enginer, employee apalagi politisi. Gaya arsitektur, model bangunan dan bahkan bentuk jalan sekalipun, terdesain secara imaginer dari pemikiran atau ide secara mayoritas oleh ahli sastra dan filosof. Susastra dan filosof adalah peletak peradaban dan budaya suatu bangsa di dalamnya.
    Filosof dan Susastra tersebut dapat mendorong rakyat dan pemerintah di dalamnya untuk dapat membangun negara dengan peran penuh kemanusiaan. Jangan ditanya soal popularitas negara dan produk yang dimilikinya. Popularitas negara yang dimaksud seringkali justru kalah bahkan oleh Sylvester Stallon di dalam film Rambo, atau penyanyi sekelas Mariah Carry dan Jhon Lenon. Jadi dapat di simpulkan hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, karena jika negara tersebut tidak memiliki perhatian serius dalam mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya.

    • Avatar

      DZIKRI

      03-04-2019 at 22:58

      Wa’alaikumsalam

  82. Avatar

    Elin Meylina

    03-04-2019 at 20:17

    Saya setuju dengan apa yang bapak bicarakan. Bahwa suatu negara bisa terkenal dikarenakan susastra dan filosof. Tetapi sebenernya bukan hanya itu yang menjadikan suatu negara terkenal atau negara lain tau, yaitu bisa karena orang” yang sudah berjasa bagi negara. Susastra sangat berpengaruh dalam terkenalnya suatu negara tersebut misalnya artis yang melek akan budaya negara sendiri. Saya harap setiap orang harus bangga dengan budaya nya sendiri, kalau bisa kemana pun kita pergi kita harus ingat rumah kita, harus bangga dengan rumah kita, harus memperkenalkan rumah kita yang begitu indah, dan jangan lupa jaga rumah kita yaitu Indonesia. Saya juga sangat berterima kasih kepada teman saya Naufal Hanif yang sudah menyadarkan saya harus mencintai budaya kita atau kenal budaya yang ada di Indonesia.

  83. Avatar

    Fitria Dewi

    03-04-2019 at 20:13

    Dalam suatu bangsa seorang susastra dan filosof pasti berperan di dalamnya. Suatu bangsa bisa maju tercipta karena hasil karya imaginasi susatra dan filosof. Susastra dan filosof mendorong manusia untuk membangun negara dalam lakon penuh kemanusiaan.

    • Avatar

      Arifah

      03-04-2019 at 21:43

      Menurut saya seorang filosofi dan susastra sangat berperan penting dalam membangun sebuah negara melalui sebuah karya-karya mereka yang mampu menghasilkan sebuah sejarah atau budaya yang mampu mengubah suatu masyarakat dalam sebuah negara. Indonesia seharusnya lebih maju karena banyak sekali susastra dan filosofnya dalam membangun sebuah negara dan menghasilkan sebuah budaya dan mempertahankan sebuah budaya yang ada.

    • Avatar

      Koriatunisa

      03-04-2019 at 22:49

      Setiap negara mempunyai sejarah yang berbeda sesuai dengan peradaban yang ada pada masa itu.negara tidak bisa berdiri sendiri , tentu ada peran orang lain di dalamnya dalam memerdekakan negaranya. Negara memiliki para pejuang dalam artikel ini kita sebut dengan susastra dan filosof. Negara terdiri dari tatanan yang tersusun dari pemikiran susastra dan filosof yang mempunyai latar belakang yang berbeda namun mereka mempunyai satu tujuan yang sama dalam mewujudkan cita-cita suatu bangsa untuk memerdekakan negaranya dari para penjajah. Sehingga mereka mempunyai peranan yang sangat besar bagi negaranya dan dikenal sepanjang masa Namaun pada hakikatnya tidak semua orang mengenang para susastra dan filosof sehingga mereka tidak tau betapa perihnya memerdekakan negara ini. Mengenangnya adalah sebuah penghormatan atas segala jerih payah yang telah mereka berikan tanpa mereka Indonesia tidak akan merdeka dan akan meningkatkan kecintaan kita terhadap negara Indonesia sehingga kita akan terus menjaganya.

  84. Avatar

    Riany Alti Pratami

    03-04-2019 at 20:07

    Setelah saya menyimak artikel ini bahwasannya terdapat beberapa negara besar akibat adanya peran dari para susastra dan filosof itu didalamnya. Kemudian peran mereka seiring berjalannya waktu terus mengalami perkembangan dari dunia para susatra dan filosof tersebut
    Negara indonesia juga tidak dipungkiri untuk bisa menjadi negara besar yg terkenal dr susastra dan para filosofnya, hanya saja karena di Indonesia kaya akan alamnya, maka disitulah seharusnya letak Indonesia jika ingin menjadi bangsa besar
    Negara Indonesia akan menjadi negara yang besar jika kekayaan atau SDA yang melimpah ruah ini dapat dikelola dan dimbangi dengan SDM itu sendiri yg bersifat hight quality. Untuk bisa menjadi SDM yg berkuliatas tinggi itu perlu diasah dari skill yg mumpuni dan didukung dari edukasi yang telah ia dapatkan sebelumnya. Untuk menjadi negara yang besar, selain dilihat dari sisi kekayaan alam yg ada di indonesia, juga dapat dilihat dari ketatanegaraan Indonesia yg stabil dalam bidang politik. Apabila Indonesia sudah stabil dalam bidang politik dan sudah sinkron dengan mereka yg mendapat hak istimewa duduk di bangku kekuasaan pemerintahan dengan menanamkan sikap untuk tidak berani-beraninya melakukan korupsi atau tindakan kejahatan lainnya yg merugikan negara Indonesia. Jika Indonesia sudah bersih dari korupsi, kekayaan alam yg dapat dikelola dengan SDM yg baik, edukasi yng terus ditingkatkan sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas ekonomi sehinggalah sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk menjadi negara yang besar.

  85. Avatar

    Vena Zakiyatul Laelah 4/D

    03-04-2019 at 20:07

    budaya, seni dan filsafat (filosofi) memang sangat berperan penting untuk negara .. karna berawal dari situlah negara akan berkembang, negara yang pemikir, negara yang berbudaya, dan negara yang memiliki seni yang tinggi, maka dari situlah negara kita akan maju dan berkembang .. sebenar nya negara indonesia memang kaya segala nya, hanya sayang negara indonesia sudah terpengaruh dari teknologi yg hingga membuat negara ini cenderung malas .

  86. Avatar

    Munirudin

    03-04-2019 at 20:01

    Susastra sangatlah penting karena di setiap penjuru pasti membutuhkan dan ada
    Seperti dahulu di athena sangatlah berkembang hingga saat ini india dan china telah mengikutinya
    Semua pencapaian tersebut tidak lepas dengan adanya tuhan yang maha esa

  87. Avatar

    Aida Nur Aisyah

    03-04-2019 at 20:01

    Assalamu’alaikum

    Artikel di atas menjelaskan bagaimana negara Amerika, China dan India menjadi sebuah negara yang besar. Bukan karena kehebatan para pemimpin dalam membangun negaranya, melainkan para filsuf dan susastrawan yang menghasilkan pemikiran dan karyanya sehingga menghasilkan sebuah kebudayaan. Seperti yang telah dikatakan dalam artikel bahwa negara besar adalah negara yang mempunyai banyak filsuf dan susastranya. Hal itu sesuai dengan definisi budaya itu sendiri yakni hasil cipta, karya dan karsa manusia. Dengan banyaknya para filsuf dan susastra, menunjukkan bahwa negara tersebut mempunyai sumber daya manusia yang produktif dan pemikiran yang maju.
    Jika dikaitkan dengan keadaan Indonesia, sebenarnya telah mempunyai keragaman budaya, hanya saja dalam konteks berpikir layaknya filsuf masih rendah. Dengan peningkatan kualitas pendidikan generasi peneruslah kita mengharapkan pemikiran baru yang lebih membangun Indonesia.
    Sekian. Terima kasih.

    Wa’alaikum salam wr.wb

  88. Avatar

    Vena Zakiyatul Laelah

    03-04-2019 at 20:00

    budaya, seni dan filsafat (filosofi) memang sangat berperan penting untuk negara .. karna berawal dari situlah negara akan berkembang, negara yang pemikir, negara yang berbudaya, dan negara yang memiliki seni yang tinggi, maka dari situlah negara kita akan maju dan berkembang .. sebenar nya negara indonesia memang kaya segala nya, hanya sayang negara indonesia sudah terpengaruh dari teknologi yg hingga membuat negara ini cenderung malas .

  89. Avatar

    Dina Marliana

    03-04-2019 at 19:59

    Dari artikel yang bapak tulis bahwasanya peran filosof dan susatra sangat penting dalam membangun suatu bangsa. Terjadinya suatu budaya tidak serta merta itu peran para enginer/employee, karena adanya suatu budaya itu akibat dari pemikiran-pemikiran para filosof dan susastra yang menjadi peletak peradaban dan budaya suatu bangsa. Dengan adanya filosof melalui karya-karyanya, suatu bangsa itu bisa maju dan besar akan budaya. Mereka di Negara maju menghargai para filosof dan susastra, adapun Indonesia jika ingin menjadi negara yang besar dalam membangun suatu budaya maka harus menghargai para filosof dan susastranya. Ada pepatah mengatakan “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya” (Ir. Soekarno).

