Inspirasi Tanpa Batas

Perbandingan Tujuan Pendidikan Indonesia dan Unesco

0 28

Konten Sponsor

Perbandingan Tujuan Pendidikan Indonesia dan Unesco. Dilihat dari sudut tujuan penyeleggaraan pendidikan, semangat Indonesia sebenarnya memiliki relevansi dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan PBB. Sebagai suatu negara berdaulat, Indonesia menempatkan Unesco, sebagai sandaran dalam penyelenggaraan pendidikan.

Indonesia dan Uneco, karena itu dapat disebut memiliki relevansi yang sangat dekat. Kedekatan dimaksud, terlihat dari cara pandang dan ke mana tujuan pelaksanaan pendidikan itu harus diarahkan. Berikut akan digambarkan tujuan pendidikan Indonesia serta relevansinya dengan tujuan pendidikan di Unesco.

Landasan Yuridis Penyenggaraan Pendidikan Indoenesia

Jika membaca Undang-undang Dasar [UUD] tahun 1945, khususnya pasal 31 ayat [3] dan [5], dapat disebutkan bahwa penyelenggaraan Pendidikan adalah kewajiban negara. Di ayat [3] pasal dimaksud, disebutkan bahwa, Pemerintah [Indonesia] mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Sistem pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”

Pada ayat berikutnya, disebutkan bahwa: “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa. Tujuannya adalah untuk memajukan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Lanjutan atas nalar UUD 1945 pada pasal dan ayat di atas, maka, pemerintah mengeluarkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Di UUSPN tersebut, terdapat satu pasal yakni pasal 3 yang menyebutkan bahwa: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Fungsi dimaksud, lebih dioperasionalkan lagi ke dalam bentuk tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan dalam Undang-undang dimaksud adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Analisa Perbandingan dengan Tujuan Pendidikan Unesco

Jika nalar UUD 1945 dan UUSPN dimaksud coba dikomparasikan dengan tujuan pendidikan di lembaga Otonom Perserikatan Bangsa-bangsa tentang Pendidikan, yakni UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) menybutkan bahwa Pendidikan harus diselenggarakan dengan mengacu kepada empat pilar, yakni: 1). Learning to Know, 2). Learning to do, 3) Learning to be, dan 4). Learning to live together.

Arah dari tujuan Unesco dimaksud, memiliki makna relevansional dengan filosofi pendidikan Nasional Indonesia. Masalahnya kemudian, jika muncul suatu asumsi pendidikan Indonesia masih gagal, di mana sebenarnya kegagalan itu masih tersedia? Team Lyceum Indonesia.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar