Take a fresh look at your lifestyle.

Perdebatan-perdebatan Usia Aisyah ketika Menikah dilihat dari Aspek hadist dan aspek sejarah

0 107

Aisyah berasal dari keluarga Quraisy al-Taimiyah al Makiyah, dikenal orang sebagai keluarga yang dermawan, pemberani, jujur dan berfikiran cerdas. Ayahnya bernama Abdullah Ibn Quhafah Usman Ibn Amr Ibn Ka’ab Ib Sa’idan Taim ibn Murran ibn Ka’ab Ibn Luay atau akrab disebut dengan Abu Bakar. Ibunya bernama Ruman.

Ia lahir setelah 2 tahun kenabian Muhammad SAW. Dari kecil beliau diasuh Bani Makhzam, sehingga Aisyah fasih dalam berbahasa Arab.

Pernikahan Aisyah dengan Rasul

Setelah 3 tahun kepergian Siti Khadijah. Nabi Muhammad diberikan saran oleh keluarganya untuk menikahi Aisyah, agar tali persaudaraan antaranya dengan Abu Bakar lebih dekat. Ia lebih mantap membulatkan fikirannya menikahi Aisyah, ketika ia bermimpi malaikat Jibril menunjuk Aisyah sebagai istri yang harus dinikahinya.

Dinikahkanlah Aisyah dengan dirham sebanyak 400. Orang-orang tidak merasa keberatan atas pernikah Aisyah dengan Rasul, karena mereka menganggap bahwa Aisyah sudah dewasa.

Selain itu juga, ia merupakan wanita yang secara jasmani subur, artinya pertumbuhannya pesat. Fikirannya sangat cerdas dan berani.

Sehingga ketika ia resmi menjadi seorang istri dari Nabi Muhammad, ia menjadi sumber ilmu pengetahuan. Teman-teman, tetangga dan wanita-wanita lainnya menjadikan Aisyah sebagai media tanya kepada Rasul dalam masalah kewanitaan beserta hukum-hukumnya.

Hadist mengenai usia Aisyah saat menikah

Sebagian besar hadis yang meriwayatkan tentang usia Aisyah saat menikah dengan Rasul yakni berasal dari periwayatan Hisyam Ibn Urwah. Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa Aisyah saat menikah dengan Rasul berusia 9 tahun.

Kritikan Internal dari hadis diatas

Hisyam ibn Urwah mencatat hadis tersebut atas otoritas dari bapaknya dan baru menyampaikannya pada usia yang ke 71 tahun. Padahal banyak orang-orang tersohor seperti Malik ibn Anas dan lainnya tidak pernah meriwayatkan hadis seperti demikian. Diketahuilah bahwa, hadist tersebut berasal dari orang-orang Iraq, tempat tinggal Hisyam setelah pindah dari Madinah.

Menurut kutipan dari Ya’qub bin Shaibah yakni “Hisyam sangat dipercaya atas semua riwayat-riwayatnya. Kecuali setelah beliau pindah ke Iraq”. Lanjutnya, “Sedangkan Malik Ibn Maliq menolak riwayat tersebut karena dicatat dari orang-orang Iraq”

Menurut Mizan al-I’tidal “Ketika masa tua. Ingatan Hisyam mengalami kemunduran yang mencolok.”

Kritikan eksternal dari aspek Sejarah.

1. Selisih usia dengan Asma

Asma merupakan kakak kandung Aisyah. Menurut sebagian besar sejarawan seperti Ibn Hajar al-Aqalani, Abdurrahman bin Zannad dan Ibnu Katsir selisih usia Aisyah dengan Asma adalah 10 tahun. Kemudian menurut Ibn Katsir, Asma meninggal saat berusia 100 tahun (73 H). Berarti saat awal hijriyah Nabi ke Madinah, usia Asma sekitar 27 atau 28 tahun. Sedangkan Aisyah berusia 17 tahun minimalnya.

2. Aisyah dan turunnya surat al Qamar

Beberapa riwayat menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan 8 sebelum hijriyah. Dalam hadis al-Bukhari, dengan perkataan Aisyah “Saya seorang gafis muda “Jariyah” ketika surah al-Qamar diturunkan.” Al-Qamar merupakan wahyu yang diturunkan pada tahun ke 8 sebelum hijiryah, berarti pada tahun 614 M.

Jika Aisyah berumah tangga saat beliau berusia 9 tahun (623-624 M) berarti Aisyah baru lahir “Syibyan” pada saat surah al-Qamar diturunkan. Tapi aktualnya tampak Aisyah sudah menjadi gadis muda “Jariyah”,  bukan bayi baru lahir ketika al-Qamar diturunkan. Berarti saat al-Qamar turun, usia aisyah adalah 14-21 tahun.

Kesimpulan

Beberapa keterangan yang menyatakan bahwa Aisyah menikah dengan Rasul saat usia 9 tahun, bermuara dari riwayat Hisyam saat ia pindah ke Iraq sangatlah buruk, karena faktor umur.

Pada kenyataannya jika dilihat ditelusuri melalui aspek sejarah, dikatakan bahwa usia Aisyah saat menikah dengan rasul minilamnya adalah 17 tahun.

Sumber : berbagai sumber

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar