Inspirasi Tanpa Batas

Perbedaan Pandangan Dalam Pemahaman Agama

Perbedaan Pandangan Dalam Pemahaman Agama
0 958

Perbedaan Pandangan Dalam Pemahaman Agama: Bagi seorang muslim keharusan memiliki akidah yang benar dan kuat merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Bagi akidah yang benar dan kuat, kedudukan seperti kepala bagi jasad. Di atas akidah yang benar dan kuat inilah akan dibangun segala amal perbuatan. Hal ini nantinya akan menentukan bermanfaat atau tidak amalan tersebut di hadapan Allah.

Penanaman aqidah yang kuat haruslah ditanamkan bagi seorang muslim. Hal ini dilakukan agar dalam kehidupan sehari- hari mampu menghadapi godaan- godaan yang datang, yang merusak nilai keimanan seseorang. Tantangan seorang muslim bukan hanya datang dalam bentuk ajakan- ajakan untuk mempercayai agama lain. Atau keluar dari akidah, tapi banyak hal- hal yang kelihatannya bersifat ubudiah tapi dapat menyesatkan. Islam terpecah menjadi beberapa bagian yang masing- masing golongan membenarkan prinsip pemahaman agama Islam itu sendiri. Ini yang dapat menyesatkan bagi muslim yang mempunyai keimanan dan aqidah yang lemah.

Berkaca dari sejarah, setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, banyak bermunculan aliran-aliran dalam Islam dan ada banyak yang mengaku Nabi. Mereka mengatakan bahwa dirinya utusan Allah SWT setelah Nabi Muhammad SAW. Ini yang bisa menggoyahkan aqidah dan keimanan seseorang.

Dan bagaimana dengan sekarang, godaan keimanan juga muncul dengan banyak ajaran-ajaran baru yang muncul yang masih mengaku sebagai agama Islam tetapi dalam hal ubudiah dan fiqhnya sudah jauh dari ajaran Islam yang diajarkan Rosulullah SAW. Bahkan ada golongan dari mereka mengaku bahwa Nabi yang diaku dalam ajarannya adalah Nabi selain Rosulullah SAW.

Permasalahan inilah yang menjadi PR besar bagi para dai’ untuk meluruskan kembali aqidah dan keimanan mereka. Terutama di Negara kita ada majelis yang dianggap sebagai representasi dari tokoh agama Islam yaitu Majelis Ulama Indonesia. Organisasi inilah yang mempunyai peranan penting dalam meluruskan kembali aqidah yang teleh keluar dari ajaran Roslullah SAW. Golongan atau aliran-aliran lain itulah yang akan meruntuhkan nilai ukhuwah Islamiah. Dengan perbedaan pandangan tentang Islam memicu perselisihan umat, dan lebih jauh akan memakan korban.

Jenis Aliran yang Sangat Berbahaya

Menurut Dr. Yusuf A-Qoradhawi dalam bukunya yang berjudul Retorika Islam mengatakan bahwa ada dua jenis aliran yang sangat berbahaya, dapat menyesatkan  dan memecah belah umat Islam.

Pertama, aliran yang berlebih-lebihan, melampaui batas dan bersikap keras, Yang akan menyempitkan umat dalam hal yang telah dilapangkan oleh Allah. Aliran inilah yang dapat mempersulit umat dari aturan-aturan agama yang telah dimudahkan oleh Allah SWT. Mereka itulah yang mengajarkan untuk memusuhi dunia secara keseluruhan, memerangi manusia walaupun orang-orang Islam dan tidak toleran terhadap siapa saja yang berbeda dengannya baik secara prinsip maupun jalan hidupnya. Mereka tidak akan memandang apakah itu orang muslim atau bukan, yang tidak sesuai dengan prinsipnyalah yang akan mereka perangi.

Kedua, aliran yang bersikap acuh dan berhaluan bebas (liberal). Aliran ini menjadikan hawa napsunya sebagai tuhannya, maka tidak akan kembali kepada asal agama, tidak mengikuti diri kedalam hukum dan tidak bersandar kepada keimanan. Aliran ini menolak untuk mengikuti para imam umat Islam .mereka lebih cenderung percaya dan berlindung dibawah kekuasaan dunia barat. Dan denga baratlah mereka bekerjasama.

Dari kedua golongan tadi kalau kita kaji lebih dalam bahwa aliran pertama lebih cenderung kepada radikalisme dan yang kedua aliran liberal yang penuh dengan kebebasan. Kedua-duanya sangatlah membahayakan umat, mereka yang aqidah dan keimanannya labil akan mudah terpengaruh untuk memasuki aliran diatas.

Sebetulnya tidak hanya aliran-aliran seperti di atas saja yang dapat memecah umat islam, banyak aliran-aliran lain yang bisa menggiurkan untuk memasukinya dengan modal iman yang lemah.

Bimbingan dan Perhatian Kepada Ummat Sebagai Langkah Antisipatif

Aliran yang banyak berkembang sebenarnya bisa diatasi dengan selalu memberikan bimbingan dan perhatian pada umat untuk senantiasa memegang iman yang kuat atau disarankan umat untuk senantiasa mengikuti langkah-langkah sebagai berikut sebagai langkah antisifatif;

1. Kenalilah agama lebih mendalam lagi.

Disarankan untuk selalu menuntut ilmu, mengikuti majelis-majelis taklim, kuliah studi Islam (halaqoh), membaca buku Islami, mendengarkan kaset-kaset ceramah agama, yang dapat menambah pengetahuan tentang agama Allah SWT, dan menambah kedekatan anda dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW.

2. Pererat hubungan dengan ulama.

Mungkin tidak sempat mengikuti majelis taklim dan kuliah, akan tetapi  kita dapat mendiskusikan (bertanya) kepada para ulama melalui telepon atau sms untuk hal-hal yang musykil dalam masalah agama atau bahkan sekitar permasalahan hidup.

3. Bertemanlah dengan orang-orang yang bisa mengingatkan akan Allah.

Kalau tidak bisa menghadiri majelis taklim, kuliah serta malu  bertanya kepada para ulama, pererat hubungan dengan teman terdekat yang mengikuti aktivitas-aktivitas keislaman.

4. Perbanyaklah mengucapkan do’a.

Ya Muqallibal Qulub Tsabbit Qalbi ‘ala Diinik (Wahai Yang memutar balikkan hati, tetapkanlah hati berada di atas agama-Mu).***Wawan Ahmad Ridwan

Komentar
Memuat...