  90. Avatar

    Fika fauzia zulfa

    03-04-2019 at 19:57

    Ya memang benar bahwa seorang sastrawan dan filosofis sangat berperan penting bagi negara karena di dalam tulisannya dan perspektifnya bisa merubah pemikirian suatu kader kader bangsa akan tetapi saya mengkritisi pendapat dari plato dengan kacamata filsafat, batasan sastra menurut PLATO, adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide. Apa maksud dari pendapat tersebut menurut plato ….bukankah plato tidak setuju dengan adanya sastrwan dan filosofis malah nilai sastra semakin rendah karena sastra mnurutnya peniruan

  91. Avatar

    Dhini apriliani

    03-04-2019 at 19:56

    Asalamualaikum
    Kemegahan dunia itu tidak pernah di rancang oleh para enginer, employee apalagi politisi. Gaya arsitektur, model bangunan dan bahkan bentuk jalan sekalipun hampir dapat dipastikan, terbentuk secara imaginer yang pemikirannya dari para ahli sastra dan filosof hampir seluruhnya. Untuk itu Susastra dan filosof adalah peletak peradaban dan budaya suatu bangsa.
    Filosof dan Susastra akan mendorong rakyat dan pemerintahannya, membangun negara dalam peran penuh dengan kemanusiaan. Jangan ditanya soal popularitas negara beserta produk yang dimiliki di dalamnya. Popularitas negara seringkali justru kalah oleh Sylvester Stallon di film Rambo, atau penyanyi sekelas Mariah Carry dan Jhon Lenon. Jadi kesimpulannya, hampir tidak ada negara yang besar tanpa peran dari susastra dan filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara tersebut tidak memiliki perhatian yang serius terhadap mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya.

  92. Avatar

    Chamidah

    03-04-2019 at 19:55

    Saya setuju dengan apa yang bapak sampaikan diatas. Bahwasanya, peran filosof dan susastra itu sangat penting sekali. Dunia dan berbagai artefak kejayaannya itu selalu tercipta karena adanya karya imaginasi dari seorang filosof dan susastra yang kemudian diejawantahkan oleh para engineer yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Seorang filosof dan susastra itu patut dihormati karena mereka sebagai peletak peradaban dan budaya bangsa.

  93. Avatar

    Farhan Naufal

    03-04-2019 at 19:54

    Pesan yang dapat saya tangkap dari artikel tersebut adalah mengenai peran para susastra dan filosof yang mempunyai andil yang cukup besar didalam membangun serta berlangsungnya sebuah peradaban manusia, hal ini tidak dapat dipungkiri, karena didalam tubuh setiap bangsa yang berdiri didalamnya tidak akan pernah terlepas dari peran dan campur tangan mereka, dalam pandangan saya kesemuanya itu merupakan sebuah “sunnatullah” yang telah ditentukan dan dipersiapkan oleh Allah SWT dalam berlangsungnya sebuah peradaban. Semua unsur, lapisan, peran setiap manusia yang ada dalam suatu bangsa khususnya mereka yang hidup berapad abad yang lalu saling mengisi dan melengkapi antara satu sama lainnya, oleh karenanya peradaban serta kehidupan yang kita jalani sekarang ini patut kita syukuri, karena kesemuanya ini merupakan ketetapan serta ni’mat yang telah Allah SWT berikan kepada kita.

  94. Avatar

    Lia Herliana

    03-04-2019 at 19:54

    Terkait dengan artikel pendidikan multi budaya part-1 pada dasarnya semua tidak ada yang bisa berdiri sendiri, sama halnya dengan sebuah budaya. Untuk membangun suatu budaya tentu membutuhkan aktor didalamnya. Suatu negara sebesar apapun jika di dalamnya tidak ada filosof dan susastra negara tersebut tidak akan terlihat besar. Dan suatu negara sekecil apapun jika di dalamnya memiliki perhatian yang serius tentang filosof dan susastra akan menjadi negara yang besar.

  95. Avatar

    Nurmila Herdianty

    03-04-2019 at 19:51

    #1708104007 / Tadris IPS / 4A
    Assalmualaikum…
    sebelumnya mohon maaf pak, jika ada kesalahan atas pemahaman dari artikel tersebut.
    izin menanggapi bahwasannya peran para filosof dan sastrawan atau bisa disebut juga kaum demagog (para ahli cerita)ini sangat berperan penting sekali dalam membangun sebuah budaya bangsa. karena dengan adanya budaya bangsa itu sendiri merupakan identitas budaya yang dimiliki oleh sebuah negara. Yang sudah kita ketahui pula budaya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. budaya ada berasal dari interaksi manusia dan alam atau interaksi dari berbagai aspek serta hasil pemikiran dari manusia tersebut. Dengan adanya budaya yang dimiliki oleh suatu negara itu akan mempermudah negara untuk dikenal oleh negara lain. contoh misalkan budaya diIndonesia berbagai macam keanekaragaman yang dimiliki baik dari bahasa, kesenian, dan sebagainya. namun ada salah satu budaya yang dikenal sampai ke kancah internasional yaitu Batik. Nah dari sinilah, bahwasannya Batik adalah identitas budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia. Dengan adanya budaya bangsa ini bisa menjalin kerjasama dalam berbagai aspek. oleh karena itu kita perlu berterima kasih kepada kaum demagog yang sudah menghasilkan sebuah karya budaya dan dari peran merekalah harus dikembangkan kepada setiap generasi serta mempertahankan hasil budaya yang diciptakannya.

  96. Avatar

    Nur kholidah

    03-04-2019 at 19:48

    Menurut saya peran filsafat memang penting dan di indonesia itu menurut saya kurang memberi apresiasi yang cukup besar kepada para filsuf-filsuf dan Susastra dalam membangun budaya Bangsa. Oleh karena itu yang tertera diatas saya setuju dan mengakui bahwa di indonesia kurang menerapkan seperti halnya diatas,
    bentuk ketatanegaraan, jika anda analisa dalam perspektif sejarah juga sama. Tata negara, selalu disusun dalam rumusan kreatif mereka yang ,
    mungkin jika di negara kita menggunakan arsitektur yang baik dalam menata serta hal lainnya maka dinegara kita pun pasti mengalami kemajuan.
    Menyinggung diatas yang dikatakan , hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya.

  97. Avatar

    Fitria dewi

    03-04-2019 at 19:45

    Tidak ada negara tanpa adanya peran susastra dan filosof dalam suatu bangsa. Kita harus menghargai susastra dan filosof. Seorang susastra dan filosof sangat berperan penting dalam kemajuan suatu bangsa.

  98. Avatar

    Chamidah

    03-04-2019 at 19:40

    Saya setuju dengan apa yang bapak sampaikan diatas. Bahwasanya, peran filosof dan susastra itu sangat penting sekali. Susastra dan filosof itu sebagai peletak peradaban dan budaya bangsa. Dunia dan berbagai artefak kejayaannya itu selalu tercipta karena adanya karya imaginasi dari seorang filosof dan susastra yang kemudian diejawantahkan oleh para engineer yang dimiliki oleh bangsa tersebut.

  99. Avatar

    Dhini apriliani

    03-04-2019 at 19:33

    Asalamualaikum
    Negara Dikenal Karena Banyak Filosof dan Susastra di dalamnya,Filosof dan Susastra akan mendorong rakyat dan pemerintahan nya, membangun negara dengan peran kemanusiaan.mengenai popularitas negara beserta produk yang dipunyainya. Popularitas negara seringkali justru kalah oleh Sylvester Stallon melalui film Rambo, atau penyanyi sekelas Mariah Carry dan Jhon Lenon.jadi,hampir tidak ada negara besar tanpa peran dari seorang susastra dan seorang filosof di didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar jika negara tersebut tidak memiliki perhatian yang serius terhadap pengembanga filosofi dan susastra didalamnya.

  100. Avatar

    Fitria dewi

    03-04-2019 at 19:30

    Susastra dan filosof adalah sebagai pembuka kemajuan bangsa. Tidak ada suatu negara tanpa adanya peran sastrawan dan filosof. Kita harus menghargai para susastra dan filosof, seorang susastra dan filosof sangat berperan penting dalam kemajuan suatu bangsa.

  101. Avatar

    Nurmila Herdianty

    03-04-2019 at 19:25

    Assalamualaikum.
    Izin menanggapi bahwa memang benar peran filosof dan susastra ini sangat berperan penting dalam membangun sebuah budaya bangsa. Yang kita ketahui sendiri bahwa budaya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Dengan adanya budaya bangsa di suatu negara itu dapat menjadikan identitas yang dimiliki negara tersebut. Contoh misalkan budaya indonesia itu berbagai macam keanekaragaman baik dari bahasa, tarian, rumah adat, dan sebagainya. Namun dari berbagai macam budaya tersebut yaitu salah satunya yang dikenal oleh kancah dunia adalah batik. Nah batik ini sendiri menjadi identitas budaya dari Indonesia yang diketahui oleh negara lain. Oleh karena itu peran filosof dan susastra ini yang harus dikembangkan dan diajarkan kepada setiap generasi serta mempertahankan pula hasil karya budaya yang sudah diciptakan.

  102. Avatar

    Athou Rohman

    03-04-2019 at 19:14

    Saya sangat setuju dengan artikel di atas yang mengenai suatu negara bisa dikatakan terkenal itu karena banyaknya filosof dan susastra didalam suatu negara tersebut. Sudah disebutkan pula diatas yaitu salah satu kota athena dikawasan negara Yunani yang kita kenal yaitu Hermeus yang secara historis dipandang sebagai manusia pertama yang mendesain kota athena,dan yg paling terkenal mungkin kebanyakan orang tau yaitu leonardo da vinci orang yang mampu mendesain sebuah lukisan Monalisa yang sampai eksis sampai sekarang, dari kdua contoh tersebut memperjelas statmen diatas bahwasanya suatu negara semakin banyaknya filosof dan susastra negara tersebut akan semakin banyak pula dikenal oleh negara-negara lain.

