Perempuan Yang Ku “Rindukan”

1 359
Rindu adalah ungkapan perasaan yang tak terucap dan tak tercurahkan, rindu adalah do’a-do’a yang selalu dipanjatkan di dalam hati. Rasa rindu itu datang, berawal dari rasa cinta dan ketertarikan kita pada hal-hal yang membuat kita tidak ingin menjauhinya. Bukan hanya pribadiku, setiap insan pasti pernah merasakan kerinduan yang mendalam kepada seseorang, entah itu kekasih, sahabat atau hal-hal yang membuat kita merinduinya. Bagaimanapun juga kerinduan itu sendiri yang mampu menguatkan kita sekalipun tak sempat mengutarakan dan mengobati kerinduan tersebut.

Ikatan Cinta Hamba “Tuhan”

Berawal dari tali kasih yang baru aku ikatkan dengan hatinya. Setiap langkahku, setiap hariku seakan raut wajahnya yang selalu ada dalam pandangku. Kebaikannya yang abdi, setianya yang selalu menguatkan aku, dan perhatiannya yang selalu mensuport aku untuk lebih baik menjalani setiap nafas yang aku hembuskan. Betapa bahagianya diriku saat itu, memiliki seorang kekasih yang solehah nan cantik mempesona, baik lakunya dan sopan santun setiap apa yang diucapkannya.

Cinta Dari Sang “Khaliq”

Namun semua itu hanya sejenak ku rasakan. Penyakit yang menggerogoti tubuhnya selama bertahun-tahun, telah mengalahkan dia untuk memperjuangkan hidupnya, padahal usaha demi usaha telah ia lakukan untuk mengobati sakitnya itu. Sungguh sangat tangguh dan sangatlah sabar selama ini ia menahan deritanya. Dan mungkin Tuhan sudah tidak tega lagi melihat Hambanya menderita, hingga akhirnya kini dia telah pergi bersama Izrail yang memapah setiap langkahnya. Kini dia pergi meninggalkan kenangan yang telah ia tulis dalam irisan bathinku. Kini hanyalah tinggal kerinduan yang selalu menemaniku, tiada canda, tiada tawa, dan tiada kebaikan seperti yang pernah ia berikan. Semua itu hanyut terbawa derasnya air mata yang aku teteskan, hari-hari ku yang dulu penuh pancaran kebahagiaan, kini menjadi sejuta tangisan kerinduan yang menyiksa.

“Rindu” Yang Menyiksa

Entah apa yang salah dari kerinduanku saat ini?? Rindu yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Setiap detiknya waktu, tak pernah menyurutkan rasa rindu ini pada kekasih hatiku. Sangatlah wajar, karena ikatan bathin dan gejolak hati yang selalu menguatkan aku untuk merinduinya. Namun Tuhan lebih tahu dan lebih mengerti jalan yang terbaik untuk aku dan dia. Rindu, harus berapa lamakah aku menunggu hadirmu?? Setelah pertemuan singkat disaat itu, tak pernah lagi aku cium aroma cinta dari setiap kelipnya matamu. Aku selalu merasakan cintamu, meski rasa yang kau curah hanya dalam goresan tinta semata, aku selalu berharap rindu ini ada dalam cinta yang diridhoi tuhan kita.

Do’a Yang Ku Panjatkan

Hari demi hari aku jalani tanpa sapaan dan senyuman manisnya lagi. Kini hanya do’a-do’a yang bisa ku panjatkan untuknya. Do’a yang menyiksa bathinku, do’a yang melemahkan setiap detiknya waktu ku, do’a yang memupuskan sejuta harapanku. Namun, satu do’a yang tak pernah lupa aku panjatkan untuknya dalam setiap sujudku.  “semoga engkau selalu ada disisi-Nya dan semoga kelak cinta kita dipersatukan di Syurga Illahi”. **aZ

  1. AFINAH NGIZATIN berkata

    rindu itu memang sangat sulit untuk dihilangkan, setiap insan pasti pernah merasakan rindu. Rasa rindu itu berawal dari rasa cinta atau pun keterkaitan dari seseorang terhadap orang lain. Rindu juga bisa dengan sahabat,keluarga,ade dan kakak. Rindu tumbuh dari perasaan seseorang yang tidak di sengaja. Rindu juga bisa menyiksa seseorang melalui batinnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.