Peran Susastra dalam Membangun Dunia

Peran susastra dalam membangun bumi
0 11

Peran Susastra dalam Membangun Dunia. Kemegahan dunia tidak pernah didesain para enginer. Apalagi oleh pejabat publik negara dan atau employee. Gaya arsitektur, model bangunan dan bahkan bentuk-bentuk jalan, semua didesain secara imaginer oleh ahli sastra. Terhadap susastra itu, kita wajib memberi penghormatan. Sebab karena mereka keindahan dunia mampu diwujudkan.

Bentuk ketatanegaraan juga sama. Tata negara, biasanya disusun dalam rumusan kreatif ahli seni. Mereka mengidamkan suatu tata letak kota berdasarkan prinsip imaginer susastra yang kreatif dan imaginatif. Lihat apa yang terjadi di Athena dan beberapa negara bagian di Yunani Kuna pada lima atau empat abad sebelum masehi.

Yunani Kuna menjadi demikian terkenal sampai hari ini, pada dasarnya lahir atas kreativitas berpikir kaum demagog (para ahli cerita). Mereka adalah sastrawan hebat di zaman dan digenerasinya. Di atas segalanya, merekalah yang pertama kali mengawali pentingnya pembuatan kota dan bahkan negara. Suatu tata lakon negara ideal menurut cita rasa kesenian mereka.

Karena itu, kota-kota dalam sebuah negara, seringkali dipopulerkan bukan oleh para arsitektur dan teknisi. Yang mengimaginasi kota dimaksud tentu bukan para kyai dan murabbi yang secara pribadi jauh dari dunia seni. Dunia dan berbagai artefak kejayaannya, selalu tercipta karena karya imaginasi ahli seni dan sastrawan. Imaginasi mereka yang diejawantahkan para engineer yang dimiliki bangsa itu. Karena itu, susastra dapat disebut sebagai pembuka kemajuan, sekaligus dapat disebut penutup kemajuan. Buka tutup kemajuan, terletak salah satunya oleh kemampuan para susastra.

Peran Susastra dalam Popularitas Dunia

Sebut dalam dunia temporer tentang kedigjayaan Amerika Serikat. Mereka populer bukan hanya oleh George Washington, apalagi oleh George Walker Bush, tetapi, justru oleh mereka yang memilki kemampuan mengimaginasi agar George Washington dan George Walker Bush mengimaginasi bagaimana negera mereka harus maju dan bertahan dalam kemajuannya. Susastra akan mendorong mereka dalam berbagai peragaan seni dan budaya baik seni peran maupun seni tulis. Jangan ditanya soal popularitas negara beserta produk yang dimilikinya. Popularitas negara dimaksud seringkali justru kalah bahkan oleh pemeran film Rambo, atau penyanyi sekelas Mariah Carry dan Jhon Lenon.

Tidak ada negara besar tanpa peran susastra didalamnya. Negara sebesar apapun tidak mungkin dianggap besar, jika negara dimaksud tidak memiliki perhatian serius untuk mengembangkan dunia seni dan dunia sastra. Negeri kecil nan gersang seperti Arab Saudi sekalipun, yang jika tidak dilahirkan para Nabi dan Shalihin di tempat itu, hampir tidak mungkin ada penghuni bumi, patut dan secara faktual memang harus dianggap besar. Yang membesarkan negara yang kecil dimaksud, perannya justru lebih banyak diperagakan oleh seniman dan sastrawan religius yang membingkai dakwah ke dalam irama seni yang sangat seimbang.

Sastrawan adalah manusia yang selalu berada dalam ruang padat penuh pesona. Ia bukan hanya menyentuh dimensi-dimensi ragawi manusia, tetapi juga dimensi bathiniyah manusia. Sastrawan mampu menyedot perhatian manusia sampai ke ruang tanpa batas. Sastrawan bukan hanya memikat manusia karena olahan struktur bahasa yang dibuatnya, tetapi makna-makna yang dikandungnya memiliki kepadatan isi yang menyinggung siapapun yang jauh dari dimensi kemanusiaan untuk bergerak menuju titik kulminasi kemanusiaan.

Hermeus Peletak Sastra

Adalah Heurmeus yang secara historis dipandang sebagai manusia pertama yang mendesain Kota Athena dan beberapa kota lain seperti Babylonia menjadi kota dunia. Hermeus membangun kota-kota besar melalui karya demagognya. Ia melantunkan bait-bait suci ilahiyat ke dalam bahasa manusia. Ia menyusun kerangka nalar melalui pendekatan hati, sehingga jika diiBarratkan persis seperti tenunan indah dalam desain pakaian yang cukup mempesona.

Melalui dunia sastra yang dimilikinya, Hermeus mampu memintal bahasa Tuhan ke dalam bahasa manusia, sehingga tutur katanya dianggap memiliki nilai magnetik yang bukan hanya memikat orang, tetapi juga mendorong manusia untuk memiliki kesadaran kemanusiaan. Karena itu, iapun kemudian sering disebut Dewa yang membumikan bahasa Maha Dewa ke dalam Bahasa Bumi. Dengan posisi Hermeus yang  demikian, masyarakat Yunani Kuna menyebutnya dengan istilah Dewa. Saya sendiri lebih senang memanggil Heurmeus sebagai Idris, Nabi kedua yang wajib diimani umat Muhammad dari 25 Nabi yang lainnya.

Peran Susastra di Abad Pertengahan

Melompat terlalu jauh ke alam abad pertengahan, kita juga disuguhi informasi tentang kemampuan Leonardo Davinsi yang mampu mendesain sebuah lukisan Monalisa. Karya terbesar abad pertengahan yang tampaknya belum banyak tandingnya sampai hari ini sekalipun. Karya imaginer seniman abad pertengahan ini memang sangat kontroversial dan cenderung ditinggalkan para pengikut Nasrani yang shaleh karena kedalaman maknanya. Banyak orang memandang bahwa lukisan dimaksud cenderung berbau sex materialisme. Bagi saya, karya ini adalah kesadaran pertama yang membangunkan manusia bahwa Monalisa bisa jadi adalah Magdalena of Isa.

Karya lukis Davinsi ini, seperti hendak menyembunyikan Magdalena yang sesungguhnya. Magdalena ingin digambarkan sebagai pewaris keturunan Isa al Masih sebagaimana dilukiskan dalam Novel The Davinci Code, The Jesus Family, atau dalam buku The Holly Blood and The Holly Grail karya termasyhur Dan Brown. Davinsi ingin berkata bahwa Magdalena bukan saja cantik, tetapi juga menarik.

Magdalena adalah satu-satunya wanita yang bukan hanya sekedar mewarisi keturunan Isa, tetapi, juga pemegang kunci rahasia keturunan Isa. Ia adalah satu-satunya wanita yang kakinya dicuci oleh Isa, lalu air hasil pencucian itu diminum Isa sebagai bentuk ketakjuban dan penghargaan yang besar terhadap seorang wanita yang oleh kebanyakan orang disebut sebagai wanita tanpa susila. Ia adalah wanita suci sepanjang sejarah seperti sucinya Maryam yang menjadi ibu kandung syah bagi Isa.

Apapun itu, Hermeus, davinsi dan jutaan sastrawan lain dalam lakon historis manusia di bumi, yang jelas, pikirannya hanya dapat difahami sedikit orang. Ia selalu tetap misteri. Karena karakternya yang demikian, maka, mereka kemudian menjadi legenda. Legenda kemanusiaan yang mengabadikan diri dalam hati mereka yang mencintainya. Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...