  103. Avatar

    Nurmila Herdianty

    03-04-2019 at 19:10

    Assalamualaikum.
    Mohon maaf bila ada kesalahpahaman.
    Izin menanggapi, bahwasannya memang benar peran filosof dan susastra ini atau bisa disebut juga kaum demagog (ahli cerita) ini sangat berperan sekali dalam sebuah negara terutama dalam membangun budaya bangsa.
    Yang sudah kita ketahui Budaya itu sendiri adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Adanya budaya juga bisa tercipta dari sebuah interaksi antar aspek dan hasil pemikiran manusia.
    Untuk itu dengan adanya peran filosof dan susastra dalam menciptakan sebuah karya budaya ini bisa membangun budaya bangsa yang dimiliki oleh setiap negara dan juga merupakan sebagai identitas disebuah negara tersebut.
    Contoh misalkan di Indonesia sendiri memiliki berbagai macam budaya yang dihasilkan oleh manusia atau kaum demagog itu sendiri. Budaya yang dimiliki indonesia antara lain yaitu batik, wayang, reog, angklung, tari pendet dan sebagainya. Dari berbagai macam budaya yang dimiliki indonesia yang terkenal dikancah dunia yaitu salah satunya batik sehingga dipandang atau diketahui oleh negara lain bahwa batik adalah identitas budaya yang dimiliki indonesia seperti itu. Dengan adanya budaya tersebut juga membantu negara untuk dikenal ke kancah internasional dan dengan adanya budaya juga dapat terjalin sebuah kerjasama dalam berbagai aspek.
    Oleh karena itu kita harus berterimakasih kepada peran para filosof dan susastra ini dalam membangun budaya bangsa disuatu negara. Dan peran filosof dan susastra ini yang harus dikembangkan terus kepada setiap generasi serta dipertahankan pula hasil karya budaya yang diciptakannya.

    • Avatar

      Sustari

      03-04-2019 at 23:54

      Saya setuju dengan pendapat bahawa filosofi dan susastra suatu budaya dibangun atas dasar mempesona. Apa jadinya jika filosofi tanpa adanya susastra. Diantara keduanya salaing keterikatan dan berkesenambungan dan tidak dapa di pisahkan antara satu dengan yabg lainnya

  104. Avatar

    Ainul Huda

    03-04-2019 at 19:07

    Tulisan yang menarik… 🙂 saya sedikit terpikir bahwa memang benar sebuah negara yang menjadi besar, tidak pernah lepas dari tokoh-tokoh yang beepengaruh bagi dunia dan negara tersebut.
    Kebanyakan kisah-kisah tersebut memang sudah di akui oleh dunia. Hal ini pula yang menjadikan suatu negara dikenal oleh banyak orang.
    Sebuah tokoh yang akan terus dikenang oleh beberaoa generasi selanjutnya.

    Ainul Huda
    T.ips/4

  105. Avatar

    Noval hanif

    03-04-2019 at 19:04

    Ok bagus pa😍😘 saya setuju

  106. Avatar

    Noval hanif

    03-04-2019 at 19:01

    Ok bagus pa😍😘

  107. Avatar

    Rodiyani

    03-04-2019 at 19:00

    Dengan bahasa yang sungguh teoritis ini, memang benar adanya dan saya pun setuju bahwasannya sebesar dan sekecil apapun negara tidak terlepas dari peran seorang filosof dan sastrawan. Oleh karena itu, kota-kota dalam suatu negara seringkali dipopulerkan bukan oleh arsitektur yang membuat desain kota itu melainkan dipopulerkan oleh para filosof dan sastrawan, karena tanpa seorangng ilmuwan, kota bahkan negara bisa saja tidak dikenal oleh banyak orang. Contohnya di negara India terdapat aktor terkenal yaitu syahrukan yang sudah banyak dikenali banyak orang dan menjadi salah satu icon aktor India yang sangat populer. Jadi intinya, memang dalam membangun budaya bangsa kehadiran seorang filosof dan sastrawan memiliki andil yang cukup besar.

  108. Avatar

    Fakih Adam

    03-04-2019 at 18:58

    Mengingat pembangunan suatu negara memang tidak terlepas dari peran penting para susastrawan dan filosof besar dari negara itu sendiri.
    Sebuah negara bisa besar dan berkembang tidak hanya ditentukan dari banyaknya SDM dan infrastruktur nya saja,akan tetapi yang terpenting dari stok holder para pemikir yang mana akan memajukan dari berbagai sektor yakni politik,pembangunan, pendidikan, dan ekonomi.
    Bahkan pasak yang kokoh sebuah negara terletak dari kecerdasan warga negaranya dan para pemimpin negaranya, seperti yang belakangan ini terjadi oleh seorang presiden di Negara Turki Erdogan yang menentang keras kebijakan pemerintahan irael terhadap palestina.
    Memang hal ini jauh dari bentuk kongkrit kesustraan dan filosofis, akan tetapi kalau kita menelaah lebih dalam tentang “Pengaruh” Yang dilakukan erdogan di kabinet PBB tersebut menurut saya adalah sebuah salah satu bentuk implementasi dari pemikiran para filosof besar ternama yang memimpikan tentang konsep Negara ideal.
    Hal diatas menceritakan bahwa sebuah pemikiran dapat merubah sebuah konsep negara baik menuju kemajuan baik sebuah penentangan dari kebijakan kebijakan yang mana akan membangun sebuah kehidupan manusia menjadi lebih baik lagi.
    Filosof dan susastra akan sangat berpengaruh terhadap kekokohan sebuah negara tergantung bagaimana kita memahami dan mentelaah esensi dari kedua hal tersebut.

    • Avatar

      Hasan Hariri

      03-04-2019 at 22:37

      tidak bisa dipungkiri memang keberadaan suatu negara tidak bisa terlepas dari pengaruh filsuf dan susastrawan dalam membangun dan memajukan peradaban negara tersebut.di Indonesia sendiri menurut saya cakupan untuk memajukan dan membangun peradaban oleh filsuf dan susastrawan lokal telah cukup terpenuhi dan sudah memadai namun faktor yang mendalam yang menjadi problem di bangsa ini adalah kurangnya perhatian dan apresiasi bagi mereka (filsuf dan susastrawan) baik dari lingkungan masyarakat maupun petinggi negara yang menjadikan mereka menjadi mati suri untuk menuangkan fikiran dan karyanya dan akhirnya lumpuh total. mereka yang kontribusinya besar dalam memajukan dan membuat negara menjadi dikenal dikancah internasional dengan karya karyanya maupun pemikiranya hanya segelintir saja yang diakui padahal pada kenyataannya masih banyak yang berkontribusi besar namun kurang diperhatikan.

  109. Avatar

    Aini Widyantari Anelka

    03-04-2019 at 18:58

    Memang benar filosof dan susastra sangat berperan dalam memajukan bangsa atau pemerintah tersebut karena dengan itu kita juga bisa mempelajari bahasa dan budaya kita budaya Indonesia kita juga sebagai mahasiswa harus membuat masyakarat sekitar sadar akan sastra yang mana sangat berperan dalam memajukan bangsa Indonesia ini. Dengan sastra juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan dengan membaca dan menulis kita dapat membangun bangsa. dengan menuangkan gagasan fikiran bahkan perasaan didalam tulisan yang kita tulis tersebut.

  110. Avatar

    Isah Siti Khodijah

    03-04-2019 at 18:57

    Assalamualaikum wr.wb
    Setelah membaca artikel di atas, Saya menyoroti bahwa susastra dan filosof adalah peletak peradaban suatu bangsa. Negara yang memiliki karya sastra yang besar juga akan dikenal dengan bangsa yang besar pula.

    Tentunya dari sebuah karya besar yang diciptakan selain dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, kebiasaan-kebiasaan dan lain-lain. Maka dari itu, Saya relevansikan bahwasanya sebuah karya tercipta dari kebudayaan yang berupa kebiasaan-kebiasaan dilingkungannya, yang dengan sendirinya akan mempengaruhi daya imaginasi dari pencipta karya tersebut. Berangkat dari imaginasi tersebut direalisasikan ke dalam bentuk sebuah Masterpiece.

    Hal tersebut menjadi motivasi bagi Saya pribadi yang gemar berimaginasi tentang dunia, lingkungan sekitar Saya, terutama tentang pendidikan untuk segera dan merealisasikan dalam bentuk apapun terutama dalam bentuk karya agar dapat digunakan dan menjadi kemaslahatan bersama seluruh masyarakat, bangsa, negara dan agama.
    Izinkan pula Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para tokoh-tokoh sastrawan dan filosof-filosof atas karya-karya besarnya. Semoga terus menginspirasi generasi kami dan generasi yang akan datang yang hidup pada abad modern ini….

    Terimakasih….

    • Admin

      Admin

      03-04-2019 at 20:28

      Wooouw keren ya

      • Avatar

        Lailatul Intikhobah

        03-04-2019 at 22:08

        Intinya hampir tidak ada negara besar tanpa susastra dan filosof didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra didalamnya.
        Jadi filosof dan susastra sangat berperan penting dalam membangun budaya bangsa tersebut. Karena pada dasarnya didalam negara-negara yang besar terdapat para filosof dan susastra yang ikut andil dalam menjadikan besarnya negara tersebut. Oleh karena itu, susastra dapat disebut sebagai pembuka kemajuan sekaligus dapat disebut juga penutup kemajuan. Buka tutup kemajuan, terletak salah satunya oleh kemampuan para susastra dan filosof itu sendiri.

  111. Avatar

    Irfan sahroni

    03-04-2019 at 18:56

    Peran sasastra dan filosof di dalam sebuah negara sangatlah penting untuk mendorong rakyat dan pemerintahannya dalam menbangun suatu negara penuh dengan nilai nilai kemanusian.

  112. Avatar

    Maulidiya

    03-04-2019 at 18:55

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bahwa sanya Kemegahan dunia, tidak pernah didesain para enginer, employee apalagi politisi. Melainkan oleh Tata negara, yang selalu disusun dalam rumusan kreatif mereka yang mengidamkan suatu tata letak kota berdasarkan prinsip imaginer yang kadang kontemplatif, dan hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya. Negara kecil apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian yang serius untuk mengembangkan filosofi dan susastra di dalamnya. Dalam membangun peran filosof dan susastran harus ada pengerak dalam membangunnya.

  113. Avatar

    Ainul Huda

    03-04-2019 at 18:51

    Tulisan yang menarik… 🙂 saya sedikit terpikir bahwa memang benar sebuah negara yang menjadi besar, tidak pernah lepas dari tokoh-tokoh yang beepengaruh bagi dunia dan negara tersebut.
    Kebanyakan kisah-kisah tersebut memang sudah di akui oleh dunia. Hal ini pula yang menjadikan suatu negara dikenal oleh banyak orang.
    Sebuah tokoh yang akan terus dikenang oleh beberaoa generasi selanjutnya

  114. Avatar

    Ade Yeni Fuziyanti IPSC/4

    03-04-2019 at 18:43

    Memang benar sangatlah berperan susastra dan filosof dalam membangun budaya bangsa,karena suatu negara atau peristiwa akan terkenal jika adanya suatu karya tulisan. Maka para susastra sangat berperan.
    Begitupun dengan sastrawan dari negara kita (Indonesia) yaitu contohnya adalah Andrea Hirata menulis buku yang berjudul Laskar Pelangi, karyanya berhasil difilmkan. Atas kontribusinya di kesusastraan internasional berhasil mendapatkan honoris clausa (gelar kehormatan) di Inggris di salah satu universitas. Begitu juga dengan
    Pramoedya Ananta Toer, telah menghasilkan lebih dari 50 buku, diterjemahkan kedalam beberapa bahasa asing, karyanya juga mendapat apresiasi dari dunia internasional.

    • Avatar

      Anis Nursaah jaelani, T IPS 4\A

      03-04-2019 at 20:56

      Menurut pendapat saya artikel ini memang benar bahwasanya terbentuknya suatu negara tidak jauh dari peran para filosofi dan sustrawan itu sendiri. Karena terbentuknya suatu negara tidak Auh dari peran orang yang ada di balik semua hal tersebut. Para filosofi dan sustrawan merupakan orang yang akan mengembangkan atau orang yang mengetahui tentang asal mula atau sejarah suatu daerah atau negara tertentu. Akan tetapi dalam membangun suatu negara bukan hanya para filosofi dan sustrawan saja yang berperan, namun para kiyai dan murabbi juga memiliki peran tersendiri. MUngkin ini pendapat saya.

  115. Avatar

    Syahari agus afriyanto

    03-04-2019 at 18:35

    Budaya berasal dari cipta karya manusia yang diciptakan dari kebiasaan, yang kemudian di sebut budaya. Negara tanpa budaya ibarat bangunan tanpa tiang penyangga yang kokoh. Budaya ada yang bersifat negatif dan positif jika kita melihat dari satu sisi, ibarat sebuah selembar uang yang kusam yang telah di pegang manusia. Dari tahun ketahun budaya terus berkembang mengikuti arus perubahan yang deras, disini peran seorang filusuf atau sastrawan berperan sebagai pengontrol budaya yang ada. Tapi tak lupa manusia mengawasinya, dengan memilah mana yang baik dan mana yang benar. Kita tak bisa melawan budaya, tapi budaya yang beriringan dengan kita.

  116. Avatar

    Fifit Fitri Nur'aeni

    03-04-2019 at 18:34

    Indonesia adalah negara besar bukan hanya dari jumlah penduduknya tetapi juga sumber daya alam yang melimpah dan tersebar di pelosok tanah air. Indonesia juga memiliki keanekaraaman budaya dan bahasa.
    Dunia dan berbagai artefak kejayaannya, selalu tercipta karena karya imaginasi sastrawan-filosofis.
    Filosof dan Susastra akan mendorong rakyat dan pemerintahannya, membangun negara dalam lakon penuh kemanusiaan Intinya, hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya.
    Mereka juga bukan hanya memikat manusia karena olahan struktur bahasa yang dibuatnya, tetapi makna-makna yang dikandungnya memiliki kepadatan isi yang menyinggung siapapun yang jauh dari dimensi kemanusiaan.

  117. Avatar

    Fifit Fitri Nur'aeni

    03-04-2019 at 18:32

    Indonesia adalah negara besar bukan hanya dari jumlah penduduknya tetapi juga sumber daya alam yang melimpah dan tersebar di pelosok tanah air. Indonesia juga memiliki keanekaraaman budaya dan bahasa.
    Dunia dan berbagai artefak kejayaannya, selalu tercipta karena karya imaginasi sastrawan-filosofis.
    Filosof dan Susastra akan mendorong rakyat dan pemerintahannya, membangun negara dalam lakon penuh kemanusiaan Intinya, hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof di didalamnya.
    Mereka juga bukan hanya memikat manusia karena olahan struktur bahasa yang dibuatnya, tetapi makna-makna yang dikandungnya memiliki kepadatan isi yang menyinggung siapapun yang jauh dari dimensi kemanusiaan .

  118. Avatar

    Putri Alfaniyah

    03-04-2019 at 18:24

    Pada dasarnya suatu kota atau negara yang ideal itu dibuat menurut cita rasa seni komtemplatif yang cenderung filosofis. Negara-negara berteknologi maju adalah negara dengan warisan sastranya. Hampir tidak ada negara maju kini miskin karya sastra dan tanpa peran susastra dan filosof di dalamnya. Indonesia akan membangun bangsanya agar menjadi besar ketika masyarakatnya terlatih memanusiakan dirinya melalui jalan sastra atau karya-karya sastra. Seperti yang disebutkan oleh filosof immanuel kant tentang pemanusiaan manusia melalui karya-karya sastra.sesungguhnya sebuah negara memiliki modal kultural yang tiada tara untuk mengimajinasikan makna dan hakikat hidup.

  119. Avatar

    Aninda fidiya sari

    03-04-2019 at 18:07

    Indonesia adalah negara yang besar, dengan sumber daya alam yang melimpah dari aceh sampai papua. Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 267 juta orang, dan akan terus bertambah dalam tiap tahunya. Akan tetapi kuantitas penduduk indonesia tidak di sertai dengan kualitas. Indonesia akan menjadi negara yang besar dan maju tidak cukup dengan adanya filsof dan sastrawan saja, akan tetapi dengan adanya orang- orang yang ahli dalam bidang masing masing. Kualitas penduduk indonesia juga merupakan salah satu faktor yang membuat indonesia menjadi negara besar dan maju.

  120. Avatar

    Bayu Hermawan

    03-04-2019 at 17:41

    Kebudayaan merupakan hasil cipta rasa manusia, yang tentunya lahir dari pemikiran manusia.
    Peraban manusia berkembang karena adanya ilmu pengetahuan yang berpondasikan pada filsafat.
    Para filosof dan susastrawan mampu memikat manusia melalui makna-makna dan kepadatan isi dalam tulisannya yang menyinggung siapapun yang jauh dari dimensi kemanusiaan untuk bergerak menuju titik kulminasi kemanusiaan.
    Peradaban dan kebudayaan manusia yang ada saat ini merupakan hasil emaginer dan pemikiran para filsuf dan susastrawan dulu, dapat di simpulkan bahwa filsafat merupakan pondasi dari peradaban manusia..

  121. Avatar

    Siti A'isyah

    03-04-2019 at 17:40

    Tidak ada negara besar tanpa adanya perhatian penting untuk mengembangkan susastra dan filosof disuatu negara tersebut. Seperti Hermeus dan davinci legenda kemanusiaan yang mengabdikan diri dalam hatinya

  122. Avatar

    Sri ayu haryani

    03-04-2019 at 17:40

    Memang benar yang di katakan oleh penulis, bahwa Seorang filosof bisa membangun sebuah budaya bangsa atau bahkan bisa memperkenalkan negaranya supaya lebih dikenal oleh negara lain. Dari hasil tulisan-tulisannya yang bagus bahkan bisa menginspirasi banyak orang sehingga bisa dikenang oleh para pembacanya. Hal ini bisa menguntungkan bagi negara kita sendiri. Negara kita bisa di kenal oleh banyak orang yang dilihat dari para filosofnya yang telah membanggakan nama negaranya. Biasanya para pakar dalam berbagai bidang sering bertemu dan sharing bareng dengan pakar dari negara lain. Ketika pakar itu bisa menginspirasi orang lain. Maka bisa lebih mudah untuk di kenang, dari sini para filofos ataupun sastrawan bisa lebih mudah untuk membangun negara kita lebih maju dan lebih di kenal dengan negara lain. Indonesia dikenal dengan semboyan bineka tunggal ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Dari sini bisa di lihat bahwa negara indonesia itu memang banyak penduduknya, bahasanya, budayanya, agamanya, dll tetapi mereka tetap satu, satu dalam sebuah ideologi yaitu pancasila. Mereka tetap tetap rukun dan saling menghormati satu sama lain. Hal ini yang bisa mengantarkan nama indonesia ke berbagai penjuru, yang mengartikannya sebagai persatuan indonesia

  123. Avatar

    Bayu Hermawan

    03-04-2019 at 17:39

    Kebudayaan merupakan hasil cipta rasa manusia, yang tentunya lahir dari pemikiran manusia.
    Peraban manusia berkembang karena adanya ilmu pengetahuan yang berpondasikan pada filsafat.
    Para filosof dan susastrawan mampu memikat manusia melalui makna-makna dan kepadatan isi dalam tulisannya yang menyinggung siapapun yang jauh dari dimensi kemanusiaan untuk bergerak menuju titik kulminasi kemanusiaan.
    Peradaban dan kebudayaan manusia yang ada saat ini merupakan hasil emaginer dan pemikiran para filsuf dan susastrawan dulu, dapat di simpulkan bahwa filsafat merupakan pondasi dari peradaban manusia.

