Perbedaan Managing Dan Leading Dalam Mengelola Bisnis

0 277

Salah satu definisi manajemen yang paling banyak dianut orang adalah kolektivitas berbagai orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi jika dalam kalimat pendek, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam sebuah badan tertentu yaitu disebut manajemen. Dari istilah manajemen tersebut, muncullah istilah manajer sebagai bentuk yang tunggal.

Apa itu manajer?

Manajer adalah pejabat yang bertanggungjawab atas terselenggaranya seluruh aktivitas manajemen agar tujuan unit yang dipimpinnya tercapai dengan melalui bantuan orang lain.

Dari uraian di atas tersebut, definisi managing atau mengelola yang diterima banyak praktisi adalah “proses mencapai tujuan dengan kerja orang lain.”

Jika ini yang dimaksud dengan arti managing, maka pertanyaan selanjutnya yang akan timbul: Bagaimana caranya menggerakkan dan mempengaruhi orang lain demi melaksanakan tugas dan mencapai tujuan kita? Karena fungsi ini tak dimiliki oleh manajer atau ada dalam proses managing manapun.

Lantas, adakah hal yang berseberangan dengan managing process saat kita berbicara mengenai leading process? Di mana titik perbedaannya tersebut?

Proses leading atau memimpin terdiri dari beberapa hal yang diyakini akan mampu membangun pengaruh terhadap anggota tim. Serta akan mampu menggerakkan anggota tim melakukan segala sesuatu yang diperintahkan oleh sang pemimpin guna mencapai tujuan organisasi atau korporasi tersebut.

Untuk memastikan seorang leader dapat mencapai objektif bisnis secara paripurna. Maka kita tak dianjurkan mempertentangkan antara proses managing dengan proses leading ini. Karena pada dasarnya keduanya saling memerlukan dan juga melengkapi, serta harus dijaga keseimbangan kedua proses tersebut.

Jika keseimbangan nanti bergeser, misalnya seorang pemimpin yang sangat jago dalam memotivasi timnya dimana ini adalah fungsi dari kepemimpinan. Namun kurang terampil pada pengawasan yang merupakan salah satu fungsi managerial. Maka yang terjadi adalah aktivitas tim menjadi tidak terkendali dan pemimpin tidak tahu sejauh mana tujuan dapat tercapai.

Begitu juga, jika seorang manajer sangat fokus terhadap pengawasan saja, tanpa mempertimbangkan motivasi anak buahnya. Maka yang akan terjadi anggota tim menjadi stres. Merasa terus diawasi dan tak dipercaya, dan mereka hanya akan sekadar saja melaksanakan tugas, yang penting sudah selesai dilaksanakan dan diawasi oleh manajer.

Tentu hal tersebut tidak kita harapkan, oleh sebab itu menjaga (jagalah) keseimbangan keduanya!

Keseimbangan antara leading (memimpin) dengan managing (mengelola) akan membuat seorang pemimpin mampu melaksanakan fungsinya sebagai leader dan manager dengan baik dan paripurna. Sehingga pertumbuhan organisasi dan bisnis berjalan beriringan serta bisa berkelanjutan.

Pertanyaan berikutnya, lalu bagaimana menjaga keseimbangan antara memimpin (leading) dengan mengelola (managing)?

Dengan pendekatan keahlian kepemimpinan dasar atau dari basic leadership skill, Anda tidak perlu repot lagi untuk belajar satu per satu dari setiap keahlian memimpin dan mengelola. Anda akan diajak berpetualang dan menjelajah teknik sederhana yang berdaya guna bagaimana menjalankan fungsi leadership. Dan managerial secara bersamaan dan berimbang dalam satu kali tindakan atau satu proses saja.

Dalam kalimat awam populer, dengan pendekatan basic leadership skill maka satu dua pulau terlampaui hanya dengan satu kali kayuh saja. Hal itu berarti Anda telah menyeimbangkan dua senjata yang sakti mandraguna. Dan ini harus dimiliki seorang yang mendapatkan amanah memimpin organisasi. Yaitu leading skill (keahlian memimpin) dan (keahlian mengelola) managing skill.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.