  124. Avatar

    Rifa awaliyah nurul islam

    03-04-2019 at 17:35

    Dari tulisan tersebut saya dapat semakin jelas melihat bahwa seorang sastrawan mengandung banyak aspek filsafat, begitu juga sebaliknya. Sastrawan dan filosof bagaikan sisi mata uang, permukaan yang satu tidak bisa dipisahkan dengan permukaan lainnya. Hal itu saya katakan karena baik sastrawan maupun filosof sama sama membicarakan tentang dunia manusia. Hanya saja filosof lebih mencari hakikat dari hidup manusia sedangkan sastrawan hanya sebatas hal hal umum dan tidak lebih dalam dari filosof. Dan dari tulisan tersebut dapat disimpulkan bahwa sebuah Negara dapat dikatakan sebuah Negara yang besar karna di dalamnya ada Sastrawam dan Filosof. Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri? Sudah jelas indonesia jg memliki sastrawan dan filosof. Apakah sudah termasuk negara yang besar? Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk yang banyak dan kekayaan alam yang berlimpah. Dan dalam kondisi sekarang ini, sudah banyak anak-anak bangsa yang cerdas, bahkan mereka berguru ke negara-negara yang sudah maju. Karena itu seharusnya negara Indonesiasudah menjadi negara yang lebih makmur dan lebih maju dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Bukan sebaliknya justru menjadi negara dengan masa depan yang semakin tidak jelas, karena moral masyarakatnya semakin buruk. Kalau kenyataannya Indonesia sekarang justru menjadi negara yang korup, munafik, tidak beradab dan kesenjangan sosialnya tinggi, berarti pasti ada yang salah dalam penataan negara ini. Pertanyaannya: Dari mana harus memulai perbaikan bangsa ini ? Pastinya harus diawali dari menggali akar permasalahannya. Namun disisi lain bangsa ini juga harus melakukan perubahan paradigma berpikirnya. Sebab hanya perubahan paradigma berpikirlah, yang bisa memastikan akan terjadinya perubahan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.
    Terima kasih

  125. Avatar

    Miftahul janah

    03-04-2019 at 17:28

    Dalam peradaban manusia yang mendasari hal tersebut adalah para tokoh filsuf dan sastrawan karena seperti yang kita ketahui bahwasannya pondasi dari ilmu pengetahuan ialah berasal dari filsafat. Artinya sumber dari peradaban dan kebudayaan yang ada saat ini berasal dari para filsuf dan sastrawan karena suatu negara lebih banyak di kenal karena filsuf dan sastrawannya.

  126. Avatar

    Ihya ulumuddin

    03-04-2019 at 16:58

    Jadi untuk negara Indonesia sendiri untuk Peranan filosof dan susastra saja belum terlihat sangat dan menonjol. Karena Indonesia sendiri masih ter isolasi dengan budayanya sendiri dan masih harus belajar lagi supaya dapat mengembangkan potensi diri negara Indonesia ini. Untuk membangun budaya bangsa yg besar

  127. Avatar

    Putri Alfaniyah

    03-04-2019 at 16:56

    Pada dasarnya suatu kota atau negara yang ideal itu dibuat menurut cita rasa seni komtemplatif yang cenderung filosofis. Negara-negara berteknologi maju adalah negara dengan warisan sastranya. Hampir tidak ada negara maju kini miskin karya sastra dan tanpa peran susastra dan filosof di dalamnya. Indonesia akan membangun bangsanya agar menjadi besar ketika masyarakatnya terlatih memanusiakan dirinya melalui jalan sastra atau karya-karya sastra. Seperti yang disebutkan oleh filosof immanuel kant tentang pemanusiaan manusia melalui karya-karya sastra.

    • Avatar

      Siti hamidah

      03-04-2019 at 21:34

      Siti hamidah ips A/4
      Ass. Menurut saya mnegenai hal tersebut susastra dan filosof adalah peletak peradaban dan budaya suatau bangsa.filosof dan susastra akan mendorong rakyat pemerintahnya membangun sebuah negara.intinya hampir tidak ada negara besar tanpa peran susastra dan filosof didalamnya. Dianggap besar jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan filosof dan susastra didalam nya

  128. Avatar

    Faisal amrullah

    03-04-2019 at 16:46

    Membangun bangsa indonesia dengan cara mengenalkan budaya buadaya lokal asli indonesia ke dunia agar mereka tau
    Karena begitu banyak budaya bangsa indonesia yang memiliki nilai-nilai keluhuran, itu akan menjadi sombol bahwa terbangunya indonesia di sertai dengan budaya yang begitu melekat
    #faisal amrullah

    • Avatar

      M naufal asyari

      03-04-2019 at 21:24

      Indonesia akan besar dengan sumber daya alam yang sangat melimpah dari ujung barat sampai ketimur.indonesia sudah dikenal dengan negri dengan tradisi emas olimpiade bulutangkisnya dari zaman susi susanti dan alan budi kusumah sampai dengan tontowi ahmad dan liliana natsir, indonesia besar dikenal oleh mereka bahwa indonesia menjadi negara hebat, yah indikator menjadi negara hebat adalah ekonomi dsb, namun dari banyak hal yang terjadi indonesia tetap akan menajdi besar dengann penerus muda yang hebat yang, selalu ada semboyan mati satu tumbuh seribu, indonesia akan selalu menjadi negara yang besar dan hebat dengan apa yang ada didalamnya dan saya bangga lahir ditanah yang subur dab luar biasa ini, indonesia akan selalu hebat dengan apa yang indonesia miliki.

    • Avatar

      Sustari

      03-04-2019 at 23:41

      Saya setuju dengan pendapat bahwa bahwa kebudayaan dan agama adalaha sebagai filosofi dan susastra yang mempesona. Karena apa jadi nya jika kebudayaan tanpa adanya filosofi dan susatra ini. Kebudaayann terusaan dàn tersususn secara jelas dan mempesona berdasarkan filosofi dan susatranya. Filosofu dan susatra emang pada dasarnya tidak dapat di pisahkan

  129. Avatar

    Faisal amrullah

    03-04-2019 at 16:19

    Membangun bangsa indonesia dengan cara mengenalkan budaya buadaya lokal asli indonesia ke dunia agar mereka tau
    Karena begitu banyak budaya bangsa indonesia yang memiliki nilai-nilai keluhuran, itu akan menjadi sombol bahwa terbangunya indonesia di sertai dengan budaya yang begitu melekat
    #faisal amrullah

  130. Avatar

    Lenny Erdiani Choerun Nissa

    03-04-2019 at 15:16

    Kemasyhuran sebuah peradaban terletak pada peran seorang susastra dan seorang filosof dalam mengembangkan imaginasi nya untuk mewujudkan peradaban seperti apa yang mereka inginkan. di zaman modern ini misalnya, dahulu sedikit sekali orang mengenal negara kecil yang dijuluki macan asia, yakni Korea Selatan. Setelah berkembangnya industri hiburan musik, dan film. Menjadikan korea selatan sangat terkenal di berbagai kalangan mulai dari anak kecil, remaja sampai kalangan dewasa. Dari mulai anak kecil yang sangat suka terhadap blackpink, kalangan remaja yang sangat suka dengan BTS, Ikon, Exo, dll. dan kalangan ibu-ibu yang sangat menyukai pemeran drama yakni lee min ho. Menjadikan negara korea selatan ini terkenal di berbagai kalangan. Yang menjadikan nya terkenal bukan dari sistem perekonomian nya yang maju pesat, akan tetapi dari industri hiburan nya yang dapat menghibur dan memikat hati setiap penggemarnya. Karena ketenaran inilah, tidak sedikit orang penasaran untuk belajar bahasa korea, mencoba makan masakan korea, dan berkunjung ke negara tersebut. Hal ini, menjadikan korea selatan menjadi terkenal di kancah internasional, termasuk di indonesia.

  131. Avatar

    Tri wulan

    03-04-2019 at 15:08

    Saya juga sempet terheran heran mengapa bisa begitu, padahal arsitektur yang menciptakan sebuat bangunan yang indah itu akan tetpi tidak bisa mempopulerkan karyanya sendiri justru orang lainlah yang membuat karyanya orang lain menjadi populer. ya memang betul apa yang di tulis di artikel tersebut, mungkin menurut saya karena memang saham imaginasinya dimiliki secara mayoritas oleh ahli sastra dan filosof, seperti halnya yang di dalam artikel tersebut dimna arsitektur yang membuat bangunan atau karya indah itu dan susastra dan filosof yang memopulerkannya. Mereka saling bekerjasama untuk memajukan sebuah negra yang ia tempati. Indonesia juga bisa menjadi negara besar yang maju dan populer lewat karya masyarakat indonesia, sekarang ini juga indonesia termasuk negara besar dan populer dimana karya-karya anak negrinya banyak di apresiasi oleh pancanegara seperti di bidang olahraga terutama sepak bola dan memiliki keindahan alam yang luar biasa, dan di bidang kerajinan dll

  132. Avatar

    Khairina IpS C/4

    03-04-2019 at 15:02

    Popularitas lebih banyak berhubungan dengan di kenalnya seseorang, baik itu positif maupun negatif. Menurut perspektif saya bahwa negara bisa di kenal karna banyaknya filosof dan susastra, selain itu pula SDM nya yang Baik dan Kreatif. Sedangkan SDA di Indonesia adalah bisa di sebut yang tersubur dan kaya akan sumber daya alamnya, jika SDA nya tidak terampil dan tidak mau bertanggung jawab atas kelalaiannya sudah menggunakan SDA sembrono, maka produktifitas di Indonesia kurang mampu menyaingi negara-negara lain. Akibatnya, Indonesia lebih banyak Impor dan Banyak Tenaga kerja dari luar yang masuk Indonesia untuk pengelolaannya. Oleh sebab itu, Negara bisa di kenal salah satunya dengan SDM yang Baik dan Cerdas dan produktifitas yang bisa menyaingi negara-negara luar.

    Dan untuk Hermeus saya tidak sependapat, bahwasannya Hermeus adalah hanya seorang ahli bukan seorang nabi yang kedua, yang dimana ia patut diimani oleh umat nabi Muhammad. Karna Nabi adalah makhluk yang termulia dan tinggi derajat dan kedudukannya, yang di beri kabar (wahyu) dari Allah berupa syariat dan mempunyai 4 sifat yaitu : Sidiq, Amanah, Fathona dan Tabligh. Maka sangat berbeda dengan Hermeus yang seorang ahli filosofi dan susastra di yunani.

  133. Avatar

    Azzah azqia

    03-04-2019 at 14:51

    Benar sekali apa yg sudah di tuliskan oleh bapak dalam artikel ini . Bahwasannya suatu negara besar di dalamnya ada peran sustrawan dan filosof, itu yang menjadi perhatian khusus kemajuan negara tersebut . Di berbagai negara besar karna sastra seni yang maju . Indonesia akan besar oleh tangan2 masyarakat yang didalamnya harus memiliki peran sustrawan dan filosifi

    • Avatar

      Sustari

      04-04-2019 at 00:11

      Saya setuju bahwa antara filosofi dan susastra tidak dapat dipisahkan karena keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling berkesinambungan. Filosofi dan susastra memiliki arti mempesona. Apa jadinya filosof tanpa adanya Susastra yang dimilikinya. Jadi keduanya tidak dapat dipisahkan dan mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lainnya

  134. Avatar

    Ihya ulumuddin

    03-04-2019 at 14:04

    Yaa saya setuju dengan pendapat diatas bahwasannya filsof dan susastra itu bisa membuat suatu negara menjadi besar. Yang dimana di Indonesia sendiri untuk melakukannya

  135. Avatar

    Elok alfain luthfie

    03-04-2019 at 13:38

    Nama: Elok Alfain Luthfie
    Kelas: T. Ips B/4
    Sastra memiliki peranan yang jauh lebih penting karena sastra menggunakan bahasa. Sementara bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia untuk memahami dirinya sendiri yang akhirnya melahirkan filsafat untuk memahami alam semesta dan akhirnya menciptakan ilmu pengetahuan.

  136. Avatar

    Lu'lu melisah

    03-04-2019 at 13:11

    Kita harus menghargai adanya filosof karena dengan adanya mereka kita bisa tau sejarah di masa lalu. Dengan karya mereka juga para ilmuan sekarang bisa menciptakan karya-karya baru di era globalisasi.
    Filosof-filosof barat yang sangat hebat menemukan penemuan baru,menciptakan bahkan imajinasi mereka bukan hanya pemikiran kosong. Tapi mereka bisa mewujudkan imajinasi mereka dengan keahliannya.
    Mereka mampu menciptakan kota,bukan tanpa alasan. Mereka menciptakan kota dengan alasan dan untuk kemajuan suatu negara bahkan merek juga sudah memikirkan untuk generasi setelah mereka.
    Dimana apa yang kita rasakan dekarang,itu berkat para ilmuan,dan filosof di masa lalu. Ilmuan sekarang mengembangkan apa yang sudah ditemuan di masalalu dan menciptakan apa yang lebih baik.

  137. Avatar

    Sri Anisah

    03-04-2019 at 13:09

    Mengingat artikel part 1, bahwasannya segala sesuatu yabg ada di dunia ini tidak mungkin bisa berdiri sendiri. Bahkan didalam membangun budaya tidak lah lepas dari sebuah aktor dan fator berperan didalamnya. Dimana yang menjadi aktor adalah seorang filosof yang mampu berpikir tentang segala sesuatu yang mendasar yang di analisis secara kritis dengan penuh imaginer tentang pembentukan budaya suatu budaya. Dan juga di dukung dengan adanya faktor yang nyata seperti susastra yang merupakan suatu karya sastra berupa ungkapan pengalaman jiwa yang di timbun dari kehidupan nyata yang kemudian direka dan disusun dengan indah yang pada akhirnya mampu mengahasilkan budaya. Keduanya saling berterkaitan. Ketika Nabi Muhammad Saw mengembala kambing yang berhati terang itu, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dalam kemilau bintang bila malam sudah bertahta, menemukan suatu tempat yang serasi untuk pemikiran dan permenungannya. Ia menerawang dalam suasana alam demikian itu, karena ia ingin melihat sesuatu di balik semua itu. Dalam berbagai manifestasi alam ia mencari suatu penafsiran tentang penciptaan semesta ini. Beliau melihat dirinya sendiri. Karena hatinya yang terang, jantungnya yang hidup, ia melihat dirinya tidak terpisah dari alam semesta itu. Bukankah juga beliau menghirup udaranya, dan kalau tidak demikian berarti kematian? Bukankah beliau dihidupkan oleh sinar matahari, bermandikan cahaya bulan dan kehadirannya berhubungan dengan bintang-bintang dan dengan seluruh alam? Bintang-bintang dan semesta alam yang tampak membentang di depannya, berhubungan satu dengan yang lain dalam susunan yang sudah ditentukan, matahari tiada seharusnya dapat mengejar bulan atau malam akan mendahului siang. Apabila kelompok kambing yang ada di depan Nabi Muhammad itu memintakan kesadaran dan perhatiannya supaya jangan ada serigala yang akan menerkam domba itu, jangan sampai ada domba yang sesat, maka kesadaran dan kekuatan apakah yang menjaga susunan alam yang begitu kuat ini?. disitulah muncul imaginasi tentang suatu pemikiran yang penuh tanda tanya . Atas dari sebuah pemikiran yang kritis maka muncullah sebuah keyakinan bahwa ada Allah Swt sebagai Tuhan, sehingga tertanamlah sebuah keimanan. Yang kemudian sampai sekarang telah menjadi keimanan pada pemeluk agama Islam bahwa ada Allah Swt. Dengan adanya agama semua nilai- nilai ilahi yang menjadi warisan kebudayaan mesti kita selalu hidupkan seperti halnya bagaimana masyarakat dan kehidupan mereka dapat terus dikembangkan, dan yang dapat mewujudkannya hanya diri kita sendiri

    • Avatar

      Alofim anbiyah

      04-04-2019 at 09:28

      Saya setuju dengan artikel di atas, bahwasannya Imajinasi yang dimiliki oleh para filosof dan susastra memberikan pengaruh besar dalam peradaban budaya disuatu negara. Sedangkan itu Sastra Menurut Sapardi ialah Memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan social. Dan menurut artikel yang saya baca Filosof dan Susastra selalu berada dalam ruang padat penuh pesona. Ia bukan hanya menyentuh dimensi-dimensi ragawi manusia, tetapi juga dimensi bathiniyah manusia. Filosof dan Sastrawan mampu menyedot perhatian manusia sampai ke ruang tanpa batas.

  138. Avatar

    Sri Anisah

    03-04-2019 at 12:54

    Mengingat artikel part 1, bahwasannya segala sesuatu yabg ada di dunia ini tidak mungkin bisa berdiri sendiri. Bahkan didalam membangun budaya tidak lah lepas dari sebuah aktor dan fator berperan didalamnya. Dimana yang menjadi aktor adalah seorang filosof yang mampu berpikir tentang segala sesuatu yang mendasar yang di analisis secara kritis dengan penuh imaginer tentang pembentukan budaya suatu budaya. Dan juga di dukung dengan adanya faktor yang nyata seperti susastra yang merupakan suatu karya sastra berupa ungkapan pengalaman jiwa yang di timbun dari kehidupan nyata yang kemudian direka dan disusun dengan indah yang pada akhirnya mampu mengahasilkan budaya. Keduanya saling berterkaitan. Ketika Nabi Muhammad Saw mengembala kambing yang berhati terang itu, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dalam kemilau bintang bila malam sudah bertahta, menemukan suatu tempat yang serasi untuk pemikiran dan permenungannya. Ia menerawang dalam suasana alam demikian itu, karena ia ingin melihat sesuatu di balik semua itu. Dalam berbagai manifestasi alam ia mencari suatu penafsiran tentang penciptaan semesta ini. Beliau melihat dirinya sendiri. Karena hatinya yang terang, jantungnya yang hidup, ia melihat dirinya tidak terpisah dari alam semesta itu. Bukankah juga beliau menghirup udaranya, dan kalau tidak demikian berarti kematian? Bukankah beliau dihidupkan oleh sinar matahari, bermandikan cahaya bulan dan kehadirannya berhubungan dengan bintang-bintang dan dengan seluruh alam? Bintang-bintang dan semesta alam yang tampak membentang di depannya, berhubungan satu dengan yang lain dalam susunan yang sudah ditentukan, matahari tiada seharusnya dapat mengejar bulan atau malam akan mendahului siang. Apabila kelompok kambing yang ada di depan Nabi Muhammad itu memintakan kesadaran dan perhatiannya supaya jangan ada serigala yang akan menerkam domba itu, jangan sampai ada domba yang sesat, maka kesadaran dan kekuatan apakah yang menjaga susunan alam yang begitu kuat ini?. disitulah muncul imaginasi tentang suatu pemikiran yang penuh tanda tanya . Yang pada akhirnya Nabi Muhammad mendapatkan jawaban semua dari pertanyaannya Penggembala kambing yang berhati terang itu, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dalam kemilau bintang bila malam sudah bertahta, menemukan suatu tempat yang serasi untuk pemikiran dan permenungannya. Ia menerawang dalam suasana alam demikian itu, karena ia ingin melihat sesuatu di balik semua itu. Dalam pelbagai manifestasi alam ia mencari suatu penafsiran tentang penciptaan semesta ini. Beliau melihat dirinya sendiri. Karena hatinya yang terang, jantungnya yang hidup, ia melihat dirinya tidak terpisah dari alam semesta itu. Bukankah juga beliau menghirup udaranya, dan kalau tidak demikian berarti kematian? Bukankah beliau dihidupkan oleh sinar matahari, bermandikan cahaya bulan dan kehadirannya berhubungan dengan bintang-bintang dan dengan seluruh alam? Bintang-bintang dan semesta alam yang tampak membentang di depannya, berhubungan satu dengan yang lain dalam susunan yang sudah ditentukan, matahari tiada seharusnya dapat mengejar bulan atau malam akan mendahului siang. Apabila kelompok kambing yang ada di depan Nabi Muhammad itu memintakan kesadaran dan perhatiannya supaya jangan ada serigala yang akan menerkam domba itu, jangan sampai ada domba yang sesat, maka kesadaran dan kekuatan apakah yang menjaga susunan alam yang begitu kuat ini?

    Atas dari sebuah pemikiran yang kritis maka muncullah sebuah keyakinan bahwa ada Allah Swt sebagai Tuhan, sehingga tertanamlah sebuah keimanan. Yang kemudian sampai sekarang telah menjadi keimanan pada pemeluk agama Islam bahwa ada Allah Swt. Dengan adanya agama semua nilai- nilai ilahi yang menjadi warisan kebudayaan mesti kita selalu hidupkan seperti halnya bagaimana masyarakat dan kehidupan mereka dapat terus dikembangkan, dan yang dapat mewujudkannya hanya diri kita sendiri .

    • Avatar

      Dadan Handriansyah

      03-04-2019 at 22:06

      Assalamu’alaikum Wr. Wb

      Kecantikan dunia, keelokan dunia, memang tidak bisa di desain oleh seorang manusia. Tapi yang di dalamnya seperti jalan, gedung mewah tinggi, dan bangunan² lainya, siapa yang mempercantik itu semua kalo bukan pemikiran² seorang sastrawan & filsof. Setelah membaca artikel di atas sekarang saya mulai faham dan sadar akan kemajuan bangsa seperti apa, dan salah satunya yaitu dengan mengapresiasi seorang sastrawan & filosof-filosof di dalam suatu negaranya. Kita sering lupa bahkan tidak tau kepada sosok atau tokoh seperti sastra & filosof yang sangat berperan penting terhadap kemajuan suatu negara.
      Sastra & Filsof, ia tidak terlihat namun ia sangat memberikan kontribusi yang besar kepada suatu negara. Karya² nya yang hebat patut kita apresiasi.
      Mungkin hanya segitu dari saya, kurang² nya mohon maaf, lebih²nya semoga bermanfaat.

      Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    • Avatar

      Muhammad Ghowtsul Alam

      04-04-2019 at 00:36

      Menurut saya, peran para ahli khususnya yang sekarang sedang dibahas dalam artikel diatas yaitu para filosof dan susastra memiliki peran yang begitu penting. Apalagi dalam bidang pendidikan, karena lewat karya karya beliau yang menghasilkan kebudayaan. Yang kemudian kebudayaan itu sendiri akan berkembang menjadi peradaban dan ilmu.
      Dan disinggung dalam artikel sebelumnya yaitu ilmu yang dihasilkan itu akan berkembang.

  139. Avatar

    Mariyo

    03-04-2019 at 12:53

    Berbicara tentang Filsuf pasti berbicara banyak hal, karena Filsuf memang menguasai banyak induk ilmu pengetahuan. Karena dalam kronologis kejadian tempo lampau seorang filsuf pasti seorang susastra, tetapi dalam kronologis perkembangan selanjutnya seorang su

    • Avatar

      Zejen Zaenudin

      03-04-2019 at 22:39

      Satu pemikiran dan satu pemahaman mengenai kemajuan atau tersohornya suatu negara yaitu atas jasa para filsup dan sastrawan yang mampu membangun sebuah negara dan peradabannya. Mengenai contoh pun sudah disebutkan di atas, namun ada point penting yang seharusnya kita bahas dalam tulisan kali ini yaitu dari mana indonesia akan besar?? Nah ini akan menjadi bahan diskusi kita kali ini.. Menurut saya saat ini yang mampu membesarkan nama indonesia di kancah internasional ini hanyalah pemuda, pemuda yang berintelektual yang mampu berpikir lebih jauh layaknya para filsup yang berpikir sampai ke akar-akarnya. untuk kemajuan suatu bangsa bisa dimulai dari diri kita sendiri yang harus membawa perubahan negara ini menjadi negara yang lebih maju tidak tertinggal oleh negara lain.
      Ini suatu penyampaian yang sederhana dari sayaa, bisa teman2 kembangkan agar lebih luas dalam bahasan kali ini.
      Sekian terimakasih

  140. Avatar

    Riany Alti Pratami

    03-04-2019 at 12:51

    Setelah saya menyimak artikel ini bahwasannya terdapat beberapa negara besar akibat adanya peran dari para susastra dan filosof itu didalamnya. Kemudian peran mereka seiring berjalannya waktu terus mengalami perkembangan dari dunia para susatra dan filosof tersebut
    Negara Indonesia akan menjadi negara yang besar jika kekayaan atau SDA yang melimpah ruah ini dapat dikelola dan dimbangi dengan SDM itu sendiri yg bersifat hight quality. Untuk bisa menjadi SDM yg berkuliatas tinggi itu perlu diasah dari skill yg mumpuni dan didukung dari edukasi yang telah ia dapatkan sebelumnya. Untuk menjadi negara yang besar, selain dilihat dari sisi kekayaan alam yg ada di indonesia, juga dapat dilihat dari ketatanegaraan Indonesia yg stabil dalam bidang politik. Apabila Indonesia sudah stabil dalam bidang politik dan sudah sinkron dengan mereka yg mendapat hak istimewa duduk di bangku kekuasaan pemerintahan dengan menanamkan sikap untuk tidak berani-beraninya melakukan korupsi atau tindakan kejahatan lainnya yg merugikan negara Indonesia. Jika Indonesia sudah bersih dari korupsi, kekayaan alam yg dapat dikelola dengan SDM yg baik, edukasi yng terus ditingkatkan sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas ekonomi sehinggalah sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk menjadi negara yang besar

  141. Avatar

    Detias Utaminingsih

    03-04-2019 at 12:48

    Saya setuju dengan tulisan di atas, Imajinasi yang dimiliki oleh para filosof dan susastra memberikan pengaruh besar dalam peradaban budaya disuatu negara , mereka menyumbangkan imajinasinya dalam menggambarkan keindahan disuatu negara , mereka menjadi daya tarik dalam meniliti lebih detail lagi akan budaya yang ada , seni mereka, imajinasi mereka mampu meningkatkan rasa keingin tahuan akan keunikan budaya yang ada, gambaran seni yang indah mampu mengambarkan keindahan budaya yang ada, rangkaian kata yang mampu membius para pembaca yang ada, kemampuan yang mereka miliki memberikan sumbangan yang besar akan pengaruh budaya yang ada di suatu negara. Negara yang tersohor karena banyak filosof dan susastra yang mampu menggambarkan budaya yang ada melalui imanjinasinya, deratan kata yang nan indah dan bermakna dalam , ukiran seni yang mempercantik budaya yang ada, serta seniman yang mampu mengekspresikan budaya melalui lakon yang diperankan sehingga budaya dinegara tersebut makin tereksplorasi dan terkenal di berbagi negara. Sehingga untuk menjawab pertanyaan dari mana Indonesia akan besar mungkin salah satu caranya yaitu menghargai para filosof dan susastra dengan terus mendukung karyanya dan mempelajari karya serta peran peran manusia dalam membentuk budaya Indonesia. Mau di bawa kemana budaya Indonesia itu sendiri ? tergantung manusia dalam mengembangkan dan melestarikan budaya yang ada.

  142. Avatar

    Detias Utaminingsih

    03-04-2019 at 12:39

    Saya setuju dengan tulisan di atas, Imajinasi yang dimiliki oleh para filosof dan susastra memberikan pengaruh besar dalam peradaban budaya disuatu negara , mereka menyumbangkan imajinasinya dalam menggambarkan keindahan disuatu negara , mereka menjadi daya tarik dalam meneliti lebih detail lagi akan budaya yang ada , seni mereka, imajinasi mereka mampu meningkatkan rasa keingin tahuan akan keunikan budaya yang ada, gambaran seni yang indah mampu mengambarkan keindahan budaya yang ada, rangkaian kata yang mampu membius para pembaca yang ada, kemampuan yang mereka miliki memberikan sumbangan yang besar akan pengaruh budaya yang ada di suatu negara. Negara yang tersohor karena banyak filosof dan susastra yang mampu menggambarkan budaya yang ada melalui imanjinasinya, deretan kata yang nan indah dan bermakna dalam, ukiran seni yang mempercantik budaya yang ada, serta seniman yang mampu mengekspresikan budaya melalui lakon yang diperankan sehingga budaya dinegara tersebut makin tereksplorasi dan terkenal di berbagi negara. Sehingga untuk menjawab pertanyaan dari mana Indonesia akan besar mungkin salah satu caranya yaitu menghargai para filosof dan susastra dengan terus mendukung karyanya dan mempelajari karyanya serta di bantu peran peran manusia dalam membentuk budaya Indonesia. Mau di bawa kemana budaya Indonesia itu sendiri ? tergantung manusia dalam mengembangkan dan melestarikan budaya yang ada.

  143. Avatar

    Vina Rosseliana

    03-04-2019 at 12:09

    Yang dapat saya pahami dari artikel ini bahwasannya kemegahan dunia ini tidak lepas perannya oleh susastra dan filosof. Mereka merupakan peletak peradaban dan budaya suatu bangsa. Mereka juga bisa disebut sebagai pembuka kemajuan sekaligus penutup kemajuan di suatu negara berkat kemampuannya. Karena mereka (filosof dan sastrawan) mampu menyedot/memikat perhatian manusia sampai ke ruang tanpa batas. Seperti olahan stuktur, makna-makna yang memiliki pesan / isi menyinggung siapapun yang jauh dari dimensi kemanusiaan untuk bergerak menuju titik kulminasi kemanusiaan.

  144. Avatar

    Nurul Muti Rohmah

    03-04-2019 at 12:00

    Memang benar pada zaman sekarang ini yang dimana kita biasa sebut zaman milenial yang dimana orang² sangat berbeda2 entah itu dalam gaya bangunan ataupun pakaina, arsiktektur lahir dengan adanya sastrawan-sastrawan yang dimana sastrawan ini membawa kita ke arah yang lebih maju lagi, jikalau kita sadar banyak sekali sastrawan yang berjasa untuk kita dapat kita contohkan tadi dari negara arab saudi yang tadinya kecil skarang sudah jadi besar karena mengapa karena negara ini di perkenalakn oleh sastrawan, jangan jauh² ke arab saudi Indonesia saja yang tadinya di dunia luar tidak tau akan seperti apa budaya dan seni yang di Indonesia mereka bisa tahu karena jasa saatrawan ini, seni memanglah penting tapi jikalau kita tidak tau akan keindaahn seni itu seoerti apa maka kita akan menganggapnya biasa-biasa saja, maka dari itu cintai tanah air kita sendiri dan cintai pula seni karena seni di Indonesia ini sangatlah banyak dari mulai tari, adat istiadat, bahasa dan suku.

  145. Avatar

    Yuni anna

    03-04-2019 at 10:49

    Bahwasannya berdirinya suatu negara itu tidak terlepas akan perannya filosof dan susastra, karena dengan karyanya mereka lah negara ini dikenal oleh negara-negara lain di dunia internasional, seperti halnya indonesia yang di kenal dengan kerajinan batik dan karya – karyanya sepertia tarian, lukisan ataupun kesenian yang lainnya.
    Jadi filosof dan susastra itu sangatlah berpengaruh atas negara.

  146. Avatar

    Elin Yulianingsih

    03-04-2019 at 10:40

    Kebudayaan suatu bangsa tidak terlepas dari peran filosofis dan susastrawan, hal ini bisa dilihat dari tulisan di atas, seperti yang terjadi di Athena dan beberapa negara bagian di Yunani Kuna pada lima atau empat abad sebelum masehi, pada dasarnya lahir atas kreativitas berpikir kaum demagog (para ahli cerita) yang tidak lain sebagai sastrawan dan filosof mereka. Bahkan sebuah negara bisa mudah dikenali karena banyaknya filosof dan susastra, contohnya saja negara korea selatan. Dengan perkembangan industri perfilman dan musiknya semakin banyak yang mengetahui eksistensi negara ini, bahkan sampai kebudayaan merekapun banyak yang mengetahuinya. Hal ini tidak terlepas dari peran susastra dan filsofis dalam pengembangan kebudayaan.

  147. Avatar

    Siti Mariam

    03-04-2019 at 10:37

    Dari pernyataan diatas, menurut saya negara Indonesia ini bisa menjadi negara yang besar jika orang-orang nya bisa membentuk budaya dalam negara ini. Contoh kecilnya saja dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tertib dalam budaya mengantri, mencintai estetika, menjaga kebersihan, tidak mengambil hak orang lain, serta budaya saling tolong menolong. Orang-orang Indonesia ini bisa menerapkan nya dalam kehidupan sehari-hari. Serta, negara ini juga bisa menjadi negara yang besar jika mempunyai orang-orang yang cerdas dalam berpikir secara mendalam, bertanggung jawab serta kritis.

    Siti Mariam (Tadris IPS 4D)

  148. Avatar

    Fika fauzia zulfa

    03-04-2019 at 10:35

    Ya memang benar bahwa seorang sastrwan dan filosfis sangat penting karena melalui tulisannya mereka menuangkan apa yang mereka ketahui sehingga seorang filosofis dan sastrwan sangat penting bagi tumbuh besarnya suatu negara akan tetapi menurut pendapat plato mengatakan batasan sastra menurut PLATO, adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide. Bagaimana dengan pndapat menurut plato sendiri yang mengatakan sastra adalah hasil peniruan…

  149. Avatar

    Yusril soheban

    03-04-2019 at 10:32

    Yusril Soheban
    IPS 4 b

    Ya saya sangat setuju dengan paparan yang bapa buat diatas, bahwasannya sesuatu yang kecil dapat berubah menjadi besar itu karena ada salah satu yang dapat dipandang wah. Seperti halnya manusia didalam masyarakat yang hanya berdiam diri tanpa adanya rasa ingin berubah, maka maka dia akan susah dipandang oleh masyarakat lainnya, tetapi jika manusia itu melakukan perubahan yang mungkin dapat membedakan dirinya dengan yang lain maka manusia itu akan tumbuh besar karena kemampuannya disuatu bidang. Kuncinya yakni ada didalam dirinya sendiri tanpa harus dia sadari, bahwa perubahan dirinya dapat dimaknai pertama kali yakni oleh orang lain.

    • Avatar

      Suyana

      04-04-2019 at 08:22

      Nama : Suyana
      Smester: 4 B
      Jurusan: T. IPS
      Pada artikel yang sya fahami di sini yaitu faktor bangsa atau negara akan besar di antaranya harus menghrgai para tokoh dari kesusastraan maupun filosof yang berilmu di negaranya yang akan membangun negara ini sesuai dengan kaidah yang sesuai dengan pemikiran pemikiran yang di cita citakan oleh pendirinya..karena tokoh filosof atau kesusastraan memiliki eksistensi yang pnting guna membesarkan bangsa atau negaranya
      Jika di tanya bangsa kita indonesia akan besar dari mananya menurut sya itu ketika generasi bangsa ini menghargai para tokoh filosof maupun kesusastraan yang telah hadir yang membangun negara kita ini karna skrng ini sdikit skli di indonesia pnghrgaan nyata terhadap orang orang yg bisa di bilang berjasa di negara kita ini ..misalnya saja Bj habibi yang memiliki potensi membangun negri ini dengan kecerdasan dan keilmuan yang tinggi malah di asingkan ke jerman dan kemudian menjadi warga negara jerman..inilah makna yang harus kita perbaiki di mana di negri kita ini msih kurangnga apresiasi atau penghrgaan pda tokoh filosof maupun kesusastraan bhkan di bidang lain pun masih sulit.sehingga orang orang pun mungkin bisa saja tidak mau menghsilkan kreasi yang hebat jika tidak adanya apresiasi dari orang orang lingkungannya sendiri

  150. Avatar

    Robi'atul Adawiyah

    03-04-2019 at 10:29

    Dalam buku Fashl al-Maqal, Ibnu Rusyd memaparkan bahwa filsafat—yang merupakan metode mengambil kesimpulan berdasarkan akal dan cara yang cermat—tidak mungkin bertentangan dengan ajaran Islam. Keduanya hanyalah dua cara untuk memperoleh kebenaran yang sama, dan “kebenaran tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran”. Ketika kesimpulan yang didapat dari filsafat terlihat bertentangan dengan teks kitab suci agama Islam, menurut Ibnu Rusyd teks tersebut harus ditafsirkan ulang atau diartikan secara kiasan sehingga tidak lagi bertentangan. Penafsiran ini haruslah dilakukan oleh “orang yang berakal” (ulil albab), istilah yang ia kutip dari Quran Surat 3:7. Menurut Ibnu Rusyd, pada masanya para filsuflah yang menyandang status ini karena mereka menguasai metode tertinggi dalam ilmu pengetahuan. Ia juga berpendapat bahwa Al-Qur’an menganjurkan umat Islam untuk mempelajari filsafat, karena mempelajari alam akan mendekatkan seseorang dengan Sang Pencipta. Ia mengutip beberapa ayat Al-Quran yang menyerukan umat Islam untuk mempelajari alam sekitar (misalnya QS 59:2 dan 88:17-18) dan kemudian memberikan fatwa (pendapat hukum) bahwa filsafat hukumnya boleh, bahkan bisa jadi wajib untuk mereka yang memiliki bakat dan kemampuan untuk mempelajarinya.

    • Avatar

      Khiyarotunnisa

      03-04-2019 at 22:25

      Assalamualaikum w. r. w. b saya Khiyarotunnisa dari T. IPS C semester 4
      Di dalam negara indonesia peran susastra dan filosof itu sangat berpengaruh, karena susastra dan filosof merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa.Akan tetapi para susastra dan filosof juga haruslah mendapat dukungan dari pemerintah, agar seimbang dalam memajukan suatu bangsa. Di indonesia banyak para susastra dan para filosof yang terkenal dan berpengaruh dalam memajukan bangsa Indonesia. Jadi sudah dapat di katakan bahwa peran mereka itu sangatlah berpengaruh.
      Akan tetapi saya kurang setuju dengan pernyataan yang mengatakan bahwa kota-kota dalam suatu negara kurang di populerkan atau seringkali bukan oleh para kiyai atau murabbi, bahkan arsitektur. Menurut saya bukan seperti itu, malah mereka juga ikut berpengaruh dalam kemajuan suatu bangsa, karena pemikiran mereka juga tidak kalah saing dengan para susastra dan para filosof, seperti halnya sunan gunung djati beliau itu walaupun kiyai atau sering di kenal dengan wali tapi beliau faham mengenai dunia seni. Saya pernah mengunjungi keraton kesepuhan di mana banyak sekali hiasan dinding yang bernilai seni. Jadi dari situ dapat saya simpulkan bahwa peran kiyai juga berpengaruh dalam membangun bangsa yang besar.
      Terimakasih
      Wassalamualaikum w. r. w. b

    • Avatar

      Sulfatun nazilah

      03-04-2019 at 23:04

      Assalamuaikum wr.wb
      Memang betul apa yang bapak katakan diatas, filsafat itu merupakan ilmu yang sangat asing bahkan jarang pelajari oreh sembarang orang, namun , kiranya juga ketika sudah memperlajarinya jarang yang memahaminya . Maka dari itu filsafat itu penting agar tidak salah kaprah tentang alam
      Sulfatun nazilah , tadris ips D4
      Wassalamualaikum wr.wb

    • Avatar

      Aam melawati

      03-04-2019 at 23:32

      Dalam setiap negara di dalamanya memiliki masing masing seorang pemimpin dimana tugas pemimpin sendiri mengayomi masyarakat dan dewan dewan pemerintahan yang membantu berjalannya program pemimpin igu sendiri. Bahkan setiap negara memiliki filosofi dan suastra nya masing masingpula untuk bergujuan negara bisa menjadi maju dan berkembang . Tanpa kita sadari perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan di masa penjajahan dahulu itu sangat menyedihkan. Namun di zaman sekarang negara yang kita tempati sudah menjadi negara merdeka yang bebas dari penjajah semuaitu yang melakukan adalah semua para pahlawan filosofiyang paham mengerti akan cinta tanah air dinegara ini jadi adanya para ilmuwan suastra bahkan pemimpin pemimpin yang berjiwa pancasila sangat mencintai negaranya dan disanalah letak adanya latar belakang atau sejarah berdirinya sebuah negara atau ciri ciri dari filsuf dan pemimpin yang dulu merebut kemerdekaan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.